Jasa SEO Distributor Pupuk Kelapa Sawit
HOME PROFILE PRODUK FAQ ARTIKEL CONTACT LINK RSS
Katalog Product












Penjual Penyubur Pohon Cabai Binjai Penjual Penyubur Pohon Cabai Bitung Penjual Penyubur Pohon Cabai Blitar Penjual Penyubur Pohon Cabai Bogor Penjual Penyubur Pohon Cabai Bontang Penjual Penyubur Pohon Cabai Bukittinggi Penjual Penyubur Pohon Cabai Cilegon Penjual Penyubur Pohon Cabai Cimahi Penjual Penyubur Pohon Cabai Cirebon Penjual Penyubur Pohon Cabai Denpasar Penjual Penyubur Pohon Cabai Depok Penjual Penyubur Pohon Cabai di Aceh Penjual Penyubur Pohon Cabai di Ambon Penjual Penyubur Pohon Cabai di Bali Penjual Penyubur Pohon Cabai di Balikpapan Penjual Penyubur Pohon Cabai di Banda Aceh Penjual Penyubur Pohon Cabai di Bandar Lampung Penjual Penyubur Pohon Cabai di Bandung Penjual Penyubur Pohon Cabai di Bangka Belitung Penjual Penyubur Pohon Cabai di Banjar Penjual Penyubur Pohon Cabai di Banjarbaru Penjual Penyubur Pohon Cabai di Banjarmasin Penjual Penyubur Pohon Cabai di Banten Penjual Penyubur Pohon Cabai di Batam Penjual Penyubur Pohon Cabai di Batu Penjual Penyubur Pohon Cabai di Bau-Bau Penjual Penyubur Pohon Cabai di Bekasi Penjual Penyubur Pohon Cabai di Bengkulu Penjual Penyubur Pohon Cabai di Bima Penjual Penyubur Pohon Cabai di Binjai Penjual Penyubur Pohon Cabai di Bitung Penjual Penyubur Pohon Cabai di Blitar Penjual Penyubur Pohon Cabai di Bogor Penjual Penyubur Pohon Cabai di Bontang Penjual Penyubur Pohon Cabai di Bukittinggi Penjual Penyubur Pohon Cabai di Cilegon Penjual Penyubur Pohon Cabai di Cimahi Penjual Penyubur Pohon Cabai di Cirebon Penjual Penyubur Pohon Cabai di Denpasar Penjual Penyubur Pohon Cabai di Depok Penjual Penyubur Pohon Cabai di DKI Jakarta Penjual Penyubur Pohon Cabai di Dumai Penjual Penyubur Pohon Cabai di Gorontalo Penjual Penyubur Pohon Cabai di Jakarta Penjual Penyubur Pohon Cabai di Jambi Penjual Penyubur Pohon Cabai di Jambi Penjual Penyubur Pohon Cabai di Jawa Barat Penjual Penyubur Pohon Cabai di Jawa Tengah Penjual Penyubur Pohon Cabai di Jawa Timur Penjual Penyubur Pohon Cabai di Jayapura Penjual Penyubur Pohon Cabai di Kalimantan Barat Penjual Penyubur Pohon Cabai di Kalimantan Selatan Penjual Penyubur Pohon Cabai di Kalimantan Tengah Penjual Penyubur Pohon Cabai di Kalimantan Timur Penjual Penyubur Pohon Cabai di Kalimantan Utara Penjual Penyubur Pohon Cabai di Kediri Penjual Penyubur Pohon Cabai di Kepulauan Riau Penjual Penyubur Pohon Cabai di Kotamobagu Penjual Penyubur Pohon Cabai di Kupang Penjual Penyubur Pohon Cabai di Lampung Penjual Penyubur Pohon Cabai di Langsa Penjual Penyubur Pohon Cabai di Lhokseumawe Penjual Penyubur Pohon Cabai di Lubuklinggau Penjual Penyubur Pohon Cabai di Madiun Penjual Penyubur Pohon Cabai di Magelang Penjual Penyubur Pohon Cabai di Makassar Penjual Penyubur Pohon Cabai di Malang Penjual Penyubur Pohon Cabai di Maluku Penjual Penyubur Pohon Cabai di Maluku Utara Penjual Penyubur Pohon Cabai di Manado Penjual Penyubur Pohon Cabai di Mataram Penjual Penyubur Pohon Cabai di Medan Penjual Penyubur Pohon Cabai di Metro Penjual Penyubur Pohon Cabai di Mojokerto Penjual Penyubur Pohon Cabai di Nusa Tenggara Barat Penjual Penyubur Pohon Cabai di Nusa Tenggara Timur Penjual Penyubur Pohon Cabai di Padang Penjual Penyubur Pohon Cabai di Padang Sidempuan Penjual Penyubur Pohon Cabai di Palangkaraya Penjual Penyubur Pohon Cabai di Palembang Penjual Penyubur Pohon Cabai di Palopo Penjual Penyubur Pohon Cabai di Palu Penjual Penyubur Pohon Cabai di Pangkalpinang Penjual Penyubur Pohon Cabai di Papua Penjual Penyubur Pohon Cabai di Papua Barat Penjual Penyubur Pohon Cabai di Parepare Penjual Penyubur Pohon Cabai di Pasuruan Penjual Penyubur Pohon Cabai di Pekalongan Penjual Penyubur Pohon Cabai di Pekanbaru Penjual Penyubur Pohon Cabai di Pematangsiantar Penjual Penyubur Pohon Cabai di Pontianak Penjual Penyubur Pohon Cabai di Prabumulih Penjual Penyubur Pohon Cabai di Probolinggo Penjual Penyubur Pohon Cabai di Riau Penjual Penyubur Pohon Cabai di Salatiga Penjual Penyubur Pohon Cabai di Samarinda Penjual Penyubur Pohon Cabai di Semarang Penjual Penyubur Pohon Cabai di Serang Penjual Penyubur Pohon Cabai di Singkawang Penjual Penyubur Pohon Cabai di Sorong Penjual Penyubur Pohon Cabai di Sulawesi Selatan Penjual Penyubur Pohon Cabai di Sulawesi Tengah Penjual Penyubur Pohon Cabai di Sulawesi Tenggara Penjual Penyubur Pohon Cabai di Sulawesi Utara Penjual Penyubur Pohon Cabai di Sumatera Barat Penjual Penyubur Pohon Cabai di Sumatera Barat Penjual Penyubur Pohon Cabai di Sumatera Selatan Penjual Penyubur Pohon Cabai di Sumatera Utara Penjual Penyubur Pohon Cabai di Surabaya Penjual Penyubur Pohon Cabai di Surakarta Penjual Penyubur Pohon Cabai di Tangerang Penjual Penyubur Pohon Cabai di Tangerang Selatan Penjual Penyubur Pohon Cabai di Tanjungbalai Penjual Penyubur Pohon Cabai di Tanjungpinang Penjual Penyubur Pohon Cabai di Tarakan Penjual Penyubur Pohon Cabai di Tasikmalaya Penjual Penyubur Pohon Cabai di Tebingtinggi Penjual Penyubur Pohon Cabai di Tegal Penjual Penyubur Pohon Cabai di Ternate Penjual Penyubur Pohon Cabai di Yogyakarta Penjual Penyubur Pohon Cabai DKI Jakarta Penjual Penyubur Pohon Cabai Dumai Penjual Penyubur Pohon Cabai Gorontalo Penjual Penyubur Pohon Cabai Jakarta Penjual Penyubur Pohon Cabai Jambi Penjual Penyubur Pohon Cabai Jawa Barat Penjual Penyubur Pohon Cabai Jawa Tengah Penjual Penyubur Pohon Cabai Jawa Timur Penjual Penyubur Pohon Cabai Jayapura Penjual Penyubur Pohon Cabai Kalimantan Barat Penjual Penyubur Pohon Cabai Kalimantan Selatan Penjual Penyubur Pohon Cabai Kalimantan Tengah Penjual Penyubur Pohon Cabai Kalimantan Timur Penjual Penyubur Pohon Cabai Kalimantan Utara Penjual Penyubur Pohon Cabai Kediri Penjual Penyubur Pohon Cabai Kepulauan Riau Penjual Penyubur Pohon Cabai Kotamobagu Penjual Penyubur Pohon Cabai Kupang Penjual Penyubur Pohon Cabai Lampung Penjual Penyubur Pohon Cabai Langsa Penjual Penyubur Pohon Cabai Lhokseumawe Penjual Penyubur Pohon Cabai Lubuklinggau Penjual Penyubur Pohon Cabai Madiun Penjual Penyubur Pohon Cabai Magelang Penjual Penyubur Pohon Cabai Makassar Penjual Penyubur Pohon Cabai Malang Penjual Penyubur Pohon Cabai Maluku Penjual Penyubur Pohon Cabai Maluku Utara Penjual Penyubur Pohon Cabai Manado Penjual Penyubur Pohon Cabai Mataram Penjual Penyubur Pohon Cabai Medan Penjual Penyubur Pohon Cabai Metro Penjual Penyubur Pohon Cabai Mojokerto Penjual Penyubur Pohon Cabai Nusa Tenggara Barat Penjual Penyubur Pohon Cabai Nusa Tenggara Timur Penjual Penyubur Pohon Cabai Padang Penjual Penyubur Pohon Cabai Padang Sidempuan Penjual Penyubur Pohon Cabai Palangkaraya Penjual Penyubur Pohon Cabai Palembang Penjual Penyubur Pohon Cabai Palopo Penjual Penyubur Pohon Cabai Palu Penjual Penyubur Pohon Cabai Pangkalpinang Penjual Penyubur Pohon Cabai Papua Penjual Penyubur Pohon Cabai Papua Barat Penjual Penyubur Pohon Cabai Parepare Penjual Penyubur Pohon Cabai Pasuruan Penjual Penyubur Pohon Cabai Pekalongan Penjual Penyubur Pohon Cabai Pekanbaru Penjual Penyubur Pohon Cabai Pematangsiantar Penjual Penyubur Pohon Cabai Pontianak Penjual Penyubur Pohon Cabai Prabumulih Penjual Penyubur Pohon Cabai Probolinggo Penjual Penyubur Pohon Cabai Riau Penjual Penyubur Pohon Cabai Salatiga Penjual Penyubur Pohon Cabai Samarinda Penjual Penyubur Pohon Cabai Semarang Penjual Penyubur Pohon Cabai Serang Penjual Penyubur Pohon Cabai Singkawang Penjual Penyubur Pohon Cabai Sorong Penjual Penyubur Pohon Cabai Sulawesi Selatan Penjual Penyubur Pohon Cabai Sulawesi Tengah Penjual Penyubur Pohon Cabai Sulawesi Tenggara Penjual Penyubur Pohon Cabai Sulawesi Utara Penjual Penyubur Pohon Cabai Sumatera Barat Penjual Penyubur Pohon Cabai Sumatera Barat Penjual Penyubur Pohon Cabai Sumatera Selatan Penjual Penyubur Pohon Cabai Sumatera Utara Penjual Penyubur Pohon Cabai Surabaya Penjual Penyubur Pohon Cabai Surakarta Penjual Penyubur Pohon Cabai Tangerang Penjual Penyubur Pohon Cabai Tangerang Selatan Penjual Penyubur Pohon Cabai Tanjungbalai Penjual Penyubur Pohon Cabai Tanjungpinang Penjual Penyubur Pohon Cabai Tarakan Penjual Penyubur Pohon Cabai Tasikmalaya Penjual Penyubur Pohon Cabai Tebingtinggi Penjual Penyubur Pohon Cabai Tegal Penjual Penyubur Pohon Cabai Ternate Penjual Penyubur Pohon Cabai Yogyakarta Penjual Penyubur Tanaman Cabai Aceh Penjual Penyubur Tanaman Cabai Ambon Penjual Penyubur Tanaman Cabai Bali Penjual Penyubur Tanaman Cabai Balikpapan Penjual Penyubur Tanaman Cabai Banda Aceh Penjual Penyubur Tanaman Cabai Bandar Lampung Penjual Penyubur Tanaman Cabai Bandung Penjual Penyubur Tanaman Cabai Bangka Belitung Penjual Penyubur Tanaman Cabai Banjar Penjual Penyubur Tanaman Cabai Banjarbaru Penjual Penyubur Tanaman Cabai Banjarmasin Penjual Penyubur Tanaman Cabai Banten Penjual Penyubur Tanaman Cabai Batam Penjual Penyubur Tanaman Cabai Batu Penjual Penyubur Tanaman Cabai Bau-Bau Penjual Penyubur Tanaman Cabai Bekasi Penjual Penyubur Tanaman Cabai Bengkulu Penjual Penyubur Tanaman Cabai Bima Penjual Penyubur Tanaman Cabai Binjai Penjual Penyubur Tanaman Cabai Bitung Penjual Penyubur Tanaman Cabai Blitar Penjual Penyubur Tanaman Cabai Bogor Penjual Penyubur Tanaman Cabai Bontang Penjual Penyubur Tanaman Cabai Bukittinggi Penjual Penyubur Tanaman Cabai Cilegon Penjual Penyubur Tanaman Cabai Cimahi Penjual Penyubur Tanaman Cabai Cirebon Penjual Penyubur Tanaman Cabai Denpasar Penjual Penyubur Tanaman Cabai Depok Penjual Penyubur Tanaman Cabai di Aceh Penjual Penyubur Tanaman Cabai di Ambon Penjual Penyubur Tanaman Cabai di Bali Penjual Penyubur Tanaman Cabai di Balikpapan Penjual Penyubur Tanaman Cabai di Banda Aceh Penjual Penyubur Tanaman Cabai di Bandar Lampung Penjual Penyubur Tanaman Cabai di Bandung Penjual Penyubur Tanaman Cabai di Bangka Belitung Penjual Penyubur Tanaman Cabai di Banjar Penjual Penyubur Tanaman Cabai di Banjarbaru Penjual Penyubur Tanaman Cabai di Banjarmasin Penjual Penyubur Tanaman Cabai di Banten Penjual Penyubur Tanaman Cabai di Batam Penjual Penyubur Tanaman Cabai di Batu Penjual Penyubur Tanaman Cabai di Bau-Bau Penjual Penyubur Tanaman Cabai di Bekasi Penjual Penyubur Tanaman Cabai di Bengkulu Penjual Penyubur Tanaman Cabai di Bima Penjual Penyubur Tanaman Cabai di Binjai Penjual Penyubur Tanaman Cabai di Bitung Penjual Penyubur Tanaman Cabai di Blitar Penjual Penyubur Tanaman Cabai di Bogor Penjual Penyubur Tanaman Cabai di Bontang Penjual Penyubur Tanaman Cabai di Bukittinggi Penjual Penyubur Tanaman Cabai di Cilegon Penjual Penyubur Tanaman Cabai di Cimahi Penjual Penyubur Tanaman Cabai di Cirebon Penjual Penyubur Tanaman Cabai di Denpasar Penjual Penyubur Tanaman Cabai di Depok Penjual Penyubur Tanaman Cabai di DKI Jakarta Penjual Penyubur Tanaman Cabai di Dumai Penjual Penyubur Tanaman Cabai di Gorontalo Penjual Penyubur Tanaman Cabai di Jakarta Penjual Penyubur Tanaman Cabai di Jambi Penjual Penyubur Tanaman Cabai di Jambi Penjual Penyubur Tanaman Cabai di Jawa Barat Penjual Penyubur Tanaman Cabai di Jawa Tengah Penjual Penyubur Tanaman Cabai di Jawa Timur Penjual Penyubur Tanaman Cabai di Jayapura Penjual Penyubur Tanaman Cabai di Kalimantan Barat Penjual Penyubur Tanaman Cabai di Kalimantan Selatan Penjual Penyubur Tanaman Cabai di Kalimantan Tengah Penjual Penyubur Tanaman Cabai di Kalimantan Timur Penjual Penyubur Tanaman Cabai di Kalimantan Utara Penjual Penyubur Tanaman Cabai di Kediri Penjual Penyubur Tanaman Cabai di Kepulauan Riau Penjual Penyubur Tanaman Cabai di Kotamobagu Penjual Penyubur Tanaman Cabai di Kupang Penjual Penyubur Tanaman Cabai di Lampung Penjual Penyubur Tanaman Cabai di Langsa Penjual Penyubur Tanaman Cabai di Lhokseumawe Penjual Penyubur Tanaman Cabai di Lubuklinggau Penjual Penyubur Tanaman Cabai di Madiun Penjual Penyubur Tanaman Cabai di Magelang Penjual Penyubur Tanaman Cabai di Makassar Penjual Penyubur Tanaman Cabai di Malang Penjual Penyubur Tanaman Cabai di Maluku Penjual Penyubur Tanaman Cabai di Maluku Utara Penjual Penyubur Tanaman Cabai di Manado Penjual Penyubur Tanaman Cabai di Mataram Penjual Penyubur Tanaman Cabai di Medan Penjual Penyubur Tanaman Cabai di Metro Penjual Penyubur Tanaman Cabai di Mojokerto Penjual Penyubur Tanaman Cabai di Nusa Tenggara Barat Penjual Penyubur Tanaman Cabai di Nusa Tenggara Timur Penjual Penyubur Tanaman Cabai di Padang Penjual Penyubur Tanaman Cabai di Padang Sidempuan Penjual Penyubur Tanaman Cabai di Palangkaraya Penjual Penyubur Tanaman Cabai di Palembang Penjual Penyubur Tanaman Cabai di Palopo Penjual Penyubur Tanaman Cabai di Palu Penjual Penyubur Tanaman Cabai di Pangkalpinang Penjual Penyubur Tanaman Cabai di Papua Penjual Penyubur Tanaman Cabai di Papua Barat Penjual Penyubur Tanaman Cabai di Parepare Penjual Penyubur Tanaman Cabai di Pasuruan Penjual Penyubur Tanaman Cabai di Pekalongan Penjual Penyubur Tanaman Cabai di Pekanbaru Penjual Penyubur Tanaman Cabai di Pematangsiantar Penjual Penyubur Tanaman Cabai di Pontianak Penjual Penyubur Tanaman Cabai di Prabumulih Penjual Penyubur Tanaman Cabai di Probolinggo Penjual Penyubur Tanaman Cabai di Riau Penjual Penyubur Tanaman Cabai di Salatiga Penjual Penyubur Tanaman Cabai di Samarinda Penjual Penyubur Tanaman Cabai di Semarang Penjual Penyubur Tanaman Cabai di Serang Penjual Penyubur Tanaman Cabai di Singkawang Penjual Penyubur Tanaman Cabai di Sorong Penjual Penyubur Tanaman Cabai di Sulawesi Selatan Penjual Penyubur Tanaman Cabai di Sulawesi Tengah Penjual Penyubur Tanaman Cabai di Sulawesi Tenggara Penjual Penyubur Tanaman Cabai di Sulawesi Utara Penjual Penyubur Tanaman Cabai di Sumatera Barat Penjual Penyubur Tanaman Cabai di Sumatera Barat Penjual Penyubur Tanaman Cabai di Sumatera Selatan Penjual Penyubur Tanaman Cabai di Sumatera Utara Penjual Penyubur Tanaman Cabai di Surabaya Penjual Penyubur Tanaman Cabai di Surakarta Penjual Penyubur Tanaman Cabai di Tangerang Penjual Penyubur Tanaman Cabai di Tangerang Selatan Penjual Penyubur Tanaman Cabai di Tanjungbalai Penjual Penyubur Tanaman Cabai di Tanjungpinang Penjual Penyubur Tanaman Cabai di Tarakan Penjual Penyubur Tanaman Cabai di Tasikmalaya Penjual Penyubur Tanaman Cabai di Tebingtinggi Penjual Penyubur Tanaman Cabai di Tegal Penjual Penyubur Tanaman Cabai di Ternate Penjual Penyubur Tanaman Cabai di Yogyakarta Penjual Penyubur Tanaman Cabai DKI Jakarta Penjual Penyubur Tanaman Cabai Dumai Penjual Penyubur Tanaman Cabai Gorontalo Penjual Penyubur Tanaman Cabai Jakarta Penjual Penyubur Tanaman Cabai Jambi Penjual Penyubur Tanaman Cabai Jawa Barat Penjual Penyubur Tanaman Cabai Jawa Tengah Penjual Penyubur Tanaman Cabai Jawa Timur Penjual Penyubur Tanaman Cabai Jayapura Penjual Penyubur Tanaman Cabai Kalimantan Barat Penjual Penyubur Tanaman Cabai Kalimantan Selatan Penjual Penyubur Tanaman Cabai Kalimantan Tengah Penjual Penyubur Tanaman Cabai Kalimantan Timur Penjual Penyubur Tanaman Cabai Kalimantan Utara Penjual Penyubur Tanaman Cabai Kediri Penjual Penyubur Tanaman Cabai Kepulauan Riau Penjual Penyubur Tanaman Cabai Kotamobagu Penjual Penyubur Tanaman Cabai Kupang Penjual Penyubur Tanaman Cabai Lampung Penjual Penyubur Tanaman Cabai Langsa Penjual Penyubur Tanaman Cabai Lhokseumawe Penjual Penyubur Tanaman Cabai Lubuklinggau Penjual Penyubur Tanaman Cabai Madiun Penjual Penyubur Tanaman Cabai Magelang Penjual Penyubur Tanaman Cabai Makassar Penjual Penyubur Tanaman Cabai Malang Penjual Penyubur Tanaman Cabai Maluku Penjual Penyubur Tanaman Cabai Maluku Utara Penjual Penyubur Tanaman Cabai Manado Penjual Penyubur Tanaman Cabai Mataram Penjual Penyubur Tanaman Cabai Medan Penjual Penyubur Tanaman Cabai Metro Penjual Penyubur Tanaman Cabai Mojokerto Penjual Penyubur Tanaman Cabai Nusa Tenggara Barat Penjual Penyubur Tanaman Cabai Nusa Tenggara Timur Penjual Penyubur Tanaman Cabai Padang Penjual Penyubur Tanaman Cabai Padang Sidempuan Penjual Penyubur Tanaman Cabai Palangkaraya Penjual Penyubur Tanaman Cabai Palembang Penjual Penyubur Tanaman Cabai Palopo Penjual Penyubur Tanaman Cabai Palu Penjual Penyubur Tanaman Cabai Pangkalpinang Penjual Penyubur Tanaman Cabai Papua Penjual Penyubur Tanaman Cabai Papua Barat Penjual Penyubur Tanaman Cabai Parepare Penjual Penyubur Tanaman Cabai Pasuruan Penjual Penyubur Tanaman Cabai Pekalongan Penjual Penyubur Tanaman Cabai Pekanbaru Penjual Penyubur Tanaman Cabai Pematangsiantar Penjual Penyubur Tanaman Cabai Pontianak Penjual Penyubur Tanaman Cabai Prabumulih Penjual Penyubur Tanaman Cabai Probolinggo Penjual Penyubur Tanaman Cabai Riau Penjual Penyubur Tanaman Cabai Salatiga Penjual Penyubur Tanaman Cabai Samarinda Penjual Penyubur Tanaman Cabai Semarang Penjual Penyubur Tanaman Cabai Serang Penjual Penyubur Tanaman Cabai Singkawang Penjual Penyubur Tanaman Cabai Sorong Penjual Penyubur Tanaman Cabai Sulawesi Selatan Penjual Penyubur Tanaman Cabai Sulawesi Tengah Penjual Penyubur Tanaman Cabai Sulawesi Tenggara Penjual Penyubur Tanaman Cabai Sulawesi Utara Penjual Penyubur Tanaman Cabai Sumatera Barat Penjual Penyubur Tanaman Cabai Sumatera Barat Penjual Penyubur Tanaman Cabai Sumatera Selatan Penjual Penyubur Tanaman Cabai Sumatera Utara Penjual Penyubur Tanaman Cabai Surabaya Penjual Penyubur Tanaman Cabai Surakarta Penjual Penyubur Tanaman Cabai Tangerang Penjual Penyubur Tanaman Cabai Tangerang Selatan Penjual Penyubur Tanaman Cabai Tanjungbalai Penjual Penyubur Tanaman Cabai Tanjungpinang Penjual Penyubur Tanaman Cabai Tarakan Penjual Penyubur Tanaman Cabai Tasikmalaya Penjual Penyubur Tanaman Cabai Tebingtinggi Penjual Penyubur Tanaman Cabai Tegal Penjual Penyubur Tanaman Cabai Ternate Penjual Penyubur Tanaman Cabai Yogyakarta Penjual Pupuk Cabai Aceh Penjual Pupuk Cabai Ambon Penjual Pupuk Cabai Bali Penjual Pupuk Cabai Balikpapan Penjual Pupuk Cabai Banda Aceh Penjual Pupuk Cabai Bandar Lampung Penjual Pupuk Cabai Bandung Penjual Pupuk Cabai Bangka Belitung Penjual Pupuk Cabai Banjar Penjual Pupuk Cabai Banjarbaru Penjual Pupuk Cabai Banjarmasin Penjual Pupuk Cabai Banten Penjual Pupuk Cabai Batam Penjual Pupuk Cabai Batu Penjual Pupuk Cabai Bau-Bau Penjual Pupuk Cabai Bekasi Penjual Pupuk Cabai Bengkulu Penjual Pupuk Cabai Bima Penjual Pupuk Cabai Binjai Penjual Pupuk Cabai Bitung Penjual Pupuk Cabai Blitar Penjual Pupuk Cabai Bogor Penjual Pupuk Cabai Bontang Penjual Pupuk Cabai Bukittinggi Penjual Pupuk Cabai Cilegon Penjual Pupuk Cabai Cimahi Penjual Pupuk Cabai Cirebon Penjual Pupuk Cabai Denpasar Penjual Pupuk Cabai Depok Penjual Pupuk Cabai di Aceh Penjual Pupuk Cabai di Ambon Penjual Pupuk Cabai di Bali Penjual Pupuk Cabai di Balikpapan Penjual Pupuk Cabai di Banda Aceh Penjual Pupuk Cabai di Bandar Lampung Penjual Pupuk Cabai di Bandung Penjual Pupuk Cabai di Bangka Belitung Penjual Pupuk Cabai di Banjar Penjual Pupuk Cabai di Banjarbaru Penjual Pupuk Cabai di Banjarmasin Penjual Pupuk Cabai di Banten Penjual Pupuk Cabai di Batam Penjual Pupuk Cabai di Batu Penjual Pupuk Cabai di Bau-Bau Penjual Pupuk Cabai di Bekasi Penjual Pupuk Cabai di Bengkulu Penjual Pupuk Cabai di Bima Penjual Pupuk Cabai di Binjai Penjual Pupuk Cabai di Bitung Penjual Pupuk Cabai di Blitar Penjual Pupuk Cabai di Bogor Penjual Pupuk Cabai di Bontang Penjual Pupuk Cabai di Bukittinggi Penjual Pupuk Cabai di Cilegon Penjual Pupuk Cabai di Cimahi Penjual Pupuk Cabai di Cirebon Penjual Pupuk Cabai di Denpasar Penjual Pupuk Cabai di Depok Penjual Pupuk Cabai di DKI Jakarta Penjual Pupuk Cabai di Dumai Penjual Pupuk Cabai di Gorontalo Penjual Pupuk Cabai di Jakarta Penjual Pupuk Cabai di Jambi Penjual Pupuk Cabai di Jambi Penjual Pupuk Cabai di Jawa Barat Penjual Pupuk Cabai di Jawa Tengah Penjual Pupuk Cabai di Jawa Timur Penjual Pupuk Cabai di Jayapura Penjual Pupuk Cabai di Kalimantan Barat Penjual Pupuk Cabai di Kalimantan Selatan Penjual Pupuk Cabai di Kalimantan Tengah Penjual Pupuk Cabai di Kalimantan Timur Penjual Pupuk Cabai di Kalimantan Utara Penjual Pupuk Cabai di Kediri Penjual Pupuk Cabai di Kepulauan Riau Penjual Pupuk Cabai di Kotamobagu Penjual Pupuk Cabai di Kupang Penjual Pupuk Cabai di Lampung Penjual Pupuk Cabai di Langsa Penjual Pupuk Cabai di Lhokseumawe Penjual Pupuk Cabai di Lubuklinggau Penjual Pupuk Cabai di Madiun Penjual Pupuk Cabai di Magelang Penjual Pupuk Cabai di Makassar Penjual Pupuk Cabai di Malang Penjual Pupuk Cabai di Maluku Penjual Pupuk Cabai di Maluku Utara Penjual Pupuk Cabai di Manado Penjual Pupuk Cabai di Mataram Penjual Pupuk Cabai di Medan Penjual Pupuk Cabai di Metro Penjual Pupuk Cabai di Mojokerto Penjual Pupuk Cabai di Nusa Tenggara Barat Penjual Pupuk Cabai di Nusa Tenggara Timur Penjual Pupuk Cabai di Padang Penjual Pupuk Cabai di Padang Sidempuan Penjual Pupuk Cabai di Palangkaraya Penjual Pupuk Cabai di Palembang Penjual Pupuk Cabai di Palopo Penjual Pupuk Cabai di Palu Penjual Pupuk Cabai di Pangkalpinang Penjual Pupuk Cabai di Papua Penjual Pupuk Cabai di Papua Barat Penjual Pupuk Cabai di Parepare Penjual Pupuk Cabai di Pasuruan Penjual Pupuk Cabai di Pekalongan Penjual Pupuk Cabai di Pekanbaru Penjual Pupuk Cabai di Pematangsiantar Penjual Pupuk Cabai di Pontianak Penjual Pupuk Cabai di Prabumulih Penjual Pupuk Cabai di Probolinggo Penjual Pupuk Cabai di Riau Penjual Pupuk Cabai di Salatiga Penjual Pupuk Cabai di Samarinda Penjual Pupuk Cabai di Semarang Penjual Pupuk Cabai di Serang Penjual Pupuk Cabai di Singkawang Penjual Pupuk Cabai di Sorong Penjual Pupuk Cabai di Sulawesi Selatan Penjual Pupuk Cabai di Sulawesi Tengah Penjual Pupuk Cabai di Sulawesi Tenggara Penjual Pupuk Cabai di Sulawesi Utara Penjual Pupuk Cabai di Sumatera Barat Penjual Pupuk Cabai di Sumatera Barat Penjual Pupuk Cabai di Sumatera Selatan Penjual Pupuk Cabai di Sumatera Utara Penjual Pupuk Cabai di Surabaya Penjual Pupuk Cabai di Surakarta Penjual Pupuk Cabai di Tangerang Penjual Pupuk Cabai di Tangerang Selatan Penjual Pupuk Cabai di Tanjungbalai Penjual Pupuk Cabai di Tanjungpinang Penjual Pupuk Cabai di Tarakan Penjual Pupuk Cabai di Tasikmalaya Penjual Pupuk Cabai di Tebingtinggi Penjual Pupuk Cabai di Tegal Penjual Pupuk Cabai di Ternate Penjual Pupuk Cabai di Yogyakarta Penjual Pupuk Cabai DKI Jakarta Penjual Pupuk Cabai Dumai Penjual Pupuk Cabai Gorontalo Penjual Pupuk Cabai Jakarta Penjual Pupuk Cabai Jambi Penjual Pupuk Cabai Jawa Barat Penjual Pupuk Cabai Jawa Tengah Penjual Pupuk Cabai Jawa Timur Penjual Pupuk Cabai Jayapura Penjual Pupuk Cabai Kalimantan Barat Penjual Pupuk Cabai Kalimantan Selatan Penjual Pupuk Cabai Kalimantan Tengah Penjual Pupuk Cabai Kalimantan Timur Penjual Pupuk Cabai Kalimantan Utara Penjual Pupuk Cabai Kediri Penjual Pupuk Cabai Kepulauan Riau Penjual Pupuk Cabai Kotamobagu Penjual Pupuk Cabai Kupang Penjual Pupuk Cabai Lampung Penjual Pupuk Cabai Langsa Penjual Pupuk Cabai Lhokseumawe Penjual Pupuk Cabai Lubuklinggau Penjual Pupuk Cabai Madiun Penjual Pupuk Cabai Magelang Penjual Pupuk Cabai Makassar Penjual Pupuk Cabai Malang Penjual Pupuk Cabai Maluku Penjual Pupuk Cabai Maluku Utara Penjual Pupuk Cabai Manado Penjual Pupuk Cabai Mataram Penjual Pupuk Cabai Medan Penjual Pupuk Cabai Metro Penjual Pupuk Cabai Mojokerto Penjual Pupuk Cabai Nusa Tenggara Barat Penjual Pupuk Cabai Nusa Tenggara Timur Penjual Pupuk Cabai Padang Penjual Pupuk Cabai Padang Sidempuan Penjual Pupuk Cabai Palangkaraya Penjual Pupuk Cabai Palembang Penjual Pupuk Cabai Palopo Penjual Pupuk Cabai Palu Penjual Pupuk Cabai Pangkalpinang Penjual Pupuk Cabai Papua Penjual Pupuk Cabai Papua Barat Penjual Pupuk Cabai Parepare Penjual Pupuk Cabai Pasuruan Penjual Pupuk Cabai Pekalongan Penjual Pupuk Cabai Pekanbaru Penjual Pupuk Cabai Pematangsiantar Penjual Pupuk Cabai Pontianak Penjual Pupuk Cabai Prabumulih Penjual Pupuk Cabai Probolinggo Penjual Pupuk Cabai Riau Penjual Pupuk Cabai Salatiga Penjual Pupuk Cabai Samarinda Penjual Pupuk Cabai Semarang Penjual Pupuk Cabai Serang Penjual Pupuk Cabai Singkawang Penjual Pupuk Cabai Sorong Penjual Pupuk Cabai Sulawesi Selatan Penjual Pupuk Cabai Sulawesi Tengah Penjual Pupuk Cabai Sulawesi Tenggara Penjual Pupuk Cabai Sulawesi Utara Penjual Pupuk Cabai Sumatera Barat Penjual Pupuk Cabai Sumatera Barat Penjual Pupuk Cabai Sumatera Selatan Penjual Pupuk Cabai Sumatera Utara Penjual Pupuk Cabai Surabaya Penjual Pupuk Cabai Surakarta Penjual Pupuk Cabai Tangerang Penjual Pupuk Cabai Tangerang Selatan Penjual Pupuk Cabai Tanjungbalai Penjual Pupuk Cabai Tanjungpinang Penjual Pupuk Cabai Tarakan Penjual Pupuk Cabai Tasikmalaya Penjual Pupuk Cabai Tebingtinggi Penjual Pupuk Cabai Tegal Penjual Pupuk Cabai Ternate Penjual Pupuk Cabai Yogyakarta Penjual Pupuk Pohon Cabai Aceh Penjual Pupuk Pohon Cabai Ambon Penjual Pupuk Pohon Cabai Bali Penjual Pupuk Pohon Cabai Balikpapan Penjual Pupuk Pohon Cabai Banda Aceh Penjual Pupuk Pohon Cabai Bandar Lampung Penjual Pupuk Pohon Cabai Bandung Penjual Pupuk Pohon Cabai Bangka Belitung Penjual Pupuk Pohon Cabai Banjar Penjual Pupuk Pohon Cabai Banjarbaru Penjual Pupuk Pohon Cabai Banjarmasin Penjual Pupuk Pohon Cabai Banten Penjual Pupuk Pohon Cabai Batam Penjual Pupuk Pohon Cabai Batu Penjual Pupuk Pohon Cabai Bau-Bau Penjual Pupuk Pohon Cabai Bekasi Penjual Pupuk Pohon Cabai Bengkulu Penjual Pupuk Pohon Cabai Bima Penjual Pupuk Pohon Cabai Binjai Penjual Pupuk Pohon Cabai Bitung Penjual Pupuk Pohon Cabai Blitar Penjual Pupuk Pohon Cabai Bogor Penjual Pupuk Pohon Cabai Bontang Penjual Pupuk Pohon Cabai Bukittinggi Penjual Pupuk Pohon Cabai Cilegon Penjual Pupuk Pohon Cabai Cimahi Penjual Pupuk Pohon Cabai Cirebon Penjual Pupuk Pohon Cabai Denpasar Penjual Pupuk Pohon Cabai Depok Penjual Pupuk Pohon Cabai di Aceh Penjual Pupuk Pohon Cabai di Ambon Penjual Pupuk Pohon Cabai di Bali Penjual Pupuk Pohon Cabai di Balikpapan Penjual Pupuk Pohon Cabai di Banda Aceh Penjual Pupuk Pohon Cabai di Bandar Lampung Penjual Pupuk Pohon Cabai di Bandung Penjual Pupuk Pohon Cabai di Bangka Belitung Penjual Pupuk Pohon Cabai di Banjar Penjual Pupuk Pohon Cabai di Banjarbaru Penjual Pupuk Pohon Cabai di Banjarmasin Penjual Pupuk Pohon Cabai di Banten Penjual Pupuk Pohon Cabai di Batam Penjual Pupuk Pohon Cabai di Batu Penjual Pupuk Pohon Cabai di Bau-Bau Penjual Pupuk Pohon Cabai di Bekasi Penjual Pupuk Pohon Cabai di Bengkulu Penjual Pupuk Pohon Cabai di Bima Penjual Pupuk Pohon Cabai di Binjai Penjual Pupuk Pohon Cabai di Bitung Penjual Pupuk Pohon Cabai di Blitar Penjual Pupuk Pohon Cabai di Bogor Penjual Pupuk Pohon Cabai di Bontang Penjual Pupuk Pohon Cabai di Bukittinggi Penjual Pupuk Pohon Cabai di Cilegon Penjual Pupuk Pohon Cabai di Cimahi Penjual Pupuk Pohon Cabai di Cirebon Penjual Pupuk Pohon Cabai di Denpasar Penjual Pupuk Pohon Cabai di Depok Penjual Pupuk Pohon Cabai di DKI Jakarta Penjual Pupuk Pohon Cabai di Dumai Penjual Pupuk Pohon Cabai di Gorontalo Penjual Pupuk Pohon Cabai di Jakarta Penjual Pupuk Pohon Cabai di Jambi Penjual Pupuk Pohon Cabai di Jambi Penjual Pupuk Pohon Cabai di Jawa Barat Penjual Pupuk Pohon Cabai di Jawa Tengah Penjual Pupuk Pohon Cabai di Jawa Timur Penjual Pupuk Pohon Cabai di Jayapura Penjual Pupuk Pohon Cabai di Kalimantan Barat Penjual Pupuk Pohon Cabai di Kalimantan Selatan Penjual Pupuk Pohon Cabai di Kalimantan Tengah Penjual Pupuk Pohon Cabai di Kalimantan Timur Penjual Pupuk Pohon Cabai di Kalimantan Utara Penjual Pupuk Pohon Cabai di Kediri Penjual Pupuk Pohon Cabai di Kepulauan Riau Penjual Pupuk Pohon Cabai di Kotamobagu Penjual Pupuk Pohon Cabai di Kupang Penjual Pupuk Pohon Cabai di Lampung Penjual Pupuk Pohon Cabai di Langsa Penjual Pupuk Pohon Cabai di Lhokseumawe Penjual Pupuk Pohon Cabai di Lubuklinggau Penjual Pupuk Pohon Cabai di Madiun Penjual Pupuk Pohon Cabai di Magelang Penjual Pupuk Pohon Cabai di Makassar Penjual Pupuk Pohon Cabai di Malang Penjual Pupuk Pohon Cabai di Maluku Penjual Pupuk Pohon Cabai di Maluku Utara Penjual Pupuk Pohon Cabai di Manado Penjual Pupuk Pohon Cabai di Mataram Penjual Pupuk Pohon Cabai di Medan Penjual Pupuk Pohon Cabai di Metro Penjual Pupuk Pohon Cabai di Mojokerto Penjual Pupuk Pohon Cabai di Nusa Tenggara Barat Penjual Pupuk Pohon Cabai di Nusa Tenggara Timur Penjual Pupuk Pohon Cabai di Padang Penjual Pupuk Pohon Cabai di Padang Sidempuan Penjual Pupuk Pohon Cabai di Palangkaraya Penjual Pupuk Pohon Cabai di Palembang Penjual Pupuk Pohon Cabai di Palopo Penjual Pupuk Pohon Cabai di Palu Penjual Pupuk Pohon Cabai di Pangkalpinang Penjual Pupuk Pohon Cabai di Papua Penjual Pupuk Pohon Cabai di Papua Barat Penjual Pupuk Pohon Cabai di Parepare Penjual Pupuk Pohon Cabai di Pasuruan Penjual Pupuk Pohon Cabai di Pekalongan Penjual Pupuk Pohon Cabai di Pekanbaru Penjual Pupuk Pohon Cabai di Pematangsiantar Penjual Pupuk Pohon Cabai di Pontianak Penjual Pupuk Pohon Cabai di Prabumulih Penjual Pupuk Pohon Cabai di Probolinggo Penjual Pupuk Pohon Cabai di Riau Penjual Pupuk Pohon Cabai di Salatiga Penjual Pupuk Pohon Cabai di Samarinda Penjual Pupuk Pohon Cabai di Semarang Penjual Pupuk Pohon Cabai di Serang Penjual Pupuk Pohon Cabai di Singkawang Penjual Pupuk Pohon Cabai di Sorong Penjual Pupuk Pohon Cabai di Sulawesi Selatan Penjual Pupuk Pohon Cabai di Sulawesi Tengah Penjual Pupuk Pohon Cabai di Sulawesi Tenggara Penjual Pupuk Pohon Cabai di Sulawesi Utara Penjual Pupuk Pohon Cabai di Sumatera Barat Penjual Pupuk Pohon Cabai di Sumatera Barat Penjual Pupuk Pohon Cabai di Sumatera Selatan Penjual Pupuk Pohon Cabai di Sumatera Utara Penjual Pupuk Pohon Cabai di Surabaya Penjual Pupuk Pohon Cabai di Surakarta Penjual Pupuk Pohon Cabai di Tangerang Penjual Pupuk Pohon Cabai di Tangerang Selatan Penjual Pupuk Pohon Cabai di Tanjungbalai Penjual Pupuk Pohon Cabai di Tanjungpinang Penjual Pupuk Pohon Cabai di Tarakan Penjual Pupuk Pohon Cabai di Tasikmalaya Penjual Pupuk Pohon Cabai di Tebingtinggi Penjual Pupuk Pohon Cabai di Tegal Penjual Pupuk Pohon Cabai di Ternate Penjual Pupuk Pohon Cabai di Yogyakarta Penjual Pupuk Pohon Cabai DKI Jakarta Penjual Pupuk Pohon Cabai Dumai Penjual Pupuk Pohon Cabai Gorontalo Penjual Pupuk Pohon Cabai Jakarta Penjual Pupuk Pohon Cabai Jambi Penjual Pupuk Pohon Cabai Jawa Barat Penjual Pupuk Pohon Cabai Jawa Tengah Penjual Pupuk Pohon Cabai Jawa Timur Penjual Pupuk Pohon Cabai Jayapura Penjual Pupuk Pohon Cabai Kalimantan Barat Penjual Pupuk Pohon Cabai Kalimantan Selatan Penjual Pupuk Pohon Cabai Kalimantan Tengah Penjual Pupuk Pohon Cabai Kalimantan Timur Penjual Pupuk Pohon Cabai Kalimantan Utara Penjual Pupuk Pohon Cabai Kediri Penjual Pupuk Pohon Cabai Kepulauan Riau Penjual Pupuk Pohon Cabai Kotamobagu Penjual Pupuk Pohon Cabai Kupang Penjual Pupuk Pohon Cabai Lampung Penjual Pupuk Pohon Cabai Langsa Penjual Pupuk Pohon Cabai Lhokseumawe Penjual Pupuk Pohon Cabai Lubuklinggau Penjual Pupuk Pohon Cabai Madiun Penjual Pupuk Pohon Cabai Magelang Penjual Pupuk Pohon Cabai Makassar Penjual Pupuk Pohon Cabai Malang Penjual Pupuk Pohon Cabai Maluku Penjual Pupuk Pohon Cabai Maluku Utara Penjual Pupuk Pohon Cabai Manado Penjual Pupuk Pohon Cabai Mataram Penjual Pupuk Pohon Cabai Medan Penjual Pupuk Pohon Cabai Metro Penjual Pupuk Pohon Cabai Mojokerto Penjual Pupuk Pohon Cabai Nusa Tenggara Barat Penjual Pupuk Pohon Cabai Nusa Tenggara Timur Penjual Pupuk Pohon Cabai Padang Penjual Pupuk Pohon Cabai Padang Sidempuan Penjual Pupuk Pohon Cabai Palangkaraya Penjual Pupuk Pohon Cabai Palembang Penjual Pupuk Pohon Cabai Palopo Penjual Pupuk Pohon Cabai Palu Penjual Pupuk Pohon Cabai Pangkalpinang Penjual Pupuk Pohon Cabai Papua Penjual Pupuk Pohon Cabai Papua Barat Penjual Pupuk Pohon Cabai Parepare Penjual Pupuk Pohon Cabai Pasuruan Penjual Pupuk Pohon Cabai Pekalongan Penjual Pupuk Pohon Cabai Pekanbaru Penjual Pupuk Pohon Cabai Pematangsiantar Penjual Pupuk Pohon Cabai Pontianak Penjual Pupuk Pohon Cabai Prabumulih Penjual Pupuk Pohon Cabai Probolinggo Penjual Pupuk Pohon Cabai Riau Penjual Pupuk Pohon Cabai Salatiga Penjual Pupuk Pohon Cabai Samarinda Penjual Pupuk Pohon Cabai Semarang Penjual Pupuk Pohon Cabai Serang Penjual Pupuk Pohon Cabai Singkawang Penjual Pupuk Pohon Cabai Sorong Penjual Pupuk Pohon Cabai Sulawesi Selatan Penjual Pupuk Pohon Cabai Sulawesi Tengah Penjual Pupuk Pohon Cabai Sulawesi Tenggara Penjual Pupuk Pohon Cabai Sulawesi Utara Penjual Pupuk Pohon Cabai Sumatera Barat Penjual Pupuk Pohon Cabai Sumatera Barat Penjual Pupuk Pohon Cabai Sumatera Selatan Penjual Pupuk Pohon Cabai Sumatera Utara Penjual Pupuk Pohon Cabai Surabaya Penjual Pupuk Pohon Cabai Surakarta Penjual Pupuk Pohon Cabai Tangerang Penjual Pupuk Pohon Cabai Tangerang Selatan Penjual Pupuk Pohon Cabai Tanjungbalai Penjual Pupuk Pohon Cabai Tanjungpinang Penjual Pupuk Pohon Cabai Tarakan Penjual Pupuk Pohon Cabai Tasikmalaya Penjual Pupuk Pohon Cabai Tebingtinggi Penjual Pupuk Pohon Cabai Tegal Penjual Pupuk Pohon Cabai Ternate Penjual Pupuk Pohon Cabai Yogyakarta Penjual Pupuk Tanaman Cabai Aceh Penjual Pupuk Tanaman Cabai Ambon Penjual Pupuk Tanaman Cabai Bali Penjual Pupuk Tanaman Cabai Balikpapan Penjual Pupuk Tanaman Cabai Banda Aceh Penjual Pupuk Tanaman Cabai Bandar Lampung Penjual Pupuk Tanaman Cabai Bandung Penjual Pupuk Tanaman Cabai Bangka Belitung Penjual Pupuk Tanaman Cabai Banjar Penjual Pupuk Tanaman Cabai Banjarbaru Penjual Pupuk Tanaman Cabai Banjarmasin Penjual Pupuk Tanaman Cabai Banten Penjual Pupuk Tanaman Cabai Batam Penjual Pupuk Tanaman Cabai Batu Penjual Pupuk Tanaman Cabai Bau-Bau Penjual Pupuk Tanaman Cabai Bekasi Penjual Pupuk Tanaman Cabai Bengkulu Penjual Pupuk Tanaman Cabai Bima Penjual Pupuk Tanaman Cabai Binjai Penjual Pupuk Tanaman Cabai Bitung Penjual Pupuk Tanaman Cabai Blitar Penjual Pupuk Tanaman Cabai Bogor Penjual Pupuk Tanaman Cabai Bontang Penjual Pupuk Tanaman Cabai Bukittinggi Penjual Pupuk Tanaman Cabai Cilegon Penjual Pupuk Tanaman Cabai Cimahi Penjual Pupuk Tanaman Cabai Cirebon Penjual Pupuk Tanaman Cabai Denpasar Penjual Pupuk Tanaman Cabai Depok Penjual Pupuk Tanaman Cabai di Aceh Penjual Pupuk Tanaman Cabai di Ambon Penjual Pupuk Tanaman Cabai di Bali Penjual Pupuk Tanaman Cabai di Balikpapan Penjual Pupuk Tanaman Cabai di Banda Aceh Penjual Pupuk Tanaman Cabai di Bandar Lampung Penjual Pupuk Tanaman Cabai di Bandung Penjual Pupuk Tanaman Cabai di Bangka Belitung Penjual Pupuk Tanaman Cabai di Banjar Penjual Pupuk Tanaman Cabai di Banjarbaru Penjual Pupuk Tanaman Cabai di Banjarmasin Penjual Pupuk Tanaman Cabai di Banten Penjual Pupuk Tanaman Cabai di Batam Penjual Pupuk Tanaman Cabai di Batu Penjual Pupuk Tanaman Cabai di Bau-Bau Penjual Pupuk Tanaman Cabai di Bekasi Penjual Pupuk Tanaman Cabai di Bengkulu Penjual Pupuk Tanaman Cabai di Bima Penjual Pupuk Tanaman Cabai di Binjai Penjual Pupuk Tanaman Cabai di Bitung Penjual Pupuk Tanaman Cabai di Blitar Penjual Pupuk Tanaman Cabai di Bogor Penjual Pupuk Tanaman Cabai di Bontang Penjual Pupuk Tanaman Cabai di Bukittinggi Penjual Pupuk Tanaman Cabai di Cilegon Penjual Pupuk Tanaman Cabai di Cimahi Penjual Pupuk Tanaman Cabai di Cirebon Penjual Pupuk Tanaman Cabai di Denpasar Penjual Pupuk Tanaman Cabai di Depok Penjual Pupuk Tanaman Cabai di DKI Jakarta Penjual Pupuk Tanaman Cabai di Dumai Penjual Pupuk Tanaman Cabai di Gorontalo Penjual Pupuk Tanaman Cabai di Jakarta Penjual Pupuk Tanaman Cabai di Jambi Penjual Pupuk Tanaman Cabai di Jambi Penjual Pupuk Tanaman Cabai di Jawa Barat Penjual Pupuk Tanaman Cabai di Jawa Tengah Penjual Pupuk Tanaman Cabai di Jawa Timur Penjual Pupuk Tanaman Cabai di Jayapura Penjual Pupuk Tanaman Cabai di Kalimantan Barat Penjual Pupuk Tanaman Cabai di Kalimantan Selatan Penjual Pupuk Tanaman Cabai di Kalimantan Tengah Penjual Pupuk Tanaman Cabai di Kalimantan Timur Penjual Pupuk Tanaman Cabai di Kalimantan Utara Penjual Pupuk Tanaman Cabai di Kediri Penjual Pupuk Tanaman Cabai di Kepulauan Riau Penjual Pupuk Tanaman Cabai di Kotamobagu Penjual Pupuk Tanaman Cabai di Kupang Penjual Pupuk Tanaman Cabai di Lampung Penjual Pupuk Tanaman Cabai di Langsa Penjual Pupuk Tanaman Cabai di Lhokseumawe Penjual Pupuk Tanaman Cabai di Lubuklinggau Penjual Pupuk Tanaman Cabai di Madiun Penjual Pupuk Tanaman Cabai di Magelang Penjual Pupuk Tanaman Cabai di Makassar Penjual Pupuk Tanaman Cabai di Malang Penjual Pupuk Tanaman Cabai di Maluku Penjual Pupuk Tanaman Cabai di Maluku Utara Penjual Pupuk Tanaman Cabai di Manado Penjual Pupuk Tanaman Cabai di Mataram Penjual Pupuk Tanaman Cabai di Medan Penjual Pupuk Tanaman Cabai di Metro Penjual Pupuk Tanaman Cabai di Mojokerto Penjual Pupuk Tanaman Cabai di Nusa Tenggara Barat Penjual Pupuk Tanaman Cabai di Nusa Tenggara Timur Penjual Pupuk Tanaman Cabai di Padang Penjual Pupuk Tanaman Cabai di Padang Sidempuan Penjual Pupuk Tanaman Cabai di Palangkaraya Penjual Pupuk Tanaman Cabai di Palembang Penjual Pupuk Tanaman Cabai di Palopo Penjual Pupuk Tanaman Cabai di Palu Penjual Pupuk Tanaman Cabai di Pangkalpinang Penjual Pupuk Tanaman Cabai di Papua Penjual Pupuk Tanaman Cabai di Papua Barat Penjual Pupuk Tanaman Cabai di Parepare Penjual Pupuk Tanaman Cabai di Pasuruan Penjual Pupuk Tanaman Cabai di Pekalongan Penjual Pupuk Tanaman Cabai di Pekanbaru Penjual Pupuk Tanaman Cabai di Pematangsiantar Penjual Pupuk Tanaman Cabai di Pontianak Penjual Pupuk Tanaman Cabai di Prabumulih Penjual Pupuk Tanaman Cabai di Probolinggo Penjual Pupuk Tanaman Cabai di Riau Penjual Pupuk Tanaman Cabai di Salatiga Penjual Pupuk Tanaman Cabai di Samarinda Penjual Pupuk Tanaman Cabai di Semarang Penjual Pupuk Tanaman Cabai di Serang Penjual Pupuk Tanaman Cabai di Singkawang Penjual Pupuk Tanaman Cabai di Sorong Penjual Pupuk Tanaman Cabai di Sulawesi Selatan Penjual Pupuk Tanaman Cabai di Sulawesi Tengah Penjual Pupuk Tanaman Cabai di Sulawesi Tenggara Penjual Pupuk Tanaman Cabai di Sulawesi Utara Penjual Pupuk Tanaman Cabai di Sumatera Barat Penjual Pupuk Tanaman Cabai di Sumatera Barat Penjual Pupuk Tanaman Cabai di Sumatera Selatan Penjual Pupuk Tanaman Cabai di Sumatera Utara Penjual Pupuk Tanaman Cabai di Surabaya Penjual Pupuk Tanaman Cabai di Surakarta Penjual Pupuk Tanaman Cabai di Tangerang Penjual Pupuk Tanaman Cabai di Tangerang Selatan Penjual Pupuk Tanaman Cabai di Tanjungbalai Penjual Pupuk Tanaman Cabai di Tanjungpinang Penjual Pupuk Tanaman Cabai di Tarakan Penjual Pupuk Tanaman Cabai di Tasikmalaya Penjual Pupuk Tanaman Cabai di Tebingtinggi Penjual Pupuk Tanaman Cabai di Tegal Penjual Pupuk Tanaman Cabai di Ternate Penjual Pupuk Tanaman Cabai di Yogyakarta Penjual Pupuk Tanaman Cabai DKI Jakarta Penjual Pupuk Tanaman Cabai Dumai Penjual Pupuk Tanaman Cabai Gorontalo Penjual Pupuk Tanaman Cabai Jakarta Penjual Pupuk Tanaman Cabai Jambi Penjual Pupuk Tanaman Cabai Jawa Barat Penjual Pupuk Tanaman Cabai Jawa Tengah Penjual Pupuk Tanaman Cabai Jawa Timur Penjual Pupuk Tanaman Cabai Jayapura Penjual Pupuk Tanaman Cabai Kalimantan Barat Penjual Pupuk Tanaman Cabai Kalimantan Selatan Penjual Pupuk Tanaman Cabai Kalimantan Tengah Penjual Pupuk Tanaman Cabai Kalimantan Timur Penjual Pupuk Tanaman Cabai Kalimantan Utara Penjual Pupuk Tanaman Cabai Kediri Penjual Pupuk Tanaman Cabai Kepulauan Riau Penjual Pupuk Tanaman Cabai Kotamobagu Penjual Pupuk Tanaman Cabai Kupang Penjual Pupuk Tanaman Cabai Lampung Penjual Pupuk Tanaman Cabai Langsa Penjual Pupuk Tanaman Cabai Lhokseumawe Penjual Pupuk Tanaman Cabai Lubuklinggau Penjual Pupuk Tanaman Cabai Madiun Penjual Pupuk Tanaman Cabai Magelang Penjual Pupuk Tanaman Cabai Makassar Penjual Pupuk Tanaman Cabai Malang Penjual Pupuk Tanaman Cabai Maluku Penjual Pupuk Tanaman Cabai Maluku Utara Penjual Pupuk Tanaman Cabai Manado Penjual Pupuk Tanaman Cabai Mataram Penjual Pupuk Tanaman Cabai Medan Penjual Pupuk Tanaman Cabai Metro Penjual Pupuk Tanaman Cabai Mojokerto Penjual Pupuk Tanaman Cabai Nusa Tenggara Barat Penjual Pupuk Tanaman Cabai Nusa Tenggara Timur Penjual Pupuk Tanaman Cabai Padang Penjual Pupuk Tanaman Cabai Padang Sidempuan Penjual Pupuk Tanaman Cabai Palangkaraya Penjual Pupuk Tanaman Cabai Palembang Penjual Pupuk Tanaman Cabai Palopo Penjual Pupuk Tanaman Cabai Palu Penjual Pupuk Tanaman Cabai Pangkalpinang Penjual Pupuk Tanaman Cabai Papua Penjual Pupuk Tanaman Cabai Papua Barat Penjual Pupuk Tanaman Cabai Parepare Penjual Pupuk Tanaman Cabai Pasuruan Penjual Pupuk Tanaman Cabai Pekalongan Penjual Pupuk Tanaman Cabai Pekanbaru Penjual Pupuk Tanaman Cabai Pematangsiantar Penjual Pupuk Tanaman Cabai Pontianak Penjual Pupuk Tanaman Cabai Prabumulih Penjual Pupuk Tanaman Cabai Probolinggo Penjual Pupuk Tanaman Cabai Riau Penjual Pupuk Tanaman Cabai Salatiga Penjual Pupuk Tanaman Cabai Samarinda Penjual Pupuk Tanaman Cabai Semarang Penjual Pupuk Tanaman Cabai Serang Penjual Pupuk Tanaman Cabai Singkawang Penjual Pupuk Tanaman Cabai Sorong Penjual Pupuk Tanaman Cabai Sulawesi Selatan Penjual Pupuk Tanaman Cabai Sulawesi Tengah Penjual Pupuk Tanaman Cabai Sulawesi Tenggara Penjual Pupuk Tanaman Cabai Sulawesi Utara Penjual Pupuk Tanaman Cabai Sumatera Barat Penjual Pupuk Tanaman Cabai Sumatera Barat Penjual Pupuk Tanaman Cabai Sumatera Selatan Penjual Pupuk Tanaman Cabai Sumatera Utara Penjual Pupuk Tanaman Cabai Surabaya Penjual Pupuk Tanaman Cabai Surakarta Penjual Pupuk Tanaman Cabai Tangerang Penjual Pupuk Tanaman Cabai Tangerang Selatan Penjual Pupuk Tanaman Cabai Tanjungbalai Penjual Pupuk Tanaman Cabai Tanjungpinang Penjual Pupuk Tanaman Cabai Tarakan Penjual Pupuk Tanaman Cabai Tasikmalaya Penjual Pupuk Tanaman Cabai Tebingtinggi Penjual Pupuk Tanaman Cabai Tegal Penjual Pupuk Tanaman Cabai Ternate Penjual Pupuk Tanaman Cabai Yogyakarta tender Pupuk Cabai Aceh tender Pupuk Cabai Ambon tender Pupuk Cabai Bali tender Pupuk Cabai Balikpapan tender Pupuk Cabai Banda Aceh tender Pupuk Cabai Bandar Lampung tender Pupuk Cabai Bandung tender Pupuk Cabai Bangka Belitung tender Pupuk Cabai Banjar tender Pupuk Cabai Banjarbaru tender Pupuk Cabai Banjarmasin tender Pupuk Cabai Banten tender Pupuk Cabai Batam tender Pupuk Cabai Batu tender Pupuk Cabai Bau-Bau tender Pupuk Cabai Bekasi tender Pupuk Cabai Bengkulu tender Pupuk Cabai Bima tender Pupuk Cabai Binjai tender Pupuk Cabai Bitung tender Pupuk Cabai Blitar tender Pupuk Cabai Bogor tender Pupuk Cabai Bontang tender Pupuk Cabai Bukittinggi tender Pupuk Cabai Cilegon tender Pupuk Cabai Cimahi tender Pupuk Cabai Cirebon tender Pupuk Cabai Denpasar tender Pupuk Cabai Depok tender Pupuk Cabai di Aceh tender Pupuk Cabai di Ambon tender Pupuk Cabai di Bali tender Pupuk Cabai di Balikpapan tender Pupuk Cabai di Banda Aceh tender Pupuk Cabai di Bandar Lampung tender Pupuk Cabai di Bandung tender Pupuk Cabai di Bangka Belitung tender Pupuk Cabai di Banjar tender Pupuk Cabai di Banjarbaru tender Pupuk Cabai di Banjarmasin tender Pupuk Cabai di Banten tender Pupuk Cabai di Batam tender Pupuk Cabai di Batu tender Pupuk Cabai di Bau-Bau tender Pupuk Cabai di Bekasi tender Pupuk Cabai di Bengkulu tender Pupuk Cabai di Bima tender Pupuk Cabai di Binjai tender Pupuk Cabai di Bitung tender Pupuk Cabai di Blitar tender Pupuk Cabai di Bogor tender Pupuk Cabai di Bontang tender Pupuk Cabai di Bukittinggi tender Pupuk Cabai di Cilegon tender Pupuk Cabai di Cimahi tender Pupuk Cabai di Cirebon tender Pupuk Cabai di Denpasar tender Pupuk Cabai di Depok tender Pupuk Cabai di DKI Jakarta tender Pupuk Cabai di Dumai tender Pupuk Cabai di Gorontalo tender Pupuk Cabai di Jakarta tender Pupuk Cabai di Jambi tender Pupuk Cabai di Jambi tender Pupuk Cabai di Jawa Barat tender Pupuk Cabai di Jawa Tengah tender Pupuk Cabai di Jawa Timur tender Pupuk Cabai di Jayapura tender Pupuk Cabai di Kalimantan Barat tender Pupuk Cabai di Kalimantan Selatan tender Pupuk Cabai di Kalimantan Tengah tender Pupuk Cabai di Kalimantan Timur tender Pupuk Cabai di Kalimantan Utara tender Pupuk Cabai di Kediri tender Pupuk Cabai di Kepulauan Riau tender Pupuk Cabai di Kotamobagu tender Pupuk Cabai di Kupang tender Pupuk Cabai di Lampung tender Pupuk Cabai di Langsa tender Pupuk Cabai di Lhokseumawe tender Pupuk Cabai di Lubuklinggau tender Pupuk Cabai di Madiun tender Pupuk Cabai di Magelang tender Pupuk Cabai di Makassar tender Pupuk Cabai di Malang tender Pupuk Cabai di Maluku tender Pupuk Cabai di Maluku Utara tender Pupuk Cabai di Manado tender Pupuk Cabai di Mataram tender Pupuk Cabai di Medan tender Pupuk Cabai di Metro tender Pupuk Cabai di Mojokerto tender Pupuk Cabai di Nusa Tenggara Barat tender Pupuk Cabai di Nusa Tenggara Timur tender Pupuk Cabai di Padang tender Pupuk Cabai di Padang Sidempuan tender Pupuk Cabai di Palangkaraya tender Pupuk Cabai di Palembang tender Pupuk Cabai di Palopo tender Pupuk Cabai di Palu tender Pupuk Cabai di Pangkalpinang tender Pupuk Cabai di Papua tender Pupuk Cabai di Papua Barat tender Pupuk Cabai di Parepare tender Pupuk Cabai di Pasuruan tender Pupuk Cabai di Pekalongan tender Pupuk Cabai di Pekanbaru tender Pupuk Cabai di Pematangsiantar tender Pupuk Cabai di Pontianak tender Pupuk Cabai di Prabumulih tender Pupuk Cabai di Probolinggo tender Pupuk Cabai di Riau tender Pupuk Cabai di Salatiga tender Pupuk Cabai di Samarinda tender Pupuk Cabai di Semarang tender Pupuk Cabai di Serang tender Pupuk Cabai di Singkawang tender Pupuk Cabai di Sorong tender Pupuk Cabai di Sulawesi Selatan tender Pupuk Cabai di Sulawesi Tengah tender Pupuk Cabai di Sulawesi Tenggara tender Pupuk Cabai di Sulawesi Utara tender Pupuk Cabai di Sumatera Barat tender Pupuk Cabai di Sumatera Barat tender Pupuk Cabai di Sumatera Selatan tender Pupuk Cabai di Sumatera Utara tender Pupuk Cabai di Surabaya tender Pupuk Cabai di Surakarta tender Pupuk Cabai di Tangerang tender Pupuk Cabai di Tangerang Selatan tender Pupuk Cabai di Tanjungbalai tender Pupuk Cabai di Tanjungpinang tender Pupuk Cabai di Tarakan tender Pupuk Cabai di Tasikmalaya tender Pupuk Cabai di Tebingtinggi tender Pupuk Cabai di Tegal tender Pupuk Cabai di Ternate tender Pupuk Cabai di Yogyakarta tender Pupuk Cabai DKI Jakarta tender Pupuk Cabai Dumai tender Pupuk Cabai Gorontalo tender Pupuk Cabai Jakarta tender Pupuk Cabai Jambi tender Pupuk Cabai Jawa Barat tender Pupuk Cabai Jawa Tengah tender Pupuk Cabai Jawa Timur tender Pupuk Cabai Jayapura tender Pupuk Cabai Kalimantan Barat tender Pupuk Cabai Kalimantan Selatan tender Pupuk Cabai Kalimantan Tengah tender Pupuk Cabai Kalimantan Timur tender Pupuk Cabai Kalimantan Utara tender Pupuk Cabai Kediri tender Pupuk Cabai Kepulauan Riau tender Pupuk Cabai Kotamobagu tender Pupuk Cabai Kupang tender Pupuk Cabai Lampung tender Pupuk Cabai Langsa tender Pupuk Cabai Lhokseumawe tender Pupuk Cabai Lubuklinggau tender Pupuk Cabai Madiun tender Pupuk Cabai Magelang tender Pupuk Cabai Makassar tender Pupuk Cabai Malang tender Pupuk Cabai Maluku tender Pupuk Cabai Maluku Utara tender Pupuk Cabai Manado tender Pupuk Cabai Mataram tender Pupuk Cabai Medan tender Pupuk Cabai Metro tender Pupuk Cabai Mojokerto tender Pupuk Cabai Nusa Tenggara Barat tender Pupuk Cabai Nusa Tenggara Timur tender Pupuk Cabai Padang tender Pupuk Cabai Padang Sidempuan tender Pupuk Cabai Palangkaraya tender Pupuk Cabai Palembang tender Pupuk Cabai Palopo tender Pupuk Cabai Palu tender Pupuk Cabai Pangkalpinang tender Pupuk Cabai Papua tender Pupuk Cabai Papua Barat tender Pupuk Cabai Parepare tender Pupuk Cabai Pasuruan tender Pupuk Cabai Pekalongan tender Pupuk Cabai Pekanbaru tender Pupuk Cabai Pematangsiantar tender Pupuk Cabai Pontianak tender Pupuk Cabai Prabumulih tender Pupuk Cabai Probolinggo tender Pupuk Cabai Riau tender Pupuk Cabai Salatiga tender Pupuk Cabai Samarinda tender Pupuk Cabai Semarang tender Pupuk Cabai Serang tender Pupuk Cabai Singkawang tender Pupuk Cabai Sorong tender Pupuk Cabai Sulawesi Selatan tender Pupuk Cabai Sulawesi Tengah tender Pupuk Cabai Sulawesi Tenggara tender Pupuk Cabai Sulawesi Utara tender Pupuk Cabai Sumatera Barat tender Pupuk Cabai Sumatera Barat tender Pupuk Cabai Sumatera Selatan tender Pupuk Cabai Sumatera Utara tender Pupuk Cabai Surabaya tender Pupuk Cabai Surakarta tender Pupuk Cabai Tangerang tender Pupuk Cabai Tangerang Selatan tender Pupuk Cabai Tanjungbalai tender Pupuk Cabai Tanjungpinang tender Pupuk Cabai Tarakan tender Pupuk Cabai Tasikmalaya tender Pupuk Cabai Tebingtinggi tender Pupuk Cabai Tegal tender Pupuk Cabai Ternate tender Pupuk Cabai Yogyakarta tender Pupuk Pohon Cabai Aceh tender Pupuk Pohon Cabai Ambon tender Pupuk Pohon Cabai Bali tender Pupuk Pohon Cabai Balikpapan tender Pupuk Pohon Cabai Banda Aceh tender Pupuk Pohon Cabai Bandar Lampung tender Pupuk Pohon Cabai Bandung tender Pupuk Pohon Cabai Bangka Belitung tender Pupuk Pohon Cabai Banjar tender Pupuk Pohon Cabai Banjarbaru tender Pupuk Pohon Cabai Banjarmasin tender Pupuk Pohon Cabai Banten tender Pupuk Pohon Cabai Batam tender Pupuk Pohon Cabai Batu tender Pupuk Pohon Cabai Bau-Bau tender Pupuk Pohon Cabai Bekasi tender Pupuk Pohon Cabai Bengkulu tender Pupuk Pohon Cabai Bima tender Pupuk Pohon Cabai Binjai tender Pupuk Pohon Cabai Bitung tender Pupuk Pohon Cabai Blitar tender Pupuk Pohon Cabai Bogor tender Pupuk Pohon Cabai Bontang tender Pupuk Pohon Cabai Bukittinggi tender Pupuk Pohon Cabai Cilegon tender Pupuk Pohon Cabai Cimahi tender Pupuk Pohon Cabai Cirebon tender Pupuk Pohon Cabai Denpasar tender Pupuk Pohon Cabai Depok tender Pupuk Pohon Cabai di Aceh tender Pupuk Pohon Cabai di Ambon tender Pupuk Pohon Cabai di Bali tender Pupuk Pohon Cabai di Balikpapan tender Pupuk Pohon Cabai di Banda Aceh tender Pupuk Pohon Cabai di Bandar Lampung tender Pupuk Pohon Cabai di Bandung tender Pupuk Pohon Cabai di Bangka Belitung tender Pupuk Pohon Cabai di Banjar tender Pupuk Pohon Cabai di Banjarbaru tender Pupuk Pohon Cabai di Banjarmasin tender Pupuk Pohon Cabai di Banten tender Pupuk Pohon Cabai di Batam tender Pupuk Pohon Cabai di Batu tender Pupuk Pohon Cabai di Bau-Bau tender Pupuk Pohon Cabai di Bekasi tender Pupuk Pohon Cabai di Bengkulu tender Pupuk Pohon Cabai di Bima tender Pupuk Pohon Cabai di Binjai tender Pupuk Pohon Cabai di Bitung tender Pupuk Pohon Cabai di Blitar tender Pupuk Pohon Cabai di Bogor tender Pupuk Pohon Cabai di Bontang tender Pupuk Pohon Cabai di Bukittinggi tender Pupuk Pohon Cabai di Cilegon tender Pupuk Pohon Cabai di Cimahi tender Pupuk Pohon Cabai di Cirebon tender Pupuk Pohon Cabai di Denpasar tender Pupuk Pohon Cabai di Depok tender Pupuk Pohon Cabai di DKI Jakarta tender Pupuk Pohon Cabai di Dumai tender Pupuk Pohon Cabai di Gorontalo tender Pupuk Pohon Cabai di Jakarta tender Pupuk Pohon Cabai di Jambi tender Pupuk Pohon Cabai di Jambi tender Pupuk Pohon Cabai di Jawa Barat tender Pupuk Pohon Cabai di Jawa Tengah tender Pupuk Pohon Cabai di Jawa Timur tender Pupuk Pohon Cabai di Jayapura tender Pupuk Pohon Cabai di Kalimantan Barat tender Pupuk Pohon Cabai di Kalimantan Selatan tender Pupuk Pohon Cabai di Kalimantan Tengah tender Pupuk Pohon Cabai di Kalimantan Timur tender Pupuk Pohon Cabai di Kalimantan Utara tender Pupuk Pohon Cabai di Kediri tender Pupuk Pohon Cabai di Kepulauan Riau tender Pupuk Pohon Cabai di Kotamobagu tender Pupuk Pohon Cabai di Kupang tender Pupuk Pohon Cabai di Lampung tender Pupuk Pohon Cabai di Langsa tender Pupuk Pohon Cabai di Lhokseumawe tender Pupuk Pohon Cabai di Lubuklinggau tender Pupuk Pohon Cabai di Madiun tender Pupuk Pohon Cabai di Magelang tender Pupuk Pohon Cabai di Makassar tender Pupuk Pohon Cabai di Malang tender Pupuk Pohon Cabai di Maluku tender Pupuk Pohon Cabai di Maluku Utara tender Pupuk Pohon Cabai di Manado tender Pupuk Pohon Cabai di Mataram tender Pupuk Pohon Cabai di Medan tender Pupuk Pohon Cabai di Metro tender Pupuk Pohon Cabai di Mojokerto tender Pupuk Pohon Cabai di Nusa Tenggara Barat tender Pupuk Pohon Cabai di Nusa Tenggara Timur tender Pupuk Pohon Cabai di Padang tender Pupuk Pohon Cabai di Padang Sidempuan tender Pupuk Pohon Cabai di Palangkaraya tender Pupuk Pohon Cabai di Palembang tender Pupuk Pohon Cabai di Palopo tender Pupuk Pohon Cabai di Palu tender Pupuk Pohon Cabai di Pangkalpinang tender Pupuk Pohon Cabai di Papua tender Pupuk Pohon Cabai di Papua Barat tender Pupuk Pohon Cabai di Parepare tender Pupuk Pohon Cabai di Pasuruan tender Pupuk Pohon Cabai di Pekalongan tender Pupuk Pohon Cabai di Pekanbaru tender Pupuk Pohon Cabai di Pematangsiantar tender Pupuk Pohon Cabai di Pontianak tender Pupuk Pohon Cabai di Prabumulih tender Pupuk Pohon Cabai di Probolinggo tender Pupuk Pohon Cabai di Riau tender Pupuk Pohon Cabai di Salatiga tender Pupuk Pohon Cabai di Samarinda tender Pupuk Pohon Cabai di Semarang tender Pupuk Pohon Cabai di Serang tender Pupuk Pohon Cabai di Singkawang tender Pupuk Pohon Cabai di Sorong tender Pupuk Pohon Cabai di Sulawesi Selatan tender Pupuk Pohon Cabai di Sulawesi Tengah tender Pupuk Pohon Cabai di Sulawesi Tenggara tender Pupuk Pohon Cabai di Sulawesi Utara tender Pupuk Pohon Cabai di Sumatera Barat tender Pupuk Pohon Cabai di Sumatera Barat tender Pupuk Pohon Cabai di Sumatera Selatan tender Pupuk Pohon Cabai di Sumatera Utara tender Pupuk Pohon Cabai di Surabaya tender Pupuk Pohon Cabai di Surakarta tender Pupuk Pohon Cabai di Tangerang tender Pupuk Pohon Cabai di Tangerang Selatan tender Pupuk Pohon Cabai di Tanjungbalai tender Pupuk Pohon Cabai di Tanjungpinang tender Pupuk Pohon Cabai di Tarakan tender Pupuk Pohon Cabai di Tasikmalaya tender Pupuk Pohon Cabai di Tebingtinggi tender Pupuk Pohon Cabai di Tegal tender Pupuk Pohon Cabai di Ternate tender Pupuk Pohon Cabai di Yogyakarta tender Pupuk Pohon Cabai DKI Jakarta tender Pupuk Pohon Cabai Dumai tender Pupuk Pohon Cabai Gorontalo tender Pupuk Pohon Cabai Jakarta tender Pupuk Pohon Cabai Jambi tender Pupuk Pohon Cabai Jawa Barat tender Pupuk Pohon Cabai Jawa Tengah tender Pupuk Pohon Cabai Jawa Timur tender Pupuk Pohon Cabai Jayapura tender Pupuk Pohon Cabai Kalimantan Barat tender Pupuk Pohon Cabai Kalimantan Selatan tender Pupuk Pohon Cabai Kalimantan Tengah tender Pupuk Pohon Cabai Kalimantan Timur tender Pupuk Pohon Cabai Kalimantan Utara tender Pupuk Pohon Cabai Kediri tender Pupuk Pohon Cabai Kepulauan Riau tender Pupuk Pohon Cabai Kotamobagu tender Pupuk Pohon Cabai Kupang tender Pupuk Pohon Cabai Lampung tender Pupuk Pohon Cabai Langsa tender Pupuk Pohon Cabai Lhokseumawe tender Pupuk Pohon Cabai Lubuklinggau tender Pupuk Pohon Cabai Madiun tender Pupuk Pohon Cabai Magelang tender Pupuk Pohon Cabai Makassar tender Pupuk Pohon Cabai Malang tender Pupuk Pohon Cabai Maluku tender Pupuk Pohon Cabai Maluku Utara tender Pupuk Pohon Cabai Manado tender Pupuk Pohon Cabai Mataram tender Pupuk Pohon Cabai Medan tender Pupuk Pohon Cabai Metro tender Pupuk Pohon Cabai Mojokerto tender Pupuk Pohon Cabai Nusa Tenggara Barat tender Pupuk Pohon Cabai Nusa Tenggara Timur tender Pupuk Pohon Cabai Padang tender Pupuk Pohon Cabai Padang Sidempuan tender Pupuk Pohon Cabai Palangkaraya tender Pupuk Pohon Cabai Palembang tender Pupuk Pohon Cabai Palopo tender Pupuk Pohon Cabai Palu tender Pupuk Pohon Cabai Pangkalpinang tender Pupuk Pohon Cabai Papua tender Pupuk Pohon Cabai Papua Barat tender Pupuk Pohon Cabai Parepare tender Pupuk Pohon Cabai Pasuruan tender Pupuk Pohon Cabai Pekalongan tender Pupuk Pohon Cabai Pekanbaru tender Pupuk Pohon Cabai Pematangsiantar tender Pupuk Pohon Cabai Pontianak tender Pupuk Pohon Cabai Prabumulih tender Pupuk Pohon Cabai Probolinggo tender Pupuk Pohon Cabai Riau tender Pupuk Pohon Cabai Salatiga tender Pupuk Pohon Cabai Samarinda tender Pupuk Pohon Cabai Semarang tender Pupuk Pohon Cabai Serang tender Pupuk Pohon Cabai Singkawang tender Pupuk Pohon Cabai Sorong tender Pupuk Pohon Cabai Sulawesi Selatan tender Pupuk Pohon Cabai Sulawesi Tengah tender Pupuk Pohon Cabai Sulawesi Tenggara tender Pupuk Pohon Cabai Sulawesi Utara tender Pupuk Pohon Cabai Sumatera Barat tender Pupuk Pohon Cabai Sumatera Barat tender Pupuk Pohon Cabai Sumatera Selatan tender Pupuk Pohon Cabai Sumatera Utara tender Pupuk Pohon Cabai Surabaya tender Pupuk Pohon Cabai Surakarta tender Pupuk Pohon Cabai Tangerang tender Pupuk Pohon Cabai Tangerang Selatan tender Pupuk Pohon Cabai Tanjungbalai tender Pupuk Pohon Cabai Tanjungpinang tender Pupuk Pohon Cabai Tarakan tender Pupuk Pohon Cabai Tasikmalaya tender Pupuk Pohon Cabai Tebingtinggi tender Pupuk Pohon Cabai Tegal tender Pupuk Pohon Cabai Ternate tender Pupuk Pohon Cabai Yogyakarta tender Pupuk Tanaman Cabai Aceh tender Pupuk Tanaman Cabai Ambon tender Pupuk Tanaman Cabai Bali tender Pupuk Tanaman Cabai Balikpapan tender Pupuk Tanaman Cabai Banda Aceh tender Pupuk Tanaman Cabai Bandar Lampung tender Pupuk Tanaman Cabai Bandung tender Pupuk Tanaman Cabai Bangka Belitung tender Pupuk Tanaman Cabai Banjar tender Pupuk Tanaman Cabai Banjarbaru tender Pupuk Tanaman Cabai Banjarmasin tender Pupuk Tanaman Cabai Banten tender Pupuk Tanaman Cabai Batam tender Pupuk Tanaman Cabai Batu tender Pupuk Tanaman Cabai Bau-Bau tender Pupuk Tanaman Cabai Bekasi tender Pupuk Tanaman Cabai Bengkulu tender Pupuk Tanaman Cabai Bima tender Pupuk Tanaman Cabai Binjai tender Pupuk Tanaman Cabai Bitung tender Pupuk Tanaman Cabai Blitar tender Pupuk Tanaman Cabai Bogor tender Pupuk Tanaman Cabai Bontang tender Pupuk Tanaman Cabai Bukittinggi tender Pupuk Tanaman Cabai Cilegon tender Pupuk Tanaman Cabai Cimahi tender Pupuk Tanaman Cabai Cirebon tender Pupuk Tanaman Cabai Denpasar tender Pupuk Tanaman Cabai Depok tender Pupuk Tanaman Cabai di Aceh tender Pupuk Tanaman Cabai di Ambon tender Pupuk Tanaman Cabai di Bali tender Pupuk Tanaman Cabai di Balikpapan tender Pupuk Tanaman Cabai di Banda Aceh tender Pupuk Tanaman Cabai di Bandar Lampung tender Pupuk Tanaman Cabai di Bandung tender Pupuk Tanaman Cabai di Bangka Belitung tender Pupuk Tanaman Cabai di Banjar tender Pupuk Tanaman Cabai di Banjarbaru tender Pupuk Tanaman Cabai di Banjarmasin tender Pupuk Tanaman Cabai di Banten tender Pupuk Tanaman Cabai di Batam tender Pupuk Tanaman Cabai di Batu tender Pupuk Tanaman Cabai di Bau-Bau tender Pupuk Tanaman Cabai di Bekasi tender Pupuk Tanaman Cabai di Bengkulu tender Pupuk Tanaman Cabai di Bima tender Pupuk Tanaman Cabai di Binjai tender Pupuk Tanaman Cabai di Bitung tender Pupuk Tanaman Cabai di Blitar tender Pupuk Tanaman Cabai di Bogor tender Pupuk Tanaman Cabai di Bontang tender Pupuk Tanaman Cabai di Bukittinggi tender Pupuk Tanaman Cabai di Cilegon tender Pupuk Tanaman Cabai di Cimahi tender Pupuk Tanaman Cabai di Cirebon tender Pupuk Tanaman Cabai di Denpasar tender Pupuk Tanaman Cabai di Depok tender Pupuk Tanaman Cabai di DKI Jakarta tender Pupuk Tanaman Cabai di Dumai tender Pupuk Tanaman Cabai di Gorontalo tender Pupuk Tanaman Cabai di Jakarta tender Pupuk Tanaman Cabai di Jambi tender Pupuk Tanaman Cabai di Jambi tender Pupuk Tanaman Cabai di Jawa Barat tender Pupuk Tanaman Cabai di Jawa Tengah tender Pupuk Tanaman Cabai di Jawa Timur tender Pupuk Tanaman Cabai di Jayapura tender Pupuk Tanaman Cabai di Kalimantan Barat tender Pupuk Tanaman Cabai di Kalimantan Selatan tender Pupuk Tanaman Cabai di Kalimantan Tengah tender Pupuk Tanaman Cabai di Kalimantan Timur tender Pupuk Tanaman Cabai di Kalimantan Utara tender Pupuk Tanaman Cabai di Kediri tender Pupuk Tanaman Cabai di Kepulauan Riau tender Pupuk Tanaman Cabai di Kotamobagu tender Pupuk Tanaman Cabai di Kupang tender Pupuk Tanaman Cabai di Lampung tender Pupuk Tanaman Cabai di Langsa tender Pupuk Tanaman Cabai di Lhokseumawe tender Pupuk Tanaman Cabai di Lubuklinggau tender Pupuk Tanaman Cabai di Madiun tender Pupuk Tanaman Cabai di Magelang tender Pupuk Tanaman Cabai di Makassar tender Pupuk Tanaman Cabai di Malang tender Pupuk Tanaman Cabai di Maluku tender Pupuk Tanaman Cabai di Maluku Utara tender Pupuk Tanaman Cabai di Manado tender Pupuk Tanaman Cabai di Mataram tender Pupuk Tanaman Cabai di Medan tender Pupuk Tanaman Cabai di Metro tender Pupuk Tanaman Cabai di Mojokerto tender Pupuk Tanaman Cabai di Nusa Tenggara Barat tender Pupuk Tanaman Cabai di Nusa Tenggara Timur tender Pupuk Tanaman Cabai di Padang tender Pupuk Tanaman Cabai di Padang Sidempuan tender Pupuk Tanaman Cabai di Palangkaraya tender Pupuk Tanaman Cabai di Palembang tender Pupuk Tanaman Cabai di Palopo tender Pupuk Tanaman Cabai di Palu tender Pupuk Tanaman Cabai di Pangkalpinang tender Pupuk Tanaman Cabai di Papua tender Pupuk Tanaman Cabai di Papua Barat tender Pupuk Tanaman Cabai di Parepare tender Pupuk Tanaman Cabai di Pasuruan tender Pupuk Tanaman Cabai di Pekalongan tender Pupuk Tanaman Cabai di Pekanbaru tender Pupuk Tanaman Cabai di Pematangsiantar tender Pupuk Tanaman Cabai di Pontianak tender Pupuk Tanaman Cabai di Prabumulih tender Pupuk Tanaman Cabai di Probolinggo tender Pupuk Tanaman Cabai di Riau tender Pupuk Tanaman Cabai di Salatiga tender Pupuk Tanaman Cabai di Samarinda tender Pupuk Tanaman Cabai di Semarang tender Pupuk Tanaman Cabai di Serang tender Pupuk Tanaman Cabai di Singkawang tender Pupuk Tanaman Cabai di Sorong tender Pupuk Tanaman Cabai di Sulawesi Selatan tender Pupuk Tanaman Cabai di Sulawesi Tengah tender Pupuk Tanaman Cabai di Sulawesi Tenggara tender Pupuk Tanaman Cabai di Sulawesi Utara tender Pupuk Tanaman Cabai di Sumatera Barat tender Pupuk Tanaman Cabai di Sumatera Barat tender Pupuk Tanaman Cabai di Sumatera Selatan tender Pupuk Tanaman Cabai di Sumatera Utara tender Pupuk Tanaman Cabai di Surabaya tender Pupuk Tanaman Cabai di Surakarta tender Pupuk Tanaman Cabai di Tangerang tender Pupuk Tanaman Cabai di Tangerang Selatan tender Pupuk Tanaman Cabai di Tanjungbalai tender Pupuk Tanaman Cabai di Tanjungpinang tender Pupuk Tanaman Cabai di Tarakan tender Pupuk Tanaman Cabai di Tasikmalaya tender Pupuk Tanaman Cabai di Tebingtinggi tender Pupuk Tanaman Cabai di Tegal tender Pupuk Tanaman Cabai di Ternate tender Pupuk Tanaman Cabai di Yogyakarta tender Pupuk Tanaman Cabai DKI Jakarta tender Pupuk Tanaman Cabai Dumai tender Pupuk Tanaman Cabai Gorontalo tender Pupuk Tanaman Cabai Jakarta tender Pupuk Tanaman Cabai Jambi tender Pupuk Tanaman Cabai Jawa Barat tender Pupuk Tanaman Cabai Jawa Tengah tender Pupuk Tanaman Cabai Jawa Timur tender Pupuk Tanaman Cabai Jayapura tender Pupuk Tanaman Cabai Kalimantan Barat tender Pupuk Tanaman Cabai Kalimantan Selatan tender Pupuk Tanaman Cabai Kalimantan Tengah tender Pupuk Tanaman Cabai Kalimantan Timur tender Pupuk Tanaman Cabai Kalimantan Utara tender Pupuk Tanaman Cabai Kediri tender Pupuk Tanaman Cabai Kepulauan Riau tender Pupuk Tanaman Cabai Kotamobagu tender Pupuk Tanaman Cabai Kupang tender Pupuk Tanaman Cabai Lampung tender Pupuk Tanaman Cabai Langsa tender Pupuk Tanaman Cabai Lhokseumawe tender Pupuk Tanaman Cabai Lubuklinggau tender Pupuk Tanaman Cabai Madiun tender Pupuk Tanaman Cabai Magelang tender Pupuk Tanaman Cabai Makassar tender Pupuk Tanaman Cabai Malang tender Pupuk Tanaman Cabai Maluku tender Pupuk Tanaman Cabai Maluku Utara tender Pupuk Tanaman Cabai Manado tender Pupuk Tanaman Cabai Mataram tender Pupuk Tanaman Cabai Medan tender Pupuk Tanaman Cabai Metro tender Pupuk Tanaman Cabai Mojokerto tender Pupuk Tanaman Cabai Nusa Tenggara Barat tender Pupuk Tanaman Cabai Nusa Tenggara Timur tender Pupuk Tanaman Cabai Padang tender Pupuk Tanaman Cabai Padang Sidempuan tender Pupuk Tanaman Cabai Palangkaraya tender Pupuk Tanaman Cabai Palembang tender Pupuk Tanaman Cabai Palopo tender Pupuk Tanaman Cabai Palu tender Pupuk Tanaman Cabai Pangkalpinang tender Pupuk Tanaman Cabai Papua tender Pupuk Tanaman Cabai Papua Barat tender Pupuk Tanaman Cabai Parepare tender Pupuk Tanaman Cabai Pasuruan tender Pupuk Tanaman Cabai Pekalongan tender Pupuk Tanaman Cabai Pekanbaru tender Pupuk Tanaman Cabai Pematangsiantar tender Pupuk Tanaman Cabai Pontianak tender Pupuk Tanaman Cabai Prabumulih tender Pupuk Tanaman Cabai Probolinggo tender Pupuk Tanaman Cabai Riau tender Pupuk Tanaman Cabai Salatiga tender Pupuk Tanaman Cabai Samarinda tender Pupuk Tanaman Cabai Semarang tender Pupuk Tanaman Cabai Serang tender Pupuk Tanaman Cabai Singkawang tender Pupuk Tanaman Cabai Sorong tender Pupuk Tanaman Cabai Sulawesi Selatan tender Pupuk Tanaman Cabai Sulawesi Tengah tender Pupuk Tanaman Cabai Sulawesi Tenggara tender Pupuk Tanaman Cabai Sulawesi Utara tender Pupuk Tanaman Cabai Sumatera Barat tender Pupuk Tanaman Cabai Sumatera Barat tender Pupuk Tanaman Cabai Sumatera Selatan tender Pupuk Tanaman Cabai Sumatera Utara tender Pupuk Tanaman Cabai Surabaya tender Pupuk Tanaman Cabai Surakarta tender Pupuk Tanaman Cabai Tangerang tender Pupuk Tanaman Cabai Tangerang Selatan tender Pupuk Tanaman Cabai Tanjungbalai tender Pupuk Tanaman Cabai Tanjungpinang tender Pupuk Tanaman Cabai Tarakan tender Pupuk Tanaman Cabai Tasikmalaya tender Pupuk Tanaman Cabai Tebingtinggi tender Pupuk Tanaman Cabai Tegal tender Pupuk Tanaman Cabai Ternate tender Pupuk Tanaman Cabai Yogyakarta toko Pupuk Cabai Aceh toko Pupuk Cabai Ambon toko Pupuk Cabai Bali toko Pupuk Cabai Balikpapan toko Pupuk Cabai Banda Aceh toko Pupuk Cabai Bandar Lampung toko Pupuk Cabai Bandung toko Pupuk Cabai Bangka Belitung toko Pupuk Cabai Banjar toko Pupuk Cabai Banjarbaru toko Pupuk Cabai Banjarmasin toko Pupuk Cabai Banten toko Pupuk Cabai Batam toko Pupuk Cabai Batu toko Pupuk Cabai Bau-Bau toko Pupuk Cabai Bekasi toko Pupuk Cabai Bengkulu toko Pupuk Cabai Bima toko Pupuk Cabai Binjai toko Pupuk Cabai Bitung toko Pupuk Cabai Blitar toko Pupuk Cabai Bogor toko Pupuk Cabai Bontang toko Pupuk Cabai Bukittinggi toko Pupuk Cabai Cilegon toko Pupuk Cabai Cimahi toko Pupuk Cabai Cirebon toko Pupuk Cabai Denpasar toko Pupuk Cabai Depok toko Pupuk Cabai di Aceh toko Pupuk Cabai di Ambon toko Pupuk Cabai di Bali toko Pupuk Cabai di Balikpapan toko Pupuk Cabai di Banda Aceh toko Pupuk Cabai di Bandar Lampung toko Pupuk Cabai di Bandung toko Pupuk Cabai di Bangka Belitung toko Pupuk Cabai di Banjar toko Pupuk Cabai di Banjarbaru toko Pupuk Cabai di Banjarmasin toko Pupuk Cabai di Banten toko Pupuk Cabai di Batam toko Pupuk Cabai di Batu toko Pupuk Cabai di Bau-Bau toko Pupuk Cabai di Bekasi toko Pupuk Cabai di Bengkulu toko Pupuk Cabai di Bima toko Pupuk Cabai di Binjai toko Pupuk Cabai di Bitung toko Pupuk Cabai di Blitar toko Pupuk Cabai di Bogor toko Pupuk Cabai di Bontang toko Pupuk Cabai di Bukittinggi toko Pupuk Cabai di Cilegon toko Pupuk Cabai di Cimahi toko Pupuk Cabai di Cirebon toko Pupuk Cabai di Denpasar toko Pupuk Cabai di Depok toko Pupuk Cabai di DKI Jakarta toko Pupuk Cabai di Dumai toko Pupuk Cabai di Gorontalo toko Pupuk Cabai di Jakarta toko Pupuk Cabai di Jambi toko Pupuk Cabai di Jambi toko Pupuk Cabai di Jawa Barat toko Pupuk Cabai di Jawa Tengah toko Pupuk Cabai di Jawa Timur toko Pupuk Cabai di Jayapura toko Pupuk Cabai di Kalimantan Barat toko Pupuk Cabai di Kalimantan Selatan toko Pupuk Cabai di Kalimantan Tengah toko Pupuk Cabai di Kalimantan Timur toko Pupuk Cabai di Kalimantan Utara toko Pupuk Cabai di Kediri toko Pupuk Cabai di Kepulauan Riau toko Pupuk Cabai di Kotamobagu toko Pupuk Cabai di Kupang toko Pupuk Cabai di Lampung toko Pupuk Cabai di Langsa toko Pupuk Cabai di Lhokseumawe toko Pupuk Cabai di Lubuklinggau toko Pupuk Cabai di Madiun toko Pupuk Cabai di Magelang toko Pupuk Cabai di Makassar toko Pupuk Cabai di Malang toko Pupuk Cabai di Maluku toko Pupuk Cabai di Maluku Utara toko Pupuk Cabai di Manado toko Pupuk Cabai di Mataram toko Pupuk Cabai di Medan toko Pupuk Cabai di Metro toko Pupuk Cabai di Mojokerto toko Pupuk Cabai di Nusa Tenggara Barat toko Pupuk Cabai di Nusa Tenggara Timur toko Pupuk Cabai di Padang toko Pupuk Cabai di Padang Sidempuan toko Pupuk Cabai di Palangkaraya toko Pupuk Cabai di Palembang toko Pupuk Cabai di Palopo toko Pupuk Cabai di Palu toko Pupuk Cabai di Pangkalpinang toko Pupuk Cabai di Papua toko Pupuk Cabai di Papua Barat toko Pupuk Cabai di Parepare toko Pupuk Cabai di Pasuruan toko Pupuk Cabai di Pekalongan toko Pupuk Cabai di Pekanbaru toko Pupuk Cabai di Pematangsiantar toko Pupuk Cabai di Pontianak toko Pupuk Cabai di Prabumulih toko Pupuk Cabai di Probolinggo toko Pupuk Cabai di Riau toko Pupuk Cabai di Salatiga toko Pupuk Cabai di Samarinda toko Pupuk Cabai di Semarang toko Pupuk Cabai di Serang toko Pupuk Cabai di Singkawang toko Pupuk Cabai di Sorong toko Pupuk Cabai di Sulawesi Selatan toko Pupuk Cabai di Sulawesi Tengah toko Pupuk Cabai di Sulawesi Tenggara toko Pupuk Cabai di Sulawesi Utara toko Pupuk Cabai di Sumatera Barat toko Pupuk Cabai di Sumatera Barat toko Pupuk Cabai di Sumatera Selatan toko Pupuk Cabai di Sumatera Utara toko Pupuk Cabai di Surabaya toko Pupuk Cabai di Surakarta toko Pupuk Cabai di Tangerang toko Pupuk Cabai di Tangerang Selatan toko Pupuk Cabai di Tanjungbalai toko Pupuk Cabai di Tanjungpinang toko Pupuk Cabai di Tarakan toko Pupuk Cabai di Tasikmalaya toko Pupuk Cabai di Tebingtinggi toko Pupuk Cabai di Tegal toko Pupuk Cabai di Ternate toko Pupuk Cabai di Yogyakarta toko Pupuk Cabai DKI Jakarta toko Pupuk Cabai Dumai toko Pupuk Cabai Gorontalo toko Pupuk Cabai Jakarta toko Pupuk Cabai Jambi toko Pupuk Cabai Jawa Barat toko Pupuk Cabai Jawa Tengah toko Pupuk Cabai Jawa Timur toko Pupuk Cabai Jayapura toko Pupuk Cabai Kalimantan Barat toko Pupuk Cabai Kalimantan Selatan toko Pupuk Cabai Kalimantan Tengah toko Pupuk Cabai Kalimantan Timur toko Pupuk Cabai Kalimantan Utara toko Pupuk Cabai Kediri toko Pupuk Cabai Kepulauan Riau toko Pupuk Cabai Kotamobagu toko Pupuk Cabai Kupang toko Pupuk Cabai Lampung toko Pupuk Cabai Langsa toko Pupuk Cabai Lhokseumawe toko Pupuk Cabai Lubuklinggau toko Pupuk Cabai Madiun toko Pupuk Cabai Magelang toko Pupuk Cabai Makassar toko Pupuk Cabai Malang toko Pupuk Cabai Maluku toko Pupuk Cabai Maluku Utara toko Pupuk Cabai Manado toko Pupuk Cabai Mataram toko Pupuk Cabai Medan toko Pupuk Cabai Metro toko Pupuk Cabai Mojokerto toko Pupuk Cabai Nusa Tenggara Barat toko Pupuk Cabai Nusa Tenggara Timur toko Pupuk Cabai Padang toko Pupuk Cabai Padang Sidempuan toko Pupuk Cabai Palangkaraya toko Pupuk Cabai Palembang toko Pupuk Cabai Palopo toko Pupuk Cabai Palu toko Pupuk Cabai Pangkalpinang toko Pupuk Cabai Papua toko Pupuk Cabai Papua Barat toko Pupuk Cabai Parepare toko Pupuk Cabai Pasuruan toko Pupuk Cabai Pekalongan toko Pupuk Cabai Pekanbaru toko Pupuk Cabai Pematangsiantar toko Pupuk Cabai Pontianak toko Pupuk Cabai Prabumulih toko Pupuk Cabai Probolinggo toko Pupuk Cabai Riau toko Pupuk Cabai Salatiga toko Pupuk Cabai Samarinda toko Pupuk Cabai Semarang toko Pupuk Cabai Serang toko Pupuk Cabai Singkawang toko Pupuk Cabai Sorong toko Pupuk Cabai Sulawesi Selatan toko Pupuk Cabai Sulawesi Tengah toko Pupuk Cabai Sulawesi Tenggara toko Pupuk Cabai Sulawesi Utara toko Pupuk Cabai Sumatera Barat toko Pupuk Cabai Sumatera Barat toko Pupuk Cabai Sumatera Selatan toko Pupuk Cabai Sumatera Utara toko Pupuk Cabai Surabaya toko Pupuk Cabai Surakarta toko Pupuk Cabai Tangerang toko Pupuk Cabai Tangerang Selatan toko Pupuk Cabai Tanjungbalai toko Pupuk Cabai Tanjungpinang toko Pupuk Cabai Tarakan toko Pupuk Cabai Tasikmalaya toko Pupuk Cabai Tebingtinggi toko Pupuk Cabai Tegal toko Pupuk Cabai Ternate toko Pupuk Cabai Yogyakarta toko Pupuk Pohon Cabai Aceh toko Pupuk Pohon Cabai Ambon toko Pupuk Pohon Cabai Bali toko Pupuk Pohon Cabai Balikpapan toko Pupuk Pohon Cabai Banda Aceh toko Pupuk Pohon Cabai Bandar Lampung toko Pupuk Pohon Cabai Bandung toko Pupuk Pohon Cabai Bangka Belitung toko Pupuk Pohon Cabai Banjar toko Pupuk Pohon Cabai Banjarbaru toko Pupuk Pohon Cabai Banjarmasin toko Pupuk Pohon Cabai Banten toko Pupuk Pohon Cabai Batam toko Pupuk Pohon Cabai Batu toko Pupuk Pohon Cabai Bau-Bau toko Pupuk Pohon Cabai Bekasi toko Pupuk Pohon Cabai Bengkulu toko Pupuk Pohon Cabai Bima toko Pupuk Pohon Cabai Binjai toko Pupuk Pohon Cabai Bitung toko Pupuk Pohon Cabai Blitar toko Pupuk Pohon Cabai Bogor toko Pupuk Pohon Cabai Bontang toko Pupuk Pohon Cabai Bukittinggi toko Pupuk Pohon Cabai Cilegon toko Pupuk Pohon Cabai Cimahi toko Pupuk Pohon Cabai Cirebon toko Pupuk Pohon Cabai Denpasar toko Pupuk Pohon Cabai Depok toko Pupuk Pohon Cabai di Aceh toko Pupuk Pohon Cabai di Ambon toko Pupuk Pohon Cabai di Bali toko Pupuk Pohon Cabai di Balikpapan toko Pupuk Pohon Cabai di Banda Aceh toko Pupuk Pohon Cabai di Bandar Lampung toko Pupuk Pohon Cabai di Bandung toko Pupuk Pohon Cabai di Bangka Belitung toko Pupuk Pohon Cabai di Banjar toko Pupuk Pohon Cabai di Banjarbaru toko Pupuk Pohon Cabai di Banjarmasin toko Pupuk Pohon Cabai di Banten toko Pupuk Pohon Cabai di Batam toko Pupuk Pohon Cabai di Batu toko Pupuk Pohon Cabai di Bau-Bau toko Pupuk Pohon Cabai di Bekasi toko Pupuk Pohon Cabai di Bengkulu toko Pupuk Pohon Cabai di Bima toko Pupuk Pohon Cabai di Binjai toko Pupuk Pohon Cabai di Bitung toko Pupuk Pohon Cabai di Blitar toko Pupuk Pohon Cabai di Bogor toko Pupuk Pohon Cabai di Bontang toko Pupuk Pohon Cabai di Bukittinggi toko Pupuk Pohon Cabai di Cilegon toko Pupuk Pohon Cabai di Cimahi toko Pupuk Pohon Cabai di Cirebon toko Pupuk Pohon Cabai di Denpasar toko Pupuk Pohon Cabai di Depok toko Pupuk Pohon Cabai di DKI Jakarta toko Pupuk Pohon Cabai di Dumai toko Pupuk Pohon Cabai di Gorontalo toko Pupuk Pohon Cabai di Jakarta toko Pupuk Pohon Cabai di Jambi toko Pupuk Pohon Cabai di Jambi toko Pupuk Pohon Cabai di Jawa Barat toko Pupuk Pohon Cabai di Jawa Tengah toko Pupuk Pohon Cabai di Jawa Timur toko Pupuk Pohon Cabai di Jayapura toko Pupuk Pohon Cabai di Kalimantan Barat toko Pupuk Pohon Cabai di Kalimantan Selatan toko Pupuk Pohon Cabai di Kalimantan Tengah toko Pupuk Pohon Cabai di Kalimantan Timur toko Pupuk Pohon Cabai di Kalimantan Utara toko Pupuk Pohon Cabai di Kediri toko Pupuk Pohon Cabai di Kepulauan Riau toko Pupuk Pohon Cabai di Kotamobagu toko Pupuk Pohon Cabai di Kupang toko Pupuk Pohon Cabai di Lampung toko Pupuk Pohon Cabai di Langsa toko Pupuk Pohon Cabai di Lhokseumawe toko Pupuk Pohon Cabai di Lubuklinggau toko Pupuk Pohon Cabai di Madiun toko Pupuk Pohon Cabai di Magelang toko Pupuk Pohon Cabai di Makassar toko Pupuk Pohon Cabai di Malang toko Pupuk Pohon Cabai di Maluku toko Pupuk Pohon Cabai di Maluku Utara toko Pupuk Pohon Cabai di Manado toko Pupuk Pohon Cabai di Mataram toko Pupuk Pohon Cabai di Medan toko Pupuk Pohon Cabai di Metro toko Pupuk Pohon Cabai di Mojokerto toko Pupuk Pohon Cabai di Nusa Tenggara Barat toko Pupuk Pohon Cabai di Nusa Tenggara Timur toko Pupuk Pohon Cabai di Padang toko Pupuk Pohon Cabai di Padang Sidempuan toko Pupuk Pohon Cabai di Palangkaraya toko Pupuk Pohon Cabai di Palembang toko Pupuk Pohon Cabai di Palopo toko Pupuk Pohon Cabai di Palu toko Pupuk Pohon Cabai di Pangkalpinang toko Pupuk Pohon Cabai di Papua toko Pupuk Pohon Cabai di Papua Barat toko Pupuk Pohon Cabai di Parepare toko Pupuk Pohon Cabai di Pasuruan toko Pupuk Pohon Cabai di Pekalongan toko Pupuk Pohon Cabai di Pekanbaru toko Pupuk Pohon Cabai di Pematangsiantar toko Pupuk Pohon Cabai di Pontianak toko Pupuk Pohon Cabai di Prabumulih toko Pupuk Pohon Cabai di Probolinggo toko Pupuk Pohon Cabai di Riau toko Pupuk Pohon Cabai di Salatiga toko Pupuk Pohon Cabai di Samarinda toko Pupuk Pohon Cabai di Semarang toko Pupuk Pohon Cabai di Serang toko Pupuk Pohon Cabai di Singkawang toko Pupuk Pohon Cabai di Sorong toko Pupuk Pohon Cabai di Sulawesi Selatan toko Pupuk Pohon Cabai di Sulawesi Tengah toko Pupuk Pohon Cabai di Sulawesi Tenggara toko Pupuk Pohon Cabai di Sulawesi Utara toko Pupuk Pohon Cabai di Sumatera Barat toko Pupuk Pohon Cabai di Sumatera Barat toko Pupuk Pohon Cabai di Sumatera Selatan toko Pupuk Pohon Cabai di Sumatera Utara toko Pupuk Pohon Cabai di Surabaya toko Pupuk Pohon Cabai di Surakarta toko Pupuk Pohon Cabai di Tangerang toko Pupuk Pohon Cabai di Tangerang Selatan toko Pupuk Pohon Cabai di Tanjungbalai toko Pupuk Pohon Cabai di Tanjungpinang toko Pupuk Pohon Cabai di Tarakan toko Pupuk Pohon Cabai di Tasikmalaya toko Pupuk Pohon Cabai di Tebingtinggi toko Pupuk Pohon Cabai di Tegal toko Pupuk Pohon Cabai di Ternate toko Pupuk Pohon Cabai di Yogyakarta toko Pupuk Pohon Cabai DKI Jakarta toko Pupuk Pohon Cabai Dumai toko Pupuk Pohon Cabai Gorontalo toko Pupuk Pohon Cabai Jakarta toko Pupuk Pohon Cabai Jambi toko Pupuk Pohon Cabai Jawa Barat toko Pupuk Pohon Cabai Jawa Tengah toko Pupuk Pohon Cabai Jawa Timur toko Pupuk Pohon Cabai Jayapura toko Pupuk Pohon Cabai Kalimantan Barat toko Pupuk Pohon Cabai Kalimantan Selatan toko Pupuk Pohon Cabai Kalimantan Tengah toko Pupuk Pohon Cabai Kalimantan Timur toko Pupuk Pohon Cabai Kalimantan Utara toko Pupuk Pohon Cabai Kediri toko Pupuk Pohon Cabai Kepulauan Riau toko Pupuk Pohon Cabai Kotamobagu toko Pupuk Pohon Cabai Kupang toko Pupuk Pohon Cabai Lampung toko Pupuk Pohon Cabai Langsa toko Pupuk Pohon Cabai Lhokseumawe toko Pupuk Pohon Cabai Lubuklinggau toko Pupuk Pohon Cabai Madiun toko Pupuk Pohon Cabai Magelang toko Pupuk Pohon Cabai Makassar toko Pupuk Pohon Cabai Malang toko Pupuk Pohon Cabai Maluku toko Pupuk Pohon Cabai Maluku Utara toko Pupuk Pohon Cabai Manado toko Pupuk Pohon Cabai Mataram toko Pupuk Pohon Cabai Medan toko Pupuk Pohon Cabai Metro toko Pupuk Pohon Cabai Mojokerto toko Pupuk Pohon Cabai Nusa Tenggara Barat toko Pupuk Pohon Cabai Nusa Tenggara Timur toko Pupuk Pohon Cabai Padang toko Pupuk Pohon Cabai Padang Sidempuan toko Pupuk Pohon Cabai Palangkaraya toko Pupuk Pohon Cabai Palembang toko Pupuk Pohon Cabai Palopo toko Pupuk Pohon Cabai Palu toko Pupuk Pohon Cabai Pangkalpinang toko Pupuk Pohon Cabai Papua toko Pupuk Pohon Cabai Papua Barat toko Pupuk Pohon Cabai Parepare toko Pupuk Pohon Cabai Pasuruan toko Pupuk Pohon Cabai Pekalongan toko Pupuk Pohon Cabai Pekanbaru toko Pupuk Pohon Cabai Pematangsiantar toko Pupuk Pohon Cabai Pontianak toko Pupuk Pohon Cabai Prabumulih toko Pupuk Pohon Cabai Probolinggo toko Pupuk Pohon Cabai Riau toko Pupuk Pohon Cabai Salatiga toko Pupuk Pohon Cabai Samarinda toko Pupuk Pohon Cabai Semarang toko Pupuk Pohon Cabai Serang toko Pupuk Pohon Cabai Singkawang toko Pupuk Pohon Cabai Sorong toko Pupuk Pohon Cabai Sulawesi Selatan toko Pupuk Pohon Cabai Sulawesi Tengah toko Pupuk Pohon Cabai Sulawesi Tenggara toko Pupuk Pohon Cabai Sulawesi Utara toko Pupuk Pohon Cabai Sumatera Barat toko Pupuk Pohon Cabai Sumatera Barat toko Pupuk Pohon Cabai Sumatera Selatan toko Pupuk Pohon Cabai Sumatera Utara toko Pupuk Pohon Cabai Surabaya toko Pupuk Pohon Cabai Surakarta toko Pupuk Pohon Cabai Tangerang toko Pupuk Pohon Cabai Tangerang Selatan toko Pupuk Pohon Cabai Tanjungbalai toko Pupuk Pohon Cabai Tanjungpinang toko Pupuk Pohon Cabai Tarakan toko Pupuk Pohon Cabai Tasikmalaya toko Pupuk Pohon Cabai Tebingtinggi toko Pupuk Pohon Cabai Tegal toko Pupuk Pohon Cabai Ternate toko Pupuk Pohon Cabai Yogyakarta toko Pupuk Tanaman Cabai Aceh toko Pupuk Tanaman Cabai Ambon toko Pupuk Tanaman Cabai Bali toko Pupuk Tanaman Cabai Balikpapan toko Pupuk Tanaman Cabai Banda Aceh toko Pupuk Tanaman Cabai Bandar Lampung toko Pupuk Tanaman Cabai Bandung toko Pupuk Tanaman Cabai Bangka Belitung toko Pupuk Tanaman Cabai Banjar toko Pupuk Tanaman Cabai Banjarbaru toko Pupuk Tanaman Cabai Banjarmasin toko Pupuk Tanaman Cabai Banten toko Pupuk Tanaman Cabai Batam toko Pupuk Tanaman Cabai Batu toko Pupuk Tanaman Cabai Bau-Bau toko Pupuk Tanaman Cabai Bekasi toko Pupuk Tanaman Cabai Bengkulu toko Pupuk Tanaman Cabai Bima toko Pupuk Tanaman Cabai Binjai toko Pupuk Tanaman Cabai Bitung toko Pupuk Tanaman Cabai Blitar toko Pupuk Tanaman Cabai Bogor toko Pupuk Tanaman Cabai Bontang toko Pupuk Tanaman Cabai Bukittinggi toko Pupuk Tanaman Cabai Cilegon toko Pupuk Tanaman Cabai Cimahi toko Pupuk Tanaman Cabai Cirebon toko Pupuk Tanaman Cabai Denpasar toko Pupuk Tanaman Cabai Depok toko Pupuk Tanaman Cabai di Aceh toko Pupuk Tanaman Cabai di Ambon toko Pupuk Tanaman Cabai di Bali toko Pupuk Tanaman Cabai di Balikpapan toko Pupuk Tanaman Cabai di Banda Aceh toko Pupuk Tanaman Cabai di Bandar Lampung toko Pupuk Tanaman Cabai di Bandung toko Pupuk Tanaman Cabai di Bangka Belitung toko Pupuk Tanaman Cabai di Banjar toko Pupuk Tanaman Cabai di Banjarbaru toko Pupuk Tanaman Cabai di Banjarmasin toko Pupuk Tanaman Cabai di Banten toko Pupuk Tanaman Cabai di Batam toko Pupuk Tanaman Cabai di Batu toko Pupuk Tanaman Cabai di Bau-Bau toko Pupuk Tanaman Cabai di Bekasi toko Pupuk Tanaman Cabai di Bengkulu toko Pupuk Tanaman Cabai di Bima toko Pupuk Tanaman Cabai di Binjai toko Pupuk Tanaman Cabai di Bitung toko Pupuk Tanaman Cabai di Blitar toko Pupuk Tanaman Cabai di Bogor toko Pupuk Tanaman Cabai di Bontang toko Pupuk Tanaman Cabai di Bukittinggi toko Pupuk Tanaman Cabai di Cilegon toko Pupuk Tanaman Cabai di Cimahi toko Pupuk Tanaman Cabai di Cirebon toko Pupuk Tanaman Cabai di Denpasar toko Pupuk Tanaman Cabai di Depok toko Pupuk Tanaman Cabai di DKI Jakarta toko Pupuk Tanaman Cabai di Dumai toko Pupuk Tanaman Cabai di Gorontalo toko Pupuk Tanaman Cabai di Jakarta toko Pupuk Tanaman Cabai di Jambi toko Pupuk Tanaman Cabai di Jambi toko Pupuk Tanaman Cabai di Jawa Barat toko Pupuk Tanaman Cabai di Jawa Tengah toko Pupuk Tanaman Cabai di Jawa Timur toko Pupuk Tanaman Cabai di Jayapura toko Pupuk Tanaman Cabai di Kalimantan Barat toko Pupuk Tanaman Cabai di Kalimantan Selatan toko Pupuk Tanaman Cabai di Kalimantan Tengah toko Pupuk Tanaman Cabai di Kalimantan Timur toko Pupuk Tanaman Cabai di Kalimantan Utara toko Pupuk Tanaman Cabai di Kediri toko Pupuk Tanaman Cabai di Kepulauan Riau toko Pupuk Tanaman Cabai di Kotamobagu toko Pupuk Tanaman Cabai di Kupang toko Pupuk Tanaman Cabai di Lampung toko Pupuk Tanaman Cabai di Langsa toko Pupuk Tanaman Cabai di Lhokseumawe toko Pupuk Tanaman Cabai di Lubuklinggau toko Pupuk Tanaman Cabai di Madiun toko Pupuk Tanaman Cabai di Magelang toko Pupuk Tanaman Cabai di Makassar toko Pupuk Tanaman Cabai di Malang toko Pupuk Tanaman Cabai di Maluku toko Pupuk Tanaman Cabai di Maluku Utara toko Pupuk Tanaman Cabai di Manado toko Pupuk Tanaman Cabai di Mataram toko Pupuk Tanaman Cabai di Medan toko Pupuk Tanaman Cabai di Metro toko Pupuk Tanaman Cabai di Mojokerto toko Pupuk Tanaman Cabai di Nusa Tenggara Barat toko Pupuk Tanaman Cabai di Nusa Tenggara Timur toko Pupuk Tanaman Cabai di Padang toko Pupuk Tanaman Cabai di Padang Sidempuan toko Pupuk Tanaman Cabai di Palangkaraya toko Pupuk Tanaman Cabai di Palembang toko Pupuk Tanaman Cabai di Palopo toko Pupuk Tanaman Cabai di Palu toko Pupuk Tanaman Cabai di Pangkalpinang toko Pupuk Tanaman Cabai di Papua toko Pupuk Tanaman Cabai di Papua Barat toko Pupuk Tanaman Cabai di Parepare toko Pupuk Tanaman Cabai di Pasuruan toko Pupuk Tanaman Cabai di Pekalongan toko Pupuk Tanaman Cabai di Pekanbaru toko Pupuk Tanaman Cabai di Pematangsiantar toko Pupuk Tanaman Cabai di Pontianak

| AGEN NASA | STOCKIST NASA | MORO NASA

PT NATURAL NUSANTARA
Lahir dari sebuah keprihatinan mendalam umumnya terhadap kondisi ekosistem di muka bumi yang mengalami proses kerusakan akibat pengembangan dan rekayasa kimia dasar dengan dosis dan pengaplikasian yang kurang bijaksana yang diantaranya melanda dunia AGROKOMPLEKS (Pertanian, Peternakan, Perikanan) yang berujung pada manusia pada akhirnya. Selanjutnya ...

PT NATURAL NUSANTARA
Jl Ring Road Barat 72 Salakan
Trihanggo, Gamping
Sleman, Yogyakarta

Contact Person
KHOIRUL HUDA

UNTUK PEMESANAN SILAHKAN
TELP : 0821 1420 2323
0857 7136 0090

BENIH TOMAT

Benih unggul Tomat Gadang merupakan salah satu benih unggul jenis Hibrida (F1) dari PT Natural Nusantara yang memiliki bentuk buah bulat, ukuran besar, berat buah rata-rata 170 gram, kulit tebal, keras dan cupat buah kecil sehingga tahan simpan. Tanaman sangat vigor, kuat, tipe tumbuh indeterminate, tahan penyakit layu. Cocok ditanam di dataran menengah – tinggi.

Paket Pupuk Tomat

Rincian Harga 1 paket :
SUPERNASA 250 gram rp42.500 x 1 botol       =  rp   42.500
POWER NUTRITION 250gr rp55.000 x 1 botol  = rp   55.000
POC NASA 500cc rp31.000 x 1 botol                   = rp   31.000
HORMON ORGANIK 100cc rp26.000 x 1 botol  = rp   26.000
NATURAL GLIO 100gram rp25.500 x 1 kotak    = rp   25.500
NATURAL BVR 100gram rp26.000 x 1 kotak     = rp   26.000
CORRIN 100gram rp26.000 x 1 kotak                 = rp  40.000
                                                        jumlah 1 paket = rp246.500
 
Belum termasuk biaya kirim.
 
Harga lebih murah jika order 3 paket = Rp705.000 (POC NASA 3 botol, HORMONIK 3 botol, SUPERNASA 3 botol, POWER NUTRITION 3 botol, NATURAL GLIO 3 kotak, NATURAL BVR 3 kotak, CORRIN 3 kotak). Belum termasuk biaya kirim.
 
SUPERNASA = Pupuk penyubur tanah,
POWER NUTRITION = pupuk perangsang buah.
POC NASA = pupuk daun / nutrisi organik
HORMON ORGANIK = zat perangsang tumbuh
AERO = perekat, perata, pembasah bisa berfungsi perusak telur hama
NATURAL GLIO = pemberantas penyakit
NATURAL BVR & CORRIN = pestisida biologi pengendali hama.
 
Tomat adalah komoditas hortikultura yang penting, tetapi produksinya baik kuantitas dan kualitas masih rendah. Hal ini disebabkan antara lain tanah yang keras, miskin unsur hara mikro serta hormon, pemupukan tidak berimbang, serangan hama dan penyakit, pengaruh cuaca dan iklim, serta teknis budidaya petani
PT. Natural Nusantara berupaya membantu petani dalam peningkatan produksi secara Kuantitas dan Kualitas dengan tetap memelihara Kelestarian lingkungan (Aspek K-3), agar petani dapat berkompetisi di era perdagangan bebas.
 
A. FASE PRA TANAM
1. Syarat Tumbuh
  • Tomat dapat ditanam di dataran rendah/dataran tinggi
  • Tanahnya gembur, porus dan subur, tanah liat yang sedikit mengandung pasir dan pH antara 5 - 6
  • Curah hujan 750-1250 mm/tahun, curah hujan yang tinggi dapat menghambat persarian.
  • Kelembaban relatif yang tinggi sekitar 25% akan merangsang pertumbuhan tanaman yang masih muda karena asimilasi CO2 menjadi lebih baik melalui stomata yang membuka lebih banyak, tetapi juga akan merangsang mikroorganisme pengganggu tanaman dan ini berbahaya bagi tanaman
 
2. Pola Tanam
  • Tanaman yang dianjurkan adalah jagung, padi, sorghum, kubis dan kacang-kacangan
  • Dianjurkan tanam sistem tumpang sari atau tanaman sela untuk memberikan keadaan yang kurang disukai oleh organisme jasad pengganggu
 
3. Penyiapan Lahan
  • Pilih lahan gembur dan subur yang sebelumnya tidak ditanami tomat, cabai, terong, tembakau dan kentang .
  • Untuk mengurangi nematoda dalam tanah genangilah tanah dengan air selama dua minggu
  • Bila pH rendah berikanlah kapur dolomite 150 kg/1000 m2 dan disebar serta diaduk rata pada umur 2-3 minggu sebelum tanam
  • Buatlah bedengan selebar 120-160 cm untuk barisan ganda dan 40-50 cm untuk barisan tunggal
  • Buatlah parit selebar 20-30 cm diantara bedengan dengan kedalaman 30 cm untuk pembuangan air.
  • Berikan pupuk dasar 4 kg Urea /ZA + 7,5 kg TSP + 4 kg KCl per 1000 m2 diatas bedengan, aduk dan ratakan dengan tanah
  • Atau jika pakai Pupuk Majemuk NPK (15-15-15) dosis ± 20 kg / 1000 m2 dicampur rata dengan tanah di atas bedengan.
  • Siramkan pupuk POC NASA yang telah dicampur air secara merata diatas bedengan dosis 1-2 botol/1000 m2. Hasil akan lebih bagus jika diganti SUPER NASA (dosis ± 1-2 botol/1000 m2 ) dengan cara :
  • alternatif 1 : 1 botol SUPER NASA diencerkan dalam 3 liter air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 50 lt air diberi 200 cc larutan induk tadi untuk menyiram bedengan.
  • alternatif 2 : setiap 1 gembor volume 10 lt diberi 1 sendok peres makan SUPER NASA untuk menyiram + 10 meter bedengan
  • Sebarkan Natural GLIO 1-2 sachet yang telah dicampur pupuk kandang (+ 1 minggu) merata di atas bedengan pada sore hari
  • Jika pakai Mulsa plastik, tutup bedengan pada siang hari
  • Biarkan selama 5-7 hari sebelum tanam
  • Buat lubang tanam dengan jarak 60 x 80 cm atau 60 x 50 cm di atas bedengan, diameter 7-8 cm sedalam 15 cm
 
4. Pemilihan Bibit
  • Pilih varietas tahan dan jenis Hybryda ( F1 Hybryd )
  • Bibit berdaun 5-6 helai daun (25-30 HSS=hari setelah semai) pindahkan ke lapangan
  • Untuk mengurangi stress awal pertumbuhan perlu disiram dulu pada sore sehari sebelum tanam atau pagi harinya (agar lembab)
 
B. FASE PERSEMAIAN (0-30 HSS)
  • Siapkan media tanam yang merupakan campuran tanah dan pupuk kandang 25 - 30 kg + Natural GLIO (1:1)
  • Masukkan dalam polibag plastik atau contongan daun pisang atau kelapa
  • Sebarlah benih secara merata atau masukkan satu per satu dalam polibag
  • Setelah benih berumur 8-10 hari , pilih bibit yang baik, tegar dan sehat dipindahkan dalam bumbunan daun pisang atau dikepeli yang berisi campuran media tanam
  • Penyiraman dilakukan setiap hari (lihat kondisi tanah)
  • Penyemprotan POC NASA pada umur 10 dan 17 hari dengan dosis 2 tutup/tangki
 
C. FASE TANAM ( 0-15 HST=Hari Setelah Tanam )
  • Bedengan sehari sebelumnya diairi ( dilep ) dahulu
  • Bibit siap tanam umur 3 - 4 minggu, berdaun 5-6
  • Penanaman sore hari
  • Buka polibag plastik
  • Benamkan bibit secara dangkal pada batas pangkal batang dan ditimbun dengan tanah di sekitarnya
  • Selesai penanaman langsung disiram dengan POC NASA dengan dosis 2-3 tutup per + 15 liter air
  • Sulam tanaman yang mati sampai berumur 2 minggu, caranya tanaman yang telah mati, rusak, layu atau pertumbuhannya tidak normal dicabut, kemudian dibuat lubang tanam baru, dibersihkan dan diberi Natural GLIO lalu bibit ditanam
  • Pengairan dilakukan tiap hari sampai tomat tumbuh normal (Jawa : lilir), hati-hati jangan sampai berlebihan karena tanaman bisa tumbuh memanjang, tidak mampu menyerap unsur-unsur hara dan mudah terserang penyakit
  • Amati hama seperti ulat tanah dan ulat grayak. Jika ada serangan semprot dengan Natural VITURA
  • Amati penyakit seperti penyakit layu Fusarium atau bakteri dan busuk daun , kendalikan dengan menyemprot Natural GLIO dicampur gula pasir perbandingan 1:1. Untuk penyakit Virus, kendalikan vektornya seperti Thrips, kutu kebul (Bemissia tabaci), banci ( Aphis sp.), Kutu persik (Myzus sp.) dan tungau (Tetranichus sp.) dengan menyemprot Natural BVR atau Pestona secara bergantian
  • Pasang ajir sedini mungkin supaya akar tidak rusak tertusuk ajir dengan jarak 10-20 cm dari batang tomat
 
D. FASE VEGETATIF ( 15-30 HST)
  • Jika tanpa mulsa, penyiangan dan pembubunan pada umur 28 HST bersamaan penggemburan dan pemberian pupuk susulan diikuti pengguludan tanaman
  • Setelah tanaman hidup sekitar 1 minggu semenjak tanam, diberi pupuk Urea dan KCl dengan perbandingan 1:1 untuk setiap tanaman (1-2 gram), berikan di sekeliling tanaman pada jarak ± 3 cm dari batang tanaman tomat kemudian ditutup tanah dan siram dengan air
  • Pemupukan kedua dilakukan umur 2-3 minggu sesudah tanam berupa campuran Urea dan KCl (± 5 gr), berikan di sekeliling batang tanaman sejauh ± 5 cm dan sedalam ± 1 cm kemudian ditutup tanah dan siram dengan air.
  • Bila umur 4 minggu tanaman masih kelihatan belum subur dapat dipupuk Urea dan KCl lagi (7 gram). Jarak pemupukan dari batang dibuat makin jauh ( ± 7 cm).
  • Jika pakai Mulsa tidak perlu penyiangan dan pembubunan serta pupuk susulan diberikan dengan cara dikocorkan
  • Penyiraman dilakukan pada pagi atau sore hari
  • Amati hama dan penyakit seperti ulat, kutu-kutuan, penyakit layu dan virus, jika terjadi serangan kendalikan seperti pada fase tanam
  • Semprotkan POC NASA (4-5 tutup) per tangki atau POC NASA (3-4 tutup) + HORMONIK (1 tutup) setiap 7 hari sekali.
  • Tanaman yang telah mencapai ketinggian 10-15 cm harus segera diikat pada ajir dan setiap bertambah tinggi + 20 cm harus diikat lagi agar batang tomat berdiri tegak.
  • Pengikatan jangan terlalu erat dengan model angka 8, sehingga tidak terjadi gesekan antara batang dengan ajir yang dapat menimbulkan luka.
 
E. FASE GENERATIF (30 - 80 HST)
1. Pengelolaan Tanaman
  • Jika tanpa mulsa penyiangan dan pembubunan kedua dilakukan umur 45-50 hari
  • Untuk merangsang pembungaan pada umur 32 HST lakukan perempelan tunas-tunas tidak produktif setiap 5-7 hari sekali, sehingga tinggal 1-3 cabang utama / tanaman
  • Perempelan sebaiknya pagi hari agar luka bekas rempelan cepat kering dengan cara; ujung tunas dipegang dengan tangan bersih lalu digerakkan ke kanan-kiri sampai tunas putus. Tunas yang terlanjur menjadi cabang besar harus dipotong dengan pisau atau gunting, sedangkan tanaman yang tingginya terbatas perempelan harus hati-hati agar tunas terakhir tidak ikut dirempel sehingga tanaman tidak terlalu pendek
  • Ketinggian tanaman dapat dibatasi dengan memotong ujung tanaman apabila jumlah dompolan buah mencapai 5-7 buah
  • Semprotkan POC NASA dan HORMONIK setiap 7-10 hari sekali dengan dosis 3-4 tutup POC NASA dan 1-2 tutup HORMONIK/tangki. - Agar tidak mudah hilang oleh air hujan dan merata tambahkan Perekat Perata AERO 810 dengan dosis 5 ml ( 1/2 tutup)/tangki.
 
2. Pengamatan Hama dan Penyakit
  • Ulat buah (Helicoperva armigera dan Heliothis sp.). Gejala buah berlubang dan kotoran menumpuk dalam buah yang terserang. Lakukan pengumpulan dan pemusnahan buah tomat terserang, semprot dengan PESTONA
  • Lalat buah (Brachtocera atau Dacus sp.).Gejala buah busuk karena terserang jamur dan bila buah dibelah akan kelihatan larva berwarna putih. - - Bersifat agravator, yaitu sebagai vektornya penyakit jamur, bakteri dan Drosophilla sp. Kumpulkan dan bakar buah terserang, gunakan perangkap lalat buah jantan (dapat dicampur insektisida)
  • Busuk daun (Phytopthora infestans), bercak daun dan buah (Alternaria solani) serta busuk buah antraknose (Colletotrichum coccodes). Jika ada serangan semprot dengan Natural GLIO
  • Jika pengendalian hama penyakit dengan menggunakan pestisida alami (PESTONA, GLIO, VITURA) belum mengatasi dapat dipergunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata AERO 810, dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki.
  • Busuk ujung buah. Ujung buah tampak lingkaran hitam dan busuk. Ini gejala kekurangan Ca ( Calsium). Berikan Dolomit.
 
F. FASE PANEN & PASCA PANEN (80 - 130 HST)
  • Panen pada umur 90-100 HST dengan ciri; kulit buah berubah dari warna hijau menjadi kekuning-kuningan, bagian tepi daun tua mengering, batang menguning, pada pagi atau sore hari disaat cuaca cerah. Buah dipuntir hingga tangkai buah terputus. Pemuntiran buah dilakukan satu-persatu dan dipilih buah yang siap petik. Masukkan keranjang dan letakkan di tempat yang teduh
  • Interval pemetikan 2-3 hari sekali.
  • Supaya tahan lama, tidak cepat busuk dan tidak mudah memar, buah tomat yang akan dikonsumsi segar dipanen setengah matang
  • Wadah yang baik untuk pengangkutan adalah peti-peti kayu dengan papan bercelah dan jangan dibanting
  • Waspadai penyakit busuk buah Antraknose, kumpulkan dan musnahkan
  • Buah tomat yang telah dipetik, dibersihkan, disortasi dan di packing lalu diangkut siap untuk konsumsi

 

Paket Pupuk Terong

Agro kompleks (Pertanian, Peternakan, Perikanan) adalah bidang yang menyangkut makhluk hidup dan lingkungan sehingga pengelolaannya harus bijaksana dan memperhatikan semua aspek terkait diantaranya aspek obyeknya sendiri (tanaman, hewan dan ikan), aspek lingkungan dan aspek manusia (petani dan konsumen). Dengan demikian apapun teknologi yang dipergunakan pada agro kompleks harus memenuhi syarat K-3 :
Kuantitas
Mampu menaikkan produktivitas (bobot panen meningkat)

Kualitas
Mampu menaikkan kualitas (rasa, aroma, warna, rendemen, keawetan hasil panen, rendah atau bebas dari senyawa-senyawa yang berbahaya bagi kesehatan

Kelestarian
Mampu menjaga kelestarian lingkungan sehingga secara jangka panjang produktivitas tetap terjaga dan tidak menimbulkan kerusakan dan pencemaran.
 
KODE
NAMA PRODUK
ISI
HARGA KONSUMEN
NSK
250 cc
Rp  16.000
SPRK
250 gr
Rp  42.500
HRN
100 cc
Rp  26.000
PST
500 cc
Rp  35.500
NPA
100 ml
Rp  35.500
GLIO
100 gr
Rp  25.500
BVR
100 gr
Rp  26.000
A-810
250 cc
Rp  27.000
PTERONG
TOTAL 1 PAKET
ALL
Rp  234.000
Untuk pembelian 1 PAKET
GRATIS VCD BUDIDAYA
ISI dan JUMLAH PERITEM dapat disesuaikan dengan kebutuhan
Silahkan menghubungi Customer Service
 
A. PENDAHULUAN
Prospek budidaya tanaman terong makin baik untuk dikelola secara intensif dan komersial dalam skala agribisnis, namun hasil rata-ratanya masih rendah. Hal ini disebabkan bentuk kultur budidaya yang masih sampingan, belum memadainya informasi teknik budidaya di tingkat petani.
PT. Natural Nusantara berusaha memberi alternatife solusi bagaimana teknik budidaya terong sehingga tercapai peningkatan produksi secara K-3, yaitu Kuantitas, Kualitas dan Kelestarian lingkungan.
 
B. SYARAT TUMBUH
-
Dapat tumbuh di dataran rendah tinggi.
-
Suhu udara 22-30ºC.
-
Jenis tanah yang paling baik, jenis lempung berpasir, subur, kaya bahan organik, aerasi dan drainase baik dan pH antara 6,8-7,3.
-
Sinar matahari harus cukup.
-
Cocok ditanam musim kemarau.
 
C. TEKNIS BUDIDAYA
1.
Pembibitan
 
-
Rendamlah benih dalam air hangat kuku + POC NASA dosis 2 cc per liter selama 10-15 menit.
 
-
Bungkuslah benih dalam gulungan kain basah untuk diperam selama ± 24 jam hingga nampak mulai berkecambah.
 
-
Sebarkan benih di atas bedengan persemaian menurut barisan, jarak antar barisan 10-15 cm.
 
-
Campurkan 1 pak Natural GLIO + 25-30 kg pupuk kandang halus diamkan seminggu, kemudian masukkan benih satu persatu ke polibag yang telah berisi campuran tanah dan pupuk kandang halus yang telah dicampur Natural GLIO tadi dengan perbandingan 2 : 1.
 
-
Tutup benih tersebut dengan tanah tipis.
 
-
Permukaan bedengan yang telah disemai benih ditutup dengan daun pisang.
 
-
Setelah benih tampak berkecambah muncul, buka penutupnya.
 
-
Siram persemaian pagi dan sore hari.
 
-
Semprot POC NASA dosis 2-3 tutup per tangki setiap 7-10 hari sekali.
 
-
Perhatikan serangan hama dan penyakit sejak di pembibitan.
 
-
Bibit berumur 1-1,5 bulan atau berdaun empat helai siap dipindah tanamkan.
2.
Pengolahan Lahan
 
-
Bersihkan rumput liar (gulma) dari sekitar kebun.
 
-
Olah tanah dengan cangkul ataupun bajak sedalam 30-40 cm hingga gembur.
 
-
Buat bedengan selebar 100-120 cm, jarak antar bedengan 40-60 cm, ratakan permukaan bedengan.
 
-
Jika pH tanah rendah, tambahkan Dolomit.
 
-
Sebarkan pupuk kandang 15-20 ton / ha, campurkan merata dengan tanah. Akan lebih optimal jika ditambah SUPERNASA atau jika tidak ada pupuk kandang dapat diganti SUPERNASA 10-20 botol / ha dengan cara :
 
 
Alternatif 1 : satu botol SUPERNASA diencerkan dalam 3 lt air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 50 lt air diberi 200 cc larutan induk untuk menyiram bedengan.
 
 
Alternatif 2 : setiap 1 gembor volume 10 liter air diberi 1 sendok peres makan SUPERNASA untuk menyiram ± 10 m bedengan.
 
-
Sebarkan pupuk dasar dengan campuran ZA atau Urea 150 kg + TSP 250 kg per ha dicampur dengan tanah secara merata atau sekitar 10 gr campuran pupuk per lubang tanam.
 
-
Sebarkan Natural GLIO 1-2 sachet yang telah dicampur pupuk kandang 25-50 kg merata ke bedengan atau ke lubang tanam.
 
-
Jika pakai Mulsa plastic, tutup bedengan pada siang hari.
 
-
Biarkan selama seminggu sebelum tanam.
 
-
Buat lubang tanam dengan jarak 60 x 70 cm / 70 x 70 cm.
3.
Penanaman
 
-
Waktu tanam yang baik musim kering.
 
-
Pilih bibit yang tumbuh subur dan normal.
 
-
Tanam bibit di lubang tanam secara tegak lalu tanah di sekitar batang dipadatkan.
 
-
Siram lubang tanam yang telah ditanami hingga cukup basah (lembab).
4.
Pengairan
Dilakukan rutin tiap hari, terutama pada fase awal pertumbuhan dan cuaca kering, dapat di-leb atau disiram dengan gembor.
5.
Penyulaman
 
-
Sulam tanaman yang pertumbuhannya tidak normal, mati atau terserang hama penyakit.
 
-
Penyulaman maksimal umur 15 hari.
6.
Pemasangan Ajir (Turus)
 
-
Lakukan seawal mungkin agar tidak mengganggu (merusak) sistem perakaran.
 
-
Turus terbuat dari bilah bambu setinggi 80-100 cm dan lebar 2-4 cm.
 
-
Tancapkan secara individu dekat batang.
 
-
Ikat batang atau cabang terong pada turus.
7.
Penyiangan
 
-
Rumput liar atau gulma di sekitar tanaman disiangi atau dicabut.
 
-
Penyiangan dilakukan pada umur 15 hari dan 60-75 hari setelah tanam.
8.
Pemupukan
 
-
Jenis dan Dosis Pupuk Makro disesuaikan dengan jenis tanah, varietas dan kondisi daerah menurut acuan dinas pertanian setempat. Berikut salah satu alternatif :
Jenis Pupuk
Pemupukan Susulan (kg/ha)
Umur 15 hari
Umur 25 hari
Umur 35 hari
Umur 45 hari
Urea
75
75
75
75
SP-36
50
-
-
-
KCl
-
75
100
75
 
-
Pemupukan diletakan sejauh 20 cm dari batang tanaman sebanyak 10 gram campuran pupuk per tanaman secara tugal atau larikan ditutup tanah dan disiram  atau pupuk dikocorkan sebanyak 3,5 gram per liter air, kocorkan larutan pupuk sebanyak 250 cc per tanaman.
 
-
Semprotkan 3-4 tutup POC NASA + 1 tutup HORMONIK per tangki setiap 1-2 minggu sekali.
9.
Pemangkasan (Perempelan)
Pangkas tunas-tunas liar yang tumbuh mulai dari ketiak daun pertama hingga bunga pertama juga dirempel untuk merangsang agar tunas-tunas baru dan bunga yang lebih produktif segera tumbuh
 
D. PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT
1.
Hama
 
a.
Kumbang Daun (Epilachna spp.)
 
 
-
Gejala serangan adanya bekas gigitan pada permukaan daun sebelah bawah.
 
 
-
Bila serangan berat dapat merusak semua jaringan daun dan tinggal tulang-tulang daun saja.
 
 
-
Cara pengendalian; kumpulkan dan musnahkan kumbang, atur waktu tanam, pencegahan dengan PESTONA atau PENTANA + AERO 810 setiap 1-2 minggu sekali.
 
b.
Kutu Daun (Aphis spp.)
 
 
-
Menyerang dengan cara mengisap cairan sel, terutama pada bagian pucuk atau daun-daun masih muda.
 
 
-
Daun tidak normal, keriput atau keriting atau menggulung. Sebagai vektor atau perantara virus.
 
 
-
Cara pengendalian; mengatur waktu tanam dan pergiliran tanaman, pencegahan semprot PENTANA + AERO 810 atau Natural BVR setiap 1-2 minggu sekali.
 
c.
Tungau (Tetranynichus spp.)
 
 
-
Serangan hebat musim kemarau.
 
 
-
Menyerang dengan cara mengisap cairan sel tanaman, sehingga menimbulkan gejala bintik-bintik merah sampai kecoklat-coklatan atau hitam pada permukaan daun sebelah atas ataupun bawah.
 
 
-
Cara pengendalian sama seperti pada pengen dalian kutu daun.
 
d.
Ulat Tanah (Agrotis ipsilon Hufn.)
 
 
-
Bersifat polifag, aktif senja atau malam hari.
 
 
-
Menyerang dengan cara memotong titik tumbuh tanaman yang masih muda, sehingga terkulai dan roboh.
 
 
-
Cara pengendalian; kumpulkan dan musnahkan ulat, pencegahan siram atau semprotkan PESTONA atau PENTANA + AERO 810.
 
e.
Ulat Grayak (Spodoptera litura, F.)
 
 
-
Bersifat polifag.
 
 
-
Menyerang dengan cara merusak (memakan) daun hingga berlubang-lubang.
 
 
-
Cara pengendalian; mengatur waktu tanam dan pergiliran tanaman, semprot dengan Natural VITURA.
 
f.
Ulat Buah (Helicoverpa armigera Hubn.)
 
 
-
Bersifat polifag, menyerang buah dengan cara menggigit dan melubanginya, sehingga bentuk buah tidak normal, dan mudah terserang penyakit busuk buah.
 
 
-
Cara pengendalian; kumpulkan dan musnahkan buah terserang, lakukan pergiliran tanaman dan waktu tanam sanitasi kebun, pencegahan semprotkan PESTONA atau PENTANA + AERO 810 setiap 1-2 minggu sekali.
2.
Penyakit
 
a.
Layu Bakteri
 
 
-
Penyebab : bakteri Pseudomonas solanacearum.
 
 
-
Bisa hidup lama dalam tanah.
 
 
-
Serangan hebat pada temperatur cukup tinggi.
 
 
-
Gejala serangan terjadi kelayuan seluruh tanaman secara mendadak.
 
b.
Busuk Buah
 
 
-
Penyebab : jamur Phytophthora sp., Phomopsis vexans, Phytium sp.
 
 
-
Gejala serangan adanya bercak-bercak coklat kebasahan pada buah sehingga buah busuk.
 
c.
Bercak Daun
 
 
-
Penyebab : jamur Cercospora sp, Alternaria solani, Botrytis cinerea.
 
 
-
Gejala bercak-bercak kelabu-kecoklatan atau hitam pada daun.
 
d.
Antraknose
 
 
-
Penyebab : jamur Gloesporium melongena.
 
 
-
Gejala bercak-bercak melekuk dan bulat pada buah lalu membesar berwarna coklat dengan titik-titik hitam.
 
e.
Busuk Leher Akar
 
 
-
Penyebab : Sclerotium rolfsii.
 
 
-
Gejala pangkal batang membusuk berwarna coklat.
 
f.
Rebah Semai
 
 
-
Penyebab : Jamur Rhizoctonia solani dan Pythium spp.
 
 
-
Gejala batang bibit muda kebasah-basahan, mengkerut dan akhirnya roboh dan mati.
 
 
Cara pengendalian Penyakit :
Tanam varietas tahan, atur jarak tanam dan pergiliran tanaman, perbaikan drainase, atur kelembaban dengan jarak tanam agak lebar, cabut dan buang tanaman sakit Rendam benih dengan POC NASA dosis 2 cc / lt + Natural GLIO dosis 1 gr/lt, Pencegahan sebarkan Natural GLIO yang telah dicampur pupuk kandang sebelum tanam ke lubang tanam.
 
 
Catatan : Jika pengendalian hama dan penyakit dengan pestisida alami belum mengatasi, sebagai alternative terakhir bisa digunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata Pembasah AERO 810 dosis 0,5 tutup botol per tangki.
 
E. PEMANENAN
-
Buah pertama dapat dipetik setelah umur 3-4 bulan tergantung dari jenis varietas.
-
Ciri-ciri buah siap panen adalah ukurannya telah maksimum dan masih muda.
-
Waktu yang paling tepat pagi atau sore hari.
-
Cara panen buah dipetik bersama tangkainya dengan tangan atau alat yang tajam.
-
Pemetikan buah berikutnya dilakukan rutin tiap 3-7 hari sekali dengan cara memilih buah yang sudah siap dipetik.

Paket Pupuk Tembakau

A. PENDAHULUAN
Tembakau adalah komoditi yang cukup banyak dibudidayakan petani. Untuk mendapatkan hasil panen yang optimal, PT. Natural Nusantara berusaha membantu meningkatkan produksi secara kuantitas, kualitas dan kelestarian (Aspek K-3).
 
B. SYARAT PERTUMBUHAN
Tanaman tembakau, curah hujan rata-rata 2000 mm/tahun, Suhu udara yang cocok antara 21-32°C, pH antara 5-6. Tanah gembur, remah, mudah mengikat air, memiliki tata air dan udara yang baik sehingga dapat meningkatkan drainase, ketinggian antara 200-3.000 m dpl.
 
C. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA
1.
Pembibitan
 
-
Jumlah benih ± 8-10 gram/ha, tergantung jarak tanam.
 
-
Biji utuh, tidak terserang penyakit dan tidak keriput.
 
-
Media semai = campuran tanah (50%) + pupuk kandang matang yang telah dicampur dengan Natural GLIO (50%). Dosis pupuk untuk setiap meter persegi media semai adalah 70 gram DS dan 35 gram ZA dan isikan pada polybag.
 
-
Bedeng persemaian diberi naungan berupa daun-daunan, tinggi atap 1 m sisi Timur dan 60 cm sisi Barat.
 
-
Benih direndam dalam POC NASA 5 cc per gelas air hangat selama 1-2 jam lalu dikeringanginkan.
 
-
Kecambahkan pada baki/tampah yang diberi alas kertas merang atau kain yang dibasahi hingga agak lembab. Tiga hari kemudian benih sudah menampakkan akarnya yang ditandai dengan bintik putih. Pada stadium ini benih baru dapat disemaikan.
 
-
Siram media semai sampai agak basah/lembab, masukan benih pada lubang sedalam 0,5 cm dan tutup tanah tipis-tipis.
 
-
Semprot POC NASA (2-3 tutup/tangki) selama pembibitan berumur 30 dan 45 hari.
 
-
Bibit sudah dapat dipindahtanamkan ke kebun apabila berumur 35-55 hari setelah semai.
2.
Pengolahan Media Tanam
 
-
Lahan disebari pupuk kandang dosis 10-20 ton/ha lalu dibajak dan dibiarkan ± 1 minggu.
 
-
Buat bedengan lebar 40 cm dan tinggi 40 cm. Jarak antar bedeng 90-100 cm dengan arah membujur antara timur dan barat.
 
-
Lakukan pengapuran jika tanah masam.
Siram SUPERNASA dengan dosis : 10-15 botol/ha
 
 
Alternatif 1 : 1 botol SUPERNASA diencerkan dalam 3 liter air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 50 lt air diberi 200 cc larutan induk tadi untuk menyiram bedengan.
 
 
Alternatif 2 : setiap 1 gembor vol 10 lt diberi 1 peres sendok makan SUPER NASA untuk menyiram ± 10 meter bedengan.
 
-
Sebarkan Natural GLIO 1-2 sachet dicampur pupuk kandang matang 25-50 kg secara merata ke bedengan
3.
Pembuatan Lubang Tanam
Apabila diinginkan daun yang tipis dan halus maka jarak tanam harus rapat, sekitar 90 x 70 cm. Tembakau Madura ditanam dengan jarak 60 x 50 cm yang penanamannya dilakukan dalam dua baris tanaman setiap gulud. Jenis tembakau rakyat/rajangan umumnya ditanam dengan jarak tanam 90 x 90 cm dan penanamannya dilakukan satu baris tanaman setiap gulud, dan jarak antar gulud 90 cm atau 120 x 50 cm.
4.
Cara Penanaman
 
-
Basahi dan sobek polibag lalu benamkan bibit sedalam leher akar.
 
-
Waktu tanam pada pagi hari atau sore hari.
5.
Penyulaman
Penyulaman dilakukan 1-3 minggu setelah tanam, bibit kurang baik dicabut dan diganti dengan bibit baru yang berumur sama.
6.
Penyiangan
Penyiangan dapat dilakukan bersamaan dengan pembumbunan yaitu setiap 3 minggu sekali.
7.
Pemupukan
 
-
Dosis tergantung jenis tanah dan varietas
Waktu Pemupukan
Dosis Pupuk Makro (kg/ha)
Urea/ZA
SP - 36
KCl
Saat Tanam
-
300
-
Umur 7 HST
300
-
150
Umur 28 HST
300
-
150
TOTAL
600
300
300
Ket : HST = hari setelah tanam
 
-
Penyemprotan POC NASA dosis 4-5 tutup / tangki atau lebih bagus POC NASA (3-4 tutup) dicampur HORMONIK (1-2 tutup) per tangki setiap 1-2 minggu sekali.
8.
Pengairan dan Penyiraman
Pengairan diberikan 7 HST = 1-2 lt air/tanaman, umur 7-25 HST = 3-4 lt/tanaman,  umur 25-30 HST = 4 lt/tanaman. Pada umur 45 HST = 5 lt/tanaman setiap 3 hari. Pada umur 65 HST penyiraman dihentikan, kecuali bila cuaca sangat kering.
9.
Pemangkasan
 
-
Pangkas tunas ketiak daun dan bunga setiap 3 hari sekali.
 
-
Pangkas pucuk tanaman saat bunga mekar dengan 3-4 lembar daun di bawah bunga.
 
D. PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT
1.
Hama
 
a.
Ulat Grayak (Spodoptera litura)
Gejala : berupa lubang-lubang tidak beraturan dan berwarna putih pada luka bekas gigitan. Pengendalian: Pangkas dan bakar sarang telur dan ulat, penggenangan sesaat pada pagi/sore hari, semprot Natural VITURA.
 
b.
Ulat Tanah (Agrotis ypsilon)
Gejala : daun terserang berlubang-lubang terutama daun muda sehingga tangkai daun rebah. Pengendalian: pangkas daun sarang telur/ulat, penggenangan sesaat, semprot PESTONA.
 
c.
Ulat penggerek pucuk (Heliothis sp.)
Gejala: daun pucuk tanaman terserang berlubang-lubang dan habis. Pengendalian: kumpulkan dan musnah telur / ulat, sanitasi kebun, semprot PESTONA.
 
d.
Nematoda (Meloydogyne sp.)
Gejala : bagian akar tanaman tampak bisul-bisul bulat, tanaman kerdil, layu, daun berguguran dan akhirnya mati. Pengendalian: sanitasi kebun, pemberian Natural GLIO diawal tanam, PESTONA.
 
e.
Kutu-kutuan (Aphis Sp, Thrips sp, Bemisia sp.)
Pembawa penyakit yang disebabkan virus. Pengendalian: predator Koksinelid, Natural BVR.
 
f.
Hama lainnya
Gangsir (Gryllus mitratus), jangkrik (Brachytrypes portentosus), orong-orong (Gryllotalpa africana), semut geni (Solenopsis geminata), belalang banci (Engytarus tenuis).
2.
Penyakit
 
a.
Hangus Batang (damping off)
Penyebab : jamur Rhizoctonia solani. Gejala: batang tanaman yang terinfeksi akan mengering dan berwarna coklat sampai hitam seperti terbakar. Pengendalian: cabut tanaman yang terserang dan bakar, pencegahan awal dengan Natural GLIO.
 
b.
Lanas
Penyebab : Phytophora parasitica var. nicotinae. Gejala: timbul bercak-bercak pada daun berwarna kelabu yang akan meluas, pada batang, terserang akan lemas dan menggantung lalu layu dan mati. Pengendalian: cabut tanaman yang terserang dan bakar, semprotkan Natural GLIO.
 
c.
Patik Daun
Penyebab : jamur Cercospora nicotianae. Gejala: di atas daun terdapat bercak bulat putih hingga coklat, bagian daun yang terserang menjadi rapuh dan mudah robek. Pengendalian: desinfeksi bibit, renggangkan jarak tanam, olah tanah intensif, gunakan air bersih, bongkar dan bakar tanaman terserang, semprot Natural GLIO.
 
d.
Bercak Coklat 
Penyebab : jamur Alternaria longipes. Gejala: timbul bercak-bercak coklat, selain tanaman dewasa penyakit ini juga menyerang tanaman di persemaian. Jamur juga menyerang batang dan biji. Pengendalian: mencabut dan membakar tanaman yang terserang.
 
e.
Busuk Daun 
Penyebab : bakteri Sclerotium rolfsii. Gejala: mirip dengan lanas namun daun membusuk, akarnya bila diteliti diselubungi oleh massa cendawan. Pengendalian: cabut dan bakar tanaman terserang, semprot Natural GLIO.
 
f.
Penyakit Virus
Penyebab: virus mozaik (Tobacco Virus Mozaic = TVM), Kerupuk (Krul), Pseudomozaik, Marmer, Mozaik ketimun (Cucumber Mozaic Virus). Gejala: pertumbuhan tanaman menjadi lambat. Pengendalian: menjaga sanitasi kebun, tanaman yang terinfeksi di cabut dan dibakar.
 
Catatan : Jika pengendalian hama dan penyakit dengan pestisida alami belum mengatasi, dapat digunakan pestisida kimia sesuai anjuran. Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata AERO 810, dosis ± 5 ml ( ½ tutup) pertangki.
 
E. PANEN DAN PASCA PENEN
Pemetikan daun tembakau yang baik adalah jika daun-daunnya telah cukup umur dan telah berwarna hijau kekuning-kuningan.Untuk golongan tembakau cerutu maka pemungutan daun yang baik pada tingkat tepat masak/hampir masak hal tersebut di tandai dengan warna keabu-abuan. Sedangkan untuk golongan sigaret pada tingkat kemasakan tepat masak/masak sekali, apabila pasar menginginkan krosok yang halus maka pemetikan dilakukan tepat masak. Sedangkan bila menginginkan krosok yang kasar pemetikan diperpanjang 5-10 hari dari tingkat kemasakan tepat masak.
Daun dipetik mulai dari daun terbawah ke atas. Waktu yang baik untuk pemetikan adalah pada sore/pagi hari pada saat hari cerah. Pemetikan dapat dilakukan berselang 3-5 hari, dengan jumlah daun satu kali petik antara 2-4 helai tiap tanaman. Untuk setiap tanaman dapat dilakukan pemetikan sebanyak 5 kali.
 
Sortir daun berdasarkan kualitas warna daun yaitu:
-
Trash (apkiran): warna daun hitam
-
Slick (licin/mulus): warna daun kuning muda
-
Less slick (kurang liciin): warna daun kuning (seperti warna buah jeruk lemon)
-
More grany side (sedikit kasar) : warna daun antara kuning-oranye.
 
 
KODE
NAMA PRODUK
ISI
HARGA KONSUMEN
NSK
250 cc
Rp  16.000
SPRK
250 gr
Rp  42.500
HRN
100 cc
Rp  26.000
PST
500 cc
Rp  35.500
GLIO
100 gr
Rp  25.500
BVR
100 gr
Rp  26.000
A-810
250 cc
Rp  27.000
VTR
1 box
Rp  42.500
PTEMBAKAU
TOTAL 1 PAKET
ALL
Rp  241.000
Untuk pembelian 1 PAKET
GRATIS VCD BUDIDAYA
ISI dan JUMLAH PERITEM dapat disesuaikan dengan kebutuhan
Silahkan menghubungi Customer Service

Teknik Budidaya Tembakau

PENDAHULUAN
Tembakau adalah komoditi yang cukup banyak dibudidayakan petani. Untuk mendapatkan hasil panen yang optimal PT. Natural Nusantara berusaha membantu meningkatkan produksi secara kuantitas, kualitas dan kelestarian ( Aspek K-3 ).

SYARAT PERTUMBUHAN
Tanaman tembakau, curah hujan rata-rata 2000 mm/tahun, Suhu udara yang cocok antara 21-32 derajat C, pH antara 5-6. Tanah gembur, remah, mudah mengikat air, memiliki tata air dan udara yang baik sehingga dapat meningkatkan drainase, ketinggian antara 200-3.000 m dpl.

PEMBIBITAN

  • Jumlah benih + 8-10 gram/ha, tergantung jarak tanam.
  • Biji utuh, tidak terserang penyakit dan tidak keriput.
  • Media semai = campuran tanah (50%) + pupuk kandang matang yang telah dicampur dengan Natural GLIO (50%). Dosis pupuk untuk setiap meter persegi media semai adalah 70 gram DS dan 35 gram ZA dan isikan pada polybag.
  • Bedeng persemaian diberi naungan berupa daun-daunan, tinggi atap 1 m sisi Timur dan 60 cm sisi Barat.
  • Benih direndam dalam POC NASA 5 cc per gelas air hangat selama 1-2 jam lalu dikeringanginkan.
  • Kecambahkan pada baki/tampah yang diberi alas kertas merang atau kain yang dibasahi hingga agak lembab. Tiga hari kemudian benih sudah menampakkan akarnya yang ditandai dengan bintik putih. Pada stadium ini benih baru dapat disemaikan.
  • Siram media semai sampai agak basah/lembab, masukan benih pada lubang sedalam 0,5 cm dan tutup tanah tipis-tipis.
  • Semprot POC NASA (2-3 tutup/tangki) selama pembibitan berumur 30 dan 45 hari.
  • Bibit sudah dapat dipindahtanamkan ke kebun apabila berumur 35-55 hari setelah semai.


PENGOLAHAN MEDIA TANAM

  1. Lahan disebari pupuk kandang dosis 10-20 ton/ha lalu dibajak dan dibiarkan + 1 minggu.
  2. Buat bedengan lebar 40 cm dan tinggi 40 cm. Jarak antar bedeng 90-100 cm dengan arah membujur antara timur dan barat.
  3. Lakukan pengapuran jika tanah masam.
  4. Siram SUPERNASA dengan dosis : 10 - 15 botol/ha.

  • Alternatif 1 : Satu botol SUPER NASA diencerkan dalam 3 liter air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 50 lt air diberi 200 cc larutan induk tadi untuk menyiram bedengan.
  • Alternatif 2 : setiap 1 gembor vol 10 lt diberi 1 peres sendok makan SUPER NASA untuk menyiram + 10 meter bedengan.

Sebarkan Natural GLIO 1-2 sachet dicampur pupuk kandang matang 25-50 kg secara merata ke bedengan.

PEMBUATAN LUBANG TANAM
Apabila diinginkan daun yang tipis dan halus maka jarak tanam harus rapat, sekitar 90 x 70 cm. Tembakau Madura ditanam dengan jarak 60 x 50 cm yang penanamannya dilakukan dalam dua baris tanaman setiap gulud. Jenis tembakau rakyat/rajangan umumnya ditanam dengan jarak tanam 90 x 90 cm dan penanamannya dilakukan satu baris tanaman setiap gulud, dan jarak antar gulud 90 cm atau 120 x 50 cm.

CARA PENANAMAN
Basahi dan sobek polibag lalu benamkan bibit sedalam leher akar
Waktu tanam pada pagi hari atau sore hari.

PENYULAMAN
Penyulaman dilakukan 1- 3 minggu setelah tanam, bibit kurang baik dicabut dan diganti dengan bibit baru yang berumur sama.

PENYIANGAN
Penyiangan dapat dilakukan bersamaan dengan pembumbunan yaitu setiap 3 minggu sekali.

PEMUPUKAN
Dosis tergantung jenis tanah dan varietas


Waktu Pemupukan

Dosis Pupuk Makro (kg/ha)

Urea/ZA

SP - 36

KCl

Saat Tanam

-

300

-

Umur 7 HST

300

-

150

Umur 28 HST

300

-

150

TOTAL

600

300

300

Ket : HST = hari setelah tanam

Penyemprotan POC NASA dosis 4-5 tutup / tangki atau lebih bagus POC NASA (3-4 tutup) dicampur HORMONIK (1-2 tutup) per tangki setiap 1- 2 minggu sekali.

PENGAIRAN DAN PENYIRAMAN
Pengairan diberikan 7 HST = 1-2 lt air/tanaman, umur 7-25 HST = 3-4 lt/tanaman, umur 25-30 HST = 4 lt/tanaman. Pada umur 45 HST = 5 lt/tanaman setiap 3 hari. Pada umur 65 HST penyiraman dihentikan, kecuali bila cuaca sangat kering.

PEMANGKASAN
Pangkas tunas ketiak daun dan bunga setiap 3 hari sekali
Pangkas pucuk tanaman saat bunga mekar dengan 3-4 lembar daun di bawah bunga
PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT

HAMA
a. Ulat Grayak ( Spodoptera litura ) Gejala : berupa lubang-lubang tidak beraturan dan berwarna putih pada luka bekas gigitan. Pengendalian: Pangkas dan bakar sarang telur dan ulat, penggenangan sesaat pada pagi/sore hari , semprot Natural VITURA

b. Ulat Tanah ( Agrotis ypsilon ) Gejala : daun terserang berlubang-lubang terutama daun muda sehingga tangkai daun rebah. Pengendalian: pangkas daun sarang telur/ulat, penggenangan sesaat, semprot PESTONA.

c. Ulat penggerek pucuk ( Heliothis sp. ) Gejala: daun pucuk tanaman terserang berlubang-lubang dan habis. Pengendalian: kumpulkan dan musnah telur / ulat, sanitasi kebun, semprot PESTONA.

d. Nematoda ( Meloydogyne sp. ) Gejala : bagian akar tanaman tampak bisul-bisul bulat, tanaman kerdil, layu, daun berguguran dan akhirnya mati. Pengendalian: sanitasi kebun, pemberian GLIO diawal tanam, PESTONA

e. Kutu - kutuan ( Aphis Sp, Thrips sp, Bemisia sp.) pembawa penyakit yang disebabkan virus. Pengendalian: predator Koksinelid, Natural BVR.

f. Hama lainnya Gangsir (Gryllus mitratus ), jangkrik (Brachytrypes portentosus), orong-orong (Gryllotalpa africana), semut geni (Solenopsis geminata), belalang banci (Engytarus tenuis).

Penyakit

a. Hangus batang ( damping off ) Penyebab : jamur Rhizoctonia solani. Gejala: batang tanaman yang terinfeksi akan mengering dan berwarna coklat sampai hitam seperti terbakar. Pengendalian : cabut tanaman yang terserang dan bakar, pencegahan awal dengan Natural GLIO.

b. Lanas Penyebab : Phytophora parasitica var. nicotinae. Gejala: timbul bercak-bercak pada daun berwarna kelabu yang akan meluas, pada batang, terserang akan lemas dan menggantung lalu layu dan mati. Pengendalian: cabut tanaman yang terserang dan bakar, semprotkan Natural GLIO.

c. Patik daun Penyebab : jamur Cercospora nicotianae. Gejala: di atas daun terdapat bercak bulat putih hingga coklat, bagian daun yang terserang menjadi rapuh dan mudah robek. Pengendalian: desinfeksi bibit, renggangkan jarak tanam, olah tanah intensif, gunakan air bersih, bongkar dan bakar tanaman terserang, semprot Natural GLIO.

d. Bercak coklat Penyebab : jamur Alternaria longipes. Gejala: timbul bercak-bercak coklat, selain tanaman dewasa penyakit ini juga menyerang tanaman di persemaian. Jamur juga menyerang batang dan biji. Pengendalian: mencabut dan membakar tanaman yang terserang.

e. Busuk daun Penyebab : bakteri Sclerotium rolfsii. Gejala: mirip dengan lanas namun daun membusuk, akarnya bila diteliti diselubungi oleh massa cendawan. Pengendalian: cabut dan bakar tanaman terserang, semprot Natural GLIO.

f. Penyakit Virus Penyebab: virus mozaik (Tobacco Virus Mozaic, (TVM), Kerupuk (Krul), Pseudomozaik, Marmer, Mozaik ketimu (Cucumber Mozaic Virus). Gejala: pertumbuhan tanaman menjadi lambat. Pengendalian: menjaga sanitasi kebun, tanaman yang terinfeksi di cabut dan dibakar.

Catatan : Jika pengendalian hama dan penyakit dengan pestisida alami belum mengatasi, dapat digunakan pestisida kimia sesuai anjuran. Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata AERO 810, dosis + 5 ml ( ½ tutup) pertangki

PANEN DAN PASCA PENEN
Pemetikan daun tembakau yang baik adalah jika daun-daunnya telah cukup umur dan telah berwarna hijau kekuning-kuningan.Untuk golongan tembakau cerutu maka pemungutan daun yang baik pada tingkat tepat masak/hampir masak hal tersebut di tandai dengan warna keabu-abuan. Sedangkan untuk golongan sigaret pada tingkat kemasakan tepat masak/masak sekali, apabila pasar menginginkan krosok yang halus maka pemetikan dilakukan tepat masak. Sedangkan bila menginginkan krosok yang kasar pemetikan diperpanjang 5-10 hari dari tingkat kemasakan tepat masak.

Daun dipetik mulai dari daun terbawah ke atas. Waktu yang baik untuk pemetikan adalah pada sore/pagi hari pada saat hari cerah. Pemetikan dapat dilakukan berselang 3-5 hari, dengan jumlah daun satu kali petik antara 2-4 helai tiap tanaman. Untuk setiap tanaman dapat dilakukan pemetikan sebanyak 5 kali.

Sortir daun berdasarkan kualitas warna daun yaitu:

  1. Trash (apkiran): warna daun hitam
  2. Slick (licin/mulus): warna daun kuning muda
  3. Less slick (kurang liciin): warna daun kuning (seperti warna buah jeruk lemon)
  4. More grany side ( sedikit kasar ) : warna daun antara kuning-oranye.

PEMBIBITAN TEH DENGAN SENTUHAN TEKNOLOGI NASA

Kunjungan Leader NASA yang dilakukan  saat bulan puasa lalu ke pembibitan teh milik PTPN VIII Afd Sinumbra,Ciwidey,hasilnya dengan teknologi NASA luar biasa, disamping warnanya lebih hijau, ketinggian yang selama ini cuma 6 - 8 mm menjadi 25mm per 2,5 bulan. 
Pada 18.000 bibit afkir dan tidak layak setelah 1,5 bln bisa ditanam lagi yang artinya mencegah kehilangan biaya Rp 12.600.000
hmmm.......... jumlah yang tidak sedikit............... dengan tambahan biaya Rp.82.500,- menjadi ekonomis dan patut ditiru.
 
 
 
 
Tak ada rotan, akarpun jadi, tak ada pupuk kandang, pupuk NASA pun jadi

Di kebun teh di Ciwidey, milik PTPN VIII, ini, biarlah tanaman yang jadi saksinya, pertumbuhan pucuk teh lebih cepat dan daun besar, produksi naik 15,5% dan hama ulat serta tungau berkurang...

Kuncinya : POC NASA dan HORMONIK

Pingin nyoba ni tehnya, biasanya kadar katein nya naik dan rasanya...hmmm, cocok diminum saat rehat sore hari ni..

 

 

 

 

Teknik Budidaya Tebu

Budidaya Tebu saat ini sudah bukan lagi kegiatan yang hanya dilakukan oleh pihak PTPN. Dengan program Petani Tebu Rakyat, masyarakat petani sudah bisa membudidayakan tanaman tebu dengan pengelolaan sendiri, walaupun masih ada peran PTPN. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa saat ini pemerintah Indonesia sedang menggalakkan budidaya tebu sebagai upaya mengatasi menurunnya produksi gula di Indonesia. Hal ini tidaklah berlebihan mengingat Indonesia dulu pernah mengalami kejayaan sebagai pengekspor gula. Nah, Bisakah masa keemasan Indonesia ini terulang kembali? PT. Natural Nusantara berusaha ikut berperan serta dalam usaha mengembalikan masa kejayaan tersebut dengan membuat panduan teknik budidaya tebu agar mampu meningkatkan produksi tebu baik secara kuantitas, kualitas dan kelestarian.

Teknik Budidaya Tebu Teknologi NASA

Syarat Tumbuh Tanaman Tebu

Tanah yang cocok adalah bersifat kering-kering basah, tidak terlalu masam, pH diatas 6,4. Ketinggian kurang dari 500 mdpl dengan curah hujan kurang dari 2.000 mm per tahun.

Jenis-Jenis Tebu

Jenis tebu yang sering ditanam POY 3016, P.S. 30, P.S. 41, P.S. 38, P.S. 36, P.S. 8, B.Z. 132, B.Z. 62, dll.

Pembukaan Kebun

  • Pembukaan dan penanaman sebaiknya dimulai dari petak yang paling jauh dari jalan utama atau lori pabrik
  • Ukuran got standar ; Got keliling/mujur lebar 60 cm; dalam 70 cm, Got malang/palang lebar 50 cm; dalam 60 cm. Buangan tanah got diletakkan di sebelah kiri got. Apabila got diperdalam lagi setelah tanam, maka tanah buangannya diletakkan di sebelah kanan got supaya masih ada jalan mengontrol tanaman.
  • Juringan/cemplongan (lubang tanam) baru dapat dibuat setelah got – got malang mencapai kedalaman 60 cm dan tanah galian got sudah diratakan. Ukuran standar juringan adalah lebar 50 cm dan dalam 30 cm untuk tanah basah, 25 cm untuk tanah kering. Pembuatan juringan harus dilakukan dua kali, yaitu stek pertama dan stek kedua serta rapi.
  • Jalan kontrol dibuat sepanjang got mujur dengan lebar + 1 m. Setiap 5 bak dibuat jalan kontrol sepanjang got malang dengan lebar + 80 cm. Pada juring nomor 28, guludan diratakan untuk jalan kontrol (jalan tikus)

Turun Tanah (Kebruk)

Kebruk yaitu mengembalikan tanah stek kedua ke dalam juringan untuk membuat kasuran/bantalan/dasar tanah. Tebalnya tergantung keadaan, bila tanahnya masih basah + 10 cm. di musim kemarau terik tebal + 15 – 20 cm.

Persiapan Tanam

  • Lakukan seleksi bibit di luar kebun
  • Bibit stek harus ditanam berhimpitan agar mendapatkan jumlah anakan semaksimal mungkin. Bibit stek + 70.000 per ha.
  • Sebelum ditanam, permukaan potongan direndam dahulu dengan POC NASA dosis 2 tutup + Natural GLIO dosis 5 gr per 10 liter air.
  • Sebelum tanam, juringan harus diari untuk membasahi kasuran, sehingga kasuran hancur dan halus.

Cara Menanam Tebu

  • Bibit Bagal/debbeltop/generasi
    Tanah kasuran harus diratakan dahulu, kemudian tanah digaris dengan alat yang runcing dengan kedalaman + 5-10 cm. Bibit dimasukkan ke dalam bekas garisan dengan mata bibit menghadap ke samping. Selanjutnya bibit ditimbun dengan tanah.
  • Bibit Rayungan (bibit yang telah tumbuh di kebun bibit), jika bermata (tunas) satu: batang bibit terpendam dan tunasnya menghadap ke samping dan sedikit miring, + 45 derajat. Jika bibit rayungan bermata dua; batang bibit terpendam dan tunas menghadap ke samping dengan kedalaman + 1 cm.
  • Sebaiknya, bibit bagal (stek) dan rayungan ditanam secara terpisah di dalam petak-petak tersendiri supaya pertumbuhan tanaman merata.

Waktu Tanam

Berkaitan dengan masaknya tebu dengan rendemen tinggi tepat dengan timing masa giling di pabrik gula. Waktu yang tepat pada bulan Mei, Juni dan Juli.

Penyiraman

Penyiraman tidak boleh berlebihan supaya tidak merusak struktur tanah. Setelah satu hari tidak ada hujan, harus segera dilakukan penyiraman.

Penyulaman

  1. Sulam sisipan, dikerjakan 5 – 7 hari setelah tanam, yaitu untuk tanaman rayungan bermata satu.
  2. Sulaman ke – 1, dikerjakan pada umur 3 minggu dan berdaun 3 – 4 helai. Bibit dari rayungan bermata dua atau pembibitan.
  3. Penyulaman yang berasal dari ros/pucukan tebu dilakukan ketika tanaman berumur + 1 bulan
  4. Penyulaman ke-2 harus selesai sebelum pembubunan, bersama sama dengan pemberian air ke – 2 atau rabuk ke-2 yaitu umur 1,5 bulan
  5. Penyulaman ekstra bila perlu, yaitu sebelum bumbun ke -2

Pembumbunan Tanah

  • Pembumbunan ke-1 dilakukan pada umur 3-4 minggu, yaitu berdaun 3 – 4 helai.
  • Pembumbunan dilakukan dengan cara membersihkan rumput-rumputan, membalik guludan dan menghancurkan tanah (jugar) lalu tambahkan tanah ke tanaman sehingga tertimbun tanah.
  • Pembumbunan ke – 2 dilakukan jika anakan tebu sudah lengkap dan cukup besar + 20 cm, sehingga tidak dikuatirkan rusak atau patah sewaktu ditimbun tanah atau + 2 bulan.
  • Pembumbunan ke-3 atau bacar dilakukan pada umur 3 bulan, semua got harus diperdalam ; got mujur sedalam 70 cm dan got malang 60 cm.

Garpu Muka Gulud

Penggarpuan harus dikerjakan sampai ke pinggir got, sehingga air dapat mengalir. Biasanya dikerjakan pada bulan Oktober/November ketika tebu mengalami kekeringan.
Klentek

Yaitu melepaskan daun kering, harus dilakukan 3 kali, yaitu sebelum gulud akhir, umur 7 bulan dan 4 minggu sebelum tebang.

Tebu Roboh

Batang tebu yang roboh atau miring perlu diikat, baik silang dua maupun silang empat. Ros – ros tebu, yang terdiri dari satu deretan tanaman, disatukan dengan rumpun – rumpun dari deretan tanaman di sisinya, sehingga berbentuk menyilang.

Pemupukan

  1. Sebelum tanam diberi TSP 1 kuintal/ha
  2. Siramkan pupuk SUPER NASA yang telah dicampur air secara merata di atas juringan dosis ± 1-2 botol/1000 m² dengan cara :
    Alternatif 1 : 1 botol SUPERNASA diencerkan dalam 3 liter air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 50 lt air diberi 200 cc larutan induk tadi untuk menyiram juringan.
    Alternatif 2 : setiap 1 gembor vol 10 lt diberi 1 peres sendok makan SUPERNASA untuk menyiram 5 – 10 meter juringan.
  3. Saat umur 25 hari setelah tanam berikan pupuk ZA sebanyak 0,5-1 kw/ha. Pemupukan ditaburkan di samping kanan rumpun tebu
  4. Umur 1,5 bulan setelah tanam berikan pupuk ZA sebanyak 0,5 – 1 kw/ha dan KCl sebanyak 1-2 kw/ha. Pemupukan ditaburkan di sebelah kiri rumpun tebu.
  5. Untuk mendapatkan rendemen dan produksi tebu tinggi, semprot POC NASA dosis 4-6 tutup dicampur HORMONIK 1-2 tutup per-tangki pada umur 1 dan 3 bulan

Hama dan Penyakit Tanaman Tebu

  • Hama Penggerek Pucuk dan batang
    Biasanya menyerang mulai umur 3 – 5 bulan. Kendalikan dengan musuh alami Tricogramma sp dan lalat Jatiroto, semprot PESTONA / Natural BVR
  • Hama Tikus
    Kendalikan dengan gropyokan, musuh alami yaitu : ular, anjing atau burung hantu
  • Penyakit Fusarium Pokkahbung
    Penyebab jamur Gibbrella moniliformis. Tandanya daun klorosis, pelepah daun tidak sempurna dan pertumbuhan terhambat, ruas-ruas bengkok dan sedikit gepeng serta terjadi pembusukan dari daun ke batang. Penyemprotan dengan 2 sendok makan Natural GLIO + 2 sendok makan gula pasir dalam tangki semprot 14 atau 17 liter pada daun-daun muda setiap minggu, pengembusan tepung kapur tembaga ( 1 : 4 : 5 )
  • Penyakit Dongkelan
    Penyebab jamur Marasnius sacchari, yang bias mempengaruhi berat dan rendemen tebu. Gejala, tanaman tua sakit tiba-tiba, daun mengering dari luar ke dalam. Pengendalian dengan cara penjemuran dan pengeringan tanah, harus dijaga, sebarkan Natural GLIO sejak awal.
  • Penyakit Nanas
    Disebabkan jamur Ceratocytis paradoxa. Menyerang bibit yang telah dipotong. Pada tapak (potongan) pangkas, terdapat warna merah yang bercampur dengan warna hitam dan menyebarkan bau seperti nanas. Bibit tebu direndam dengan POC NASA dan Natural GLIO.
  • Penyakit Blendok
    Disebabkan oleh Bakteri Xanthomonas albilincans Mula-mula muncul pada umur 1,5-2 bulan setelah tanam. Daun-daun klorotis akan mengering, biasanya pada pucuk daun dan umumnya daun-daun akan melipat sepanjang garis-garis tadi. Jika daun terserang hebat, seluruh daun bergaris-garis hijau dan putih. Rendam bibit dengan air panas dan POC NASA selama 50 menit kemudian dijemur sinar matahari. Gunakan Natural GLIO sejak awal sebelum tanam untuk melokalisir serangan.

Rendeman Tebu

  • Proses kemasakan tebu merupakan proses yang berjalan dari ruas ke ruas yang tingkat kemasakannya tergantung pada ruas yang yang bersangkutan. Tebu yang sudah mencapai umur masak, keadaan kadar gula di sepanjang batang seragam, kecuali beberapa ruas di bagian pucuk dan pangkal batang.
  • Usahakan agar tebu ditebang saat rendemen pada posisi optimal yaitu sekitar bulan Agustus atau tergantung jenis tebu. Tebu yang berumur 10 bulan akan mengandung saccharose 10 %, sedang yang berumur 12 bulan bisa mencapai 13 %.

Tebu Keprasan

  • Yaitu menumbuhkan kembali bekas tebu yang telah ditebang, baik bekas tebu giling atau tebu bibitan (KBD).
  • Kebun yang akan dikepras harus dibersihkan dari kotoran bekas tebangan yang lalu. Sebelum mengepras , sebaiknya tanah yang terlalu kering di airi dulu. Kepras petak – petak tebu secara berurutan. Setelah dikepras siramkan SUPER NASA (dosis sama seperti di atas). Lima hari atau seminggu setelah dikepras, tanaman diairi dan dilakukan penggarapan (jugaran) sebagai bumbun ke-1 dan pembersihan rumput – rumput.
  • Lakukan penyemprotan POC NASA dan HORMONIK pada umur 1,2 dan 3 bulan dengan dosis seperti di atas.Pemeliharaan selanjutnya sama dengan tanam tebu pertama.

 

Teknik Budidaya Tanaman Coklat

PENDAHULUAN
Tanaman Kakao merupakan tanaman perkebunaan berprospek menjanjikan. Tetapi jika faktor tanah yang semakin keras dan miskin unsur hara terutama unsur hara mikro dan hormon alami, faktor iklim dan cuaca, faktor hama dan penyakit tanaman, serta faktor pemeliharaan lainnya tidak diperhatikan maka tingkat produksi dan kualitas akan rendah.

PT. Natural Nusantara berusaha membantu petani kakao agar mampu meningkatkan produktivitasnya agar dapat bersaing di era globalisasi dengan program peningkatan produksi secara kuantitas dan kualitas, berdasarkan konsep kelestarian lingkungan (Aspek K-3).

A. PERSIAPAN LAHAN

  • Bersihkan alang-alang dan gulma lainnya.
  • Gunakan tanaman penutup tanah (cover crop) terutama jenis polong-polongan seperti Peuraria javanica, Centrosema pubescens, Calopogonium mucunoides & C. caeraleum untuk mencegah pertumbuhan gulma terutama jenis rumputan.
  • Gunakan juga tanaman pelindung seperti Lamtoro, Gleresidae dan Albazia, tanaman ini ditanam setahun sebelum penanaman kakao dan pada tahun ketiga jumlah dikurangi hingga tinggal 1 pohon pelindung untuk 3 pohon kakao (1 : 3).


B. PEMBIBITAN

  • Biji kakao untuk benih diambil dari buah bagian tengah yang masak dan sehat dari tanaman yang telah cukup umur.
  • Sebelum dikecambahkan benih harus dibersihkan lebih dulu daging buahnya dengan abu gosok.
  • Karena biji kakao tidak punya masa istirahat (dormancy), maka harus segera dikecambahkan.
  • Pengecambahan dengan karung goni dalam ruangan, dilakukan penyiraman 3 kali sehari.
  • Siapkan polibag ukuran 30 x 20 cm (tebal 0,8 cm) dan tempat pembibitan.
  • Campurkan tanah dengan pupuk kandang (1 : 1), masukkan dalam polibag.
  • Sebelum kecambah dimasukkan tambahkan 1 gram pupuk TSP / SP-36 ke dalam tiap-tiap polibag.
  • Benih dapat digunakan untuk bibit jika 2-3 hari berkecambah lebih 50%.
  • Jarak antar polibag 20 x 20 cm lebar barisan 100 cm.
  • Tinggi naungan buatan disesuaikan dengan kebutuhan sehingga sinar masuk tidak terlalu banyak.
  • Penyiraman bibit dilakukan 1-2 kali sehari.
  • Penyiangan gulma melihat keadaan areal pembibitan.
  • Pemupukan dengan N P K ( 2 : 1 : 2 ) dosis sesuai dengan umur bibit, umur 1 bulan : 1 gr/bibit, 2 bulan ; 2 gr/bibit, 3 bulan : 3 gr/bibit, 4 bulan : 4 gr/bibit. Pemupukan dengan cara ditugal.
  • Siramkan POC NASA dengan dosis 0,5 – 1 tutup/pohon diencerkan dengan air secukupnya atau semprotkan dengan dosis 4 tutup/tangki setiap 2-4 minggu sekali.
  • Penjarangan atap naungan mulai umur 3 bulan dihilangkan 50% sampai umur 4 bulan.
  • Amati hama & penyakit pada pembibitan, antara lain ; rayap, kepik daun, ulat jengkal, ulat punggung putih, dan ulat api. Jika terserang hama tersebut semprot dengan PESTONA dosis 6-8 tutup/tangki atau Natural BVR dosis 30 gr/tangki. Jika ada serangan penyakit jamur Phytopthora dan Cortisium sebarkan Natural GLIO yang sudah dicampur pupuk kandang selama + 1 minggu pada masing-masing pohon.

"panduan-cara-budidaya-tanaman-buah-kakao-coklat-natural-nusantara-distributor-resmi-pupuk-organik-nasa-pocnasa-hormonik-supernasa-pentana-pestona-power-nutrition-bvr-glio-metilat-plus-npk-urea-greenstar"

C. PENANAMAN
a. Pengajiran

  • Ajir dibuat dari bambu tinggi 80 – 100 cm
  • Pasang ajir induk sebagai patokan dalam pengajiran selanjutnya
  • Untuk meluruskan ajir gunakan tali sehingga diperoleh jarak tanam yang sama

b. Lubang Tanam

  • Ukuran lubang tanam 60 x 60 x 60 cm pada akhir musim hujan
  • Berikan pupuk kandang yang dicampur dengan tanah (1:1) ditambah pupuk TSP 1-5 gram per lubang

c. Tanam Bibit

  • Pada saat bibit kakao ditanam pohon naungan harus sudah tumbuh baik dan naungan sementara sudah berumur 1 tahun
  • Penanaman kakao dengan system tumpang sari tidak perlu naungan, misalnya tumpang sari dengan pohon kelapa
  • Bibit dipindahkan ke lapangan sesuai dengan jenisnya, untuk kakao Mulia ditanam setelah bibit umur 6 bulan, Kakao Lindak umur 4-5 bulan
  • Penanaman saat hujan sudah cukup dan persiapan naungan harus sempurna. Saat pemindahan sebaiknya bibit kakao tidak tengah membentuk daun muda (flush)

D. PEMELIHARAAN TANAMAN

  1. Penyiraman dilakukan 2 kali sehari (pagi dan sore) sebanyak 2-5 liter/pohon
  2. Dibuat lubang pupuk disekitar tanaman dengan cara dikoak. Pupuk dimasukkan dalam lubang pupuk kemudian ditutup kembali. Dosis pupuk lihat dalam tabel di samping ini :

Tabel Pemupukan Tanaman Coklat

UMUR
(bulan)
Dosis pupuk Makro (per ha)
Urea
(kg)
TSP
(kg)
MOP/ KCl (kg)
Kieserite (MgSO4)
(kg)
2 15 15 8 8
6 15 15 8 8
10 25 25 12 12
14 30 30 15 15
18 30 30 45 15
22 30 30 45 15
28 160 250 250 60
32 160 200 250 60
36 140 250 250 80
42 140 200 250 80
Dst Dilakukan analisa tanah
  Dosis POC NASA mulai awal tanam :
0 – 24 2-3 tutup/ diencerkan secukupnya dan siramkan sekitar pangkal batang
setiap 4 – 5 bulan sekali
> 24 3-4 tutup/diencerkan secukupnya dan siramkan sekitar pangkal batang
setiap 3 – 4 bulan sekali (sesekali bisa juga disemprotkan ke tanaman)
  Dosis POC NASA pada tanaman yang sudah produksi tetapi tidak dari awal memakai POC NASA :
 
  • Tahap 1 : Aplikasikan 3 – 4 kali berturut-turut dengan interval 1-2 bln, Dosis 3-4 tutup/ pohon
  • Tahap 2 : Aplikasikan setiap 3-4 bulan sekali, Dosis 3-4 tutup/ pohon

Catatan: Akan lebih baik pemberian diselingi/ditambah SUPERNASA 1 – 2 kali/tahun dengan dosis 1 botol untuk + 200 tanaman. 1 botol SUPERNASA diencerkan dalam 2 liter (2000 ml) air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 1 liter air diberi 10 ml larutan induk tadi untuk penyiraman setiap pohon.Tambahan:
Untuk tanaman yang sudah produksi atau berbuah gunakan POWER NUTRITION untuk meningkatkan pembuahan. pupuk organik POWER NUTRITION adalah pupuk yang diformulasikan secara khusus untuk merangsang pertumbuhan bunga dan meningkatkan pembuahan agar lebih optimal, baik secara kualitas maupun kuantitasnya. POWER NUTRITION dibuat dari berbagai bahan organik alami yang diproses secara khusus dengan kandungan unsur hara esensial yang sangat dibutuhkan oleh tanaman untuk meningkatkan produksi buah.

Cara pemakaian adalah : 3 sendok makan POWER NUTRITION dilarutkan ke dalam air sekitar 5 lt sampai dengan 10 lt di campurkan 1/2 tutup AERO 810 untuk membantu peresapan nutrisi pada akar. Selanjutnya siramkan di sekeliling perakaran tanaman. Lakukan pemupukan ini setiap 3 bulan sekali untuk hasil optimal.

"panduan-cara-budidaya-tanaman-buah-kakao-natural-nusantara-distributor-resmi-pupuk-organik-nasa-pocnasa-hormonik-supernasa-pentana-pestona-power-nutrition-bvr-glio-metilat-plus-npk-urea-greenstar"

E. PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT
a. Ulat Kilan ( Hyposidea infixaria; Famili : Geometridae ), menyerang pada umur 2-4 bulan. Serangan berat mengakibatkan daun muda tinggal urat daunnya saja. Pengendalian dengan PESTONA dosis 5 – 10 cc / liter.

b. Ulat Jaran / Kuda ( Dasychira inclusa, Familia : Limanthriidae ), ada bulu-bulu gatal pada bagian dorsalnya menyerupai bentuk bulu (rambut) pada leher kuda, terdapat pada marke 4 dan 5 berwarna putih atau hitam, sedang ulatnya coklat atau coklat kehitam-hitaman. Pengendalian dengan musuh alami predator Apanteles mendosa dan Carcelia spp, semprot PESTONA.

c. Parasa lepida dan Ploneta diducta (Ulat Srengenge), serangan dilakukan silih berganti karena kedua species ini agak berbeda siklus hidup maupun cara meletakkan kokonnya, sehingga masa berkembangnya akan saling bergantian. Serangan tertinggi pada daun muda, kuncup yang merupakan pusat kehidupan dan bunga yang masih muda. Siklus hidup Ploneta diducta 1 bulan, Parasa lepida lebih panjang dari pada Ploneta diducta. Pengendalian dengan PESTONA.

d. Kutu – kutuan ( Pseudococcus lilacinus ), kutu berwarna putih. Simbiosis dengan semut hitam. Gejala serangan : infeksi pada pangkal buah di tempat yang terlindung, selanjutnya perusakan ke bagian buah yang masih kecil, buah terhambat dan akhirnya mengering lalu mati. Pengendalian : tanaman terserang dipangkas lalu dibakar, dengan musuh alami predator; Scymus sp, Semut hitam, parasit Coccophagus pseudococci Natural BVR 30 gr/ 10 liter air atau PESTONA.

e. Helopeltis antonii, menusukkan ovipositor untuk meletakkan telurnya ke dalam buah yang masih muda, jika tidak ada buah muda hama menyerang tunas dan pucuk daun muda. Serangga dewasa berwarna hitam, sedang dadanya merah, bagian menyerupai tanduk tampak lurus. Ciri serangan, kulit buah ada bercak-bercak hitam dan kering, pertumbuhan buah terhambat, buah kaku dan sangat keras serta jelek bentuknya dan buah kecil kering lalu mati. Pengendalian dilakukan dengan PESTONA dosis 5-10 cc / lt (pada buah terserang), hari pertama semprot stadia imago, hari ke-7 dilakukan ulangan pada telurnya dan pada hari ke-17 dilakukan terhadap nimfa yang masih hidup, sehingga pengendalian benar-benar efektif, sanitasi lahan, pembuangan buah terserang.

f. Cacao Mot ( Ngengat Buah ), Acrocercops cranerella (Famili ; Lithocolletidae). Buah muda terserang hebat, warna kuning pucat, biji dalam buah tidak dapat mengembang dan lengket. Pengendalian : sanitasi lingkungan kebun, menyelubungi buah coklat dengan kantong plastik yang bagian bawahnya tetap terbuka (kondomisasi), pelepasan musuh alami semut hitam dan jamur antagonis Beauveria bassiana ( BVR) dengan cara disemprotkan, semprot dengan PESTONA.

g. Penyakit Busuk Buah (Phytopthora palmivora), gejala serangan dari ujung buah atau pangkal buah nampak kecoklatan pada buah yang telah besar dan buah kecil akan langsung mati. Pengendalian : membuang buah terserang dan dibakar, pemangkasan teratur, semprot dengan Natural GLIO.

h. Jamur Upas ( Upasia salmonicolor ), menyerang batang dan cabang. Pengendalian : kerok dan olesi batang atau cabang terserang dengan Natural GLIO + HORMONIK, pemangkasan teratur, serangan berlanjut dipotong lalu dibakar.

Catatan : Jika pengendalian hama penyakit dengan menggunakan pestisida alami belum mengatasi dapat dipergunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata AERO 810, dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki.

F. PEMANGKASAN

  • Pemangkasan ditujukan pada pembentukan cabang yang seimbang dan pertumbuhan vegetatif yang baik. Pohon pelindung juga dilakukan pemangkasan agar percabangan dan daunnya tumbuh tinggi dan baik. Pemangkasan ada beberapa macam yaitu :
  • Pangkas Bentuk, dilakukan umur 1 tahun setelah muncul cabang primer (jorquet) atau sampai umur 2 tahun dengan meninggalkan 3 cabang primer yang baik dan letaknya simetris.
  • Pangkas Pemeliharaan, bertujuan mengurangi pertumbuhan vegetatif yang berlebihan dengan cara menghilangkan tunas air (wiwilan) pada batang pokok atau cabangnya.
  • Pangkas Produksi, bertujuan agar sinar dapat masuk tetapi tidak secara langsung sehingga bunga dapat terbentuk. Pangkas ini tergantung keadaan dan musim, sehingga ada pangkas berat pada musim hujan dan pangkas ringan pada musim kemarau.
  • Pangkas Restorasi, memotong bagian tanaman yang rusak dan memelihara tunas air atau dapat dilakukan dengan side budding.

G. PANEN
Saat petik persiapkan rorak-rorak dan koordinasi pemetikan. Pemetikan dilakukan terhadap buah yang masak tetapi jangan terlalu masak. Potong tangkai buah dengan menyisakan 1/3 bagian tangkai buah. Pemetikan sampai pangkal buah akan merusak bantalan bunga sehingga pembentukan bunga terganggu dan jika hal ini dilakukan terus menerus, maka produksi buah akan menurun. Buah yang dipetik umur 5,5 – 6 bulan dari berbunga, warna kuning atau merah. Buah yang telah dipetik dimasukkan dalam karung dan dikumpulkan dekat rorak. Pemetikan dilakukan pada pagi hari dan pemecahan siang hari. Pemecahan buah dengan memukulkan pada batu hingga pecah. Kemudian biji dikeluarkan dan dimasukkan dalam karung, sedang kulit dimasukkan dalam rorak yang tersedia.

H. PENGELOLAAN HASIL
Fermentasi, tahap awal pengolahan biji kakao. Bertujuan mempermudah menghilangkan pulp, menghilangkan daya tumbuh biji, merubah warna biji dan mendapatkan aroma dan cita rasa yang enak.
Pengeringan, biji kakao yang telah difermentasi dikeringkan agar tidak terserang jamur dengan sinar matahari langsung (7-9 hari) atau dengan kompor pemanas suhu 60-700C (60-100 jam). Kadar air yang baik kurang dari 6 %.

Sortasi, untuk mendapatkan ukuran tertentu dari biji kakao sesuai permintaan. Syarat mutu biji kakao adalah tidak terfermentasi maksimal 3 %, kadar air maksimal 7%, serangan hama penyakit maksimal 3 % dan bebas kotoran.

Saat ini PT. Natural Nusantara telah mengeluarkan 2 produk unggulan baru sebagai penyempurnaan produk sebelumnya, yaitu Pupuk Organik Serbuk Greenstar dan Supernasa Granule Modern.
 
Pupuk Organik Serbuk Greenstar dikemas dengan sangat praktis dan ekonomis. Serta dalam produk Greenstar tersebut sudah terkandung unsur yang ada pada produk POC NASA dan HORMONIK. Dan pupuk organik Supernasa Granule Modernjuga dikemas dalam bentuk granule yang mantap sehingga lebih praktis dalam aplikasinya serta harganya lebih ekonomis.

Paket Pupuk Tanaman Kakao

Rincian Harga 1 paket:

pupuk buah POWER NUTRITION 250 gram rp55.000 x 3 botol       = rp165.000
pupuk penyubur tanah SUPERNASA 250 gram rp42.500 x 3 botol = rp127.500
                                                                                           jumlah 1 paket = rp292.500
 
Cukup untuk pemupukan 125 tanaman.
Belum termasuk biaya kirim.
 
Harga lebih murah jika order 4 paket = Rp1.000.000 (POWER NUTRITION 250 gram = 12 botol dan SUPERNASA 250 gram = 12 botol)
 
 
 
Saran pemupukan:
AIR 200 Liter (1 drum) + 2 botol POWER NUTRITION 250 gram + 2 botol SUPERNASA 250 gram + NPK 1 Kg.
kocorkan di sekeliling piringan lingkar batang, 2 Liter per tanaman. Interval 2 bulan sekali.
 
Lebih jelas, silakan download menggunakan klik kanan dan save pada mouse: Teknis budidaya Kakao berikut ini,
 

Hama dan Penyakit Tanaman Strawberry

Strawberry merupakan tanaman buah berupa herba yang ditemukan pertama kali di Chili ( Amerika ). Salah satu spesies tanaman strawberry yaitu Fragaria chiloensis L menyebar ke berbagai negara Amerika, Eropa dan Asia. Selanjutnya spesies lain, yaitu F. vesca L. lebih menyebar luas dibandingkan spesies lainnya. Jenis strawberry ini pula yang pertama kali masuk ke Indonesia. Tanaman strawberry yang sangat bagus tumbuh di ketinggian 1000 – 1500 dpl, dan dengan curah hujan 600 – 700 mm/ tahun tersebut masih banyak para petani strawberry yang tidak mengetahui cara teknik penanggulangan hama dan penyakit tanaman strawberry mereka.berikut Hama dan penyakit pada tanaman strawberry dan cara penanggulangannya menggunakan Pupuk Organik Nasa dan Pestisida organik Nasa yang sudah terbukti mampu meningkatkan produksi tanaman strawberry mereka.Aadapun hama dan penyakitnya sbb : HAMA Setiap jenis tanaman berkaitan dengan ekosistem mengalami gangguan diantaranya berupa serangan Hama, dan antara satu jenis tanaman dengan tanaman lainnya memiliki kekhususan dalam pengertian hama yang menyerang satu jenis tanaman belum tetntu menyerag jenis tanaman lain demikian pula cara penangannya. Berikut jenis hama yang umumnya menyerang tanaman stroberi berikut gejala serta cara penangannnya : Kutu daun (Chaetosiphon fragaefolii) Kutu berwarna kuning-kuning kemerahan, kecil (1-2 mm), hidup bergerombol di permukaan bawah daun. Gejala : pucuk/daun keriput, keriting, pembentukan bunga/buah terhambat. Pengendalian : Pemakaian pupuk organik nasa yang berupa super nasa + pupuk kimia yang biasa di pakai ( di kurangi 30 % ) dari awal tanam. Pemakaian pupuk organik nasa yang berupa natural glio yang sudah di campurkan pupuk kandang. Caranya 1 kotak Natural Glio di campurkan dengan 50 Kg pupuk kandang trus di peram ( fermentasi ) selama 2 minggu. Setelah di peram selam 2 minggu lalu masukkan ke dalam lubang tanam sebanyak 50 gr / lubang. Penyemprotan pestisida organik nasa ( pestona + Aero-810 ) dengan dosis ( 5 + 1/4 )tutup / tangki semprot.Lakukan penyemprotan di sore hari dengan interval 10 hari sekali. Tungau (Tetranychus sp. dan Tarsonemus sp.) Tungau berukuran sangat kecil, betina berbentuk oval, jantan berbentuk agak segi tiga dan telur kemerah-merahan. Gejala : daun berbercak kuning sampai coklat, keriting, mengering dan gugur. Pengendalian : Penyemprotan pestisida organik nasa ( pestona + Aero-810 ) dosis ( 5 + 1/4) tutup / tangki semprot.Lakukan penyemprotan di sore hari dengan interval 10 hari sekali. Kumbang penggerek bunga (Anthonomus rubi), kumbang penggerek akar (Otiorhynchus rugosostriatus) dan kumbang penggerek batang (O. sulcatus). Gejala : di bagian tanaman yang digerek terdapat tepung. Pengendalian : Penyemprotan pestisida organik nasa ( pestona + Aero-810 ) dosis ( 5 + 1/4 ) tutup / tangki semprot.Lakukan penyemprotan di sore hari dengan interval 10 hari sekali. Kutu putih (Pseudococcus sp.) Gejala : bagian tanaman yang tertutupi kutu putih akan menjadi abnormal. Pengendalian : Penyemprotan pestisida organik nasa ( natural BVR + Aero-810 ) dengan dosis 3 endok makan + 1/4 tutup / tangki semprot.Lakukan penyemprotan di sore hari dengan interval 10 hari sekali. Nematoda (Aphelenchoides fragariae atau A. ritzemabosi) Hidup di pangkal batang bahkan sampai pucuk tanaman. Gejala : tanaman tumbuh kerdil, tangkai daun kurus dan kurang berbulu. Pengendalian : Pemakaian pupuk organik nasa yang berupa super nasa + pupuk kimia yang biasa di pakai ( di kurangi 30 % ) dari awal tanam. Penyemprotan pestisida organik nasa ( pestona + Aero-810 ) dengan dosis ( 5 + 1/4 )tutup / tangki semprot.Lakukan penyemprotan di sore hari dengan interval 10 hari sekali. PENYAKIT Tidak berbeda jauh dengan serangan hama, jenis penyakit yang dialami oleh satu tanaman berbeda dengan jenis tanaman lain, oleh karena itu sebagai tambahan informasi berikut ulasan jenis penyakit yang umumnya menyerang pada budidaya tanaman stroberi : Kapang kelabu (Botrytis cinerea) Gejala : bagian buah membusuk dan berwarna coklat lalu mengering. Pengendalian : Pemakaian pupuk organik nasa yang berupa natural glio yang sudah di campurkan pupuk kandang. Caranya 1 kotak Natural Glio di campurkan dengan 50 Kg pupuk kandang trus di peram ( fermentasi ) selama 2 minggu. Setelah di peram selam 2 minggu lalu masukkan ke dalam lubang tanam sebanyak 50 gr / lubang. Penyemprotan pestisida organik nasa ( pestona + Aero-810 ) dengan dosis ( 5 + 1/4 )tutup / tangki semprot.Lakukan penyemprotan di sore hari dengan interval 10 hari sekali. Busuk buah matang (Colletotrichum fragariae Brooks) Gejala : buah masak menjadi kebasah-basahan berwarna coklat muda dan buah dipenuhi massa spora berwarna merah jambu. Pengendalian : Pemakaian pupuk organik nasa yang berupa super nasa + pupuk kimia yang biasa di pakai ( di kurangi 30 % ) dari awal tanam. Pemakaian pupuk organik nasa yang berupa natural glio yang sudah di campurkan pupuk kandang. Caranya 1 kotak Natural Glio di campurkan dengan 50 Kg pupuk kandang trus di peram ( fermentasi ) selama 2 minggu. Setelah di peram selam 2 minggu lalu masukkan ke dalam lubang tanam sebanyak 50 gr / lubang. Penyemprotan pestisida organik nasa ( pestona + Aero-810 ) dengan dosis ( 5 + 1/4 )tutup / tangki semprot.Lakukan penyemprotan di sore hari dengan interval 10 hari sekali. Busuk rizopus (Rhizopus stolonifer). Gejala : buah busuk, berair, berwarna coklat muda dan bila ditekan akan mengeluarkan cairan keruh. di tempat penyimpanan, buah yang terinfeksi akan tertutup miselium jamur berwarna putih dan spora hitam. Pengendalian : membuang buah yang sakit, pasca panen yang baik dan budidaya dengan mulsa plastik. Pemakaian pupuk organik nasa yang berupa super nasa + pupuk kimia yang biasa di pakai ( di kurangi 30 % ) dari awal tanam. Pemakaian pupuk organik nasa yang berupa natural glio yang sudah di campurkan pupuk kandang. Caranya 1 kotak Natural Glio di campurkan dengan 50 Kg pupuk kandang trus di peram ( fermentasi ) selama 2 minggu. Setelah di peram selam 2 minggu lalu masukkan ke dalam lubang tanam sebanyak 50 gr / lubang. Penyemprotan pestisida organik nasa ( pestona + Aero-810 ) dengan dosis ( 5 + 1/4 )tutup / tangki semprot.Lakukan penyemprotan di sore hari dengan interval 10 hari sekali. Empulur merah (Phytophthora fragariae Hickman) Gejala : jamur menyerang akar sehingga tanaman tumbuh kerdil, daun tidak segar, kadang-kadang layu terutama siang hari. Pengendaliannya : Pemakaian pupuk organik nasa yang berupa super nasa + pupuk kimia yang biasa di pakai ( di kurangi 30 % ) dari awal tanam. Pemakaian pupuk organik nasa yang berupa natural glio yang sudah di campurkan pupuk kandang. Caranya 1 kotak Natural Glio di campurkan dengan 50 Kg pupuk kandang trus di peram ( fermentasi ) selama 2 minggu. Setelah di peram selam 2 minggu lalu masukkan ke dalam lubang tanam sebanyak 50 gr / lubang. Penyemprotan pestisida organik nasa ( pestona + Aero-810 ) dengan dosis ( 5 + 1/4 )tutup / tangki semprot.Lakukan penyemprotan di sore hari dengan interval 10 hari sekali. Embun tepung (Sphaetotheca mascularis atau Uncinula necator). Gejala : bagian yang terserang, terutama daun, tertutup lapisan putih tipis seperti tepung, bunga akan mengering dan gugur. Pengendalian : Pemakaian pupuk organik nasa yang berupa super nasa + pupuk kimia yang biasa di pakai ( di kurangi 30 % ) dari awal tanam. Pemakaian pupuk organik nasa yang berupa natural glio yang sudah di campurkan pupuk kandang. Caranya 1 kotak Natural Glio di campurkan dengan 50 Kg pupuk kandang trus di peram ( fermentasi ) selama 2 minggu. Setelah di peram selam 2 minggu lalu masukkan ke dalam lubang tanam sebanyak 50 gr / lubang. Penyemprotan pestisida organik nasa ( pestona + Aero-810 ) dengan dosis ( 5 + 1/4 )tutup / tangki semprot.Lakukan penyemprotan di sore hari dengan interval 10 hari sekali. Daun gosong (Diplocarpon earliana atau Marssonina fragariae) Gejala : Daun berbercak bulat telur sampai bersudut tidak teratur, berwarna ungu tua. Pengendalian : Pemakaian pupuk organik nasa yang berupa super nasa + pupuk kimia yang biasa di pakai ( di kurangi 30 % ) dari awal tanam. Pemakaian pupuk organik nasa yang berupa natural glio yang sudah di campurkan pupuk kandang. Caranya 1 kotak Natural Glio di campurkan dengan 50 Kg pupuk kandang trus di peram ( fermentasi ) selama 2 minggu. Setelah di peram selam 2 minggu lalu masukkan ke dalam lubang tanam sebanyak 50 gr / lubang. Penyemprotan pestisida organik nasa ( pestona + Aero-810 ) dengan dosis ( 5 + 1/4 )tutup / tangki semprot.Lakukan penyemprotan di sore hari dengan interval 10 hari sekali. Bercak daun Penyebab: Ramularia tulasnii atau Mycosphaerella fragariae, Gejala : bercak kecil ungu tua pada daun. Pusat bercak berwarna coklat yang akan berubah menjadi putih Pestalotiopsis disseminata, Gejala : bercak bulat pada daun. Pusat bercak berwarna coklat fua dikelilingi bagian tepi berwarna coklat kemerahan atau kekuningan, daun mudah gugur Rhizoctonia solani, Gejala : bercak coklat-hitam besar pada daun. Pengendalian : Pemakaian pupuk organik nasa yang berupa super nasa + pupuk kimia yang biasa di pakai ( di kurangi 30 % ) dari awal tanam. Pemakaian pupuk organik nasa yang berupa natural glio yang sudah di campurkan pupuk kandang. Caranya 1 kotak Natural Glio di campurkan dengan 50 Kg pupuk kandang trus di peram ( fermentasi ) selama 2 minggu. Setelah di peram selam 2 minggu lalu masukkan ke dalam lubang tanam sebanyak 50 gr / lubang. Penyemprotan pestisida organik nasa ( pestona + Aero-810 ) dengan dosis ( 5 + 1/4 )tutup / tangki semprot.Lakukan penyemprotan di sore hari dengan interval 10 hari sekali. Busuk daun (Phomopsis obscurans). Gejala : noda bula berwarna abu-abu dikelilingi warna merah ungu, kemudian noda membentuk luka mirip huruf V. Pengendalian : Pemakaian pupuk organik nasa yang berupa super nasa + pupuk kimia yang biasa di pakai ( di kurangi 30 % ) dari awal tanam. Penyemprotan pestisida organik nasa ( pestona + Aero-810 ) dengan dosis ( 5 + 1/4 )tutup / tangki semprot.Lakukan penyemprotan di sore hari dengan interval 10 hari sekali. Layu vertisillium (Verticillium dahliae) Gejala : daun terinfeksi berwarna kekuning-kuningan hingga coklat, layu dan tanaman mati. Pengendalian : Pemakaian pupuk organik nasa yang berupa super nasa + pupuk kimia yang biasa di pakai ( di kurangi 30 % ) dari awal tanam. Pemakaian pupuk organik nasa yang berupa natural glio yang sudah di campurkan pupuk kandang. Caranya 1 kotak Natural Glio di campurkan dengan 50 Kg pupuk kandang trus di peram ( fermentasi ) selama 2 minggu. Setelah di peram selam 2 minggu lalu masukkan ke dalam lubang tanam sebanyak 50 gr / lubang. Penyemprotan pestisida organik nasa ( pestona + Aero-810 ) dengan dosis ( 5 + 1/4 )tutup / tangki semprot.Lakukan penyemprotan di sore hari dengan interval 10 hari sekali. Virus Ditularkan melalui serangga aphids atau tungau. Gejala : terjadi perubahan warna daun dari hijau menjadi kuning (khlorosis) sepanjang tulang daun atau totol-totol (motle), daun jadi keriput, kaku, tanaman kerdil. Pengendalian : menggunakan bibit bebas virus. menghancurkan tanaman terserang. Pemakaian pupuk organik nasa yang berupa super nasa + pupuk kimia yang biasa di pakai ( di kurangi 30 % ) dari awal tanam. Pemakaian pupuk organik nasa yang berupa natural glio yang sudah di campurkan pupuk kandang. Caranya 1 kotak Natural Glio di campurkan dengan 50 Kg pupuk kandang trus di peram ( fermentasi ) selama 2 minggu. Setelah di peram selam 2 minggu lalu masukkan ke dalam lubang tanam sebanyak 50 gr / lubang. Penyemprotan pestisida organik nasa ( pestona + Aero-810 ) dengan dosis ( 5 + 1/4 )tutup / tangki semprot.Lakukan penyemprotan di sore hari dengan interval 10 hari sekali. Pencegahan hama dan penyakit umumnya dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan kebun/tanaman, menanam secara serempak (untuk memutus siklus hidup), menanam bibit yang sehat, memberikan pupuk sesuai anjuran sehingga tanaman tumbuh sehat, melakukan pergiliran tanaman dengan tanaman bukan keluarga Rosaceae dan memangkas bagian tanaman/mencabut tanaman yang sakit. Membudidayakan stroberi dengan mulsa plastik juga akan menekan pertumbuhan hama/penyakit. Khusus untuk penyakit, perbaikan drainase biasanya dapat menurunkan serangan.

Teknik Budidaya Strawberry

A. PENDAHULUAN

Prospek agribisnis strawberry di Indonesia cukup cerah dilihat dari daya serap pasar dan permintaan dunia dari tahun ke tahun meningkat. Dengan semangat ramah lingkungan PT. Natural Nusantara berperan dalam meningkatkan Kuantitas, Kualitas dan Kelestarian terhadap lingkungan pada budidaya strowberi ini.
B. SYARAT PERTUMBUHAN
Lama penyinaran matahari 8 – 10 jam hari. Curah hujan berkisar 600 700 mm pertahun. Suhu udara optimum antara 17°C – 20°C dan suhu udara minimum antara 4°C – 5°C dengan kelembaban udara 80% – 90%.Ketinggian tempat yang ideal antara 1000-2000 m dpl
 
C. PENGOLAHAN LAHAN
Sebelum lahan dibajak digenangi air lebih dahulu semalam. Keesokan harinya dilakukan pembajakan sedalam sekitar 30 cm, setelah itu tanah dilakukan pengeringan baru dihaluskan.
 
D. PEMBENTUKAN BEDENGAN
Bentuk bedengan dengan ukuran lebar 80-120 cm, tinggi 30 – 40 cm, jarak antar bedengan 60 cm, panjang menyesuaikan keadaan lahan.
 
E. PENGAPURAN
Berikan dolomit sekitar 100-200 kg per 1000 m2 sesuai kondisi lahan.
 
F. PEMUPUKAN DASAR
Taburkan pupuk UREA 20 kg + TSP 25 kg + KCl 10 kg dan Pupuk kandang 2-3 ton dalam 1000 m2. POC NASA disiramkan 30-60 tutup/1000 m2 ditambahkan air secukupnya. Untuk memperoleh hasil yang lebih baik, POC NASA diganti SUPERNASA caranya yaitu 1 botol SUPERNASA diencerkan dalam 3 liter sebagai larutan induk, kemudian ambil 50 liter air dan tambahkan 200 cc larutan induk tadi.Setelah itu siramkan ke bedengan secara merata. 1 botol SUPERNASA bisa untuk 1000-2000 m2
 
G. PEMBERIAN NATURAL GLIO
Untuk mencegah serangan penyakit karena jamur utamanya penyakit layu tebarkan Natural GLIO yang telah dicampur dengan pupuk kandang dan didiamkan selama seminggu. 1 kemasan Natural GLIO dicampur dengan 25-30 kg pupuk kandang untuk luasan sekitar 1000 m2.
 
H. PEMASANGAN MULSA
Pemasangan mulsa plastik pada saat matahari terik agar mulsa dapat memuai sehingga dapat tepat menutup bedengan dengan tepat.
 
I. PEMBUATAN LUBANG TANAM
Diameter lubang ± 10 cm, dengan jarak lubang 30 – 50 cm. Model penanaman dapat berupa dua baris berhadap-hadapan membentuk segi empat.
 
J. CARA PENANAMAN
Pindahkan bibit beserta medianya, sebaiknya bibit dikondisikan selama sebulan sebelum tanam di kebun,dan saat penanaman usahakan perakaran tidak rusak saat membuka polibag.
 
K. PENYULAMAN
Penyulaman paling lambat 15-30 hari setelah tanam, pada sore hari dan segera disiram.
 
L. PENYIANGAN
Penyiangan dilakukan pada gulma/ rumput liar yang menyaingi kehidupan tanaman
 
M. PEMANGKASAN
Dilakukan pada sulur yang kurang produktif, rimbun, serta pada bunga pertama untuk memperoleh buah yang prima.
 
N. PEMUPUKAN SUSULAN
Pupuk diberikan pada umur 1,5 – 2 bulan setelah tanam dengan NPK (16-16-16) sebanyak 5 kg yang dilarutkan dalam 200 liter air, kemudian dikocorkan sebanyak 350-500 cc/ tanaman.
 
O. PENGGUNAAN POC NASA + HORMONIK
Semprotkan (3-4 tutup POC NASA) + (1-2 tutup HORMONIK) per-tangki 14 liter setelah 2 bulan dengan interval 7-10 hari sekali.
 
P. PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT
1. Hama
a. Kutu daun (Chaetosiphon fragaefolii)
Bagian yang diserang : permukaan daun bagian bawah, kuncup bunga, pucuk atau batang muda. Gejala : pucuk atau daun keriput, keriting, kadang-kadang pembentukan daun atau buah terhambat. Pencegahan gunakan PENTANA + AERO 810 atau Natural BVR.
 
b. TUNGAU (Tetranychus sp -Tarsonemus sp)
Bagian yang diserang: daun,tangkai, dan buah. Gejala :daun bercak kuning, coklat, keriting akhirnya daun rontok. Pencegahan PENTANA + AERO 810 atau NATURAL BVR.
 
c. Kumbang penggerek bunga (Anthonomus rubi), kumbang penggerek akar (Othiorhychus rugosostriatus), kumbang penggerek batang (O. Sulcatus)
Gejala serangan : adanya bubuk berupa tepung pada bagian yang digereknya. Pencegahan semprotkan PESTONA atau PENTANA + AERO 810 secara bergantian.
 
2. Penyakit
a. Layu verticillium (Verticillium dahliae)
Bagian yang diserang: mulai dari akar, daun, hingga tanaman. Gejala : daun yang terinfeksi mula-mula berwarna kuning hingga kecoklatan, serangan berat akan mengakibatkan kematian pada tanaman. Pengendalian : perbaikan drainase, sanitasi kebun, gunakan Natural GLIO pada awal tanam.
 
b. Busuk buah matang/Ripe Fruit Rot (Colletotrichum fragariae Brook) Busuk Rhizopus/ Rhizopus spot ( Rhizopus stolonifer )
Bagian yang diserang : buah. Gejala : RFR yang khas hanya pada buah yang masak saja dengan buah busuk disertai massa spora berwarna merah jambu. Pada RS, buah busuk lunak, berair, bila dipijit keluar cairan keruh.
Pengendalian : musnahkan buah yang terinfeksi, perbaiki drainase kebun, pemulsaan, rotasi tanaman, gunakan Natural GLIO pada awal penanaman yang dicampur dengan pupuk kandang yang telah jadi.
 
c. Busuk akar ( Idriella lunata, Pythium ulmatum, Rhizoctonia solani)
Bagian yang diserang : akar tanaman. Gejala : Idriella menyebabkan ujung-ujung akar tanaman berwarna hitam dan busuk, sedangkanPhytium mengakibatkan batang batas akar di permukaan tanah busuk berwarna coklat hingga hitam. Sementara jamur Rhizoctonia mengakibatkan sistem perakaran busuk kebasah-basahan.
Pengendalian : cabut dan musnahkan tanaman yang terserang berat, tambahkan kapur untuk tanah, lakukan rotasi tanaman, perbaikan drainase tanaman, berikan Natural GLIO pada awal penanaman.
 
d. Empulur merah (Phytophtora fragrariae)
Bagian yang diserang : perakaran tanaman. Gejala : tanaman kerdil, daun tudak segar bahkan dapat layu, bila diamati akar dan pangkal batang yang terinfeksi pada empulurnya akan tampak berwarna merah.Penyakit ini mengakibatkan serangan hebat pada kondisi drainase jelek dan masam/pH rendah.
Pengendalian : perbaiki drainase, pengapuran tanah, rotasi tanaman, gunakan bibit yang sehat dan hindari luka mekanis pada pemeliharaan, musnahkan tanaman yang terinfeksi berat, campurkan Natural GLIO pada awal penanaman.
Catatan : Jika pengendalian hama dan penyakit dengan pestisida alami belum mengatasi, sebagai alternative terakhir bisa digunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata Pembasah AERO 810 dosis 0,5 tutup botol per tangki.
 
Q. PANEN
Tanaman stroberi mulai berbunga pada umur 2 bulan setelah tanam. Namun pembuahan atau pembungaan pertama sebaiknya dibuang atau dipangkas karena belum bisa berproduksi secara optimum. Setelah tanaman berumur 4 bulan mulai diarahkan untuk lebih produktif berbunga dan berbuah.Panen dilakukan dengan dipetik atau digunting bagian tangkai buah beserta kelopaknya, dan dilakukan secara periodik dua kali seminggu.
Saat ini PT. Natural Nusantara telah mengeluarkan 2 produk unggulan baru sebagai penyempurnaan produk sebelumnya, yaitu Pupuk Organik Serbuk Greenstar dan Supernasa Granule Modern.
 
Pupuk Organik Serbuk Greenstar dikemas dengan sangat praktis dan ekonomis. Serta dalam produk Greenstar tersebut sudah terkandung unsur yang ada pada produk POC NASA dan HORMONIK. Dan pupuk organik Supernasa Granule Modern juga dikemas dalam bentuk granule yang mantap sehingga lebih praktis dalam aplikasinya serta harganya lebih ekonomis.

Paket Pupuk Singkong

Singkong atau Ketela Pohon mempunyai nilai Ekonomi tinggi selain menjadi Bahan Baku tepung,serta makanan olahan lainya juga dapat di gunakan untuk bahan enerigialternatif.DiLapangan Budidaya Singkong masih mengandalkan cara cara Tradisional sehingga hasil Panen masih rendah.Budidaya Singkong atau Ketela Pohon dengan memakai Tehnologi Organik Nasa terbukti telah meningkatkan Hasil Panen......bisa d liat album kesaksian 😀😆

✔PEMBIBITAN SINGKONG

a. Bibit berupa stek batang

b. Sebagai stek pilih batang bagian bawah sampai
     setengah

c. Setelah stek terpilih kemudian diikat, masing-masing
   ikatan berjumlah antara 25 – 30 batang stek.

d. Semua ikatan stek yang dibutuhkan, kemudian
     diangkut kelokasi penanaman.

✔PENGOLAHAN MEDIA TANAM SINGKONG

Bedengan dibuat pada saat lahan sudah 70% dari tahap penyelesaian. Bedengan atau pelarikan dilakukan untuk memudahkan penanaman, sesuai dengan ukuran yang dikehendaki. Pembentukan bedengan ditujukan untuk memudahkan dalam pemeliharaan tanaman, seperti permbersihan tanaman liar maupun sehatnya pertumbuhan tanaman.

✔PENANAMAN SINGKONG

↔ Penentuan Pola Tanam

↪↪↪Pola tanaman harus memperhatikan musim dan curah hujan. Pada lahan tegalan/kering, waktu tanam yang paling baik adalah awal musim hujan atau setelah penanaman padi. Jarak tanam yang umum digunakan pada pola monokultur ada beberapa alternatif yaitu : 100 x 100 cm, 100 x 60 cm atau 100 x 40 cm. Bila pola tanam dengan sistem tumpang sari bisa dengan jarak tanam 150 x 100 cm atau 200 x 150 cm.

↔ Cara Penanaman

🔸Cara penanaman dilakukan dengan meruncingkan
   ujung bawah stek ketela pohon, kemudian tanamkan
  sedalam 5-10 cm atau kurang lebih sepertiga bagian
   stek tertimbun tanah.

🔸Bila tanahnya keras/berat dan berair/lembab, stek
    ditanam dangkal saja.

🔸💡Sebelum bibit ditanam disarankan agar bibit
    direndam terlebih dahulu dengan pupuk Organik
    Nasa,PocNasa+Hormonik yang telah dicampur dengan
    air selama 3-4 jam. Setelah itu baru dilakukan
    penanaman dilahan hal ini sangat bagus untuk
    pertumbuhan dari bibit.

✔ PEMUPUKAN SINGKONG

💥💥Sistem pemupukan menggunakan teknologi Organik Nasa , dapat mengurangi kebutuhan pupuk kimia/anorganik sampai dengan 50%, adapun cara pemupukannya adalah sebagai berikut :

🔹Berikan pupuk kandang/kompos yg telah d fermentasi dgn GLIO (minim 1 minggu ) disetiap lubang yang akan ditanami bibit kebutuhan untuk 1 hektar sebanyak 5 ton atau 5.000 kg.

🔸7 hari sebelum tanam diberikan 2 kg SuperNasa per hektar dengan campuran setiap 1 Kg Supernasa dicampur/dilarutkan dengan air max 200 liter (jumlah air tidak harus 200 liter boleh kurang asal cukup untuk 1 hektar) bisa d tambahkan GLIO  disiramkan pada lahan secara merata

🔹Setelah 7 hari bibit / stek siap ditanam

🔸5 hari setelah tanam berikan campuran pupuk NPK dengan dosis Urea : 40 kg, TSP/SP36 : 50 kg dan KCL : 40 kg pada lahan 1 hektar, 1 pohon diberikan campuran sebanyak ± 20 gram dengan cara ditugalkan pada jarak 15 cm dari tanaman dengan kedalaman 10cm.

🔸untuk memaksimalkan pertumbuhan tanaman semprotkan hormonik 1 ttp + 5 ttp poc nasa setiap 7_14 hari sekali 

🔹Pemberian Organik superNasa selanjutnya pada saat tanaman singkong berumur 2 bulan :2 liter, umur 4 bulan : 2 liter, umur 6 bulan : 2 liter.

🔹Pemberian pupuk anorganik selanjutnya pada umur tanaman 60-90 hari berupa campuran pupuk NPK dengan dosis Urea : 60 kg, dan KCL : 60 kg.

🔶Asumsi bila 1 hektar lahan ditanam 5.000 pohon berarti 1 pohon diberikan NPK sebanyak ± 20 gram dengan cara ditugalkan pada jarak 15 cm dari tanaman dengan kedalaman 10cm / bisa di buat larutan induk lalu disiramka

✔ PENGAIRAN DAN PENYIRAMAN SINGKONG

🔸Kondisi lahan ketela pohon dari awal tanam sampai umur ± 4-5 bulan hendaknya selalu dalam keadaan lembab, tidak terlalu becek.

🔸 Pada tanah yang kering perlu dilakukan penyiraman dan pengairan dari sumber air yang terdekat.

🔸Pengairan dilakukan pada saat musim kering dengan cara menyiram langsung akan tetapi cara ini dapat merusak tanah.

🔸🌟System yang baik digunakan adalah system genangan sehingga air dapat sampai kedaerah perakaran secara resapan. Pengairan dengan system genangan dapat dilakukan dua minggu sekali dan untuk seterusnya diberikan berdasarkan kebutuhan.

✔ WAKTU PENYEMPROTAN PESTISIDA/INSEKTISIDA

🔶🔲Untuk singkong yang terserang jamur upas, semprot dengan Natural Glio/

😉😇 apabila dr riwayat lahan sekitar sering terserang jamur sebaiknya setiap pemupukan organik d tambhkan glio sebagai anti jamur 😊

Budidaya Singkong diatas semoga bermanfaat,

Majulah Petani Indonesia

Semangat Pagi….

BUDIDAYA SINGKONG NASA

 

 

 BUDIDAYA SINGKONG NASA
Singkong atau Ketela Pohon mempunyai nilai Ekonomi tinggi selain menjadi Bahan Baku tepung,Benang,serta makanan olahan lainya juga dapat di gunakan untuk bahan energi alternatif.Di Lapangan Budidaya Singkong masih mengandalkan cara cara Tradisional sehingga hasil Panen masih rendah.
Budidaya Singkong atau Ketela Pohon dengan memakai Tehnologi Organik Nasa terbukti telah meningkatkan Hasil Panen,Dan sudah banyak yang membuktikanya,tinggal giliran anda :) ( bisa dilihat di vcd Kesaksian ).
1. PEMBIBITAN SINGKONG
a. Bibit berupa stek batang
b. Sebagai stek pilih batang bagian bawah sampai setengah
c. Setelah stek terpilih kemudian diikat, masing-masing ikatan berjumlah antara 25 – 30 batang stek.
d. Semua ikatan stek yang dibutuhkan, kemudian diangkut kelokasi penanaman.

2. PENGOLAHAN MEDIA TANAM SINGKONG
Bedengan dibuat pada saat lahan sudah 70% dari tahap penyelesaian.
Bedengan atau pelarikan dilakukan untuk memudahkan penanaman, sesuai dengan ukuran yang dikehendaki.
Pembentukan bedengan ditujukan untuk memudahkan dalam pemeliharaan tanaman, seperti permbersihan tanaman liar maupun sehatnya pertumbuhan tanaman.

3. PENANAMAN SINGKONG
1. Penentuan Pola Tanam Pola tanaman harus memperhatikan musim dan curah hujan. Pada lahan tegalan/kering, waktu tanam yang paling baik adalah awal musim hujan atau setelah penanaman padi.
Jarak tanam yang umum digunakan pada pola monokultur ada beberapa alternatif yaitu : 100 x 100 cm, 100 x 60 cm atau 100 x 40 cm. Bila pola tanam dengan sistem tumpang sari bisa dengan jarak tanam 150 x 100 cm atau 200 x 150 cm.
2. Cara Penanaman Cara penanaman dilakukan dengan meruncingkan ujung bawah stek ketela pohon, kemudian tanamkan sedalam 5-10 cm atau kurang lebih sepertiga bagian stek tertimbun tanah. Bila tanahnya keras/berat dan berair/lembab, stek ditanam dangkal saja. Sebelum bibit ditanam disarankan agar bibit direndam terlebih dahulu dengan pupuk Poc Nasa+Hormonik yang telah dicampur dengan air selama 3-4 jam. Setelah itu baru dilakukan penanaman dilahan hal ini sangat
bagus untuk pertumbuhan dari bibit.

singkong.2

 
4. PEMUPUKAN SINGKONG
Sistem pemupukan menggunakan teknologi Organik Nasa , dapat mengurangi kebutuhan pupuk kimia/anorganik sampai dengan 50%, adapun cara pemupukannya adalah sebagai berikut :
>> Berikan pupuk kandang/kompos disetiap lubang yang akan ditanami bibit kebutuhan untuk 1 hektar sebanyak 5 ton atau 5.000 kg.

>>3 hari sebelum tanam diberikan 2 kg SuperNasa per hektar dengan campuran setiap 1 Kg Supernasa dicampur/dilarutkan dengan air max 200 liter (jumlah air tidak harus 200 liter boleh kurang asal cukup untuk 1 hektar) disemprotkan pada lahan secara merata disarankan disemprotkan pada pupuk kandang/kompos agar fungsi dari pupuk kandang/kompos lebih maksimal.

>>Setelah 3 hari bibit / stek siap ditanam
>>5 hari setelah tanam berikan campuran pupuk NPK dengan dosis Urea : 40 kg, TSP/SP36 : 50 kg dan KCL : 40 kg pada lahan 1 hektar, 1 pohon diberikan campuran sebanyak ± 20 gram dengan cara ditugalkan pada jarak 15 cm dari tanaman dengan kedalaman 10cm.

>>Pemberian Organik Nasa selanjutnya pada saat tanaman singkong berumur 2 bulan :2 liter, umur 4 bulan : 2 liter, umur 6 bulan : 2 liter.

>>Pemberian pupuk anorganik selanjutnya pada umur tanaman 60-90 hari berupa campuran pupuk NPK dengan dosis
Urea : 60 kg, dan KCL : 60 kg.
Asumsi bila 1 hektar lahan ditanam 5.000 pohon berarti 1 pohon diberikan NPK sebanyak ± 20 gram dengan cara ditugalkan pada jarak 15 cm dari tanaman dengan kedalaman 10cm.

6. PENGAIRAN DAN PENYIRAMAN SINGKONG
Kondisi lahan ketela pohon dari awal tanam sampai umur ± 4-5 bulan hendaknya selalu dalam keadaan lembab, tidak terlalu becek. Pada tanah yang kering perlu dilakukan penyiraman dan pengairan dari sumber air yang terdekat.
Pengairan dilakukan pada saat musim kering dengan cara menyiram langsung akan tetapi cara ini dapat merusak tanah.
System yang baik digunakan adalah system genangan sehingga air dapat sampai kedaerah perakaran secara resapan. Pengairan dengan system genangan dapat dilakukan dua minggu sekali dan untuk seterusnya diberikan berdasarkan kebutuhan.

singkong.1

 
7. WAKTU PENYEMPROTAN PESTISIDA/INSEKTISIDA
Untuk singkong yang terserang jamur upas, semprot dengan Natural Glio
selamat mencoba …

Panduan Penggunaan Pupuk Nasa Untuk Kelapa Sawit

PANDUAN PEMUPUKAN CARA SEDERHANA YANG BISA DI LAKUKAN SAAT PEMUPUKAN KELAPA SAWIT

1). Bersihkan terlebih dahulu “piringan” pada tanaman kelapa sawit dari rumput dan alang-alang. Sebab, hal ini bermanfaat bagi pohon kelapa sawit dan tandan buah sawit. Sehingga pemupukan kelapa sawit yang akan dilakukan bisa berjalan mulus dan meresap maksimal ke dalam pohon kelapa sawitnya.
 2). Khusus untuk areal datar, pupuk ditabur merata 0,5 m dari pohon kelapa sawit sampai pinggiran melingkar. Lakukan hal yang sama untuk semua pohon kelapa sawit yang berada di areal datar tersebut secara merata.
  3).Tempat penyebaran pupuk adalah tempat pupuk ditaburkan. Artinya jangan menyebarkan pupuk yang bukan semestinya atau tidak ditempatnya, karena akan mempengaruhi proses pemupukan kelapa sawit yang dilakukan.
  4).Jika terdapat jenis pupuk yang tidak boleh dicampur. Sebaiknya tempat penaburannya dipisahkan dan diberi jarak sekitar 12 hari antara satu pupuk dengan pupuk yang lainnya.
  5).Pupuk dianjurkan untuk disebarkan pada pohon kelapa sawit yang memiliki akar-akar rambut paling banyak. Letaknya kira-kira dekat mahkota daun bagian yang terluar dari kelapa sawit.
  6).Pemupukan kelapa sawit yang akan disebarkan haruslah benar-benar berbentuk remah, bukan gumpalan-gumpalan seperti yang terdapat pada pupuk Urea dan lain sebagainya. Jadi sebelum melakukan pemupukan kelapa sawit, perhatikan pupuknya jika sudah berbentuk remah baru boleh disebarkan, tetapi jika belum, gumpalan pupuk harus kita hancurkan menjadi remah.
  7).Gunakanlah selalu alat takaran pemupukan kelapa sawit supaya dosis pemupukan bisa tepat dalam penggunaannya. Pupuk memang baik untuk merangsang pertumbuhan buah kelapa sawit, tetapi jika berlebihan bukannya baik malah akan berakibat buruk.

Tempat Penaburan Pupuk pada Kelapa Sawit
Tempat untuk menabur pupuk atau lokasi yang dipilih sebagai tempat untuk melakukan pemupukan kelapa sawit adalah sebagai berikut:
- Bokoran
- Ujung bokoran
- Ujung pelepah

Cara Pemupukan:
    1).Top dressing, disebar dari atau langsung ditabur di atas tanah.
    2).Furrow application, di dalam rorak-rorak atau di pinggir guludan.
    3).Rorak atau guludan adalah gundukan dan saluran air.
    4).Sub Soil placement, memupuk dengan cara dibenam.
    5).Soil injection, dimasukkan dalam tanah dalam bentuk cairan.
    6).Stem injection, dimasukkan ke dalam batang.
    7).Nutritional spray, memupuk melalui daun.

Terakhir dan penting sekali diperhatikan. Pemupukan kelapa sawit harus dibedakan ketika tanaman sawit belum menghasilkan(TBM) dan ketika tanaman sawit yang sudah menghasilkan(TM).
Kedua kondisi ini berbeda cara pemupukannya.

Untuk meningkatkan hasil dan kualitas kelapa sawit anda, sekarang sudah tersedia produk berkualitas karya anak bangsa. 

 

 

 

CARA APLIKASI AWAL PEMUPUKAN KELAPA SAWIT UNTUK LAHAN 2 HA
1). Siapkan pupuk sawit diantaranya:
- 500 gram SUPERNASA, 500 gram POWERNUTRITION, 1 liter POC NASA, 200cc HORMONIK,
- dilarutkan kedalam 20 liter air aduk sampai merata.
2). Lalu rendam selama 1 malam.
3). Ambil larutan induk pupuk tadi dengan takaran 1 liter campur kedalam 10 liter air,lalu siramkan jarak   sekitar 70 cm – 100 cm dari batang pokok tanaman.
4). Setiap 1 pohon siram dengan takaran 1 liter perpokok tanaman.
5). Dosis 10 liter untuk 10 batang tanaman.
6). Interval pemupukan 4-6 bulan sekali.

 

PUPUK MAKRO YANG DIGUNAKAN UNTUK LAHAN 2 HA
1). UREA = 1Kg
2). TSP    =  1 Kg (interval 1 tahun 2 kali)
3). KCL   = 1 Kg (ditabur)

TESTIMONI KESAKSIAN PUPUK POWER NUTRITION UNTUK TANAMAN KELAPA SAWIT YANG MENGHASILKAN BUAH PASIR. 

 
 

UNTUK PEMUPUKAN KELAPA SAWIT STANDAR KAMI DALAM 1 HEKTAR:
- Untuk usia tanaman sawit 2 tahun membutuhkan: 
25KG SUPERNASA GRANULE & 3 KG POWERNUTRITION.
- Untuk usia tanaman 3-4 tahun membutuhkan : 
3KG POWERNUTRITION & 25 KG SUPERNASA GRANULE.



CARA MENGATASI HAMA PENYAKIT TANAMAN KELAPA SAWIT.
Pestisida organik: PESTONA, Natural BVR, Natural GLIO,AERO 810
HAMA:
Hama Tungau
Penyebab: tungau merah (Oligonychus).
Bagian diserang adalah daun.
Gejala: daun menjadi mengkilap dan berwarna bronz.
Pengendalian: Semprot PESTONA atau Natural BVR.

Ulat Setora
Penyebab: Setora nitens. Bagian yang diserang adalah daun.
Gejala: daun dimakan sehingga tersisa lidinya saja.
Pengendalian:
Penyemprotan dengan PESTONA.


PENYAKIT:
Root Blast
Penyebab: Rhizoctonia lamellifera dan Phythium Sp. Bagian
diserang akar.
Gejala: bibit di persemaian mati mendadak, tanaman
dewasa layu dan mati, terjadi pembusukan akar. Pengendalian:
pembuatan persemaian yang baik, pemberian air irigasi di musim
kemarau, penggunaan bibit berumur lebih dari 11 bulan.
Pencegahan
dengan penggunaan Natural GLIO.

CARA MENGATASI DAN MENCEGAH PENYAKIT JAMUR GANODERMA PADA TANAMAN KELAPA SAWIT (Pembusukan akar)
-Gunakan 1 kotak Natural GLIO (100 gram) ditambah 3 sendok makan gula pasir dan 10 liter air
(jangan menggunakan air PAM dan jangan air panas).
- Natural GLIO dan gula pasir dimasukkan ke dalam ember yang berisi air 10 liter tersebut, diaduk-aduk dengan tangan sampai larut sampai tercampur rata.
- Setelah itu siramkan ke pangkal batang sawit yang terkena jamur Ganoderma (baik yang sudah mati atau   yang masih hidup).
- Tiap batang Sawit disirami 1 liter cairan GLIO melingkari pangkal batang pada tanaman sawit.

Peringatan: Aplikasinya harus dilakukan pada sore hari sekitar jam 16.00 s/d jam 18.00 agar larutan Natural GLIO tidak terkena sinar matahari.
- Pada tanaman yang terserang berat, tidak bisa diatasi dengan Natural GLIO, tetapi harus tetap diberi lartan Natural GLIO agar sumber penyakitnya bisa diatasi sehingga tidak pindah/ menular ke tanaman kelapa sawit  yang ada di sekitarnya.

 


                             Cara pemakaian dan fungsi Natural GLIO 

Garis Kuning
Penyebab: Fusarium oxysporum. Bagian diserang daun.
Gejala: bulatan oval berwarna kuning pucat mengelilingi warna coklat
pada daun, daun mengering.
Pengendalian: inokulasi penyakit pada
bibit dan tanaman muda.
Pencegahan dengan pengunaan Natural
GLIO semenjak awal.

Dry Basal Rot

Penyebab: Ceratocyctis paradoxa. Bagian diserang batang.
Gejala: pelepah mudah patah, daun membusuk dan kering; daun
muda mati dan kering. Pengendalian: adalah dengan menanam bibit
yang telah diinokulasi penyakit.

Catatan : Jika pengendalian hama penyakit dengan
menggunakan pestisida alami belum mengatasi dapat dipergunakan
pestisida kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan pestisida kimia
lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan
Perekat Perata AERO 810, dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki.
Penyemprotan herbisida (untuk gulma) agar lebih efektif dan efisien
dapat di campur Perekat Perata AERO 810, dosis + 5 ml (1/2
tutup)/tangki .

 


KESAKSIAN PETANI KELAPA SAWIT LUAS LAHAN 4 HA UMUR 7-8 TAHUN JUMLAH POHON 544 POKOK.


Ds.Lubuk Bendahara Simpang Tukiang Kecamatan Ujung Batu Rokan Kabupaten Rokan Hulu
Riau.

 

Riau, 26 Agustus 2006
Aplikasi:
1). Setiap 3 Bulan pertama aplikasi berturut-turut.
2). Setiap 1 bulan,setelah itu diberikan tenggang waktu 2-3 Bulan sejak Agustus 2006-April 2007
     Sudah 5 kali Aplikasi.

Bulan ke I :     SUPERNASA, POC NASA, HORMONIK
Bulan ke II:    SUPERNASA, POC NASA, HORMONIK
Bulan ke III : SUPERNASA, POC NASA, HORMONIK,POWERNUTRITION
Bulan ke IV:   SUPERNASA, POC NASA, HORMONIK,POWERNUTRITION
Bulan ke V:    SUPERNASA, POC NASA, HORMONIK, POWERNUTRITION

Selama 8 Bulan Pakai Pupuk Sawit NASA, Pupuk Makro(kimia) tidak pakai(dihentikan).

MANFAAT PUPUK SAWIT ORGANIK NASA SELAMA 1 TAHUN.
- Panen meningkat dari 4 Ton menjadi 8 Ton per HA.
- Berat janjang rata-rata:
* Sebelum memakai produk Nasa 20-23 Kg.
* Sesudah memakai produk Nasa menjadi 31 Kg.
- Buah muncul terus menerus.
- Tanaman yang berbuah cengkeh(sangat kecil) kembali berbuah normal kembali.
- Ketebalan daging  buah sawit menjadi tebal.
- Mengembalikan lagi ujung daun yang nglaras(kering) bisa kembali normal.
- Pelepah menjadi lebih lunak,sehingga pekerjaan lebih cepat efektif dan efisien(pada saat di  ekrek).
ANALISA EKONOMI PER 4 HEKTAR
Pencatatan panen mulai April - Agustus 2007 panen 2 kali per bulan( 9 kali panen)
- Sebelum memakai Nasa menghasilkan: 4 Ton
- Sesudah memakai Nasa menghasilkan: 8 Ton.
  Meningkat 4 Ton (4000Kg/Panen)
  Harga Rp.1.100,00 perKg.

TOTAL TAMBAHAN PENDAPATAN
- 9 Kali panen X 4000Kg X Rp.1.100,00 = Rp 39.600.000,-

TOTAL PENGELUARAN PEMBELIAN PRODUK NASA = RP 5.300.000,- SELAMA 5 KALI APLIKASI LAHAN 4 HEKTAR ( Harga produk NASA Tahun 2007)

TOTAL TAMBAHAN KEUNTUNGAN PER 4 HA (April - Agustus 2007)
Tambahan pendapatan= Rp 39.600.000,-
Tambahan Biaya = Rp 5.300.000,-
=  Rp 34.300.000,- per HA/ 5 Bulan.
Jadi tambahan Keuntungan per HA/Bulan = Rp 1.715.000,- per HA/Bulan.

 

Hasil panen sangat bervariasi dan berbeda satu sama lain dikarenakan banyak faktor, seperti kondisi lahan, bibit, iklim, serangan hama dan lain sebagainya.

 

PIKAT NASA( Pengelolaan Intensif Kesuburan Alami Terpadu)
INTENSIFIKASI KELAPA SAWIT

 

 

 

 

 

 

 
 
 

 

 

        COMPANY PROFILE PT NATURAL NUSANTARA

PROFILE PERUSAHAAN

Nama perusahaan kami adalah NASA (bukan badan antariksa Amerika) tapi kepanjangan dari PT.NATURAL NUSANTARA. Kalau diartikan Natural adalah alami dan Nusantara adalah seluruh wilayah Indonesia. Artinya PT NASA ini bergerak di bidang perdagangan yang menyediakan produk-produk alami berkualitas yang bahan bakunya 100% dari Indonesia. PT NASA ini adalah perusahaan lokal yang berdiri di JOGJA pada tanggal 1 Oktober 2002. Sekarang sudah 2014, artinya PT NASA ini sudah bertahan selama kurang lebih 12 tahun. Perusahaan yang sudah 12 tahun tentu sudah pernah mengalami banyak masalah, pernah mengalami pasang surut dan sebagainya.
Alhamdulillah PT NASA tetap bertahan dan perkembangannya luar biasa, kalau dilihat dari grafiknya memang kadang naik kadang turun (namanya bisnis pasti seperti ini), namun kecenderungannya tetap naik secara positif.
Faktanya PT NASA yang tadinya dianggap perusahaan lokal, tahun 2010 mulai mengekspor produknya ke Malaysia, Brunei, Singapore, Hongkong, Yunani, Taiwan, negara-negara timur tengah, Korea dll. Perkembangan yang sangat luar biasa yang dicapai perusahaan lokal karya anak bangsa.
VISI PT NASA adalah "Indonesia Makmur Raya Berkeadilan", beda sekali dengan perusahaan lain. Perusahaan lain tidak ada yang mencantumkan Indonesia, biasanya visi dari perusahaan lain adalah "perusahaan nomer satu atau produk nomer satu dikelasnya".
Nah dari visi inilah PT NASA memang beda dan bertujuan membangun bangsa, bukan sekedar bisnis mencari keuntungan.

 


 

 
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
 

 

 

 

 
 

 

KINERJA KAMI PROFESIONAL
Motto: Anda Transfer Hari Ini,Hari ini Juga Pesanan Kami Kirim.

Paket Pupuk Sengon

Teknis pemupukan agar cepat tumbuh besar.

Campur Air 10 Liter + SUPERNASA 2 sendok makan + Urea atau NPK 3 gelas. Per tanaman dikocor 1 – 2 Liter. Interval 3 bulan sekali.

atau Air 1 drum 200 Liter + SUPERNASA 1 Kg + Urea atau NPK 5 kg. Per tanaman dikocor 1 – 2 Liter.

Pemupukan melalui daun, Air 1 Tangki + POC NASA 3 tutup + AERO 1/2 tutup, semprotkan ke daun pada pagi hari. Boleh ditambahkan Pengendali Hama Organik PENTANA 3 tutup atau PESTONA 5 tutup. Interval 2 minggu  sekali. Pemupukan bisa dilakukan selama daun masih bisa dijangkau.

Teknik Budidaya Sengon

Tanaman Sengon (Albazia Falcataria), merupakan tanaman yang termasuk dalam famili Mimosaceae, yaitu keluarga petai–petaian. Di Indonesia sendiri, sengon memiliki beberapa nama daerah, seperti misalnya di Jawa: jeunjing, jeunjing laut (sunda), kalbi, sengon landi, sengon sabrang atau sengon laut (jawa), di Maluku: sikat (Banda), seja (Ambon), tawa (Ternate), serta gosui (Tidore).

 

Bagian tanaman sengon yang terpenting adalah kayunya karena mempunyai nilai ekonomi tinggi. Pohon sengon dapat mencapai ketinggian sekitar 30–45 meter dengan diameter batang sekitar 70–80 cm. Berat jenis kayu rata-rata 0,33 dan termasuk kelas awet IV – V. Bentuk batang bulat dan tidak berbanir. Kulit luarnya berwarna putih atau kelabu, tidak beralur dan tidak mengelupas.

Kayu sengon digunakan untuk tiang bangunan rumah, papan peti kemas, peti kas, perabotan rumah tangga, pagar, tangkai dan kotak korek api, pulp, kertas dan lain-lainnya.

Tajuk tanaman sengon berbentuk menyerupai payung dengan rimbun daun yang tidak terlalu lebat. Daun sengon tersusun majemuk menyirip ganda dengan anak daunnya kecil-kecil dan mudah rontok. Warna daun sengon hijau pupus, berfungsi untuk memasak makanan dan sekaligus sebagai penyerap nitrogen dan karbon dioksida dari udara bebas.

Sengon memiliki akar tunggang yang cukup kuat menembus kedalam tanah, akar rambutnya tidak terlalu besar, tidak rimbun dan tidak menonjol kepermukaan tanah. Akar rambutnya berfungsi untuk menyimpan zat nitrogen, oleh karena itu tanah disekitar pohon sengon menjadi subur.

Dengan sifat-sifat kelebihan yang dimiliki sengon, maka banyak pohon sengon ditanam ditepi kawasan yang mudah terkena erosi dan menjadi salah satu kebijakan pemerintah melalui DEPHUTBUN untuk menggalakan ‘Sengonisasi’ di sekitar daerah aliran sungai (DAS) di Jawa, Bali dan Sumatra.

Bunga tanaman sengon tersusun dalam bentuk malai berukuran sekitar 0,5 – 1 cm, berwarna putih kekuning-kuningan dan sedikit berbulu. Setiap kuntum bunga mekar terdiri dari bunga jantan dan bunga betina, dengan cara penyerbukan yang dibantu oleh angin atau serangga.

Buah sengon berbentuk polong, pipih, tipis, dan panjangnya sekitar 6 – 12 cm. Setiap polong buah berisi 15 – 30 biji. Bentuk biji mirip perisai kecil dan jika sudah tua biji akan berwarna coklat kehitaman,agak keras, dan berlilin.

Habitat Pohon Sengon

Tanah

Tanaman Sengon dapat tumbuh baik pada tanah regosol, aluvial, dan latosol yang bertekstur lempung berpasir atau lempung berdebu dengan kemasaman tanah sekitar pH 6-7.

Iklim

Ketinggian tempat yang optimal untuk tanaman sengon antara 0 – 800 m dpl. Walapun demikian tanaman sengon ini masih dapat tumbuh sampai ketinggian 1500 m di atas permukaan laut. Sengon termasuk jenis tanaman tropis, sehingga untuk tumbuhnya memerlukan suhu sekitar 18 ° – 27 °C.

Curah Hujan

Curah hujan mempunyai beberapa fungsi untuk tanaman, diantaranya sebagai pelarut zat nutrisi, pembentuk gula dan pati, sarana transpor hara dalam tanaman, pertumbuhan sel dan pembentukan enzim, dan menjaga stabilitas suhu. Tanaman sengon membutuhkan batas curah hujan minimum yang sesuai, yaitu 15 hari hujan dalam 4 bulan terkering, namun juga tidak terlalu basah, dan memiliki curah hujan tahunan yang berkisar antara 2000 – 4000 mm.

Kelembaban

Kelembaban juga mempengaruhi setiap tanaman. Reaksi setiap tanaman terhadap kelembaban tergantung pada jenis tanaman itu sendiri. Tanaman sengon membutuhkan kelembaban sekitar 50%-75%.

Keragaman Manfaat dan Penggunaan Kayu sengon

Pohon sengon merupakan pohon yang serba guna. Dari mulai daun hingga perakarannya dapat dimanfaatkan untuk beragam keperluan.

Daun

Daun Sengon, sebagaimana famili Mimosaceae lainnya merupakan pakan ternak yang sangat baik dan mengandung protein tinggi. Jenis ternak seperti sapi, kerbau, dfan kambingmenyukai daun sengon tersebut.

Perakaran

Sistem perakaran sengon banyak mengandung nodul akar sebagai hasil simbiosis dengan bakteri Rhizobium. Hal ini menguntungkan bagi akar dan sekitarnya. Keberadaan nodul akar dapat membantu porositas tanah dan openyediaan unsur nitrogen dalam tanah. Dengan demikian pohon sengon dapat membuat tanah disekitarnya menjadi lebih subur. Selanjutnya tanah ini dapat ditanami dengan tanaman palawija sehingga mampu meningkatkan pendapatan petani penggarapnya.

Kayu

Bagian yang memberikan manfaat yang paling besar dari pohon sengon adalah batang kayunya. Dengan harga yang cukup menggiurkan saat ini sengon banyak diusahakan untuk berbagai keperluan dalam bentuk kayu olahan berupa papan papan dengan ukuran tertentu sebagai bahan baku pembuat peti, papan penyekat, pengecoran semen dalam kontruksi, industri korek api, pensil, papan partikel, bahan baku industri pulp kertas dll.

Metilat

  • Nama Produk: METILAT
  • Kode Produk: MTLP
  • Isi/Berat: 100 cc

Natural Metilat Lem perangkap lalat buah dari Natural Nusantara adalah perangkap alami yang berfungsi untuk menangkap lalat buah khususnya lalat jantan dan hewan pengganggu lainnya. Produk pertanian organik ini merupakan hasil ekstraksi tanaman Melaleuca brachteata yang bekerja dengan cara memberikan aroma untuk daya tarik lalat buah agar menghinggapi Metilat lem ini dan menempel pada perekat. Pada saat lalat buah sedang menghinggapi Metilat ini, maka si Lalat buah akan terjebak, sehingga usaha pengendalian lalat buah bisa tercapai dengan baik.

Cara Pemakaian Metilat Lem

  1. Sediakan botol bekas dan kayu sekitar 1,5 – 2,5 meter, oleskan metilat ini pada botol tersebut secara merata. Pasang botol tersebut pada kayu yang telah disediakan tadi.
  2. Tancapkan di sekitar kebun atau tanaman anda.
  3. Beberapa menit kemudian lalat buah pasti akan terperangkap.

 

Lindungi tanaman buah anda dari ganguan lalat dengan Metilat Lem!

Natural Virexi

  • Nama Produk: Agensia Hayati VIREXI
  • Kode Produk: VRX
  • Isi/Berat: 1 box

Natural VIREXI merupakan agensia hayati pengendali hama ulat grayak (ulat bawang) dari PT. Natural Nusantara. Sebagaimana Natural VITURA, Natural VIREXI juga diolah dengan formulasi khusus dengan bahan aktif virus yang bernama Spodoptera exigua nuclear polyhedra virus (SE-NPV) yang bermanfaat untuk menyerang ulat grayak jenis Spodoptera exigua.

Keunggulan Natural VIREXI

  1. Efektifitas sangat tinggi terhadap ulat grayak pada bawang-bawangan ( Spodoptera exigua )
  2. Tidak mengganggu musuh alami lain
  3. Mudah menyebar
  4. Aman bagi manusia, hewan dan lingkungan
  5. Mendukung pertanian berkelanjutan

SASARAN

Spesifik/khusus : Ulat grayak (ulat tentara) Spodoptera exigua pada tanaman Bawang Merah, Bawang putih dan Bawang Daun.

PETUNJUK PENGGUNAAN Natural VIREXI

  • Bersihkan tangki semprot dari pestisida kimia
  • Larutkan 1 sachet (bungkus) Natural VIREXI dalam 15 liter air, aduk sampai merata dan masukkan dalam tangki semprot.
  • Semprotkan pada seluruh bagian tanaman
  • Penyemprotan sebaiknya sore hari
  • Untuk pemeliharaan tanaman semprotkan setiap seminggu sekali


PERINGATAN !

  • Jangan dicampur dengan pestisida
  • Simpan ditempat yang sejuk ( suhu 25 – 30 C ) dan terlindung dari sinar matahari langsung

 

Lindungi tanaman bawang anda dengan cara ramah lingkungan! Dapatkan insektisida hayati Natural VIREXI pengendali ulat grayak hanya di Stockist Nasa!

Natural Pentana

Pengendali Hama Organik Pelindung Tanaman Alami

Pentana merupakan salah satu alternatif pengendalian hama yang efektif, efisien dan ramah lingkungan. Dibuat dari saripati beberapa tumbuhan khusus dengan proses alami.

Keunggulan Pentana Nasa

  1. Merupakan pengendali hama organik
  2. Mengendalikan hama sasaran secara cepat
  3. Mudah diaplikasikan di lapangan
  4. Tidak membunuh musuh alami
  5. Tidak mencemari lingkungan
  6. Mudah terurai (biodegradable)

Cara Pemakaian Pentana

Campurkan 15 – 45 cc Pentana + 5 -10 cc Aero 810 + sedikit air dalam wadah, aduk rata, kemudian tuangkan ke tangki semprot dan tambah air hingga penuh.

Dapatkan Natural Pentana Pelindung Tanaman Alami hanya di Stockist Nasa!

Natural Vitura

  • Nama Produk: Agensia Hayati Vitura
  • Kode Produk: VTR
  • Isi/Berat: 1 box.

Natural VITURA dan juga Natural VIREXI merupakan agesia hayati pengendali hama ulat grayak berbahan aktif virus dari PT. Natural Nusantara. Natural VITURA dibuat dari virus yang bernama Spodoptera litura nuclear polyhedra virus (SL-NPV) yang menyerang pada ulat grayak ( Spodoptera litura ), yang kemudian diolah dengan formulasi khusus.

Keunggulan Natural VITURA

  1. Efektifitas sangat tinggi terhadap ulat grayak ( Spodoptera litura )
  2. Tidak mengganggu musuh alami lain
  3. Mudah menyebar
  4. Aman bagi manusia, hewan dan lingkungan
  5. Mendukung pertanian berkelanjutan

 

SASARAN

Spesifik/khusus : Ulat grayak (ulat tentara) Spodoptera litura pada tanaman Cabai, Kedelai, Kacang-kacangan, kubis dan sayuran lainnya, serta tembakau.

PETUNJUK PENGGUNAAN Natural Vitura

  • Bersihkan tangki semprot dari pestisida kimia
  • Larutkan 1 sachet (bungkus) Natural VITURA dalam 15 liter air, aduk sampai merata dan masukkan dalam tangki semprot.
  • Semprotkan pada seluruh bagian tanaman
  • Penyemprotan sebaiknya sore hari
  • Untuk pemeliharaan tanaman semprotkan setiap seminggu sekali


PERINGATAN !

  • Jangan dicampur dengan pestisida
  • Simpan ditempat yang sejuk ( suhu 25 – 30 C ) dan terlindung dari sinar matahari langsung

 

Dapatkan Agensia Hayati Natural Vitura pembasmi ulat grayak hanya di Stockist Nasa!

Aero 810

  • Nama Produk: AERO 810 (Perekat Perata)
  • Kode Produk: A-810
  • Isi/Berat: 250 cc

AERO-810 Nasa merupakan salah satu produk pestisida organik PT Natural Nusantara berupa perekat, perata, pembasah, terutama bagi pestisida (insektisida-fungisida-herbisida) dan juga untuk pupuk organik cair. AERO-810 tidak banyak membentuk buih atau busa, bersifat biodegradable dan akan terurai secara alami sehingga aman bagi kesehatan dan lingkungan.

Fungsi AERO 810 Nasa

  1. Meningkatkan daya kerja penyemprotan pestisida, pupuk dan hormon agar lebih efektif dengan cara melekatkan dan meratakan butiran semprot pada permukaan daun sehingga tidak mudah menetes atau hilang serta tercuci oleh air hujan.
  2. Menghemat penggunaan pestisida, pupuk organik maupun hormon karena lebih banyak dan lebih lama melekat atau diserap di daun.
  3. Meningkatkan daya kerja pestisida untuk hama berperisai dan yang kulitnya mengandung lapisan lilin.
  4. Membantu membersihkan alat semprot dan tidak mengakibatkan penyumbatan nosel.

Mekanisme Kerja AERO 810

AERO-810 adalah bahan pencampur pestisida (insektisida, fungisida, herbisida) atau pupuk cair agar tegangan permukaan air menjadi rendah sehingga pestisida/pupuk cair menyebar lebih rata, menempel lebih kuat dan meresap lebih cepat di daun.

Cara Pakai :
0,2 – 0,4 cc/liter atau 0,5 tutup/ tangki
Volume tutup + 10 cc
1 liter untuk + 5 – 6 ha/lahan

Bahan Aktif :
Polioksi Etilen Alkil Fenolic Ether 810 g/l

Petunjuk Keamanan :
Hindarkan dari makanan, air minum, dan jangkauan anak – anak.

 

Dapatkan perekat – perata – pembasah AERO 810 hanya di Stockist Nasa !

Pestona

  • Nama Produk: Pestona
  • Kode Produk: PST
  • Isi/Berat: 500 cc

PESTONA Pestisida Organik merupakan produk pertanian Nasa sebagai pengendali hama tanaman alami pada tanaman pangan dan hortikultura serta tanaman tahunan. Produk pengendali hama dari Natural Nusantara ini diproses dari hasil ekstraksi berbagai bahan alami yang mengandung bahan aktif yang merupakan pengendali hama dan penyakit alami. Zat aktif tersebut antara lain : Azadirachtin, Ricin (asam ricin), Polifenol, Alkaloid, Sitral, Eugenol, Annonain, Nikotin dan lain-lain.

Gambar Pestona Pengendali Hama Alami Nasa

Sifat PESTONA

  • Mudah terurai dialam sehingga tidak mencemari lingkungan
  • Relatif aman bagi manusia, hewan piaraan, serta musuh alami hama tanaman.
  • Tanaman/buah bebas residu kimia dan aman dikonsumsi.

Mekanisme Kerja PESTONA

PESTONA tidak membunuh hama secara cepat, tetapi berpengaruh pada daya makan, pertumbuhan, daya reproduksi, proses ganti kulit, hambatan pembentukan serangga dewasa, menghambat komunikasi seksual, penurunan daya tetas telur, dan menghambat pembentukan kitin. Selain itu berperan sebagai zat pemandul, mengganggu proses perkawinan serangga hama, menghambat peletakkan telur dan dapat bekerja secara kontak dan sistemik. PESTONA memiliki daya kerja dalam mengurangi nafsu makan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) atau mencegah OPT merusak tanaman lebih banyak, walaupun jarang menyebabkan kematian segera pada serangga/hama.

Hama Sasaran PESTONA :

  • wereng, walang sangit, penggerek batang, belalang, kepik, thrips, tungau, ulat, Uret dan lain-lain.

Cara Pemakaian Pestona :

  • Larutkan 5 cc – 10 cc / 1 liter air (7-10 tutup/tangki). Aduk sampai merata.
  • Semprotkan/gemborkan pada tanaman yang terkena serangan hama secara merata.
  • Untuk hasil yang maksimal sebaiknya tanaman disemprot/digembor sesering mungkin, minimal 3 (tiga) kali penyemprotan/penggemborkan per musim.
  • Sebaiknya waktu penyemprotan/penggemborkan pada sore hari.

Dapatkan PESTONA Pestisida Organik Pengendali Hama Tanaman Alami di Stockist Nasa terdekat!

Pupuk Tangguh

Kategori Produk: Agrokomplek, Pertanian

  • Nama Produk: TANGGUH Pupuk Hayati dan Dekomposer
  • Kode Produk: TADEC
  • Isi/Berat: 1 Liter

    TANGGUH Pupuk Hayati & Dekomposer, Salah satu produk terbaru dari NASA PT Natural Nusantara bersamaan dengan TANGGUH Probiotik yang akan membantu petani dalam meningkatkan hasil produksinya dengan tetap memenuhi standar Kuantitas, Kualitas dan Kelestarian (K3). Produk Pupuk Hayati ini murni terbuat dari bahan-bahan alami ramah lingkungan sehingga aman untuk lingkungan dan manusia.

    TANGGUH Dekomposer ini mengandung mikroorganisme berguna sebagai :

  • Mikrobia perombak bahan-bahan organik
  • Mikrobia penambat Nitrogen (N)
  • Mikrobia pelarut Phospat (P)
  • Mikrobia penghasil fitohormon
  • Mikrobia bermanfaat lainnya
  • Manfaat Pupuk Hayati & Dekomposer TANGGUH

  • Mempercepat proses dekomposisi / perombakan bahan organik untuk menghasilkan nutrisi tersedia bagi tanaman.
  • Berfungsi sebagai bahan pembenah tanah.
  • Menetralisir senyawa-senyawa berbahaya dan mempercepat penguraian sisa pupuk kimia dan bahan organik yang ada di tanah.
  • Meningkatkan efektifitas penyerapan pupuk kimia.
  • Mempercepat pertumbuhan dan perkembangan tanaman serta meningkatkan hasil panen
  • Kandungan Pupuk Hayati & Dekomposer TANGGUH

    Azotobacter sp 106 cfu/ml
    Aspergillus sp 105 cfu/ml
    Lactobacillus sp 107 cfu/ml
    Streptomyces sp 106 cfu/ml
    Tricoderma sp 105 cfu/ml
    Saccharomyces sp 107 cfu/ml

    Keterangan: Tidak mengandung bakteri merugikan (Patogen) dan logam berat

    Cara Pemakaian Pupuk Hayati & Dekomposer TANGGUH

    Pemakaian Sebagai Dekomposer

  • Siapkan bahan baku (jerami, kotoran hewan, seresah, tandan kosong kelapa sawit, sampah organik, dll) yang akan di fermentasi.
  • Campur TANGGUH Dekomposer 1 liter dengan air secukupnya (lebih baik lagi ditambahkan Molase / gula merah / gula pasir 1/4 kg + Urea 1/4 kg untuk mempercepat fermentasi) untuk 1-2 ton bahan yang akan difermentasi.
  • Semprot / Siram larutan sampai merata pada bahan baku.
  • Atur tumpukan bahan yang telah tercampur, dengan ketinggian maksimal 1 meter.
  • Tutup bahan yang telah tercampur, diusahakan bahan terhindar dari hujan ataupun panas matahari secara langsung.
  • Lakukan pembalikan minimal 5-10 hari sekali.
  • Jaga kelembaban, jangan terlalu kering atau terlalu basah. Apabila terlalu kering semprotkan/siramkan air secukupnya.
  • Setelah 1-3 minggu (tergantung jenis bahan) akan jadi matang dengan ciri-ciri : meremah, suhu dingin, warna menjadi lebih gelap daripada bahan aslinya.
  • PEMAKAIAN Sebagai Pupuk Hayati

    Kebutuhan TANGGUH Pupuk Hayati: 3 – 6 liter/ha.

  • Penyiraman ke tanah dengan dosis 2-3 cc/liter air (1 tutup botol / 5 liter air)
  • Penyemprotan ke tanaman dengan dosis 50-70 cc/tangki (5 tutup botoltangki)
  • TANGGUH Pupuk Hayati & Dekomposer Sangat Baik Untuk Semua jenis Tanaman Pangan, Buah-Buahan dan Perkebunan. Dapatkan segera hanya diDistributor Resmi NASA !

Corrin

Kategori Produk:Agrokomplek, Pertanian, Pestisida

  • Nama Produk: Agens Hayati CORRIN
  • Kode Produk: CORIN
  • Isi/Berat: 100 gr

    CORRIN adalah Pestisida Biologi atau Agens Hayati dari PT Natural Nusantara (NASA) berbasis bakteri Antagonis (Corynebacterium) yang sangat efektif untuk mengendalikan penyakit-penyakit utama pada tanaman padi dan sayuran.

    Fungsi Utama Agens Hayati CORRIN

  • Mengendalikan penyakit Hawar Daun (HDB) atau penyakit Kresek pada padi yang disebabkan bakteri patogen Xamthomonas oryzae
  • Mengendalikan penyakit Hawar Daun Jingga yang disebabkan oleh Bacterial Red Stripe (BRS)
  • Mengendalikan penyakit Blast (Pyricularia Oryzae)
  • Mengendalikan penyakit Bercak Daun (Cercospora)
  • CORRIN dapat juga digunakan untuk mengendalikan penyakit-penyakit layu pada sayuran (Fusarium), Akar Gada pada kobis (Plasmodiophora brassicae) dan Layu pada pisang (Fusarium).

    Cara Penggunaan CORRIN Pestisida Biologi

    Jenis Dosis Serbuk Dosis Cair Cara Waktu
    Benih 2-4 gr/lt 5 cc/lt Rendam Sebelum semai
    Padi 2-4 gr/lt 5 cc/lt Semprot 14, 28 & 42 HST
    Sayuran 3-5 gr/lt 5-10 cc/lt Semprot 10-20 hari sekali

    Keterangan:

  • Perendaman benih selama + 15 menit
  • Penyemprotan paling baik dilakukan sore hari
  • Dilarang untuk mencampur CORRIN dengan pestisida kimia
  • Sprayer dibersihkan dari sisa-sisa pestisida kimia sebelum digunakan
  • Agens Hayati / Pestisida Biologi CORRIN tersedia dalam 2 kemasan, yaitu:

  • Kemasan Serbuk 100gram
  • Kemasan Cair 500cc

Power Nutrition Kemasan 3Kg

Kategori Produk: Agrokomplek, Pertanian

  • Nama Produk: Power Nutrition Kemasan 3 Kg
  • Kode Produk: PWRB
  • Isi/Berat: 3 kg

    Setelah sukses dengan produk Power Nutrition kemasan 250 gram, kini PT Natural Nusantara mengeluarkan produk Power Nutrition kemasan besar dengan berat 3 kg untuk memenuhi kebutuhan para petani yang semakin besar.

    Power Nutrition adalah nutrisi lengkap khusus untuk tanaman buah. Power Nutrition dibuat dari bahan alami (organik) pilihan yang terjamin ketersediaannya dan diproses dengan mekanisme teknologi gradasi dan degradasi unsur melewati proses piruvatisasi tingkat 3 sehingga langsung dapat dimanfaatkan jaringan tanaman.

    Fungsi Power Nutrition Secara Umum

  • Memperbanyak buah dan membantu pembuahan di luar musim (iklim tidak ekstrim, air cukup, hama penyakit normal).
  • Memperbaiki dan mempercapat pertumbuhan tanaman.
  • Meningkatkan daya tahan tubuh tamaman
  • Meningkatkan kualitas (rasa, warna, aroma) buah.
  • Meningkatkan keawetan hasil panen.
  • Mengurangi penggunaan pupuk NPK hingga + 75%-90%.
  • Melarutkan sisa (residu) pupuk kimia dalam tanah, sehingga bisa dimanfaatkan tanaman lagi.
  • Membantu perkembangan mikroorganisme yang bermanfaat di dalam tanah.

Hormonik Kemasan Besar

Kategori Produk:Agrokomplek, Perikanan, Pertanian, Peternakan

  • Nama Produk: HORMONIK Kemasan 500 cc
  • Kode Produk: HRNB
  • Isi/Bera

    Sebelumnya PT NASA sudah menghadirkan Hormonik kemasan 100 cc, kini hadirlahHormonik kemasan besar dengan volume 500cc untuk memenuhi pengguna produk-produk nasa skala besar baik untuk pertanian, perkebunan, peternakan maupun perikanan.

    Hormonik dirancang untuk membantu memacu pertumbuhan, pengumbian, pembungaan dan pembuahan tanaman agar didapatkan hasil panen yang optimal. Produk multiguna ini mengandung Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) Organik terutama Auksin, Giberelin dan Sitokinin, dan di formulasikan hanya dari bahan alami yang dibutuhkan oleh semua jenis tanaman sehingga tidak membahayakan ( aman ) bagi kesehatan manusia maupun binatang.

    Daya Guna Hormonik

    Mempercepat proses pertumbuhan tanaman, memacu dan meningkatkan pembungaan serta pembuahan, mengurangi kerontokan bunga dan buah, membantu pertumbuhan tunas, membantu pertumbuhan akar, memacu pembesaran umbi, meningkatkan keawetan hasil panen, memacu dan meningkatkan bobot unggas/ternak.

    t: 500 cc

POP SUPERNASA Kemasan 3Kg

Kategori Produk: Agrokomplek, Pertanian

  • Nama Produk: SUPERNASA Kemasan 3 Kg
  • Kode Produk: SPRB
  • Isi/Berat: 3 kg

    Pupuk Organik SUPERNASAkini hadir dengan kemasan besar yaitu dengan berat 3 kg. Formula alami (organik) khusus untuk memperbaiki kerusakan tanah secara fisik (menggemburkan), secara khemis (menyediakan semua unsur hara essensial bagi tanaman) dan secara biologis (membantu perkembangan mikroorganisme tanah yang bermanfaat bagi tanaman). POP SUPERNASA dapat mengurangi jumlah penggunaan pupuk NPK kimia (urea, SP-36, dan KCl).

     

    SUPERNASA Kemasan 3 kg cocok untuk Anda yang mempunyai kebutuhan besar akan pupuk organik.

Bintang tani

Kategori Produk: Agrokomplek, Pertanian

  • Nama Produk: POC Bintang Tani
  • Kode Produk: POCB
  • Isi/Berat: 1 liter

    Bintang Tani merupakan produk pupuk organik cair dari Natural Nusantara yang diformulasi khusus untuk tanaman dan murni dibuat dari bahan-bahan organik pilihan.

    Manfaat dan Fungsi Bintang Tani

  • meningkatkan kuantitas produksi tanaman
  • meningkatkan kualitas hasil panen
  • menjaga kelestarian lingkungan/tanah
  • meningkatkan daya tahan tubuh tanaman
  • Kelebihan Pupuk Bintang Tani

  • Kemasan ekonomis dan mudah untuk aplikasi
  • Bisa digunakan untuk berbagai jenis tanaman
  • Memiliki kandungan unsur hara yang lengkap
  • Dapat menghemat pemakaian pupuk kimia 10% – 20%
  • Cara aplikasi Bintang Tani :

    Komoditi
    Dosis
    Waktu
    Cara
    Tanaman pangan dan sayuran   4-12 ttp/20-50 lt air/100 m2Dilanjutkan dengan dosis
    2-4 tutup/10-30 lt air/100 m2
    2-4 tutup/10-30 lt air/100 m2
    2-4 tutup/10-30 lt air/100 m2
        2 hari sebelum  tanamDilanjutkan umur
    2 minggu
    4 minggu
    6-8 minggu
       Disiramkan
    Disemprotkan
    Disemprotkan
    disemprotkan
    Tanaman hias 5 tutup/5-10 lt air/tanaman   2-3 minggu sekali    Siram/semprot
    Tanaman buah dan perkebunan 6 tutup/5-10 liter air/tanaman   1-3 bulan sekali    Siram/semprot
    Bibit tannaman buah, tanaman perkebunan dan kehutanan   2 cc / 0.5 – 1 liter air/bibit   2-4 minggu    Siram/semprot
    Tebu 250-500 cc/100-200lt air/1000m2250-500 cc/100-200lt air/1000 m2 Saat tanamUmur satu bulan
    Umur tiga bulan
       DisiramkanDisemprotkan
    Disemprotkan

    Dengan Pupuk Organik Bintang Tani, aktivitas pertanian dapat lebih mudah dilakukan dengan mudah dan murah.

Greenstar

Kategori Produk: Agrokomplek, Pertanian

  • Nama Produk: GREENSTAR
  • Kode Produk: GREES
  • Isi/Berat: 3 sachet

    GREENSTAR merupakan terobosan teknologi modern dari PT Natural Nusantara yang menghasilkan pupuk organik berbentuk serbuk. Pupuk organik dari Nasa ini murni terbuat dari bahan – bahan alami berkualitas dan mengandung Unsur Hara Makro dan Mikro yang lengkap. Selain itu, Pupuk Organik Serbuk ini diperkaya juga dengan hormon Giberelin, Sitokinin & Auksin (zat pengatur tumbuh), enzim dan asam-asam organik.

    Kelebihan Pupuk Organik GREENSTAR

  • berguna untuk semua jenis tanaman pangan, buah dan palawija.
  • dapat di aplikasikan pada tanaman semusim, tahunan, tanaman hias & juga pembibitan.
  • dapat meningkatkan produktivitas secara kuantitas & kualitas dengan tetap manjaga kelestarian lingkungan/tanah (Aspek K-3)
  • dikemas unik, aplikasi lebih praktis & super ekonomis & didalamnya berisi 3 sachet dengan hasil panen melimpah.
  • Serbuk GREENSTAR sudah terdiri dariPOC Nasa dan Hormonik sehingga lebih mudah dan praktis.
  • Dengan menggunakan GREENSTAR, Pupuk Makro (NPK) bisa diKurangi 25%.
  • Brosur GREENSTAR Pupuk Organik SerbukJika dikirim untuk teman atau untuk konsumen tidak terkendala di formulasi bentuk serbuk sehingga mudah dan praktis, terutama bila kita mengirim teman saudara dan konsumen yang terkendala larangan pengiriman dalam bentuk cair.

    Dapatkan Pupuk Organik Serbuk GREENSTAR hanya diStockist Nasa!

Supernasa Granule

Kategori Produk: Agrokomplek, Pertanian

  • Nama Produk: SUPERNASA Granule
  • Kode Produk: SGRAN
  • Isi/Berat: 10 kg

    PT. Natural Nusantara dengan teknologi terbarunya melengkapi berbagai bentuk pupuk organik, salah satunya Supernasa-G (SUPER-G) Pupuk Organik Granule Modern dengan bentuk butiran mulai dari kualitas standar hingga kualitas tinggi (premium).

    SUPERNASAmerupakan formula khusus untuk segala jenis tanaman dengan bahan dasar murni dari bahan-bahan organik.Supernasa Granule sangat efektif untuk digunakan pada tanaman pangan, perkebunan, kehutanan dan hortikultura.
    Gambar Supernasa Pupuk Organik Granule NasaSalah satu keunggulan dari revolusi bentukpupuk organik granulyaitu :
    a. Berkualitas Tinggi : kandungan lengkap
    b. Praktis digunakan : Dosis cukup 50 kg/Ha
    c. Ekonomis : Mampu meningkatkan kualitas hasil panen serta kuantitasnya, mengurangi penggunaan pupuk NPK sampai dengan 50%, bisa mengurangi biaya transport serta tenaga kerja karena penggunaan dosis yang terbilang rendah.

    Fungsi Supernasa-G Pupuk Organik Granule Modern

    Fungsi Utama Supernasa Granul

    1. Memperbaiki lahan – lahan yang rusak :

  • Meningkatkan kesuburan fisik : memperbaiki tanah yang keras berangsur – angsur menjadi gembur.
  • Meningkatkan kesuburan khemis : memberikan semua jenis unsur makro, unsur mikro, enzim dan ZPT yang dibutuhkan bagi tanaman.
  • Meningkatkan kesuburan biologis : membantu perkembangan mikroorganisme tanah yang bermanfaat bagi tanaman.
  • 2. Mengurangi jumlah penggunaan pupuk NPK :

  • ( Urea, TSP dan KCl ) sebesar + 50%.
  • Fungsi Lain Supernasa :

  • Meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi tanaman.
  • Melarutkan sisa-sisa pupuk kimia dalam tanah, sehingga dapat dimanfaatkan tanaman kembali.
  • Memacu pertumbuhan tanaman, merangsang pembungaan dan pembuahan serta mengurangi kerontokan bunga dan buah.
  • Meningkatkan daya tahan tanaman karena kecukupan nutrisi yang dibutuhkan
  • Kelebihan Supernasa Pupuk Organik Granul

  • Bentuknya mantap dan tidak mudah hancur
  • Tahan lama dan mempermudah proses penyimpanan
  • Dengan bentuk granule, aplikasi pupuk dapat dilakukan lebih mudah (bersamaan atau terpisah dengan pupuk makro / NPK)
  • Formula khusus sehingga tanaman dapat tumbuh dan berproduksi dengan hasil yang optimal
  • Cara Penggunaan Supernasa Granule

  • Sebarkan SUPER-G secara merata ke lahan bersama pupuk makro sebagai pupuk dasar sebelum tanam dan 30 hari setelah tanam untuk tanaman pangan.
  • Sebarkan SUPER-G dalam barisan tanaman atau sekitar lubang tanam di awal tanam untuk tanaman sayuran daun/buah.
  • SUPER-G disebarkan   ( dibenamkan ke dalam tanah + 10 cm lebih efektif ) melingkar selebar lingkaran tajuk tanaman untuk tanaman buah-buahan, perkebunan dan kehutanan
  • Sekarang ini Supernasa-G tersedia di Stockist Nasadalam bentuk karung dengan berat 10 kg.

    Supernasa Pupuk Organik Granule mempunyai banyak pilihan dosis penggunaan, tersedia dosis 50 Kg / Ha, 300-500 Kg/Ha atau sesuai permintaan.

Hormonik

Kategori Produk: Agrokomplek, Pertanian, Peternakan

  • Nama Produk: Hormonik
  • Kode Produk: HRN
  • Isi/Berat: 100 cc

    HORMONIK merupakan produk Hormon yang bersifat organik yang diproduksi oleh PT Natural Nusantara. Hormon yang terkandung di dalam produk HORMONIK Nasa ini adalah senyawa alami Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) yang dapat mengatur pertumbuhan tanaman yang terdiri dari hormon Auksin, Giberelin dan Sitokinin. Produk HORMONIK ini diproses dengan formula khusus dari bahan alami yang sangat dibutuhkan semua jenis tanaman. Produk hormon organik dari Nasa ini sangat aman digunakan baik bagi kesehatan manusia, binatang maupun kesehatan lingkungan.

     

    Manfaat dan Kegunaan Hormonik Nasa

  • mempercepat proses pertumbuhan pada tanaman dan akar
  • memperbesar dan memperbanyak umbi
  • mengurangi kerontokan pada bunga dan buah
  • memperbesar dan memperbanyak buah
  • meningkatkan keawetan hasil panen
  • memacu dan meningkatkan bobot pada hewan ternak.
  • Cara Pemakaian Hormonik Nasa

  • Kocok dahulu sebelum digunakan
  • Dosis : 1 – 2 cc HORMONIK per 1 liter air.
  • Penggunaan lebih optimal jika dicampur dengan POC Nasa (dosis 1 tutup Hormonik + 3 tutup POC Nasa ) per tangki.
  • Penggunaan dengan cara disemprotkan terutama pada daun tanaman hingga merata.
  • Tanaman semusim : mulai pertengahan usia tanaman hingga menjelang reproduksi, yaitu sebelum berbunga/ berumbi (3-6 kali semprot). Penggunaan semenjak awal tanam lebih baik.
  • Tanaman tahunan : 2-4 bulan sebelum berbunga/berbuah ( 3-6 kali semprot).
  • Unggas : 1 – 2 tutup Hormonik + 1 botol (500 cc) POC Nasa / Viterna Plus, kemudian 1-2 cc dari campuran tersebut dilarutkan dalam 1 liter air minum diberikan ke unggas (ayam) setiap hari satu kali.
  •  

    HORMONIKmempunyai dosis yang lebih lebar sehingga apabila dalam penggunaannya ada kelebihan dosis, maka tidak akan membahayakan tanaman. Produk hormon organik ini mudah terurai oleh alam sehingga aman bagi kesehatan ligkungan dan juga manusia.

Natural GLIO

Kategori Produk:Agrokomplek, Pertanian, Pestisida

  • Nama Produk: Natural GLIO
  • Kode Produk: GLIO
  • Isi/Berat: 100 gr

    Natural GLIO (Gliocladium) adalah salah satu produk pestisida organik pengendali penyakit tanaman dari PT. Natural Nusantara. Natural GLIO dapat digunakan untuk menghancurkan inokulum atau sumber infeksi penyakit bagi tanaman serta mencegah penyebaran sumber infeksi penyakit dengan kolonisasi tanah. Pestisida organik dari Nasa ini juga mampu melindungi akar-akar tanaman dan perkecambahan biji dari sumber infeksi penyakit pada tanaman. Penggunaan Natural Glio ini aman bagi lingkungan, manusia serta hewan.

     

    Manfaat Natural GLIO Nasa

  • Glio dapat menghancurkan inokulum sumber infeksi penyakit tanaman.
  • Glio akan mencegah tersebarnya sumber infeksi penyakit.
  • Glio mampu melindungi akar tanaman dan juga perkecambahan biji dari sumber infeksi penyakit tanaman.
  • Selaras dengan keseimbangan alam, aman terhadap lingkungan, manusia dan hewan.
  • Mekanisme Kerja Natural Glio

    Natural GLIO Nasa memiliki sifat Hiperparasit terhadap penyakit tanaman (pathogen), sehingga dapat terjadi persaingan tempat hidup dan nutrisi dalam tanah. Natural GLIO akan mengeluarkan zat antibiotik berupa Gliovirin dan Viridin. Zat antibiotik ini akan mematikan pathogen penyebab penyakit pada tanaman. Natural GLIO ini akan berkembang terus-menerus mengkolonisasi sehingga dapat melindungi tanaman dari gangguan pathogen.

    Tanaman Sasaran

  • Bawang merah, Bawang daun, Cabai, Tomat, Terong, Kubis, Semangka, Melon, dan lain-lain.
  • Penyakit Sasaran

    1. Sasaran utama :

  • -Rebah semai (Phytium sp. Rizoctonia sp.)
  • -Penyakit Layu (Fusarium sp. Pseudomonas sp.)
  • 2. Sasaran lainnya :

  • -Penyakit Antraknosa (Colletrotichum sp. Gloeosporium sp.)
  • -Akar Gada/Bengkak (Plasmodiphora sp.)
  • Catatan :

  • GLIO terutama bersifat prefentif (pencegahan)
  • GLIO terutama mengendalikan penyakit yang berada di tanah
  • Petunjuk Penggunaan Natural Glio

  • Penggunaan langsung, pada tanaman holtikultura dan pangan diberi 1 – 2 gr tiap tanaman pada lubang yang akan ditanami.
  • Penggunaan bersama pupuk kandang (lebih dianjurkan), 1 bungkus GLIO dicampur pupuk kandang/kompos 25-50 kg , diamkan + 1 minggu dalam kondisi lembab, baru kemudian digunakan sebagai pupuk dasar.
  • Tanaman terinfeksi penyakit, jika terjadi gejala serangan pathogen, maka
    1 bungkus GLIO dicampur pupuk kandang matang atau kompos 2-3 kg lalu diamkan + 1 minggu baru digunakan, dosis 2-3 sendok makan pada tanaman terserang.
  • Waktu terbaik pemberian Natural GLIO adalah sore hari
  •  

    Peringatan Penggunaan Natural Glio

  • Jangan dicampur dengan pestisida lain.
  • Simpan ditempat yang sejuk ( suhu 250 – 300 C ) dan terlindung dari sinar matahari langsung

Natural BVR

Kategori Produk: Agrokomplek, Pertanian, Pestisida

  • Nama Produk: Natural BVR
  • Kode Produk: BVR
  • Isi/Berat: 100 gr

    Natural BVR (Beuveria Bassiana) merupakan salah satu produk pestisida organik PT Natural Nusantara sebagai pengendali hama dan penyakit pada tanaman. Natural BVR sangat efektif dan efisien membasmi hama sasaran, akan tetapi tidak akan mematikan musuh alami, jadi, sangat selaras dengan keseimbangan alam. Natural BVR mendukung program pertanian berkelanjutan, mudah digunakan dan harganya cukup terjangkau, aman bagi lingkungan, manusia dan juga hewan.

     

    Manfaat Penggunaan Natural BVR

  • BVR Efektif dan efisien terhadap hama sasaran
  • BVR Tidak mematikan musuh alami
  • BVR Selaras keseimbangan alam, mudah dan relatif murah
  • BVR Mendukung program pertanian berkelanjutan
  • BVR Aman terhadap lingkungan, manusia dan hewan
  • Mekanisme Kerja Natural BVR

    Natural BVR masuk melalui mulut serangga hama, kemudian tumbuh dan berkembang menghancurkan sistem organ dari dalam. BVR menempel pada kulit hama dan mengeluarkan enzim (Kitinase, Protease, Lipase) untuk menghancurkan kulit. BVR mengeluarkan racun (Beauvericin, Beauveroilides, Asam oksalat) untuk membunuh hama. Miselium tumbuh secara progresif dan muncul badan buah berwarna putih pada hama yang mati, jika hama terinfeksi tersinggung hama sehat, maka hama akan tertulari, penularan dapat melalui angin. Kematian hama berkisar + 4-8 hari setelah terinfeksi BVR.

    Tanaman Sasaran
    Padi, Bawang merah, Kacang panjang, Cabai, Tomat, Kubis, Buncis, Semangka, Kentang, Apel, Mangga, Coklat

    Hama Sasaran Utama
    Wereng (Nilaparvata sp.; Nephotettix sp.; Sogatella sp.), Penggerek batang padi (Thryporhiza sp.; Chilo supressalis), Walang sangit (Leptocorixa accuta), Kutu Daun, Kutu Dompolan, Penggerek buah coklat

    Petunjuk Penggunaan BVR

  • Dosis 1-2 gram/liter atau + 100 gram per 1000 m2
  • Semprotkan ke tanaman pada sore hari
  • Bisa dicampurkan dengan POC NASA atau Hormonik
  •  

    Peringatan Penggunaan BVR!

  • Jangan dicampur dengan pestisida lain.
  • Simpan ditempat yang sejuk dan terlindung dari sinar matahari langsung.

Power Nutrition

Kategori Produk: Agrokomplek, Pertanian

  • Nama Produk: Power Nutrition Kecil
  • Kode Produk: PWRK
  • Isi/Berat: 250 gr

    Produk pertanian Natural Nusantara, Power Nutrition adalah nutrisi terlengkap khusus digunakan untuk tanaman buah. Pupuk ini diproduksi dari bahan organik (alami) pilihan terbaik yang ketersediaannya terjamin. Dibuat dengan mekanisme atau proses teknologi gradasi dan degradasi unsur dengan melewati proses piruvatisasi tingkat 3, sehingga dapat langsung dimanfaatkan dengan baik oleh jaringan tanaman.

    Power Nutrition dibuat khusus diaplikasikan untuk tanaman buah-buahan tahunan seperti mangga, jeruk, lada, panili, kelapa sawit, coklat, dll. Akan tetapi bagus juga untuk diaplikasikan pada tanaman buah – buahan semusim seperti melon, cabai, tomat, dll.

    Manfaat Power Nutrition Nasa

  • Memperbanyak tumbuhnya buah dan membantu proses pembuahan tanaman di luar musim (air cukup, iklim tidak ekstrim, hama penyakit normal).
  • Memperbaiki pertumbuhan tanaman dan mempercepat pertumbuhannya.
  • Meningkatkan ketahanan pada tamaman
  • Meningkatkan kualitas buah (rasa, warna, aroma).
  • Meningkatkan keawetan buah hasil panen.
  • Mengurangi penggunaan pupuk NPK kurang lebih 75%-90%.
  • Melarutkan residu pupuk kimia yang mengendap dalam tanah, sehingga bisa dimanfaatkan dengan baik oleh tanaman.
  • Membantu perkembangan mikro-organisme yang bermanfaat di dalam tanah.
  •  

    Kandungan Unsur

    N 2,04%; P2O5 1,28%; K2O 0,39%; Ca 0,55%; S 0,81%; Cl 8,30%; Mg 0,40%; Mn 0,06 ppm; Fe 0,72%;Cu 0,02 ppm; Zn 0,01 ppm; Na 1,01%; B 8,59%; Si 9,94%; Al 0,40 ppm; NaCl 0,61%; SO4 2,44%; C/N ratio 5,23%; pH 8,81; Lemak 0,28%; Protein 12,75%;Karbohidrat 1,52%; Asam Humat 3,45%.

    Cara Penggunaan Power Nutrition

  • Larutkan pupuk Power dalam air secukupnya.
  • Siramkan campuran air Power ke sekeliling batang tanaman.
  • Lakukan pemupukan 2 – 4 bulan sekali.
  • Pada musim kemarau, siramlah pohon dengan air 2 – 4 kali (interval 1 minggu sekali) setelah satu minggu aplikasi Power.
  • Pupuk makro (N, P dan K) dapat dikurangi 75% – 90%
  • Dapatkan Produk khusus tanaman buah Power Nutrition diStockist Nasa terdekat!

POP SUPERNASA

Kategori Produk: Agrokomplek, Pertanian

  • Nama Produk: POP SUPERNASA
  • Kode Produk: SPRK
  • Isi/Berat: 250 gr

    POP Supernasa merupakan produk Pupuk Organik Padat dari PT Nasa yaitu formula alami (organik) khusus yang berguna untuk memperbaiki tanah yang secara fisik sudah tergolong rusak ( menggemburkan ), menyediakan semua unsur hara essensial bagi tanaman ( khemis ) dan membantu meningkatkan perkembangan mikro-organisme tanah yang bermanfaat bagi tanaman ( biologis ). SUPERNASA dapat mengurangi jumlah penggunaan pupuk NPK berbahan kimia.

    Fungsi Pupuk Organik Padat POP Supernasa

    Fungsi utama Supernasa :

    1. Supernasa mampu memperbaiki lahan yang telah rusak :

  • Meningkatkan kesuburan fisik tanah : memperbaiki tanah yang keras menjadi gembur secara berangsur-angsur.
  • Meningkatkan kesuburan khemis tanah : memberikan semua jenis unsur makro dan unsur mikro lengkap bagi tanaman.
  • Meningkatkan kesuburan biologis tanah : membantu perkembangan mikroorganisme tanah yang bermanfaat bagi tanaman.
  • 2. Supernasa dapat mengurangi jumlah penggunaan pupuk NPK kimia seperti Urea, SP-36 dan KCl sebesar 25% – 50%.

    Fungsi lain POP Supernasa :

  • Meningkatkan produksi tanaman baik secara kualitas maupun kuantitas.
  • Melarutkan sisa–sisa kimia yang berasal dari pupuk maupun pestisida dalam tanah, sehingga dapat dimanfaatkan kembali oleh tanaman.
  • Memacu pertumbuhan tanaman, merangsang perkembangan bunga dan pembuahan serta mengurangi kerontokan bunga dan buah.
  • Kandungan Unsur dalam SUPERNASA

    Total (N+P2O5+K2O) 8.60%, C Organik 30.27%, Zn 41.04 ppm, Cu 8.43 ppm, Mn 80.12 ppm, Co 12.77 ppm, Fe 0.45 ppm, Ca 1.46%, S 1.43%, Mg 0.4%, Cl 1.27%, Na 0.11% Si 0.3%, Al 0.11%, NaCl 2.09%, SO4 4.31%, pH 7.84, C/N ratio 12.36%, Lemak 0.07%, Protein 16.69, Karbohidrat 1.01%
    Asam Humat 1.29%, Kadar Air 28.23%
    Bebas Logam Berat (Pb, Cd, Hg, As)
    Bebas Mikroba (E.Coli, Salmonella)

POC NASA Kemasan 3Lt

Kategori Produk: Agrokomplek, Perikanan, Pertanian, Peternakan

  • Nama Produk: POC NASA Kemasan 3 Liter
  • Kode Produk: NSB
  • Isi/Berat: 3 liter

    POC NASA, formula yang dirancang secara khusus terutama untuk mencukupi kebutuhan nutrisi lengkap pada tanaman juga peternakan dan perikanan yang dibuat murni dari bahan-bahan organik dengan fungsi multiguna kini hadir dengan kemasan besar dengan volume 3 liter.

    Kandungan Unsur POC NASA

    Kandungan unsur hara mikro dalam 1 liter poc nasa mempunyai fungsi setara dengan kandungan unsur hara mikro 1 ton pupuk kandang serta dilengkapi dengan kandungan asam humat dan asam Fulvat yang berangsur-angsur akan memperbaiki konsistensi (kegemburan) tanah yang keras serta melarutkan SP-36 dengan sangat cepat. POC Nasa juga dilengkapi dengan Zat Pengatur Tumbuh atau yang lebih dikenal ZPT (Auxin, Gibrerelin dan Sitokinin) yang akan mempercepat untuk berkecambah biji, pembuatan akar.

    POC NASA Kemasan 3 liter cocok untuk penggunaan dalam skala besar.

POC NASA

Kategori Produk: Agrokomplek, Perikanan, Pertanian, Peternakan

  • Nama Produk: POC NASA
  • Kode Produk: NASA
  • Isi/Berat: 500 cc

    POC Nasa merupakan produk pupuk organik cair yang diproses dengan formula khusus dan dibuat dari bahan dasar alami (organik) yang multiguna untuk tanaman, peternakan dan perikanan.

     

    Fungsi multiguna Pupuk Organik Cair POC Nasa

  • Meningkatkan produksi tanaman ( kualitas dan kuantitas ) dengan mengutamakan kelestarian lingkungan ( aspek K-3 : Kuantitas – Kualitas- Kelestarian ).
  • Menjadikan tanah yang keras menjadi gembur secara berangsur – angsur.
  • Melarutkan sisa pemakaian pupuk kimia dalam tanah (dapat dimanfaatkan oleh tanaman).
  • Memberikan semua jenis unsur tanah baik makro maupun mikro lengkap.
  • Dapat mengurangi penggunaan pupuk Urea dan SP-36 serta KCl + 12,5% – 25%
  • Setiap 1 (satu) liter POC Nasa mengandung fungsi unsur hara mikro yang setara dengan 1 ton pupuk kandang.
  • Memacu pertumbuhan tanaman serta akarnya, merangsang pengumbian, pembungaan dan pembuahan, juga dapat mengurangi kerontokan baik bunga maupun buah (mengandung hormon ZPT Auksin, Giberellin dan Sitokinin).
  • Membantu perkembangan mikro-organisme dalam tanah yang berguna bagi tanaman seperti cacing tanah, Penicilium glaucum dan lainnya.
  • Meningkatkan daya tahan tanaman dari gangguan hama dan penyakit
  • Meningkatkan bobot/berat ternak besar seperti sapi dan kambing, ikan, udang serta unggas.
  • Meningkatkan nafsu makan ternak, ikan/udang dan unggas.
  • Membantu pembentukan bahan pakan alami (plankton) bagi ikan dan udang.
  • Untuk hasil yang lebih optimal, sangat bagus jika dalam aplikasi dipadukan dengan HORMONIK.Dapatkan produkPupuk Organik Cair Nasa ini  di Stockist Nasa!

    Tersedia jugaPOC NASA Kemasan Besar dengan volume 3 liter.

Paket Pupuk Semangka

Rincian Harga 1 paket :\r\n
SUPERNASA 250 gram rp42.500 x 1 botol       =  rp   42.500\r\n
POWER NUTRITION 250gr rp55.000 x 1 botol  = rp   55.000
POC NASA 500cc rp31.000 x 1 botol                   = rp   31.000\r\n
HORMON ORGANIK 100cc rp26.000 x 1 botol  = rp   26.000
AERO 250cc rp27.500 x 1 botol                            = rp   27.500\r\n
NATURAL GLIO 100gram rp25.500 x 1 kotak    = rp   25.500
NATURAL BVR 100gram rp26.000 x 1 kotak     = rp   26.000\r\n
CORRIN 100gram rp26.000 x 1 kotak                 = rp  40.000
                                                        jumlah 1 paket = rp273.500\r\n
Belum termasuk biaya kirim.
Harga lebih murah jika order 3 paket = Rp735.000 (POC NASA 3 botol, HORMONIK 3 botol, SUPERNASA 3 botol, POWER NUTRITION 3 botol, NATURAL GLIO 3 kotak, NATURAL BVR 3 kotak, CORRIN 3 kotak, AERO 3 botol). Belum termasuk biaya kirim.
SUPERNASA = Pupuk penyubur tanah,
POWER NUTRITION = pupuk perangsang buah.\r\n
POC NASA = pupuk daun / nutrisi organik
HORMON ORGANIK = zat perangsang tumbuh\r\n
AERO = perekat, perata, pembasah bisa berfungsi perusak telur hama
NATURAL GLIO = pemberantas penyakit\r\n
NATURAL BVR & CORRIN = pestisida biologi pengendali hama.
Lebih jelas, silakan download menggunakan klik kanan dan save pada mouse: Teknis budidaya semangka berikut ini
 
 

Tingkatkan Penghasilan Kelapa Sawit

Dalam usaha meningkatkan produksi kelapa sawit, Ekstensifikasi merupakan salah satu metode yang sering digunakan, akan tetapi dalam prosesnya memerlukan lahan yang lebih luas serta lebih banyak memerlukan tenaga kerja. Dari kendala yang ditemui dalam ekstensifikasi tersebut, maka metode Intensifikasi menjadi salah satu hal wajib dalam peningkatan produksi sawit.

Teknologi PIKAT NASA Kelapa Sawit hadir untuk memenuhi solusi dalam proses intensifikasi produksi pada kelapa sawit. Teknologi PIKAT NASA (Pengelolaan Intensif Kesuburan Alami Terpadu NASA) dari PT Natural Nusantara ini mampu memenuhi semua kebutuhan tanah dan tanaman secara terpadu (lengkap) yaitu unsur hara makro dan mikro, hormon dan enzim pertumbuhan, asam-asam organik serta beberapa jenis mikroorganisme yang berguna bagi tanaman.

Teknologi PIKAT NASA Kelapa Sawit dapat membantu pembudidayaan kelapa sawit secara organik untuk memperoleh kestabilan produksi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Teknologi PIKAT NASA telah teruji secara:

  • Multi Komoditi
    Telah digunakan pada semua jenis tanaman budidaya (tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, kehutanan), termasuk kelapa sawit
  • Multi Lokasi
    Telah digunakan di berbagai kondisi lahan (dataran rendah – dataran tinggi, lahan basah – lahan kering, lahan normal – lahan kritis) dan di berbagai wilayah (berbagai jenis tanah) di Indonesia
  • Multi Waktu
    telah digunakan sejak tahun 1996

Manfaat Teknologi PIKAT NASA pada Kelapa Sawit

  • Mempercepat pertumbuhan kelapa sawit
  • Meningkatkan hasil panen kelapa sawit
    – bobot / berat panen lebih tinggi
    – waktu panen lebih awal, masa panen puncak lebih lama
    – usia produksi lebih lama
  • Meningkatkan kualitas hasil panen
  • Meningkatkan daya tahan tanaman terhadap penyakit
  • Memperbaiki tanah yang rusak / mengembalikan kesuburan tanah
  • Mengurangi penggunaan pupuk kimia
  • Menguntungkan secara ekonomi. Bisa dipilih sesuai kondisi keuangan
    Alternatif A, B atau C

Biaya produksi dengan prinsip PIKAT NASA dibandingkan sebelumnya:

A. Lebih Rendah ⇒ Hasil Panen Sama dengan Sebelumnya
B. Sama ⇒ Hasil Panen Lebih Tinggi dengan Sebelumnya
C. Lebih Tinggi ⇒ Hasil Panen Naik Optimal

Sebagai contoh: setiap aplikasi pupuk NPK dengan biaya 2 juta per hektar, maka:

Alternatif A: Biaya pupuk NPK 750.000 + Produk NASA 750.000 ⇒ Hasil Panen = sebelumnya
Alternatif B: Biaya pupuk NPK 1 juta + Produk NASA 1 Juta ⇒ Hasil panen naik 30-50 %
Alternatif C: Biaya pupuk NPK 1,5 juta + Produk NASA 1 juta ⇒ Hasil panen naik 70-200 %

Cara Penggunaan Produk NASA pada Kelapa Sawit

1. Pembibitan

  • Penyemprotan bibit: 3 tutup botol POC NASA + 1 tutup Hormonik /tangki / 2 minggu, atau
  • Penyiraman: 3 tutup POC NASA + 1 tutup Hormonik /10 liter air, kemudian disiramkan 1 gelas Aqua untuk setiap polibag 2 minggu sekali

2. Tanaman Belum Menghasilkan (TBM)

  1. Umur 0-1 tahun
    • 0,5 kg SUPERNASA untuk 25 batang tanaman setiap 6 bulan sekali
    • Semprot 3-5 tutup POC NASA + 1 tutup Hormonik /tangki / 1-2 bulan sekali
  2. Umur 1-2 tahun
    • 1 kg SUPERNASA untuk 25 batang tanaman setiap 6 bulan sekali
    • Semprot 3-5 tutup POC NASA + 1 tutup Hormonik /tangki / 1-2 bulan sekali
  3. Umur 2-3 tahun
    • 3-6 kg SUPERNASA untuk 1 hektar / 6 bulan

3. Tanaman Menghasilkan (TM)

  1. Pilihan Utama = 3-6 kg POWER NUTRITION / hektar / 6 bulan sekali
  2. Pilihan Standar = 1,5-3 kg POWER NUTRITION + 1,5-3 kg SUPERNASA / hektar / 6 bulan
  3. Pilihan Minimal = 3-6 kg SUPERNASA / hektar / 6 bulan

Keterangan

  • Penggunaan POWER NUTRITION dan SUPERNASA dapat dilakukan dengan dicampur bersama pupuk NPK atau tanah, pasir, abu untuk memudahkan aplikasi ke lahan. Dapat juga dengan cara diencerkan terlebih dahulu untuk disiramkan, dengan cara larutkan 200 – 400 gram (20 – 40 sendok makan) dalam 10 – 20 liter air, kemudian siramkan 1-2 liter larutan pupuk per 1 pohon
  • Dosis pupuk makro / NPK / Kimia dapat dikurangi 25-50 % dari dosis kebiasaan setempat. Jika tidak dikurangi akan lebih baik
  • POC NASA dan HORMONIK dapat diganti dengan Pupuk Organik Serbuk GREENSTAR dengan dosis 0,5 sachet (10 gr)/tangki semprot 10-20 liter
  • SUPERNASA dapat diganti dengan SUPERNASA GRANULE (Dosis 50 gr/hektar)

Untuk mengatasi serangan layu tanaman sawit karena jamur dapat digunakan produk Agens Hayati atau Pestisida alami Natural GLIO.

Itulah penjabaran singkat tentang panduan teknik budidaya dengan teknologi PIKAT NASA pada Kelapa Sawit dari PT Natural Nusantara dengan harapan bisa membantu meningkatkan produksi kelapa sawit.

Budidaya Pohon Jati

Sebenarnya Dalam Budidaya kayu Jati dengan menggunakan Produk Nasa hampir sama dalam Budidaya  Sengon

Berikut ini teknik Budidaya Jati dengan Teknologi Organik Nasa :

Pembibitan

  • Benih direndam air panas secukupnya. Setelah air hangat, segera dibuang (ulangi sekali lagi).
  • Setelah perendaman ke-2, rendam dengan air panas lagi tetapi diamkan hingga airnya dingin.
  • Tarnbahkan POC NASA sebanyak 1 cc/liter+ Hormonik 1 cc/liter. Setelah itu diamkan selama 4 jam.

 

Setelah perlakuan diatas kernudian diperam selama 4 hari. Daya kecambahnya bisa mencapai 90%. Setelah 4 hari diperam, benih dipisahkan dengan dimasukkan ke polibag. Benih berada di dalam polibag selama 6 bulan dan baru siap ditanam. Komposisi pada polibag adalah tanah dicampur pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 1. Didalam polibag dilakukan perawatan dengan menggunakan produk NASA. Dosis penyernprotan sebelum bertunas adalah 40 cc POC NASA + 20 cc Hormonik / tangki, sehari disemprot 2 kali.

Penyemprotan setelah bertunas dilakukan seminggu sekali hingga 6 bulan dengan dosis 40 cc POC NASA + 20 cc Hormonik. Setelah 6 bulan bibit siap untuk ditanam.

Ciri bibit jati yang siap ditanam:

– Batang kuat, lurus dan kokoh,

– Perakaran berkembang baik,

– Daun hijau segar.

Bibit jati yang siap ditanam di lahan dimasukkan ke dalam lubang tanam dengan ukuran: – Panjang 50 cm, – Lebar 50 cm, – Kedalaman 50 cm. Sedangkan untuk jarak tanam: 2,5 m x 3 m. Perlu diketahui bahwa kondisi tanah lahan disini kritis, banyak batu, tinggi tanah dan top soil 25 cm – 30 cm.

Sebelum tanam saya menggunakan pupuk dasar berupa pupuk kandang yang sudah matang dengan dosis 6 kg/lubang. Dan dalam perawatan tanaman saya menggunakan POC NASA, Super NASA, Hormonik ditambah pupuk makro yakni NPK. Penggunaan dan

perbandingan pupuk : 40 cc POC NASA + 10 cc Hormonik + 1 sdm Super NASA + 3 gelas NPK. Semuanya dilarutkan dalam 20 – 25 liter air untuk setiap 8 pohon atau rata-rata 3 liter/pohon.

Pemupukan dengan menggunakan produk NASA:

  • Umur 1 bulan 2 kali, awal dan akhir bulan,
  • Umur 3 bulan : 1Iiter/batang,
  • Umur 6 bulan : 2Iiter/batang,
  • Umur 9 bulan : 2Iiter/batang,
  • Umur 12 bulan: 3Iiter/batang,
  • Umur 20 bulan: 3liter/batang
  • Umur 26 bulan : 4liter/batang

Selanjutnya bisa dilepas artinya bisa di pupuk lagi, kadang-kadang maupun tidak lagi.

Perbedaan dengan jati lain yang tidak menggunakan NASA dengan jati yang menggunakan NASA;

  • Pertumbuhan tanaman lebih cepat
  • Daun lebih lebar,
  • Warna lebih hijau,
  • Batang lebih lurus dan lebih besar,
  • Sedikit cabang.

Tanaman yang dipupuk dengan Produk NASA lebih sedikit serangan hama dan penyakitnya, serta daun segar-segar dan tidak mudah rontok walaupun sekarang musim kemarau. Pada tanaman yang tidak menggunakan NASA daun rontok dan kering. Tanah yang dipupuk dengan produk NASA lebih gembur dibandingkan yang tidak menggunakan produk NASA.

Kayu jati yang menggunakan produk NASA memiliki diameter batang 10 cm dengan tinggi 12 meter dengan rendemen 0,049 m3, sedangkan kayu jati yang tidak menggunakan produk NASA berdiameter batang 5 cm dengan tinggi 5 m dengan rendemen 0,006 m3. Jadi ada kenaikan rendemen 8 kali lipat. Diperkirakan masa panen lebih cepat dari 30 – 40 tahun menjadi 15 tahun saja. Gunakan selalu produk Nasa. Coba dan yakinlah pasti hasil panen jati Anda akan berlipat.

Paket Pupuk Pohon Jati

SUPERNASA 250 gram rp42.500 x 6 botol = rp255.000
Belum termsuk biaya kirim.
 
Harga lebih murah jika order 4 paket = Rp920.000 (SUPERNASA 250 gram = 24 botol)
 
 
cara aplikasi:
AIR 1 drum (200 Liter) + SUPERNASA 250 gram 4 botol + NPK 2 Kg. aduk merata.
siram ke akar 2 - 3 liter per tanaman. interval 2 bulan sekali.
 
Tersedia kemasan SUPERNASA 3 Kg rp474.000 (lebih murah).
Belum termsuk biaya kirim.

Teknik Budidaya Pisang

A. PENDAHULUAN
Pisang adalah tanaman buah , sumber vitamin, mineral dan karbohidrat. Di Indonesia pisang yang ditanam baik dalam skala rumah tangga ataupun kebun pemeliharaannya kurang intensif. Sehingga, produksi pisang Indonesia rendah, dan tidak mampu bersaing di pasar internasional. Untuk itu PT. NATURAL NUSANTARA merasa terpanggil untuk membantu petani meningkatkan produksi secara kuantitas, kualitas dan kelestarian (Aspek K-3).

B. SYARAT TUMBUH
1. Iklim

Iklim tropis basah, lembab dan panas mendukung pertumbuhan pisang. Namun demikian pisang masih dapat tumbuh di daerah subtropis.
Kecepatan angin tidak terlalu tinggi.
Curah hujan optimal adalah 1.520 – 3.800 mm/tahun dengan 2 bulan kering.
2. Media Tanam

Sebaiknya pisang ditanam di tanah berhumus dengan pemupukan.
Air harus selalu tersedia tetapi tidak menggenang.
Pisang tidak hidup pada tanah yang mengandung garam 0,07%.
3.Ketinggian Tempat
Dataran rendah sampai pegunungan setinggi 2.000 m dpl. Pisang ambon, nangka dan tanduk tumbuh baik sampai ketinggian 1.000 m dpl.

C. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA
1. Pembibitan

Perbanyakan dengan cara vegetatif berupa tunas (anakan).
Tinggi anakan untuk bibit 1 – 1,5 m, lebar potongan umbi 15 – 20 cm.
Anakan diambil dari pohon yang berbuah baik dan sehat.
Bibit yang baik daun masih berbentuk seperti pedang, helai daun sempit.
2. Penyiapan Bibit

Tanaman untuk bibit ditanam dgn jarak tanam 2×2 m.
Satu pohon induk dibiarkan memiliki tunas antara 7- 9.
3. Sanitasi Bibit Sebelum Ditanam

Setelah dipotong, bersihkan tanah yang menempel di akar.
Simpan bibit di tempat teduh 1 – 2 hari sebelum tanam.
Buang daun yang lebar.
Rendam umbi bibit sebatas leher batang di dalam larutan POC NASA (1 – 2 tutup), HORMONIK (0,5 -1 tutup), Natural GLIO (1 – 2 sendok makan) dalam setiap 10 liter air, selama 10 menit. Lalu bibit dikeringanginkan.
Jika di areal tanam sudah ada hama nematoda, rendam umbi bibit di dalam air panas beberapa menit.
4. Pengolahan Media Tanam

Lakukan pembasmian gulma, rumput atau semak-semak.
Gemburkan tanah yang masih padat.
Buat sengkedan terutama pada tanah miring dan buat juga saluran pengeluaran air.
Dianjurkan menanam tanaman legum seperti lamtoro di batas sengkedan.
5. Teknik Penanaman

Ukuran lubang adalah 50 x 50 x 50 cm pada tanah berat dan 30 x 30 x 30 cm pada tanah gembur.
Jarak tanam 3 x 3 m untuk tanah sedang dan 3,3 x 3,3 m untuk tanah berat.
Penanaman dilakukan menjelang musim hujan (September – Oktober).
Siapkan campuran Natural GLIO dan pupuk kandang, caranya: Campur 100 gram Natural GLIO dengan 25 – 50 kg pupuk kandang, jaga kelembaban dengan memercikan air secukupnya, masukkan ke dalam karung, biarkan 1 – 2 minggu.
Pisahkan tanah galian bagian atas dan bagian bawah.
Tanah galian bagian atas dicampur Natural GLIO yang sudah dicampur pupuk kandang (0,5 – 1 kg per lubang tanam), tambahkan dolomit (0,5 – 1 kg/lubang tanam), pupuk kandang 15 – 20 kg/lubang tanam.
Masukkan bibit dengan posisi tegak, tutup terlebih dulu dengan tanah bagian atas yang sudah dicampur Natural GLIO, dolomit dan pupuk kandang, diikuti tanah galian bagian bawah. Catatan : pupuk kandang diberikan jika tersedia, jika tidak dapat diganti dengan SUPERNASA.
Siram dengan larutan POC NASA (1 – 2 tutup), HORMONIK (0,5 tutup) dalam setiap 5 liter air. Untuk mendapatkan hasil lebih baik, POC NASA dapat diganti dengan POP SUPERNASA. Cara penggunaan POP SUPERNASA: 1 (satu) botol POP SUPERNASA diencerkan dalam 4 liter (4000 ml) air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 5 liter air diberi 5 tutup larutan induk tadi untuk penyiraman setiap pohon. -Penyiraman dilakukan 2 – 3 bulan sekali.
Data kebutuhan dan cara pemupukan, adalah sebagai berikut :
PUPUK
JUMLAH
KETERANGAN
UREA 207 (kg/ha) Berikan 2x setahun, dalam larikan yang mengitari rumpun lalu ditutup tanah
SP-36 138 (kg/ha) 6 bulan setelah tanam ( 2x dalam satu tahun )
KCl 608 (kg/ha) 6 bulan setelah tanam ( 2x dalam satu tahun )
Pupuk Kandang
0,8-10 (kg/ha)
Pupuk dasar, campur dengan tanah galian bagian atas
Dolomit
200 (kg/ha)
Pupuk dasar, campur dengan tanah galian bagian atas
POC NASA
20 (botol/ha)
Disiramkan 3 bulan sekali
SUPERNASA
10 (botol/ha)
4 bulan sekali
HORMONIK
10 (botol/ha)
Dicampur POC NASA disiram 3 bulan sekali
6. Pemeliharaan Tanaman

Satu rumpun hanya 3 – 4 batang.
Pemotongan anak dilakukan sedemikian rupa sehingga dalam satu rumpun terdapat anakan yang masing-masing berbeda umur (fase pertumbuhan).
Setelah 5 tahun rumpun dibongkar diganti tanaman baru.
Penyiangan dilakukan bersamaan dengan penggemburan dan penimbunan dapuran dengan tanah.
Penyiangan dan penggemburan jangan terlalu dalam.
Pangkas daun kering.
Pengairan harus terjaga. Dengan disiram atau mengisi parit saluran air.
Pasang mulsa berupa daun kering ataupun basah. Tetapi mulsa tidak boleh dipasang terus menerus.
7. Pemeliharaan Buah

Potong jantung pisang yang telah berjarak 25 cm dari sisir buah terakhir.
Setelah sisir pisang mengembang sempurna, tandan pisang dibungkus kantung plastik bening polietilen tebal 0,5 mm, diberi lubang diameter 1,25 cm. Jarak tiap lubang 7,5 cm. Usahakan kantung menutupi 15 -45 cm di atas pangkal sisir teratas dan 25 cm di bawah ujung buah dari sisir terbawah.
Batang tanaman disangga dengan bambu yang dibenamkan sedalam 30 cm ke dalam tanah.
D. HAMA DAN PENYAKIT
1. Hama
a. Ulat daun (Erienota thrax.)
Menyerang daun. Gejala: daun menggulung seperti selubung dan sobek hingga tulang daun.

b. Uret kumbang (Cosmopolites sordidus)
Menyerang kelopak daun, batang. Gejala: lorong-lorong ke atas/bawah dalam kelopak daun, batang pisang penuh lorong. Pengendalian: sanitasi rumpun pisang, bersihkan rumpun dari sisa batang pisang, gunakan PESTONA.

c. Nematoda (Rotulenchus similis, Radopholus similis)
Menyerang akar. Gejala : tanaman kelihatan merana, terbentuk rongga atau bintik kecil di dalam akar, akar bengkak. Pengendalian: gunakan bibit yang tahan, tingkatkan humus tanah dan gunakan lahan dengan kadar lempung kecil.

d. Ulat bunga dan buah (Nacoleila octasema.)
Menyerang bunga dan buah. Gejala: pertumbuhan buah abnormal, kulit buah berkudis. Adanya ulat sedikitnya 70 ekor di tandan pisang.

2. Penyakit
a. Penyakit darah
Penyebab : Xanthomonas celebensis (bakteri). Menyerang jaringan tanaman bagian dalam. Gejala: jaringan menjadi kemerah-merahan seperti berdarah. Pengendalian: Pemberian Natural GLIO sebelum tanam, dan membongkar dan membakar tanaman yang sakit.

b. Panama
Penyebab: jamur Fusarium oxysporum. Menyerang daun. Gejala : daun layu dan putus, mula-mula daun luar lalu bagian dalam, pelepah daun membelah membujur, keluarnya pembuluh getah berwarna hitam. Pengendalian : Pemberian Natural GLIO sebelum tanam, membongkar dan membakar tanaman yang sakit.

c. Bintik daun
Penyebab: jamur Cercospora musae. Menyerang daun dengan gejala bintik sawo matang yang makin meluas. Pengendalian: : Pemberian Natural GLIO sebelum tanam.

d. Layu
Penyebab : bakteri Bacillus sp. menyerang akar. Gejala: tanaman layu dan mati. Pengendalian : membongkar dan membakar tanaman yang sakit, Natural GLIO diawal tanaman

e. Daun pucuk
Penyebab : virus dengan perantara kutu daun Pentalonia nigronervosa. Menyerang daun pucuk. Gejala: daun pucuk tumbuh tegak lurus secara berkelompok. Pengendalian: Mengendalikan kutu duan dengan Natural BVR, membongkar dan membakar tanaman yang sakit.

E. PANEN

Ciri khas panen adalah mengeringnya daun bendera. Buah 80 – 100 hari dengan siku-siku buah yang masih jelas sampai hampir bulat.
Buah pisang dipanen bersama-sama dengan tandannya. Panjang tandan yang diambil adalah 30 cm dari pangkal sisir paling atas. Gunakan pisau yang tajam dan bersih waktu memotong tandan.
Tandan pisang disimpan dalam posisi terbalik supaya getah dari bekas potongan menetes ke bawah tanpa mengotori buah.
Setelah itu batang pisang dipotong hingga umbi batangnya dihilangkan sama sekali.
Pada perkebunan pisang yang cukup luas, panen dapat dilakukan 3 – 10 hari sekali tergantung pengaturan jumlah tanaman produktif.

Budidaya Pepaya

Teknik budidaya pepaya praktis menjadi hal yang sangat penting ketika Anda menggeluti budidaya tanaman pepaya. Dengan teknik budidaya yang tepat dan terarah, diharapkan mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panen.

Tanaman pepaya merupakan jenis tanaman yang dapat tumbuh pada dataran rendah dan tinggi 700 – 1000 mdpl, curah hujan 1000 – 2000 mm/tahun, suhu udara optimum 22 – 26 derajat C dan kelembaban udara sekitar 40% dan angin yang tidak terlalu kencang sangat baik untuk penyerbukan. Tanah subur, gembur, mengandung humus dan harus banyak menahan air, pH tanah yang ideal adalah netral dengan pH 6 -7.

Teknik Budidaya Tanaman Pepaya

A. Pembibitan Pepaya

  1. Persyaratan Bibit/Benih
    • Biji-biji yang digunakan sebagai bibit diambil dari buah-buah yang telah masak benar dan berasal dari pohon pilihan. Buah pilihan tersebut di belah dua untuk diambil biji-bijinya. Biji yang dikeluarkan kemudian dicuci bersih hingga kulit yang menyelubungi biji terbuang lalu dikeringkan ditempat yang teduh.
    • Biji yang segar digunakan sebagai bibit. Bibit jangan diambil dari buah yang sudah terlalu masak/tua dan jangan dari pohon yang sudah tua.
  2. Penyiapan Benih
    Kebutuhan benih perhektar 60 gram (± 2000 tanaman). Benih direndam dalam larutan POC NASA 2 cc/liter selama 1-2 jam, ditiriskan dan ditebari Natural GLIO kemudian disemai dalam polybag ukuran 20 x 15 cm. Media yang digunakan merupakan campuran 2 ember tanah yang di ayak ditambah 1 ember pupuk kandang yang sudah matang dan diayak ditambah 50 gram TSP dihaluskan ditambah 30 gram Natural GLIO.
  3. Teknik Penyemaian Benih
    • Benih dimasukan pada kedalaman 1 cm kemudian tutup dengan tanah. Disiram setiap hari. Benih berkecambah muncul setelah 12-15 hari. Pada saat ketinggiannya 15-20 cm atau 45-60 hari bibit siap ditanam.
    • Biji-biji tersebut bisa langsung ditanam/disemai lebih dahulu. Penyemaian dilakukan 2 atau 3 bulan sebelum bibit persemaian itu dipindahkan ke kebun.
  4. Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian
    Pada persemaian biji-biji ditaburkan dalam larikan (barisan ) dengan jarak 5 – 10 cm. Biji tidak boleh dibenam dalam-dalam, cukup sedalam biji, yakni 1 cm. Dengan pemeliharaan yang baik, biji-biji akan tumbuh sesudah 3 minggu ditanam. Semprotkan POC NASA seminggu sekali dosis 2 tutup/tangki
  5. Pemindahan Bibit
    Bibit-bibit yang sudah dewasa, sekitar umur 2 – 3 bulan dapat dipindahkan pada permulaan musim hujan.

B. Pengolahan Media Tanam

  1. Persiapan
    Lahan dibersihkan dari rumput, semak dan kotoran lain, kemudian dicangkul/dibajak dan digemburkan.
  2. Pembentukan Bedengan
    • Bentuk bedengan berukuran lebar 200 – 250 cm, tinggi 20 – 30 cm, panjang secukupnya, jarak antar bedengan 60 cm.
    • Buat lubang ukuran 50 x 50 x 40 cm di atas bedengan, dengan jarak tanam 2 x 2,5 m.
  3. Pengapuran
    Apabila tanah yang akan ditanami pepaya bersifat asam (pH kurang dari 5), setelah diberi pupuk yang matang, perlu ditambah ± 1 kg Dolomit dan biarkan 1-2 minggu.
  4. Pemupukan
    Sebelum diberi pupuk, tanah yang akan ditanami pepaya harus dikeringkan satu minggu, setelah itu tutup dengan tanah campuran 3 blek pupuk kandang yang telah matang atau dengan Pupuk Organik Padat SUPERNASA.

C. Teknik Penanaman Pepaya

  1. Pembuatan Lubang Tanam
    • Lubang tanam berukuran 60 x 60 x 40 cm, yang digali secara berbaris. Biarkan lubang-lubang kosong agar memperoleh cukup sinar matahari. Setelah itu lubang-lubang diisi dengan tanah yang telah dicampuri dengan pupuk kandang 2 – 3 blek. Jika pupuk kandang tidak tersedia dapat dipakai SUPERNASA dengan cara disiramkan kelubang tanam dosis 1 sendok makan/10 lt air sebelum tanam. Lubang – lubang yang ditutupi gundukan tanah yang cembung dibiarkan 2-3 hari hingga tanah mengendap. Setelah itu baru lubang-lubang siap ditanami. Lubang-lubang tersebut diatas dibuat 1-2 bulan penanaman.
    • Apabila biji ditanam langsung ke kebun, maka lubang – lubang pertanaman harus digali terlebih dahulu. Lubang-lubang pertanaman untuk biji-biji harus selesai ± 5 bulan sebelum musim hujan.
  2. Cara Penanaman
    Tiap-tiap lubang diisi dengan 3-4 buah biji. Beberapa bulan kemudian akan dapat dilihat tanaman yang jantan dan betina atau berkelamin dua.

D. Pemeliharaan Tanaman Pepaya

  1. Penjarangan dan Penyulaman
    Penjarangan tanaman dilakukan untuk memperoleh tanaman betina disamping beberapa batang pohon jantan. Hal ini dilakukan pada waktu tanaman mulai berbunga.
  2. Penyiangan
    Kebun pepaya sama halnya dengan kebun buah-buahan lainnya, memerlukan penyiangan (pembuangan rumput). Kapan dan berapa kali kebun tersebut harus disiangi tak dapat dipastikan dengan tegas, tergantung dari keadaan.
  3. Pembubunan
    Kebun pepaya sama halnya dengan kebun buah-buahan lainnya, memerlukan pendangiran tanah. Kapan dan berapa kali kebun tersebut harus didangiri tak dapat dipastikan dengan tegas, tergantung dari keadaan.
  4. Pemupukan
    Pohon pepaya memerlukan pupuk yang banyak, khususnya pupuk organik, memberikan zat-zat makanan yang diperlukan dan dapat menjaga kelembaban tanah.
    Cara pemberian pupuk:
    • Tiap minggu setelah tanam beri pupuk kimia, 50 gram ZA, 25 gram Urea, 50 gram TSP dan 25 gram KCl, dicampur dan ditanam melingkar.
    • Satu bulan kemudian lakukan pemupukan kedua dengan komposisi 75 gram ZA, 35 gram Urea, 75 gram TSP, dan 40 gram KCl
    • Saat umur 3-5 bulan lakukan pemupukan ketiga dengan komposisi 75 gram ZA, 50 gram Urea, 75 gramTSP, 50 gram KCl
    • Umur 6 bulan dan seterusnya 1 bulan sekali diberi pupuk dengan 100 gram ZA, 60 gram Urea, 75 gramTSP, dan 75 gram KCl
    • Siramkan SUPERNASA ke lubang tanam dengan dosis 1 sendok makan/10 liter air setiap 1-2 bulan sekali
    • Lakukan penyemprotan POC NASA dosis 3 tutup / tangki setiap 1-2 minggu sekali setelah tanam sampai umur 2-3 bulan
    • Setelah umur 3 bulan semprot dengan POC NASA 3 – 4 tutup ditambah HORMONIK dosis 1 – 2 tutup / tangki.
    • Penyemprotan hati – hati pada saat berbunga agar tidak kena bunga yang mekar atau lebih aman bisa disiramkan.
  5. Pengairan dan Penyiraman
    Tanaman pepaya memerlukan cukup air tetapi tidak tahan air yang tergenang. Maka pengairan dan pembuangan air harus diatur dengan seksama. Apalagi di daerah yang banyak turun hujan dan bertanah liat, maka harus dibuatkan parit-parit. Pada musim kemarau, tanaman pepaya harus sering disirami.

E. Pengendalian Hama dan Penyakit Pepaya

  • Kutu tanaman (Aphid sp., Tungau). Badan halus panjang 2 – 3 mm berwarna hijau, kuning atau hitam. Memiliki sepasang tonjolan tabung pada bagian belakang perut, bersungut dan kaki panjang. Kutu dewasa, ada yang bersayap dan tidak. Merusak tanaman dengan cara menghisap cairan dengan pencucuk penghisap yang panjang di bagian mulut.
    Pengendalian : semprot dengan Natural BVR atau PESTONA secara bergantian
    Penyakit yang sering merugikan tanaman pepaya adalah penyakit yang disebabkan oleh jamur, virus mosaik, rebah semai, busuk buah, leher akar, pangkal batang dan nematoda.
  • Penyakit mati bujang diisebabkan oleh jamur Phytophthora parasitica, P. palmivora dan Pythium aphanidermatum. Menyerang buah dan batang pepaya.
    Cara pencegahan: perawatan kebun yang baik, menjaga kebersihan, dan drainase serta sebarkan Natural GLIO ke lubang tanam, sedangkan penyakit busuk akar disebabkan oleh jamur Meloidogyne incognita.
  • Nematoda. Apabila lahan telah ditanami pepaya, disarankan agar tidak menanam pepaya kembali, untuk mencegah timbulnya serangan nematoda. Tanaman yang terinfeksi oleh nematoda menyebabkan daun menguning, layu dan mati.
    Pengendalian : Siramkan PESTONA ke lubang tanam

F. Panen dan Pasca Panen

  1. Ciri dan Umur Panen
    Tanaman pepaya dapat dipanen setelah berumur 9-12 bulan. Buah pepaya dipetik harus pada waktu buah itu memberikan tanda-tanda kematangan: warna kulit buah mulai menguning. Tetapi masih banyak petani yang memetiknya pada waktu buah belum terlalu matang.
  2. Cara Panen
    Panen dilakukan dengan berbagai macam cara, pada umumnya panen/pemetikan dilakukan dengan menggunakan “songgo” (berupa bambu yang pada ujungnya berbentuk setengah kerucut yang berguna untuk menjaga agar buah tersebut tidak jatuh pada saat dipetik).
  3. Periode Panen
    Panen dilakukan setiap 10 hari sekali

Teknik Budidaya Vanili

A. PENDAHULUAN
Tanaman panili atau si Emas Hijau merupakan komoditi yang menjanjikan. Namun tidak semua panili berharga “emas”, hanya kualitas terbaiklah yang diberikan harga istimewa. PT. Natural Nusantara berupaya meningkatan produksi panili secara Kuantitas, Kualitas dan Kelestarian (aspek K-3).

B. SYARAT PERTUMBUHAN
Panili dapat hidup di iklim tropis, curah hujan 1000-3000 mm/tahun, cahaya matahari + 30%-50%, suhu udara optimal 200C-250C, kelembaban udara sekitar 60%-80%, ketinggian tempat 300-800 m dpl. Tanah gembur, ringan yaitu tipe tanah lempung berpasir (sandy loam) dan lempung berpasir kerikil (gravelly sandy loam), mudah menyerap air, pH tanah + 5,7 – 7

C. PEMBIBITAN
1. Seleksi Bibit

    Jenis panili bernilai ekonomi yaitu Vanilla planifolia Andrews, Vanilla tahitensis JW. Moore, Vanilla pompana.
    Syarat bibit generatif : tulen, punya sifat yang hampir sama dengan induknya; murni, biji tidak tercampur dengan yang berkualitas jelek; biji dalam kondisi segar dan sehat; bibit vegetatif : tanaman induk sehat dan cukup umur, sudah mengeluarkan sulur dahan yang kuat, tanaman induk belum atau jangan sampai berbuah.

2. Penyiapan Bibit

    Bibit generatif berasal dari biji yang unggul.
    Bibit Vegetatif dengan stek, mempercepat perakaran stek dapat direndam HORMONIK (1-2 cc/liter) kemudian dibiarkan agak layu baru ditanam dan disiram POC NASA (2-3 ttp) + HORMONIK ( 1 ttp) per 10 liter air.
    Kulture Jaringan.

3. Teknik Penyemaian Benih
Bibit disemai dalam tanah berpasir supaya akar mudah tumbuh. Tempat penyemaian harus teduh.

4. Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian
Penyiraman setiap hari, tidak boleh terlalu basah. Bibit yang jelek disingkirkan. Setiap seminggu sekali semprot dengan POC NASA (2-3 tutup) + HORMONIK ( 1 tutup) per tangki (14-17 liter).

5. Pemindahan Bibit
Pemindahan bibit ke lapangan tergantung asal bibit, yaitu bibit stek sekitar umur 1-2 bulan, bibit biji waktunya lama.

D. PENGOLAHAN MEDIA TANAM

    Pengolahan lahan dikerjakan pada pertengahan musim kemarau supaya pohon pelindung dapat ditanam, cek kondisi tanah
    Bersihkan lahan dari gulma dan dibajak.
    Buat jalur bedengan, lebar 80-120 cm dan lebar parit 30-50 cm.
    Lakukan pengapuran bila kondisi tanah terlalu asam.

E. PENANAMAN

    Penanaman di tengah bedengan, pola tanam monokultur
    Buat lubang tanam dekat tanaman penegak berukuran panjang, lebar dan dalam antara 20x15x10 cm, 25x20x12 cm dan 30x25x15 cm.
    Tanam stek dengan cara memasukkan 3 ruas seluruhnya ke dalam lubang secara mendatar agar akar tumbuh cepat dan sempurna
    Tutup dengan tanah galian yang dicampur dengan pupuk kandang
    Stek bibit bagian atas yang tidak terbenam dalam tanah diikat pada pohon panjatan dengan ikatan longgar.
    Waktu tanam stek bibit yang baik pada awal musim hujan. Sedangkan stek yang akan ditanam sebaiknya dibiarkan / dilayukan terlebih dahulu selama 4 – 7 hari dan pangkal stek bibit direndam dalam POC NASA / HORMONIK (1-2 cc/liter) + Natural GLIO untuk menghindari pembusukan.

F. PEMELIHARAAN TANAMAN
1. Penyulaman
Lakukan pengecekan setelah umur 2-3 minggu setelah tanam, apabila ada stek yang tumbuh kurang baik, segera disulam.

2. Penyiangan dan Pembubunan
Penyiangan dilakukan sebulan sekali sesudah penanaman sampai pertumbuhan panili tidak kerdil dan terlambat. Pembubunan bersamaan dengan penyiangan untuk menjaga bedengan tetap rapi dan tanah tetap gembur agar air mudah terserap.

3. Perempelan

    Perempelan bentuk, memotong 15 cm dari tanaman yang dilengkungkan dan sisakan 3 cabang terbaik untuk dipelihara agar terbentuk kerangka tanaman kuat dan seimbang
    Perempelan produksi, memotong pucuk sepanjang 10-15 cm menjelang musim berbunga dan saat berbuah untuk merangsang pertumbuhan generatif terutama pertumbuhan bunga dan buah
    Perempelan peremajaan, memotong cabang-cabang yang sudah pernah berbuah dan cabang-cabang yang sakit.

4. Pemupukan

    Tebar pupuk makro di sekitar pohon dan timbun dengan tanah karena sistem perakaran panili cukup dangkal. Kebutuhan pupuk makro per ha per tahun adalah Urea 8 kg, TSP 4 kg, KCl 14 kg, CaCO3 5 – 10 kg, MgSO4 H2O 2,5 – 5 kg/ha/tahun dan pupuk kandang 10-20 kg/pohon/tahun.
    Pemupukan diberikan setahun sekali. Akan lebih baik jika dikocor dengan SUPER NASA dosis + 0,5 sdm / 5 lt air per pohon setiap 3 bulan sekali dan penyemprotan POC NASA dosis 4-5 tutup/tangki setiap 2 – 4 minggu sekali atau POC NASA (3-4 tutup) + HORMONIK (1 tutup) per tangki setiap 2-4 minggu sekali.

5. Pengairan dan Penyiraman
Tanaman panili tidak tahan terhadap kekeringan sehingga pada musim kemarau perlu disiram secukupnya untuk merangsang pertumbuhan tanaman, perkembangan bunga serta buah.

6. Pemberian Mulsa dan Pendangiran
Pemberian mulsa dapat dilakukan bersamaan dengan penyiangan dan pendangiran. Bahan mulsa dari hasil pemangkasan pohon pelindung, tetapi bisa juga serbuk gergaji yang diletakkan di atas permukaan tanah dekat pohon panili.

7. Perambatan
Sistem pagar sulur-sulur, tanaman panili dibiarkan menjalar pada pagar yang telah dipasang secara horisontal. Pagar tempat menjalarnya panili dapat dibuat dari bambu yang diikatkan pada pohon yang satu dengan pohon yang lain. Sistem perambatan penunjang tunggal, tanaman panili dirambatkan lurus ke atas pada naungannya.

8. Pemangkasan Pohon Pelindung
Pohon pelindung dapat digunakan Glyricidia maculate, lamtoro dan dadap. Pemangkasan cabang dilakukan untuk mempertahankan agar tetap teduh, mempermudah sistem sirkulasi dan mengatur intensitas sinar matahari.

9. Pembungaan dan Penyerbukan
Panili berbunga setelah berumur 1,5-3 tahun, bunga yang muncul berupa dompolan dan akan mekar satu bunga secara bergantian. Mekarnya bunga hanya berlangsung 12 jam, yaitu mulai pukul 24:00 sampai menjelang tengah hari, sesudah itu bunga mulai layu dan mati. Oleh karena itu penyerbukan bunga dilakukan sekitar pukul 08:00 sampai 10:00. Penyerbukan buatan pada prinsipnya adalah mengangkat/memotong bibir yang membatasi kepala sari dan kepala putik, kemudian benang sari ditekan ke kepala putik untuk dilakukan penyerbukan. Seminggu setelah penyerbukan semprot dengan dosis POC NASA (3-4 tutup) dan HORMONIK (1 tutup) per tangki setiap 2-3 minggu sekali.

G. PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT
a. Hama
1. Bekicot
Menyerang dan merusak batang, bunga dan buah. Aktifitasnya dilakukan pada malam hari. Pengendalian: secara manual dengan mengambil dan mengumpulkan bekicot satu persatu kemudian dibakar sekaligus dalam satu lubang.

2. Belalang pedang
Merusak/memakan daun muda dan batang panili. Pengendalian: menyemprotkan PESTONA atau Natural BVR.

3. Penggerek batang
Larva hama ini merusak/menggerek batang tanaman panili yang menyebabkan tanaman panili lambat laun layu dan mati. Pengendalian penyemprotan PESTONA.

4. Ulat bulu jambul dan ulat geni
Merusak bagian pucuk, daun, batang dan bunga. Pengendalian: penyemprotan PESTONA.

b. Penyakit

1. Busuk akar
Gejala: akar hitam, tanaman menjadi kecoklat-coklatan dan akhirnya mati; biasanya terjadi pada saat produksi tertinggi pertama kali tercapai. Pengendalian: menjaga kesuburan tanah dengan pemupukan, pemberian kapur secukupnya, dan mengatur kelembaban , pencegahan diawal dengan Natural GLIO.

2. Busuk batang
Penyebab: jamur Fusarium batatatis. Gejala: pada batang terjadi bercak-bercak berwarna hitam yang akan meluas dan melingkar dengan cepat. Batang terserang akan keriput, berwarna coklat dan akhirnya kering. Pengendalian: mengurangi kelembaban dan drainase yang baik, saat stek akan ditanam dicelup dalam POC NASA + Natural GLIO.

3. Busuk buah
Ditemukan pada buah panili muda. Gejala: muncul bila menyerang pangkal buah muda sehingga banyak buah yang berguguran dan bila menyerang tengah buah akan hitam, kering selanjutnya mati. Pengendalian: penyemprotan Natural GLIO + gula pasir dosis 1-2 sendok teh per 10 liter air.

4. Busuk pangkal batang
Penyebab: Jamur Sclerotium sp. Gejala: pangkal batang tampak berwarna coklat dan kebasah-basahan, bagian tanaman yang diserang dan tanah sekitar terdapat misellium jamur berwarna putih seperti bulu dengan banyak sclerotium warna coklat. Pengendalian: gunakan bibit bebas busuk pangkal batang, penyemprotan Natural GLIO + gula pasir.

5. Bercak coklat pada buah
Penyebab: oleh cendawan Phytophthora sp. dan menyerang buah panili yang hampir masak. Gejala: bercak-bercak coklat tua dan akhirnya busuk. Pengendalian: (1) segera petik buah terserang kemudian membakarnya; (2) penyemprotan dengan Natural GLIO dosis 1-2 sendok/10 liter air.

6. Bercak coklat pada batang
Penyebab: cendawan Nectria vanilla, zimm. Gejala: batang tampak bercak coklat yang lama-kelamaan menghitam dan melingkar ruas dan mati. Pengendalian: potong dan bakar batang yang terserang.

7. Antraknosa
Penyebab: jamur Calospora vanillae, Mass. Gejala: batang, daun, buah berwarna coklat muda kekuningan tampak licin dan terlihat jelas bagian terserang dan tidak. Pengendalian: Potong dan bakar bagian terserang, atur kelembaban dan drainase.

8. Karat merah
Penyebab: Ganggang Cephaleuros heningsii, Schm. Gejala: bercak pada daun dan terus meluas hingga daun kering selanjutnya mati. Pengendalian: Singkirkan bagian terserang dan atur kelembaban kebun dengan pemangkasan pohon pelindung.

9. Penyakit pascapanen
Penyebab penyakit yang menyerang panili setelah dipanen : jamur Aspergillus, Penicillium, Rhizopus, sp dan Sclerotium, sp. Pengendalian: penanganan pasca panen yang baik.

Catatan : Jika Pengendalian hama dan penyakit dengan pestisida alami belum dapat mengatasi, dapat digunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dn tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata AERO 810 dosis 1-2 tutup/tangki.

H. PANEN DAN PASCA PANEN

    Pemetikan pada umur 240 hari (8 bulan) akan menghasilkan panili kering dengan kadar vanillin yang tinggi, kadar abu terendah, rendemen tertinggi dan kadar air yang aman.
    Ciri-ciri panili siap dipanen yaitu warna berubah dari hijau tua mengkilap menjadi hijau muda suram dengan garis-garis kecil warna kuning yang lambat laun melebar sampai ujung buah.
    Musim panen antara bulan Mei sampai Juli, sekitar 2 – 3 bulan
    Cara panen yang terbaik adalah memetik satu-persatu buah masak tanpa mengganggu buah lain dalam satu tandan yang masih mentah untuk menjaga mutu panili.
    Lakukan pelayuan untuk menghentikan proses respirasi yang terjadi dalam buah, mematikan sel-sel buah panili tanpa mengurangi aktifitas dan kadar enzim dalam buah. Proses pelayuan dengan menggunakan alat perebus yang diisi air ¾ bagian dengan suhu antara 65-950 C.
    Lakukan pemeraman dalam kotak khusus yang lengkap dengan tutup dan karung goni sebagai alasnya, utuk pembentukan aroma selama + 48 jam.
    Lakukan pengeringan dengan cara dijemur di bawah sinar matahari, dioven dan diangin-anginkan untuk mengurangi kadar air hingga 25-30 %
    Tempatkan buah panili kering dalam kotak yang dalamnya telah dilapisi kertas koran/karung plastik tipis dan simpan pada suhu kamar, siap dikirim dan dijual.

Saat ini PT. Natural Nusantara telah mengeluarkan 2 produk unggulan baru sebagai penyempurnaan produk sebelumnya, yaitu Pupuk Organik Serbuk Greenstar dan Supernasa Granule Modern.
 
Pupuk Organik Serbuk Greenstar dikemas dengan sangat praktis dan ekonomis. Serta dalam produk Greenstar tersebut sudah terkandung unsur yang ada pada produk POC NASA dan HORMONIK. Dan pupuk organik Supernasa Granule Modern juga dikemas dalam bentuk granule yang mantap sehingga lebih praktis dalam aplikasinya serta harganya lebih ekonomis.

Membuat Benih Padi Berkualitas

Bertepatan dengan masuknya musim tanam padi di sebagian wilayah di Indonesia, kali ini Stockist Nasa akan menyajikan Langkah membuat benih padi ber-teknologi organik NASA. Sebagaimana kita ketahui bahwa dalam budidaya tanaman pad, benih yang unggul mempunyai peran yang sangat penting karena kualitas benih merupakan faktor penentu suksesnya budidaya tanaman padi. Sebaik apapun perawatan yang kita lakukan pada tanaman padi kita, tidak akan ada gunanya apabila kita menggunakan benih yang sangat jelek.Cara membuat benih padi teknologi organik nasa

Saat ini di pasaran sangat banyak beredar berbagai macam benih padi, akan tetapi apakah semua benih tersebut berkualitas? Tidak bisa dipungkiri bahwa kita sering menemukan kejadian di lapangan, walaupun telah banyak yang menggunakan benih bersertifikat dan juga berlabel, akan tetapi setelah ditanam hasil yang didapat kurang memuaskan. Yah, jaman sekarang ini, apa sih yang tidak bisa dicurangin? apalagi proyek benih.
Langkah Pembuatan Benih Padi Ber-teknologi Organik NASA

Gunakan Benih Padi Berlabel Putih/Ungu
Langkah Pertama dan Utama dalam membuat benih padi unggul yaitu kita harus memiliki benih padi berlabel putih yang bisa kita dapatkan di balai benih padi setempat. Kalau benih berlabel putih tersebut sulit kita dapatkan, bisa juga kita gunakan benih yang berlabel ungu yang bisa kita dapatkan di kios-kios pertanian. Kebutuhan benih sekitar 25 Kg/ha.

Siapkan Lahan untuk Persemaian
Langkah kedua, menyiapkan lahan untuk menanam padi tersebut. Agar kemurniannya terjaga, Lahan tersebut harus terisolasi dengan tanaman padi yang lain. Jarak antar lahan dan tanaman padi yang lain minimal 10 m. Atau paling enak kalau kita menanamnya berbeda waktu dengan tanaman padi yang lain. Terserah saja caranya yang penting jangan sampai waktu pembungaannya sama.

Lakukan Seleksi pada Benih
Sebelum kita melakukan penyemaian benih, sebaiknya kita lakukan seleksi terlebih dulu dengan menggunakan air garam atau air abu sebagai media perendaman benih. Kita buang benih yang mengapung, Gunakan benih yang terendam. Setelah benih sudah terseleksi, rendam benih yang bagus tersebut dengan air bersih ditambah Pupuk Organik Cair NASA selama 24 jam dan tiriskan selama 24 jam pula. Namun jika calon akar belum ada 0,5 cm pemeraman bisa diperlama 24 jam lagi.

Proses Persemaian
Lahan persemaian kita siapkan seperti biasa dengan luas kurang lebih 20 % dari luas lahan. Cara pembuatan bibit seperti padi biasa, hanya yang harus diperhatikan adalah saat bibit padi umur 1 minggu sebaiknya semprot Pupuk Organik Cair NASA + HORMONIK + pestisida organik PESTONA secukupnya. Dan saat bibit satu minggu menjelang tanam sebaiknya kita aplikasi pestisida organik BVR dan CORRIN, agar saat penanaman nanti tidak ada hama dan penyakit yang terbawa ke pertanaman.

Pengolahan Lahan
Pada saat pengolahan tanah luku garu sebaiknya ditaburi Dolomit ditambah pupuk organik padat SUPERNASA dan Phospat (TSP atau SP-36).

Penanaman Benih
Cara penanaman benih padi unggul yang baik adalah harus memperhatikan jarak tanam, yaitu jangan kurang dari 22 cm. Dan gunakan sistem tanam legowo 2 : 1 atau maksimal 4:1. Tanam harus umur muda, kurang dari 18 hss (hari setelah semai). Saat penanaman jangan terlalu dalam. Gunakan cara tanam jiwir 2-3 batang per lubang. Inilah kunci untuk meningkatkan produksi benih padi unggul.

Pemeliharaan Tanaman
Dalam pemeliharaan yang paling penting adalah pengairan yang berselang, yaitu pemberian air dan buang air sampai tanah agak mengering. Tanaman jangan selalu direndam air. Pemupukan gunakan NPK 300 kg/ ha dan tambahkan urea 100 kg/ha atau sesuaikan kebutuhan dengan menggunakan bagan warna daun. Pemupukan bisa diberikan 2 kali ataupun 3 kali. Penyemprotan Pupuk Organik Cair NASA dan HORMONIK atau GREENSTAR tiap 1-2 minggu sekali dan bisa dicampur dengan pestisida organik seperti PESTONA, BVR dan CORRIN.

Penyortiran
Ketika tanaman benih padi unggul telah berbuah maka perlu dilakukan penyortiran, hal ini berguna untuk meningkatkan kemurnian benih. Penyortiran dilakukan dengan cara membuang/ memangkas bulir-bulir padi yang berbeda varietasnya. Pemangkasan juga dilakukan terhadap jenis gulma yang se-famili dengan padi.

    Ada trik juga untuk memantapkan pengisian bulir, yaitu dengan cara menambahkan pupuk NPK ditambah pupuk organik padat POWER NUTRITION ketika bulir padi telah masak susu. Hal ini berfungsi untuk memperlama proses pengisian dan memundurkan masa panen.

Pemanenan
Pemanenan benih padi unggul dilakukan jangan bersamaan dengan tanaman padi konsumsi. Hal ini bertujuan agar supaya benih tidak tercampur dengan benih lain. Gunakan sabit yang bergerigi dan taruh potongan malai pada terpal atau karung bekas. Pemanenan dilakukan saat padi menguning sekitar 90 %.

Penjemuran
Penjemuran calon benih padi unggul sebaiknya tidak dilakukan dilantai jemur, tapi harus diberi alas terpal atau anyaman bambu. Penjemuran sebaikknya dilakukan saat pagi hari sekitar jam 07.00 sampai jam 10.00 dan sore hari sekitar jam 14.30 sampai jam 17.00. Keringkan sampai kadar air sekitar 14-12 %. Sebelum digunakan untuk benih sebaiknya benih padi unggul dilakukan stagnasi dulu (disimpan dalam karung) sekitar 1-2 minggu. Setelah proses stagnasi bibit padi unggul siap digunakan.

Itulah beberapa langkah yang perlu dilakukan dalam membuat benih unggul padi ber-teknologi organik NASA, mudah-mudahan bermanfaat untuk meningkatkan pertanian Indonesia.

Paket Pupuk Padi

Rincian harga 1 paket untuk Padi 1/2 hektar:

POC NASA 500cc rp45.500 x 4 botol                = rp182.000
HORMONIK 100cc rp33.000 x 4 botol              = rp132.000
SUPERNASA 250 gram rp52.000 x 6 botol     = rp312.000
CORRIN 100 gram rp49.000 x 2 kotak            = rp   98.000
NATURAL BVR 100 gram rp35.000 x 2 kotak = rp  70.000
AERO 250cc rp27.000 x 1 botol                         = rp  27.000
jumlah 1 paket = rp 821.000

Belum termasuk biaya kirim.

Harga lebih murah jika order 2 paket = Rp1.500.000 (POC NASA 8 botol, HORMONIK 8 botol, SUPERNASA 12 botol, CORRIN 4 kotak, NATURAL BVR 4 kotak, AERO 2 botol). Belum termasuk biaya kirim.

SUPERNASA = Pupuk penyubur tanah,
POC NASA = pupuk daun / nutrisi organik
HORMONIK = zat perangsang tumbuh
CORRIN & NATURAL BVR = Pestisida biologi pemberantas hama dan penyakit.
AERO = perekat, perata, pembasah. bisa berfungsi perusak telur-telur hama.

cara aplikasi:

  1. Sebelum disemai, rendam benih dengan Air hangat, per 5 liter air + POC NASA 1 tutup. rendam selama 1 malam. Setelah itu diperam hingga berkecambah, kemudian disemai.
  2. Umur 1 minggu, semprot daun pagi hari per tangki + POC NASA 3 tutup + CORRIN 2 sdm + BVR 2 sdm.
  3. Sehari sebelum bibit dipindah ke lahan, kocorkan SUPERNASA 4 botol + NPK 2,5 kg + AIR 1 drum 200 liter, siramkan ke lahan sawah.
  4. Pemupukan rutin dilakukan tiap 1 minggu sekali: per tangki + POC NASA 4 tutup + HORMONIK 1 tutup + CORRIN 3 sdm + BVR 3 sdm.. semprot ke daun pada pagi hari ketika tanaman sedang fotosistesa (memasak makanan) sebelum jam 10 pagi. Pemupukan lewat daun efektif karena sasaran semprot adalah stomata (dapur tanaman) yang terletak di tepi bawah daun yang pada pagi hari terbuka saat fotosintesa.

Lebih jelas, silakan download menggunakan klik kanan dan save pada mouse: Teknis budidaya Padi berikut ini,

 

Budidaya Mentimun Oleh NASA

I. PENDAHULUAN

Produksi mentimun di Indonesia masih sangat rendah padahal potensinya masih bisa ditingkatkan. Untuk itu PT. Natural Nusantara berupaya turut membantu meningkatkan produksi secara Kualitas, Kuantitas dan Kelestarian (K-3).



II. SYARAT PERTUMBUHAN

2.1. Iklim
Adaptasi mentimun pada berbagai iklim cukup tinggi, namun pertumbuhan optimum pada iklim kering. Cukup mendapat sinar matahari, temperatur (21,1 – 26,7)°C dan tidak banyak hujan. Ketinggian optimum 1.000 – 1.200 mdpl.

2.2. Media Tanam
Tanah gembur, banyak mengandung humus, tata air baik, tanah mudah meresapkan air, pH tanah 6-7.

III. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA

3.1. Pembibitan

a. Siapkan Natural GLIO dari PT Natural Nusantara dan campurkan dengan pupuk kandang matang, diamkan 1 minggu.
b. Siapkan tanah halus dan pukan dapat diganti SUPERNASA / POC NASA PT Natural Nusantara yang telah dicampur Natural GLIO (tanah : pukan = 7:3) dan masukkan polybag.
c. Rendam benih dalam larutan POC NASA dan air hangat (2cc/l) selama 30 menit.
d. Peram selama 12 jam. Setiap benih yang berkecambah dipindahkan ke polibag sedalam 0,5-1 cm.
e. Polybag dinaungi plastik bening dan bibit disiram dua kali sehari.
f. Semprotkan POC NASA (2cc/l air) pada 7 hss.
g. Setelah berumur 12 hari atau berdaun 3-4 helai, bibit dipindahkan ke kebun.

3.2. Pengolahan Media Tanam

a. Bersihkan lahan dari gulma, rumput, pohon yang tidak diperlukan.
b. Berikan kalsit/dolomit (pH tanah <6>3.3. Penanaman
- Siram bibit dalam polibag dengan air
- Keluarkan bibit bersama medianya dari polibag.
- Tanamkan bibit di lubang tanam dan padatkan tanah di sekitar batang.

3.4. Pemeliharaan Tanaman

- Tanaman yang rusak atau mati dicabut dan segera disulam dengan tanaman yang baik.
- Bersihkan gulma (bisa bersama waktu pemupukan).
- Pasang ajir pada 5 hst ( hari setelah tanam ) untuk merambatkan tanaman.
- Daun yang terlalu lebat dipangkas, dilakukan 3 minggu setelah tanam pada pagi atau sore hari.
- Pengairan dan Penyiraman rutin dilakukan setiap pagi dan sore hari dengan cara di siram atau menggenangi lahan selama 15-30 menit. -Selanjutnya pengairan hanya dilakukan jika diperlukan dan diintensifkan kembali pada masa pembungaan dan pembuahan.

3.5. Pemupukan:

3.6. Hama dan Penyakit
3.6.1. Hama

a. Oteng-oteng atau Kutu Kuya (Aulocophora similis Oliver).

Kumbang daun berukuran 1 cm dengan sayap kuning polos. Gejala : merusak dan memakan daging daun sehingga daun bolong; pada serangan berat, daun tinggal tulangnya. Pengendalian : Natural BVR atau PESTONA PT Natural Nusantara.

b. Ulat Tanah (Agrotis ipsilon)
Ulat ini berwarna hitam dan menyerang tanaman terutama yang masih muda. Gejala: Batang tanaman dipotong disekitar leher akar.

c. Lalat buah (Dacus cucurbitae Coq.)
Lalat dewasa berukuran 1-2 mm. Lalat menyerang mentimun muda untuk bertelur, Gejala: memakan daging buah sehingga buah abnormal dan membusuk. Pengendalian : Natural METILAT PT Natural Nusantara.

d. Kutu daun (Aphis gossypii Clover)
Kutu berukuran 1-2 mm, berwarna kuning atau kuning kemerahan atau hijau gelap sampai hitam. Gejala: menyerang pucuk tanaman sehingga daun keriput, kerititing dan menggulung. Kutu ini juga penyebar virus. Pengendalian : Natural BVR atau PESTONA

3.6.2. Penyakit
a. Busuk daun (Downy mildew)
Penyebab : Pseudoperonospora cubensis Berk et Curt. Menginfeksi kulit daun pada kelembaban udara tinggi, temperatur 16 – 22°C dan berembun atau berkabut. Gejala : daun berbercak kuning dan berjamur, warna daun akan menjadi coklat dan busuk. Pengendalian : Pemberian Natural GLIO sebelum tanam.

b. Penyakit tepung (Powdery mildew )
Penyebab : Erysiphe cichoracearum. Berkembang jika tanah kering di musim kemarau dengan kelemaban tinggi. Gejala : permukaan daun dan batang muda ditutupi tepung putih, kemudian berubah menjadi kuning dan mengering. Pengendalian : Pemberian Natural GLIO sebelum tanam.

c. Antraknose
Penyebab : cendawan Colletotrichum lagenarium Pass. Gejala: bercak-bercak coklat pada daun. Bentuk bercak agak bulat atau bersudut-sudut dan menyebabkan daun mati; gejala bercak dapat meluas ke batang, tangkai dan buah. Bila udara lembab, di tengah bercak terbentuk massa spora berwarna merah jambu. Pengendalian : Pemberian Natural GLIO sebelum tanam.

d. Bercak daun bersudut
Penyebab : cendawan Pseudomonas lachrymans. Menyebar pada saat musim hujan. Gejala : daun berbercak kecil kuning dan bersudut; pada serangan berat seluruh daun yang berbercak berubah menjadi coklat muda kelabu, mengering dan berlubang. Pengendalian : Pemberian Natural GLIO sebelum tanam.

e. Virus
Penyebab : Cucumber Mosaic Virus, CMV, Potato virus mosaic, PVM; Tobacco Etch Virus, TEV; otato Bushy Stunt Virus (TBSV); Serangga vektor adalah kutu daun Myzus persicae Sulz dan Aphis gossypii Glov. Gejala : daun menjadi belang hijau tua dan hijau muda, daun berkerut, tepi daun menggulung, tanaman kerdil. Pengendalian: dengan mengendalikan serangga vektor dengan Natural BVR atau PESTONA, mengurangi kerusakan mekanis, mencabut tanaman sakit dan rotasi dengan famili bukan Cucurbitaceae.

f. Kudis (Scab)
Penyebab : cendawan Cladosporium cucumerinum Ell.et Arth. Terjadi pada buah mentimun muda. Gejala : ada bercak basah yang mengeluarkan cairam yang jika mengering akan seperti karet; bila menyerang buah tua, terbentuk kudis yang bergabus. Pengendalian : Pemberian Natural GLIO sebelum tanam.

g. Busuk buah
Penyebab : cendawan (1) Phytium aphinadermatum (Edson) Fizt.; (2) Phytopthora sp., Fusarium sp.; (3) Rhizophus sp., (4) Erwinia carotovora pv. Carotovora. Infeksi terjadi di kebun atau di tempat penyimpanan. Gejala : (1) Phytium aphinadermatum: buah busuk basah dan jika ditekan, buah pecah; (2) Phytopthora: bercak agak basah yang akan menjadi lunak dan berwarna coklat dan berkerut; (3) Rhizophus: bercak agak besah, kulit buah lunak ditumbuhi jamur, buah mudah pecah; (4) Erwinia carotovora: buah membusuk, hancur dan berbau busuk. Pengendalian: dengan menghindari luka mekanis, penanganan pasca panen yang hati-hati, penyimpanan dalam wadah bersih dengan suhu antara 5 – 7 derajat C. Dan pemberian Natural GLIO sebelum tanam.

3.7. Panen
3.7.1. Ciri dan Umur Panen
Buah mentimun muda lokal untuk sayuran, asinan atau acar umumnya dipetik 2-3 bulan setelah tanam, mentimun hibrida dipanen 42 hari setelah tanam Mentimun Suri dipanen setelah matang.

3.7.2. Cara Panen
Buah dipanen di pagi hari sebelum jam 9.00 dengan cara memotong tangkai buah dengan pisau tajam.

3.7.3.Periode Panen
Mentimun sayur dipanen 5 – 10 hari sekali tergantung dari varitas dan ukuran/umur buah yang dikehendaki.

Begitulah tata cara budi daya Mentimun dengan menggunakan produk produk pertanian nasa. Apa bila Anda membutuhkan pupuk produk NASA, jangan sungkan, call saya Aslam Sani HP. 0813 2880 0475

Filed under: Budidaya Tanaman | Ditandai: budi daya, glio, hormonik, natural nusantara, poc nasa, pupuk organik, supernasa | Leave a Comment »
Cara Membuat Kompos Sederhana
Posted on Juni 13, 2010 by Sani A

Kompos adalah hasil penguraian campuran bahan-bahan organik oleh populasi berbagai macam mikroba dalam kondisi lingkungan yang hangat, lembab, baik aerobik atau anaerobik. Membuat kompos sekala rumah tangga atau membuat kompos dari sampah organik rumah tangga dapat dilakukan dengan sederhana. Yaitu dengan menggunakan Teknologi Lubang Resapan Air Hujan Biopori. Halah… kok pake Teknologi Lubang Resapan Air Hujan Biopori segala? Katanya sederhana?

Lubang resapan biopori adalah lubang silindris yang dibuat secara vertikal ke dalam tanah dengan diameter 10 – 30 cm dan kedalaman sekitar 100 cm, atau dalam kasus tanah dengan permukaan air tanah dangkal, tidak sampai melebihi kedalaman muka air tanah. Lubang diisi dengan sampah organik untuk memicu terbentuknya biopori. Biopori adalah pori-pori berbentuk lubang (terowongan kecil) yang dibuat oleh aktivitas fauna tanah atau akar tanaman (dikutip dari http://www.biopori.com )

Bingung? Teknologi Lubang Resapan Air Hujan Biopori itu semacam sumur kecil dengan diameter 10-30 cm dengan kedalaman 100 cm atau samapi kedalaman air tanah bila kedalaman air tanah kurang dari 100 cm. Ini bisa dibuat dimanapun dipekarangan rumah kita. Fungsinya adalah untuk resapan air hujan.

Lho, tetapi halaman rumah saya semuanya dicor atau diconblok? Justru itu perlu dibuat biopori ini agar air hujan meresap lebih banyak ke tanah pekarangan kita. Sumur kecil ini bisa kita buat di sepanjang saluran air, di bawah pohon, atau bahkan di halaman yang berkonblok atau beton. Ya diambil conbloknya atau di buka beton nya lalu di buat lubang sedalam 100 cm diameter 10 cm s.d. 30 cm. Agar tidak mengganggu, lubang ini bisa kita tutup dengan kaleng yang seukuran dengan lobang dan sudah di lubangi dasarnya – untuk jalan air masuk ke sumur biopori. Pasang terbalik, bagian dasar kaleng diatas, untuk menutupi lubang sumur biopori.

Lha caranya buat kompos?
Pisahkan sampah rumah tangga menjadi sampah organik dan sampah anorganik. Ciri sampah organik itu bisa cepat membusuk.
Sampah anorganik terserah mau dikemanakan. Kalu masih laku dijual, mending dijual saja.
Untuk sampah organik, masukkan kedalam lubang biopori tersebut. jangan penuh penuh. cukup 2/3 kedalaman saja.
Tutup lubang biopori
Sudah! Biarkan sampai beberapa minggu. Kalau sudah terurai senua alias sudah jadi tanah semua, bukankah bisa dijadikan media tanam?

Pengomposan seperti ini memang bagian dari Teknologi Biopori itu sendiri. Biopori dimaksudkan sebagai pori pori dalam tanah yang terjadi karena aktifitas fauna pengurai seperti cacing, mikroba dll. Nah.. sampah organik tadi akan menimbulkan aktifitas itu. Dengan terjadinya pori pori di dalam tanah, tanah lebih mampu menahan air tanah.

Teknik Budidaya Melon

Buah melon merupakan buah favorit dan prospek bisnis yang cukup menjanjikan. Tetapi jika faktor tanah yang semakin keras, miskin unsur hara terutama unsur hara mikro dan hormon alami, faktor iklim dan cuaca, faktor hama dan penyakit tanaman serta faktor pemeliharaan tidak diperhatikan maka keuntungan akan menurun. PT Natural Nusantara dengan Aspek K-3 mnyuguhkan peran demi membantu perkembangan budidaya buah melon.

Beberapa Hal yang perlu diperhatikan dalam Budidaya Melon diantaranya :
SYARAT PERTUMBUHAN

  1. Iklim
    Perlu penyinaran matahari penuh selama pertumbuhannya. Pada kelembaban yang tinggi tanaman melon mudah diserang penyakit. Suhu optimal antara 25-300C. Angin yang bertiup cukup keras dapat merusak pertanaman melon. Hujan terus menerus akan merugikan tanaman melon. Tumbuh baik pada ketinggian 300-900 m dpl.
  2. Media Tanam
    Tanah yang baik ialah tanah liat berpasir yang banyak mengandung bahan organik seperti andosol, latosol, regosol, dan grumosol, asalkan kekurangan dari sifat-sifat tanah tersebut dapat dimanipulasi dengan pengapuran, penambahan bahan organik, maupun pemupukan. Tanaman melon tidak menyukai tanah yang terlalu basah, pH tanah 5,8-7,2.
PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA
  1. Pembibitan
    • Pembuatan Media Semai
      Siapkan Natural GLIO : 1-2 kemasan Natural GLIO dicampur dengan 50-100 kg pupuk kandang untuk lahan 1000 m2. Selanjutnya didiamkan + 1 minggu di tempat yang teduh dengan selalu menjaga kelembabannya dan sesekali diaduk (dibalik).
      Campurkan tanah halus (diayak) 2 bagian/2 ember (volume 10 lt), pupuk kandang matang yang telah diayak halus sebanyak 1 bagian/1 ember, TSP (± 50 gr) yang dilarutkan dalam 2 tutup POC NASA, dan Natural GLIO yang sudah dikembangbiakkan dalam pupuk kandang 1-2 kg . Masukkan media semai ke dalam polybag ukuran 8x10 cm sampai terisi hingga 90%.
    • Teknik Penyemaian dan pemeliharaan Bibit
      Rendam benih dalam 1 liter air hangat suhu 20-250C + 1 tutup POC NASA selama 8-12 jam lalu diperam + 48 jam. Selanjutnya disemai dalam polybag, sedalam 1-1,5 cm. Benih disemaikan dalam posisi tegak dan ujung calon akarnya menghadap ke bawah. Benih ditutup dengan campuran abu sekam dan tanah dengan perbandingan 2:1. Kantong persemaian diletakkan berderet agar terkena sinar matahari penuh sejak terbit hingga tenggelam. Diberi perlindungan plastik transparan yang salah satu ujungnya terbuka.
      Semprotkan POC NASA untuk memacu perkembangan bibit, pada umur bibit 7-9 hari dengan dosis 1,0-1,5 cc/liter. Penyiraman dilakukan dengan hati-hati secara rutin setiap pagi.
      Bibit melon yang sudah berdaun 4-5 helai atau tanaman melon telah berusia 10-12 hari dapat dipindahtanamkan dengan cara kantong plastik polibag dibuka hati-hati lalu bibit berikut tanahnya ditanam pada bedengan yang sudah dilubangi sebelumnya, bedengan jangan sampai kekurangan air.
  2. Pengolahan Media Tanam
    • Pembukaan Lahan
      Sebelum dibajak digenangi air lebih dahulu semalam, kemudian keesokan harinya dilakukan pembajakan dengan kedalaman sekitar 30 cm. Setelah itu dilakukan pengeringan, baru dihaluskan.
    • Pembentukan Bedengan
      Panjang bedengan maksimum 12-15 m; tinggi bedengan 30-50 cm; lebar bedengan 100-110 cm; dan lebar parit 55-65 cm.
    • Pengapuran
      Penggunaan kapur per 1000 m2 pada pH tanah 4-5 diperlukan 150-200 kg dolomit , untuk antara pH 5-6 dibutuhkan 75-150 kg dolomit dan pH >6 dibutuhkan dolomit sebanyak 50 kg.
    • Pemberian Natural GLIO
      Untuk mencegah serangan penyakit karena jamur terutama penyakit layu, sebaiknya tebarkan Natural GLIO yang sudah disiapkan sebelum persemaian. Dosis 1-2 kemasan per 1000 m2
    • Pemasangan Mulsa Plastik Hitam-Perak (PHP)
      Pemasangan mulsa sebaiknya saat matahari terik agar mulsa dapat memuai sehingga menutup bedengan dengan tepat. Biarkan bedengan tertutup mulsa 3-5 hari sebelum dibuat lubang tanam.
    • Pemupukan Dasar
    • Pupuk Kandang
      (ton/ha)
      Dosis Pupuk Makro (gram/pohon)
      Dosis POC NASA
      Urea
      SP36
      KCI
      4-5
      12
      20
      8
      30-60 tutup/ 1000 m2 + Air secukupmnya (siramkan)
      Hasil akan lebih baik jika pada pemupukan dasar, POC NASA diganti SUPER NASA yang telah dicampur air secara merata di atas bedengan dengan dosis 1-2 botol/1000 m2 dengan cara : Alternatif 1 : 1 botol SUPER NASA diencerkan dalam 3 liter air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 50 lt air diberi 200 cc larutan induk tadi untuk menyiram bedengan. Alternatif 2 : setiap 1 gembor vol 10 lt diberi 1 peres sendok makan SUPER NASA untuk menyiram + 10 meter bedengan. 
  3. Teknik Penanaman
    • Pemeliharaan Tanaman
      Diameter lubang + 10 cm, jarak lubang 60-80 cm. Model penanaman dapat berupa dua baris berhadap-hadapan membentuk segiempat atau segitiga.
    • Cara Penanaman
      Bibit siap tanam dipindahkan beserta medianya. Usahakan akar tanaman tidak sampai rusak saat menyobek polibag.
  4. Pemeliharaan Tanaman
    • Penyulaman
      Penyulaman dilakukan 3-5 hari setelah tanam. Setelah selesai penyulaman tanaman baru harus disiram air. Sebaiknya penyulaman dilakukan sore hari
    • Penyiangan
      Penyiangan dilakukan untuk membersihkan gulma/ rumput liar.
    • Perempelan
      Perempelan dilakukan terhadap tunas/cabang air yang bukan merupakan cabang utama.
    • Penggunaan Hormonik
      Dosis HORMONIK : 1-2 cc/lt air atau 1-2 tutup HORMONIK + 3-5 tutup POC NASA setiap tangki semprot. Penyemprotan HORMONIK mulai usia 3-11 minggu, interval 7 hari sekali.
    • Penyiraman
      Penyiraman sejak masa pertumbuhan tanaman, sampai akan dipetik buahnya kecuali hujan. Saat menyiram jangan sampai air siraman membasahi daun dan air dari tanah jangan terkena daun dan buahnya. Penyiraman dilakukan pagi-pagi sekali.
    • Pemeliharaan Lain
      Pemasangan Ajir, Ajir dipasang sesudah bibit mengeluarkan sulur-sulurnya. Tinggi ajir + 150 - 200 cm. Ajir terbuat dari bahan yang kuat sehingga mampu menahan beban buah + 2-3 kg. Tempat ditancapkannya ajir + 25 cm dari pinggir guludan baik kanan maupun kiri. Supaya ajir lebih kokoh bisa menambahkan bambu panjang yang diletakkan di bagian pucuk segitiga antara bambu atau kayu yang menyilang, mengikuti barisan ajir-ajir di belakangnya.
      Pemangkasan, Pemangkasan dilakukan pada tanaman melon bertujuan untuk memelihara cabang sesuai dengan yang dikehendaki. Tinggi tanaman dibuat rata-rata antara titik ke-20 sampai ke-25 (bagian ruas, cabang atau buku dari tanaman tersebut). Pemangkasan dilakukan kalau udara cerah dan kering, supaya bekas luka tidak diserang jamur. Waktu pemangkasan dilakukan setiap 10 hari sekali, yang paling awal dipangkas adalah cabang yang dekat dengan tanah dan sisakan dua helai daun, kemudian cabang-cabang yang tumbuh dipangkas dengan menyisakan 2 helai daun. Pemangkasan dihentikan, jika ketinggian tanamannya sudah mencapai pada cabang ke-20 atau 25.
    • Pemupukan
    • Waktu
      Pupuk Makro (gram/pohon)
      Urea
      SP-36
      KCI
      Umur 10 hari
      12
      12
      10
      Umur 20 hari
      12
      12
      10
      Umur 30 hari
      12
      8
      12
      Umur 40 hari
      12
      8
      20

      POC NASA disemprotkan ke tanaman :
      Alternatif 1: 6-7 kali ( interval 1 minggu sekali) dgn dosis 4 tutup botol/ tangki
      Alternatif 2: 4 kali (interval 2 minggu sekali ) dgn dosis 6 tutup botol/ tangki 
    • Hama dan Penyakit
      • Hama
        Kutu Aphis (Aphis gossypii Glover )
        Ciri: mempunyai getah cairan yang mengandung madu dan di lihat dari kejauhan mengkilap. Aphis muda berwarna kuning, sedangkan yang dewasa mempunyai sayap dan berwarna agak kehitaman. Gejala: daun tanaman menggulung, pucuk tanaman menjadi kering akibat cairan daun dihisap hama. Pengendalian: (1) gulma selalu dibersihkan agar tidak menjadi inang hama; (2) semprot PESTONA atau Natural BVR.

        Thrips (Thrips parvispinus Karny)
        Ciri: menyerang saat fase pembibitan sampai tanaman dewasa. Nimfa berwarna kekuning-kuningan dan dewasa berwarna coklat kehitaman. Serangan dilakukan di musim kemarau. Gejala: daun muda atau tunas baru menjadi keriting, dan bercak kekuningan; tanaman keriting dan kerdil serta tidak dapat membentuk buah secara normal. Gejala ini harus diwaspadai karena telah tertular virus yang dibawa hama thrips. Pengendalian: menyemprot dengan Pestona atau Natural BVR.
      • Penyakit
        Layu Bakteri
        Penyebab: bakteri Erwina tracheiphila E.F.Sm. Penyakit ini dapat disebarkan dengan perantara kumbang daun oteng-oteng (Aulacophora femoralis Motschulsky). Gejala: daun dan cabang layu, terjadi pengerutan pada daun, warna daun menguning, mengering dan akhirnya mati; daun tanaman layu satu per satu, meskipun warnanya tetap hijau. Apabila batang tanaman yang dipotong melintang akan mengeluarkan lendir putih kental dan lengket bahkan dapat ditarik seperti benang. Pengendalian: penggunaan Natural GLIO sebelum tanam.

        Penyakit Busuk Pangkal Batang (gummy stem bligt)
        Penyebab: Cendawan Mycophaerekka melonis (Passerini) Chiu et Walker. Gejala: pangkal batang seperti tercelup minyak kemudian keluar lendir berwarna merah coklat dan kemudian tanaman layu dan mati; daun yang terserang akan mengering. Pengendalian: (1) penggunaan mulsa PHP untuk mencegah kelembaban di sekitar pangkal batang dan mencegah luka di perakaran maupun pangkal batang karena penyiangan; (2) daun yang terserang dibersihkan. (3) gunakan Natural GLIO sebelum tanam sebagai pencegahan.

        Catatan: Jika pengendalian hama penyakit dengan menggunakan pestisida alami belum mengatasi dapat dipergunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata AERO 810, dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki.

        Gulma
        Gulma (tumbuhan pengganggu) merugikan tanaman, karena bersaing zat hara, tempat tumbuh dan cahaya. Pencabutan gulma harus dilakukan sejak tumbuhan masih kecil, karena jika sudah besar akan merusak perakaran tanaman melon.
    • Panen 
      • Ciri dan Umur Panen
        Tanda/Ciri Penampilan Tanaman Siap Panen :
        - Ukuran buah sesuai dengan ukuran normal
        - Jala/Net pada kulit buah sangat nyata/kasar
        - Warna kulit hijau kekuningan.
        - Umur Panen + 3 bulan setelah tanam.
        - Waktu Pemanenan yang baik adalah pada pagi hari.
      • Cara Panen
        - Potong tangkai buah melon dengan pisau, sisakan minimal 2,0 cm untuk memperpanjang masa simpan buah.
        - Tangkai dipotong berbentuk huruf "T" , maksudnya agar tangkai buah utuh.
        - Pemanenan dilakukan secara bertahap, dengan mengutamakan buah yang benar-benar telah siap dipanen.
        - Buah yang telah dipanen disortir. Kerusakan buah akibat terbentur/cacat fisik lainnya, sebaiknya dihindari karena akan mengurangi harga jual.
      • Penyimpanan
        Buah melon tidak boleh ditumpuk, yang belum terangkut disimpan dalam gudang. Buah ditata rapi dengan dilapisi jerami kering. Tempat penyimpanan harus bersih, kering.

Teknik Budidaya Mangga

A. PENDAHULUAN
Produksi mangga pada saat ini belum mampu memenuhi permintaan pasar, khususnya pasar luar negeri. Ketidakmampuan ini bukan hanya disebabkan produktivitas rendah tetapi juga kualitasnya masih kurang. Kondisi ini disebabkan oleh penerapan teknologi budidaya yang belum optimal.

Memperhatikan hal tersebut PT. NATURAL NUSANTARA membantu peningkatan produksi secara kuantitas, kualitas dan kelestarian (Aspek K-3). sehingga petani mampu bersaing di era pasar bebas.

B. AGROEKOLOGI
Tanaman mangga tumbuh baik pada ketinggian 50-300 m dpl pada lapisan tanah tebal dan struktur tanah remah dan berbutir-butir.

C. VARIETAS
Varietas yang bernilai jual tinggi antara lain Gadung 21 atau Arumanis 143. Varietas lainnya adalah Manalagi 69, Lalijiwo, Chokanan dan Golek 31.

D. PERSIAPAN LAHAN
Lubang tanam dibuat 1-2 bulan sebelum tanam,ukuran 1 m x 1m x 1 m dan jarak tanam 6 m x 8 m. Dua minggu sebelum pelaksanaan tanam, tanah galian dimasukkan kembali ke dalam lubang tanam dengan campur pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 1. Akan lebih optimal siram SUPERNASA (0,5 sdm / + 5 lt air/pohon).

E. PENANAMAN
Penanaman di awal musim hujan. Sebelum bibit ditanam kantong plastik dilepas. Kedalaman tanam + 15-20 cm diatas leher akar dan tanah disekitar tanaman ditekan ke arah tanaman agar tidak roboh. Tanaman diberi naungan dengan posisi miring ke barat dan selanjutnya dikurangi sedikit demi sedikit.

F. PEMUPUKAN

    Pupuk Kandang (PK) diberikan 1 kali pada awal musim hujan. Caranya dibenamkan disekitar pohon selebar tajuk tanaman atau menggali lubang pada sisi tanaman. Mangga umur 1 – 5 tahun diberi 30 kg PK, umur 6 – 15 tahun diberi 60 kg PK. Akan lebih optimal jika ditambahkan ~ ~ SUPERNASA atau jika pupuk kandang sulit dapat digunakan SUPERNASA dengan dosis :

    Alternatif 1 : 0,5 sendok makan/ 5 lt air per tanaman.
    Alternatif 2 : 1 botol SUPERNASA encerkan dalam 2 lt (2000 ml) air jadikan larutan induk. Kemudian setiap 1 lt air diberi 20 ml larutan induk tadi untuk menyiram per pohon.

    Pemberian SUPERNASA selanjutnya dapat diberikan setiap 3 – 4 bulan sekali.
    Penyemprotan POC NASA (4-5 ttp/tangki) atau lebih optimal POC NASA (3-4 ttp) + HORMONIK (1 ttp ) per tangki setiap 1 – 3 bulan sekali.
    Pupuk NPK 2 kali setahun di awal (Nopember – Desember), akhir musim hujan (April – Mei) dosis sebagai berikut :

Umur (th)     PK
(kg)     Dosis Pupuk Makro (KG/Pohon)
ZA     TSP     KCl
1 – 3     20 – 30     0.5 – 1     0.25-0.5     0.25-0.5
4 – 6     30 – 40     1 – 2     0.5 – 1     0.5 – 1
7 – 10     50 – 60     2 – 3     1 – 1.5     1 – 1.5
> 10     50 – 60     3 – 4     1.5 – 2     1.5 – 2


G. PEMANGKASAN
Pangkas Bentuk (3 tahap) :
Tahap I : umur 1 tahun setelah tanam pada musim hujan dengan memotong batang setinggi 50 – 60 cm dari permukaan tanah dan pemotongan di atas bidang sambungan. Dari cabang yang tumbuh dipelihara 3 cabang yang arahnya menyebar.

Tahap II : pemangkasan dilakukan pada ketiga cabang yang tumbuh tersebut setelah berumur 2 tahun, caranya menyisakan 1 – 2 ruas/pupus. Tunas yang tumbuh pada masing-masing cabang dipelihara 3 tunas. Jika lebih dibuang. Tahapan pemangkasan tersebut akan diperoleh pohon dengan rumus cabang 1- 3 – 9.

Tahap III : umur 3 tahun, cara sama seperti tahap II, tetapi tunas yang tumbuh dipelihara semua untuk produksi.

H. PANGKAS PRODUKSI
Pemangkasan ini untuk memelihara tanaman dengan memotong cabang mati / kering, cabang yang tumbuh ke dalam dan ke bawah serta cabang air yaitu cabang muda yang tidak akan menghasilkan buah. Pemangkasan produksi dilaksanakan segera setelah panen.

I. PENDANGIRAN
Dilakukan 2 kali dalam setahun pada awal dan akhir musim hujan, dengan membalik tanah (pembumbunan) di sekitar kaca tanaman agar patogen yang ada dalam tanah mati.

J. MULCHING (MULSA)
Pemberian mulsa di akhir musim hujan, menggunakan jerami / sisa-sisa bekas pangkasan / tanaman sela.

K. PENGENDALIAN GULMA
Pengendalian gulma dilakukan minimal 3 kali setahun.

L. INDUKSI BUNGA
Untuk merangsang pembungaan digunakan Pupuk Organik Padat SUPERNASA dengan dosis 1-2 sendok/pohon dicampur 10 liter air disiramkan secara merata di bawah kanopi pohon setelah pupus kedua ( Februari-Maret) dan disemprot POC NASA (3-4 ttp/tangki) + HORMONIK (1 ttp) per tangki.

M. PENGELOLAAN BUNGA DAN BUAH
Pengelolaan bunga dan buah dilakukan 4 kali, pada saat bud break, bud elongation, mango size (kacang hijau) dan marble size (jagung). Pupuk yang digunakan :

    Monokalsium Phospat ( MKP ) diberikan sebelum muncul tunas baru atau bud break dan pada saat bud break atau bud elongation (dosis 2,5 gr/liter).
    POC NASA diberikan saat bud break, bud elongation, (dosis 4-5 tutup/tangki).
    POC NASA (3-4 ttp) + HORMONIK (1 ttp) per tangki diberikan pada saat mango size dan marble size.

Untuk meningkatkan pembuahan, mengurangi kerontokan bunga dan buah gunakan POWER NUTRITION yang diformulasikan secara khusus untuk merangsang pertumbuhan bunga dan meningkatkan pembuahan. Cara aplikasinya adalah : Larutkan 3 sendok makan POWER NUTRITION ke dalam 10 liter air. Siramkan merata pada perakaran di sekitar batang pada pagi atau sore hari. Agar peresapan nutrisi menjadi optimal bisa ditambahkan AERO 810 dalam lautan POWER NUTRION tadi.

HAMA DAN PENYAKIT.

a. Tip Borer, Clumetia transversa
Ulat ini menggerek pucuk yang masih muda (flush) dan malai bunga dengan mengebor/menggerek tunas atau malai menuju ke bawah. Tunas daun atau malai bunga menjadi layu, kering akibatnya rusak dan transportasi unsur hara terhenti kemudian mati. Pengendalian; cabang tunas terinfeksi dipotong lalu dibakar, pendangiran untuk mematikan pupa, penyemprotan dengan PESTONA.

b. Thrips ( Scirtothrips dorsalis )
Hama ini sering disebut thrips bergaris merah karena pada segment perut yang pertama terdapat suatu garis merah. Hama ini selain menyerang daun muda juga bunga dengan menusuk dan menghisap cairan dari epidermis daun dan buah. Tempat tusukan bisa menjadi sumber penyakit. Daun kelihatan seperti terbakar, warna coklat dan menggelinting. Apabila bunga diketok-ketok dengan tangan dan dibawahnya ditaruh alas dengan kertas putih akan terlihat banyak thrips yang jatuh. Pengendalian : tunas muda terserang dipotong lalu dibakar, tangkap dengan perangkap warna kuning, pemangkasan teratur, penyemprotan dengan BVR atau PESTONA.

c. Ulat Phylotroctis sp.
Warna sedikit coklat (beda dengan Clumetia sp. yang warnanya hijau) sering menggerek pangkal calon malai bunga. Telur Phyloctroctis sp. menetas dan dewasa menyerang tangkai buah muda (pentil). Buah muda gugur karena lapisan absisi pada tangkai buah bernanah kehitaman. Aktif pada malam hari. Pengendalian dengan PESTONA.

d. Seed Borer, Noorda albizonalis
Hama ini menggerek buah pada bagian ujung atau tengah dan umumnya meninggalkan bekas kotoran dan sering menyebabkan buah pecah. Ulat ini langsung menggerek biji buah akibatnya buah busuk dan jatuh. Berbeda dengan Black Borer yang menggerek buah pada bagian pangkal buah. Lubang gerekan dapat sebagai sumber penyakit. Pengendalian : pembungkusan buah, kumpulkan buah terserang lalu dibakar, semprot dengan PESTONA.

e. Wereng mangga ( Idiocerus sp.)
Serangan terjadi saat malai bunga stadia bud elongation. Nimfa dan wereng dewasa menyerang secara bersamaan dengan menghisap cairan pada bunga, sehingga kering, penyerbukan dan pembentukan buah terganggu kemudian mati. Serangan parah terjadi jika didukung cuaca panas yang lembab. Hama ini dapat mengundang tumbuh dan berkembangnya penyakit embun jelaga (sooty mold) dengan dikeluarkan embun madu dari wereng yang dapat menyebabkan phytotoxic pada tunas, daun dan bunga. Pengendalian : pengasapan, penyemprotan BVR/PESTONA sebelum bunga mekar/pada sore hari.

f. Lalat Buah ( Bractocera dorsalis )
Buah yang terserang mula-mula tampak titik hitam, di sekitar titik menjadi kuning, buah busuk serta terjadi perkembangan larva. Bersifat agravator yaitu memungkinkan serangan hama sekunder (Drosophilla sp.), jamur dan bakteri. Pengendalian : pembungkusan buah, pemasangan perangkap lalat buah.

g. Penyakit Antraknose (Colletotrichum sp.)
Terjadi bintik-bintik hitam pada flush, daun, malai dan buah. Serangan menghebat jika terlalu lembab, banyak awan, hujan waktu masa berbunga dan waktu malam hari timbul embun yang banyak. Apabila bunganya terserang maka seluruh panenan akan gagal karena bunga menjadi rontok. Pengendalian : pemangkasan, penanaman jangan terlalu rapat, bagian tanaman terserang dikumpulkan dan dibakar.

h. Penyakit Recife, Diplodia recifensis
Penyakit ini disebut juga Blendok, vektor penyakit ini adalah kumbang Xyleborus affinis. Kumbang ini membuat terowongan di batang/cabang kemudian dan cendawan Diplodia masuk ke dalam terowongan. Di luar tempat kumbang menggerek akan keluar blendok (getah). Penyakit mangga lainnya seperti embun jelaga (jamur Meliola mangiferae), kudis/scab (Elsinoe mangiferae), bercak karat merah (ganggang Cephaleuros sp.)

Catatan : Jika Pengendalian hama dan penyakit dengan pestisida alami belum mengatasi, dapat digunakan pestisida kimia sesuai anjuran. Agar penyemprotan lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata AERO 810 dosis + 5 ml (0,5 tutup)per tangki. Penyemprotan herbisida (untuk gulma) agar lebih efektif dan efisien dapat di campur Perekat Perata AERO 810, dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki.

N. PANEN DAN PASCA PANEN
Panen dilakukan pada umur + 97 hari setelah bunga mekar, buah berbedak, dan pada jam 09.00 – 16.00 WIB dengan menyisakan tangkai buah sekitar 0,5 – 1 cm.
Saat ini PT. Natural Nusantara telah mengeluarkan 2 produk unggulan baru sebagai penyempurnaan produk sebelumnya, yaitu Pupuk Organik Serbuk Greenstar dan Supernasa Granule Modern.
 
Pupuk Organik Serbuk Greenstar dikemas dengan sangat praktis dan ekonomis. Serta dalam produk Greenstar tersebut sudah terkandung unsur yang ada pada produk POC NASA dan HORMONIK. Dan pupuk organik Supernasa Granule Modernjuga dikemas dalam bentuk granule yang mantap sehingga lebih praktis dalam aplikasinya serta harganya lebih ekonomis

Teknik Budidaya Lada

I. PENDAHULUAN
DISTRIBUTOR PT NATURAL NUSANTARA - Tanaman lada termasuk tanaman rempah yang banyak dikembangkan di Indonesia. Distributor PT. Natural Nusantara Yogyakarta berupaya membantu meningkatkan Budidaya Lada secara kuantitas, kualitas dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan (Aspek K-3).

II. SYARAT PERTUMBUHAN
2.1. Iklim
- Curah hujan 2.000-3.000 mm/th.
- Cukup sinar matahari (10 jam sehari).
- Suhu udara 200C - 34 0C.
- Kelembaban udara 50% - 100% lengas nisbi dan optimal antara 60% - 80% RH.
- Terlindung dari tiupan angin yang terlalu kencang.

2.2. Media Tanam
- Subur dan kaya bahan organik
- Tidak tergenang atau terlalu kering
- pH tanah 5,5-7,0
- Warna tanah merah sampai merah kuning seperti Podsolik, Lateritic, Latosol dan Utisol.
- Kandungan humus tanah sedalam 1-2,5 m.
- Kelerengan/kemiringan lahan maksimal ± 300.
- Ketinggian tempat 300-1.100 m dpl.

III. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA
3.1. Pembibitan
- Terjamin kemurnian jenis bibitnya
- Berasal dari pohon induk yang sehat
- Bebas dari hama dan penyakit
- Berasal dari kebun induk produksi yang sudah berumur 10 bulan-3 tahun (Kebutuhan bibit ± 2.000 bibit tanaman perhektar)

3.2. Pengolahan Media Tanam
a. Cangkul 1, pembalikan tanah sedalam 20-30 cm.
b. Taburkan kapur pertanian dan diamkan 3-4 minggu.

Dosis kapur pertanian :
- Pasir dan Lempung berpasir: pH Tanah 3,5 ke 4,5 = 0,6 ton/ha; pH Tanah 4,5 ke 5,5 = 0,6 ton/ha; pH Tanah ke 6,5 = 0,9 ton/ha.
- Lempung: pH Tanah 3,5 ke 4,5 = 0,6 ton/ha; pH Tanah 4,5 ke 5,5 = 1,7 ton/ha; pH Tanah ke 6,5 = 0,9 ton/ha.
- Lempung Berdebu: pH Tanah 3,5 ke 4,5 = 0,6 ton/ha; pH Tanah 4,5 ke 5,5 = 2,6 ton/ha; pH Tanah ke 6,5 = 3,2 ton/ha.
- Lempung Liat: pH Tanah 3,5 ke 4,5 = 0,6 ton/ha; pH Tanah 4,5 ke 5,5 = 3,4 ton/ha; pH Tanah ke 6,5 = 4,2 ton/ha.
c. Cangkul 2, haluskan dan ratakan tanah

3.3. Teknik Penanaman
- Sistem penanaman adalah monokultur (jarak tanam 2m x 2m). Tetapi juga bisa ditanam dengan tanaman lain.
- Lubang tanam dibuat limas ukuran atas 40 cm x 35 cm, bawah 40 cm x 15 cm dan kedalaman 50 cm.
- Biarkan lubang tanam 10-15 hari barulah bibit ditanam.
- Waktu penanaman sebaiknya musim penghujan atau peralihan dari musim kemarau kemusim hujan, pukul 6.30 pagi atau 16.30-18.00 sore.
- Cara penanaman : menghadapkan bagian yang ditumbuhi akar lekat kebawah, sedangkan bagian belakang (yang tidak ditumbuhi akar lekat) menghadap keatas.
- Taburkan pupuk kandang 0,75-100 gram/tanaman yang sudah dicampur NATURAL GLIO.
- Tutup lubang tanam dengan tanah galian bagian atas yang sudah dicampur pupuk dasar :
- NPK 20 gram/tanaman
- Untuk tanah kurang subur ditambahkan 10 gram urea, 7 gram SP 36 dan 5 gram KCl per tanaman.
- Segera setelah ditutup, disiram SUPERNASA :
- Alternatif 1 : 0,5 sendok makan/ 5 lt air per tanaman.
- Alternatif 2 : 1 botol SUPER NASA diencerkan dalam 2 liter (2000 ml) air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 1 liter air diberi 20 ml larutan induk tadi untuk penyiraman setiap pohon.
- Pemberian SUPERNASA selanjutnya dapat diberikan setiap 3 - 4 bulan sekali.

3.4. Pemeliharaan Tanaman
3.4.1. Pengikatan Sulur Panjat
Panjatkan pada tiang panjat menggunakan tali. Ikatkan dengan dipilin dan dilipat hingga mudah lepas bila sulur tumbuh besar dan akar lekatnya sudah melekat pada tiang panjat.

3.4.2. Penyiangan dan Pembumbunan
Penyiangan setiap 2-3 bulan sekali. Pembubunan dilakukan bersamaan dengan penyiangan.

3.4.4. Perempalan
Perempalan atau pemangkasan dilakukan pada:
Batang, dahan, ranting yang tidak produktif, atau terserang hama dan penyakit.
Pucuk/batang, karena tidak memiliki dahan yang produktif
Batang yang sudah tua agar meremajakan tanaman menjadi muda kembali.
3.4.5. Pemupukan Susulan
Penyemprotan POC NASA (4-5 tutup) atau POC NASA (3- 4 tutup) + HORMONIK (1 tutup) per tangki setiap 3 - 4 minggu sekali.
Pupuk makro diberikan sebagai berikut :


3.4.6. Pengairan dan Penyiraman
Pada musim kemarau penyiraman sehari sekali di sore hari. Pada musim hujan tidak boleh tergenang.

3.4.7. Pemberian Mulsa
Usia 3-5 bulan, beri mulsa alami berupa dedaunan tanaman tahunan ataupun alang-alang.

3.4.8. Penggunaan Tajar (Ajir)
Sebaiknya gunakan tajar mati dari bahan kayu. Pangkal tajar diruncingkan, bagian ujung dibuat cabang untuk menempatkan batang lada yang panjangnya telah melebihi tinggi tajar. Panjang tajar 2,5-3 m..

3.5. Hama dan Penyakit
3.5.1. Hama
a. Hama Penggerek Batang (Laphobaris Piperis)
Ciri: berwarna hitam, ukuran 3-5 mm. Serangga dewasa lebih suka menyerang bunga, pucuk daun dan cabang-cabang muda. Akibat lain bila Nimfanya (serangga muda) berupa ulat akan menggerek batang dan cabang tanaman. Pengendalian: memotong cabang batang; penyemprotan PESTONA.

b. Hama bunga
Ciri: Serangga dewasa berwarna hitam, sayap seperti jala, terdapat tonjolan pada punggungnya, ukuran panjang tubuh 4,5 mm dan lebar 3 mm. Gejala: serangga dewasa/nimfanya menyerang bunga berakibat bunga rusak dan menimbulkan kegagalan pembuahan, siklus hidupnya sekitar 1 bulan. Pengendalian: penyemprotan PESTONA, serta dapat juga dilakukan pemotongan pada tandan bunga.

c. Hama buah
Ciri: serangga berwarna hijau kecoklatan, nimfanya tidak bersayap, berwarna bening dan empat kali ganti kulit. Serangga dewasa atau nimfanya menyerang buah sehingga isi buah kosong. Telurnya biasa diletakkan pada permukaan daun atau pada tandan buah, siklus hidupnya sekitar 6 bulan. Pengendalian: musnahkan telur dipermukaan daun, cabang, dan yang ada pada tandan buah. Gunakan PESTONA.

3.5.2. Penyakit
a. Penyakit busuk pangkal batang (BPP)
Penyebab: jamur Phytopthora Palmivora Var Piperis. Gejala: awal serangan sulit diketahui. Bagian yang mulai terserang pada pangkal batang memperlihatkan garis-garis coklat kehitaman dibawah kulit batang. Daun berubah warna menjadi layu (berwarna kuning). Pencegahan : penanaman jenis lada tahan penyakit BPB. Pemberian Natural Glio sebelum dan sesudah tanam.

b. Penyakit kuning
Penyebab: tidak terpenuhinya berbagai persyaratan agronomis serta serangan cacing halus (Nematoda) Radhophalus similis yang mungkin berasosiasi dengan nematoda lain seperti Heterodera SP, M incognita dan Rotylenchus Similis. Gejala: menyerang akar tanaman lada, ditandai menguningnya daun lada, akar rambut mati, membusuk dan berwarna hitam. Cepat lambatnya gejala daun menguning tergantung berat ringannya infeksi dan kesuburan tanaman. Pengendalian: Pemberian pupuk kandang, pengapuran, pemupukan tepat dan seimbang, pemberian Natural Glio sebelum dan sesudah tanam.

Catatan : Jika pengendalian hama penyakit dengan menggunakan pestisida alami belum mengatasi dapat dipergunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata AERO-810, dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki. Penyemprotan herbisida (untuk gulma) agar lebih efektif dan efisien dapat di campur Perekat Perata AERO-810, dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki.

3.6. Panen
3.6.1. Ciri dan Umur Panen
Panen pertama umur tiga tahun atau kurang. Ciri-ciri: tangkainya berubah agak kuning dan sudah ada buah yang masak (berwarna kuning atau merah).
3.6.2. Cara Panen
Pemetikan dari buah bagian bawah hingga buah bagian atas, dengan mematahkan persendian tangkai buah yang ada diketiak dahan.
3.6.3. Periode Panen
Periode panen sesuai iklim setempat, jenis lada yang ditanam dan intensitas pemeliharaan.

Mengatasi Penyakit Pada Tanaman Lada

Setelah Perang Dunia ke -2, Lada Indonesia termasuk penghasil lada terbesar dunia,  saat ini produksinya tersaingi oleh Vietnam yang hampir 2 kalinya. Produktivitas tanaman  yang rendah dan produksi yang rendah memicu penurunan lada ini ditambah hadirnya penyakit penyakit yang sekarang menjadi penyebab utama hamper di semua kebun lada di Indonesia . Pemahaman tentang pupuk organik di kalangan petani lada yang belum popular ditambah pola budidaya dengan teknologi organik yang masih perlu dilakukan pendampingan.

Intensitas penyakit Busuk Pangkal Batang Lada ( BPBL ) yang disebabkan jamur pathogen Phytophthora capsici  bertambah seiring dengan perubahan cuaca yang ekstrem, yang sering terjadi beberapa waktu ini. Dari hasil penelitian serangan BPBL ini berkembang  pada  lingkungan gulma yang  banyak dibanding dengan  gulma sedikit.

Pada tanaman lada dikenal dua penyakit utama yang menyebabkan layu diantaranya layu cepat dan layu lambat. Namun, justru penyakit layu cepat atau yang dikenal BPBL ini yang lebih banyak merusak tanaman lada. Penyakit Busuk Pangkal Batang Lada ini disebabkan oleh jamur patogen Phytophthora capsici. Kadang, petani seringkali terkecoh dan sulit membedakan gejala antara penyakit layu lambat dengan layu cepat tersebut. Padahal identifikasi gejala ini merupakan bagian penting dalam menentukan penyakit yang menyerang tanaman lada. Dan hal ini sangat mempengaruhi bagaimana cara dan strategi pengendaliannya. Gejala layu akibat serangan patogen busuk pangkal batang biasanya nampak seperti tanaman kekeringan, sedangkan akibat penyakit kuning, ditunjukkan dengan daun menggantung kaku dan makin lama makin mengarah ke batang tanaman.

Pencegahan yang sebaiknya dilakukan adalah dengan kebersihan kebun dan pemangkasan tanaman naungan agar sinar matahari dapat masuk dan menghambat perkembangan jamur penyebab BPBL.

Pestisida organik yang ramah lingkungan dan saat ini masih yang terbaik di Indonesia adalah dengan aplikasi GLIO, untuk pencegahan pemakaian 1 kotak GLIO untuk 40 – 50 batang namun bila untuk pengobatan untuk 2- 30 batang dengan interval yang agak rapat.

Pestisida organik yang mengarah pada fungisida organik ini adalah produk andalah dari PT NATURAL NUSANTARA yang sudah mendapatkan sertifikasi nasional. Dan fungisida organik ini dapat mengatasi JAP pada karet, busuk buah pada tanaman kakao dan lainnya.

Paket Pupuk Tanaman Kopi

Produk NASA yang digunakan:

SUPERNASA Granul 10 Kg (1 zak): pupuk akar, penggembur & penyubur tanah.

POWER NUTRITION 250 gr, pupuk khusus buah

Cara Pakai:

Campurkan 1 zak SUPERNASA GRANUL + 2 botol POWER NUTRITION 250 gr + 2 Kg NPK / urea. Aduk merata. Benamkan di sekitar lingkar batang, Per pohon diberi 50 gr – 60 gr saja (tanpa air). Ulangi 1 bulan sekali.

Jika melakukan penyiraman, campurkan 1 botol POWER NUTRITION 250 gr + air 1 drum (200 liter).

Penggunaan Urea / NPK bisa dikurangi atau dihemat sampai 50%

1 hektar hanya memerlukan : 5 zak SUPERNASA GRANUL (50 Kg), POWER NUTRITION 6 Kg

Manfaat Supernasa granul:

meningkatkan mutu & hasil panen, hemat biaya karena dosis sedikit, menghemat pupuk kimia 50%, menyuburkan & menggemburkan tanah, memperbaiki tanah yang rusak akibat pupuk kimia, membantu perkembangbiakan mikroorganisme, mengandung hormone zat pengatur tumbuh, mempercepat pertumbuhan, merangsang bunga & buah, mengurangi kerontokan bunga & buah, meningkatkan daya tahan terhadap penyakit.

Manfaat Power Nutrition

Mampu meningkatkan pembuahan di luar musim, mengurangi kerontokan bunga & buah, meningkatkan mutu daging buah, menggemburkan & menyuburkan tanah, membantu melarutkan sisa pupuk kimia agar mudah diserap tanaman.

Metode / cara lain, Pemupukan agar bisa berbuah di luar musim:

air 1 drum (200 Liter) + POC NASA 500 cc + HORMON ORGANIK 100 cc + SUPERNASA 500 gram + POWER NUTRITION 500 gram, jika ingin pakai Pupuk Makro boleh sekalian dicampur di situ Urea atau NPK sekitar 10 – 15 Kg. Per tanaman dikocor di akar 1 – 1,5 Liter. Interval pemupukan cukup 3-4 bulan sekali. Pemakaian pupuk kimia bisa lebih hemat 75%.

Pemakaian pupuk Mikro (pupuk organik) + pupuk Makro (pupuk kimia) secara berimbang sangat penting, sebagai syarat tumbuh tanaman supaya tetap bisa bertahan berbuah di luar musim sepanjang tahun. Ibaratnya, tanaman juga perlu makan Nasi (pupuk Makro) + makan lauk pauk, sayuran, ikan (pupuk mikro) supaya sehat sempurna.

Teknik Budidaya Tanaman Kopi

A. PENDAHULUAN
Tanaman Kopi merupakan tanaman yang sangat familiar di lahan pekarangan penduduk pedesaan di Indonesia. Jika potensi dahsyat ini bisa kita manfaatkan tidaklah sulit untuk menjadikan komoditi ini menjadi andalan di sektor perkebunan. Hanya butuh sedikit sentuhan teknis budidaya yang tepat, niscaya harapan kita optimis menjadi kenyataan.

PT. Natural Nusantara berusaha mewujudkan harapan bersama tersebut dengan paket panduan teknis dan produk tanpa melupakan Aspek K-3 yaitu kuantitas, kualitas dan kelestarian yang kini menjadi salah satu syarat persaingan di era globalisasi.

B. PERSIAPAN LAHAN

    Untuk tanah pegunungan/miring buat teras.
    Kurangi/tambah pohon pelindung yang cepat tumbuh kira-kira 1:4 hingga 1: 8 dari jumlah tanaman kopi.
    Siapkan pupuk kandang matang sebanyak 25-50 kg, sebarkan Natural GLIO, diamkan satu minggu dan buat lobang tanam 60 x 60, atau 75 x 75 cm dengan jarak tanam 2,5×2,5 hingga 2,75 x 2,75 m minimal 2 bulan sebelum tanam

C. PEMBIBITAN

    Siapkan biji yang berkualitas dari pohon yang telah diketahui produksinya biasanya dari penangkar benih terpercaya.
    Buat kotak atau bumbunan tanah untuk persemaian dengan tebal lapisan pasir sekitar 5 cm.
    Buat pelindung dengan pelepah atau paranet dengan pengurangan bertahap jika bibit telah tumbuh.
    Siram bibitan dengan rutin dengan melihat kebasahan tanah.
    Bibit akan berkecambah kurang lebih 1 bulan, pilih bibit yang sehat dan lakukan pemindahan ke polibag dengan hati2 agar akar tidak putus pada umur bibit 2 -3 bulan sejak awal pembibitan.
    Tambahkan pupuk NPK sebagai pupuk dasar (lihat tabel) hingga umur 12 bulan.
    Siramkan SUPERNASA dosis 1 sendok makan per 10 liter air, ambil 250 ml per pohon dari larutan tersebut.
    Setelah bibit umur 4 bulan semprotkan 2 tutup POC NASA per tangki sebulan sekali hingga umur bibit 7-9 bulan dan siap tanam.

Jenis dan Dosis Pupuk Makro sesuai table.

Tahun
gr/pohon/tahun
Urea
SP-36
KCl
1
2 x 25 2 x 25 2 x 20
2
2 x 50 2 x 50 2 x 40
3
2 x 75 2 x 70 2 x 40
4
2 x 100 2 x 90 2 x 40
5 – 10
2 x 150 2 x 130 2 x 60
> 10
2 x 200 2 x 175 2 x 80

Catatan : Jenis dan Dosis pupuk sesuai dengan jenis tanah atau rekomendasi dinas pertaniam setempat



D. PENANAMAN

    Masukkan pupuk kandang dengan campuran tanah bagian atas saat penanaman bibit.
    Usahakan saat tanam sudah memasuki musim hujan.
    Lakukan penyiraman tanah setelah tanam.
    Hindarkan resiko kematian tanaman baru dari gangguan ternak.

E. PENYULAMAN

    Lakukan penyulaman segera jika tanaman mati atau gejala pertumbuhannya tidak normal.
    Penyulaman dilakukan awal musim hujan.

F. PENYIRAMAN
Lakukan penyiraman jika tanah kering atau musim kemarau

G. PEMUPUKAN

    Pemupukan NPK diberikan dua kali setahun, yaitu awal dan akhir musim hujan.
    Setelah pemupukan sebaiknya disiram.

Jenis dan Dosis Pupuk Makro sesuai table.
Tahun
   
gr/pohon/tahun
Urea
   
SP-36
   
KCl
1
    2 x 25     2 x 25     2 x 20
2
    2 x 50     2 x 50     2 x 40
3
    2 x 75     2 x 70     2 x 40
4
    2 x 100     2 x 90     2 x 40
5 – 10
    2 x 150     2 x 130     2 x 60
> 10
    2 x 200     2 x 175     2 x 80

Catatan : Jenis dan Dosis pupuk sesuai dengan jenis tanah atau rekomendasi dinas pertaniam setempat

Cara pemupukan dibuat lubang kecil mengelilingi tanaman sejauh ¾ lebar tajuk, pupuk dimasukan dan ditutup tanah. Akan lebih baik ditambah pupuk organik SUPERNASA dosis 1 botol untuk ± 200 tanaman. 1 botol SUPERNASA diencerkan dalam 2 liter (2000 ml) air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 1 liter air diberi 10 ml larutan induk tadi untuk penyiraman setiap pohon atau siram atau kocorkan SUPERNASA 1 sendok makan per 10 liter air setiap 3-6 bulan sekali.

Apabila tanaman sudah berproduksi tambahkan pupuk khusus pembuahan, yaitu POWER NUTRITION. POWER NUTRITION adalah pupuk organik yang diformulasikan secara khusus untuk merangsang mengoptimalkan pertumbuhan dan meningkatkan produksi buah pada tanaman kopi. POWER NUTRITION dibuat dari beragam bahan alami yang mengandung unsur hara esensial yang sangat dibutuhkan tanaman untuk meningkatkan pembuahan. Pemberian POWER NUTRITION bisa dicampurkan dengan pemupukan SUPERNASA dengan dosis sama seperti dosis pemberian SUPERNASA.

Untuk pemeliharaan semprotkan POC NASA 3-4 tutup + HORMONIK 1-2 tutup per tangki setiap 1 bulan sekali.

H. PEMANGKASAN
Lakukan pemangkasan rutin setelah berakhirnya masa panen (pangkas berat) untuk mengatur bentuk pertumbuhan, mengurangi cabang tunas air (wiwilan), mengurangi penguapan dan bertujuan agar terbentuk bunga, serta perbaikan bagian tanaman yang rusak. Pemangkasan pada awal atau akhir musim hujan setelah pemupukan

I. PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT
a. Hama

    Bubuk buah kopi (Stephanoderes hampei) serangan di penyimpanan buah maupun saat masih di kebun . Pencegahan dengan PESTONA atau BVR secara bergantian.
    Penggerek cabang coklat dan hitam (Cylobarus morigerus dan Compactus ) menyerang ranting dan cabang. Pencegahan dengan PESTONA.
    Kutu dompolan (Pseudococcus citri) menyerang kuncup bunga, buah muda, ranting dan daun muda, pencegahan gunakan PESTONA, BVR atau PENTANA + AERO 810 secara bergantian.

b. Penyakit

    Penyakit karat daun disebabkan oleh Hemileia vastatrix , preventif semprotkan Natural GLIO.
    Penyakit Jamur Upas disebabkan oleh Corticium salmonicolor : Kurangi kelembaban , kerok dan preventif oleskan batang/ranting dengan Natural GLIO + POC NASA.
    Penyakit akar hitam penyebab Rosellina bunodes dan R. arcuata. Ditandai dengan daun kuning, layu, menggantung dan gugur. preventif dengan Natural GLIO.
    Penyakit akar coklat penyebabnya : Fomes lamaoensis atau Phellinus lamaoensis preventif dengan Natural GLIO.
    Penyakit bercak coklat pada daun oleh Cercospora cafeicola Berk et Cooke pencegahan dengan Natural GLIO.
    Penyakit mati ujung pada ranting.Penyebabnya Rhizoctonia. Preventif gunakan Natural GLIO.

Catatan : Jika pengendalian hama dan penyakit dengan pestisida alami belum mengatasi, sebagai alternative terakhir bisa digunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata Pembasah AERO 810 dosis 0,5 tutup botol per tangki

J.  PANEN
Kopi akan berproduksi mulai umur 2,5 tahun jika dirawat dengan baik dan buah telah menunjukkan warna merah yang meliputi sebagian besar tanaman, dan dilakukan bertahap sesuai dengan masa kemasakan buah.

"panduan-cara-budidaya-tanaman-buah-panen-kopi-natural-nusantara-distributor-resmi-pupuk-organik-nasa-pocnasa-hormonik-supernasa-pentana-pestona-power-nutrition-bvr-glio-metilat-plus-npk-urea-greenstar"K. PENGOLAHAN HASIL
Agar dipersiapkan terlebih dahulu tempat penjemuran, pengupasan kulit dan juga penyimpanan hasil panen agar tidak rusak akibat hama pasca panen. Buah panenan harus segera diproses maksimal 20 jam setelah petik untuk mendapatkan hasil yang baik.

Penyebab Kerusakan Kopi Beras :

    Biji keriput : asal buah masih muda
    Biji berlubang :kopi terserang bubuk
    Biji kemerahan : Kurang bersih mencucinya
    Biji pecah : mesin pengupas kurang sempurna, berasal dari buah yang terserang bubuk, pada saat pengupasan dengan mesin kopi terlalu kering.
    Biji pecah diikuti oleh perubahan warna: mesin penguap dan pemisah kulit dengan biji kurang sempurna, fermentasi pada pengolahan basah kurang sempurna.
    Biji belang : pengeringan tidak sempurna, terlalu lama disimpan , suhu penyimpanan terlalu lembab.
    Biji Pucat : terlalu lama disimpan di tempat lembab
    Biji berkulit ari : Pengeringan tidak sempurna atau terlalu lama, pada pengeringan buatan suhu awal terlalu rendah.
    Biji berwarna kelabu hitam : pada pengeringan buatan suhunya terlalu tinggi.
    Noda-noda cokelat hitam : pada pengeringan buatan, kopi tidak sering diaduk/dibolak-balik.

Saat ini PT. Natural Nusantara telah mengeluarkan 2 produk unggulan baru sebagai penyempurnaan produk sebelumnya, yaitu Pupuk Organik Serbuk Greenstar dan Supernasa Granule Modern.
 
Pupuk Organik Serbuk Greenstar dikemas dengan sangat praktis dan ekonomis. Serta dalam produk Greenstar tersebut sudah terkandung unsur yang ada pada produk POC NASA dan HORMONIK. Dan pupuk organik Supernasa Granule Modernjuga dikemas dalam bentuk granule yang mantap sehingga lebih praktis dalam aplikasinya serta harganya lebih ekonomis.

Teknik Budidaya Kentang

A. PENDAHULUAN
Kentang (Solanum tuberosum L) merupakan sumber utama karbohidrat, sehingga menjadi komoditi penting. PT. NATURAL NUSANTARA berupaya meningkatkan produksi kentang nasional secara kuantitas, kualitas dan tetap berdasarkan kelestarian lingkungan (Aspek 3K).

B. SYARAT PERTUMBUHAN
1. Iklim
Curah hujan rata-rata 1500 mm/tahun, lama penyinaran 9-10 jam/hari, suhu optimal 18-21 °C, kelembaban 80-90% dan ketinggian antara 1.000-3.000 m dpl.

2. Media Tanam
Struktur remah, gembur, banyak mengandung bahan organik, berdrainase baik dan memiliki lapisan olah yang dalam dan pH antara 5,8-7,0.

C. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA
1. Pembibitan

  • Umbi bibit berasal dari umbi produksi berbobot 30-50 gram, umur 150-180 hari, tidak cacat, dan varitas unggul. Pilih umbi berukuran sedang, memiliki 3-5 mata tunas dan hanya sampai generasi keempat saja. Setelah tunas + 2 cm, siap ditanam.
  • Bila bibit membeli (usahakan bibit yang bersertifikat), berat antara 30-45 gram dengan 3-5 mata tunas. Penanaman dapat dilakukan tanpa/dengan pembelahan. Pemotongan umbi dilakukan menjadi 2-4 potong menurut mata tunas yang ada. Sebelum tanam umbi direndam dulu menggunakan POC NASA selama 1-3 jam (2-4 cc/lt air).

2. Pengolahan Media Tanam
Lahan dibajak sedalam 30-40 cm dan biarkan selama 2 minggu sebelum dibuat bedengan dengan lebar 70 cm (1 jalur tanaman)/140 cm (2 jalur tanaman), tinggi 30 cm dan buat saluran pembuangan air sedalam 50 cm dan lebar 50 cm.

Natural Glio yang sudah terlebih dahulu dikembangbiakkan dalam pupuk kandang + 1 minggu, ditebarkan merata pada bedengan (dosis : 1-2 kemasan Natural Glio dicampur 50-100 kg pupuk kandang/1000 m2). 

3. Teknik Penanaman
3.1. Pemupukan Dasar

  1. Pupuk anorganik berupa urea (200 kg/ha), SP 36 (200 kg/ha), dan KCl (75 kg/ha).
  2. Siramkan pupuk POC NASA yang telah dicampur air secukupnya secara merata di atas bedengan, dosis 1-2 botol/ 1000 m². Hasil akan lebih bagus jika menggunakan SUPER NASA dengan cara : A) Alternatif 1 : Satu botol Super Nasa diencerkan dalam 3 liter air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 50 lt air diberi 200 cc larutan induk tadi untuk menyiram bedengan. B) Alternatif 2 : setiap 1 gembor vol 10 lt diberi 1 peres sendok makan Super Nasa untuk menyiram 10 meter bedengan.
  3. Penyiraman POC NASA / SUPER NASA dilakukan sebelum pemberian pupuk kandang.
  4. c. Berikan pupuk kandang 5-6 ton/ha (dicampur pada tanah bedengan atau diberikan pada lubang tanam) satu minggu sebelum tanam,

3.2. Cara Penanaman
Jarak tanaman tergantung varietas, 80 cm x 40 cm atau 70 x 30 cm dengan kebutuhan bibit + 1.300-1.700 kg/ha (bobot umbi 30-45 gr). Waktu tanam diakhir musim hujan (April-Juni).

4. Pemeliharaan Tanaman
4.1. Penyulaman
Penyulaman untuk mengganti tanaman yang tidak tumbuh/tumbuhnya jelek dilakukan 15 hari semenjak tumbuh.

4.2. Penyiangan
Penyiangan dilakukan minimal dua kali selama masa penanaman 2-3 hari sebelum/bersamaan dengan pemupukan susulan dan penggemburan.

4.3. Pemangkasan Bunga
Pada varietas kentang yang berbunga sebaiknya dipangkas untuk mencegah terganggunya proses pembentukan umbi, karena terjadi perebutan unsur hara.

4.4. Pemupukan Susulan
a. Pupuk Makro
Urea/ZA: 21 hari setelah tanam (hst) 300 kg/ha dan 45 hst 150 kg/ha.
SP-36: 21 hst 250 kg/ha.
KCl: 21 hst 150 kg/ha dan 45 hst 75 kg/ha.
Pupuk makro diberikan jarak 10 cm dari batang tanaman.

b. POC NASA: mulai umur 1 minggu s/d 10 atau 11 minggu.

Alternatif I : 8-10 kali (interval 1 minggu sekali dengan dosis 4 tutup/tangki atau 1 botol (500 cc)/ drum 200 lt air.
Alternatif II : 5 – 6 kali (interval 2 mingu sekali dengan dosis 6 tutup/tangki atau 1,5 botol (750 cc)/ drum 200 lt air.
c. HORMONIK : penyemprotan POC NASA akan lebih optimal jika dicampur HORMONIK (dosis 1-2 tutup/tangki atau + 2-3 botol/drum 200 liter air).

3.4.5. Pengairan
Pengairan 7 hari sekali secara rutin dengan di gembor, Power Sprayer atau dengan mengairi selokan sampai areal lembab (sekitar 15-20 menit). 

D. HAMA DAN PENYAKIT
1. Hama

Ulat grayak (Spodoptera litura)
Gejala: ulat menyerang daun hingga habis daunnya. Pengendalian: (1) memangkas daun yang telah ditempeli telur; (2) penyemprotan Natural Vitura dan sanitasi lingkungan.

Kutu daun (Aphis Sp)
Gejala: kutu daun menghisap cairan dan menginfeksi tanaman, juga dapat menularkan virus. Pengendalian: memotong dan membakar daun yang terinfeksi, serta penyemprotan Pestona atau BVR.

Orong-orong (Gryllotalpa Sp)
Gejala: menyerang umbi di kebun, akar, tunas muda dan tanaman muda. Akibatnya tanaman menjadi peka terhadap infeksi bakteri. Pengendalian: Pengocoran Pestona.

Hama penggerek umbi (Phtorimae poerculella Zael)
Gejala: daun berwarna merah tua dan terlihat jalinan seperti benang berwarna kelabu yang merupakan materi pembungkus ulat. Umbi yang terserang bila dibelah, terlihat lubang-lubang karena sebagian umbi telah dimakan. Pengendalian : Pengocoran Pestona.

Hama trip ( Thrips tabaci )
Gejala: pada daun terdapat bercak-bercak berwarna putih, berubah menjadi abu-abu perak dan mengering. Serangan dimulai dari ujung-ujung daun yang masih muda. Pengendalian: (1) memangkas bagian daun yang terserang; (2) mengunakan Pestona atau BVR

"panduan-cara-budidaya-tanaman-kentang-indonesia-natural-nusantara-distributor-resmi-pupuk-organik-nasa-pocnasa-hormonik-supernasa-pentana-pestona-power-nutrition-bvr-glio-metilat-plus-npk-urea-greenstar"

2. Penyakit
Penyakit busuk daun
Penyebab: jamur Phytopthora infestans. Gejala: timbul bercak-bercak kecil berwarna hijau kelabu dan agak basah hingga warnanya berubah menjadi coklat sampai hitam dengan bagian tepi berwarna putih yang merupakan sporangium dan daun membusuk/mati. Pengendalian: sanitasi kebun. Pencegahan dengan penggunaan Natural Glio pada sebelum atau awal tanam.

Penyakit layu bakteri
Penyebab: bakteri Pseudomonas solanacearum. Gejala: beberapa daun muda pada pucuk tanaman layu dan daun tua, daun bagian bawah menguning. Pengendalian: sanitasi kebun, pergiliran tanaman. Pencegahan dengan penggunaan Natural Glio pada sebelum atau awal tanam.

Penyakit busuk umbi
Penyebab: jamur Colleotrichum coccodes. Gejala: daun menguning dan menggulung, lalu layu dan kering. Bagian tanaman yang berada dalam tanah terdapat bercak-bercak berwarna coklat. Infeksi akan menyebabkan akar dan umbi muda busuk. Pengendalian: pergiliran tanaman , sanitasi kebun dan penggunaan bibit yang baik. Pencegahan dengan penggunaan Natural Glio pada sebelum atau awal tanam

Penyakit fusarium
Penyebab: jamur Fusarium sp. Gejala: busuk umbi yang menyebabkan tanaman layu. Penyakit ini juga menyerang kentang di gudang penyimpanan. Infeksi masuk melalui luka-luka yang disebabkan nematoda/faktor mekanis. Pengendalian: menghindari terjadinya luka pada saat penyiangan dan pendangiran. Pencegahan dengan penggunaan Natural Glio pada sebelum atau awal tanam.

Penyakit bercak kering (Early Blight)
Penyebab: jamur Alternaria solani. Jamur hidup disisa tanaman sakit dan berkembang di daerah kering. Gejala: daun berbercak kecil tersebar tidak teratur, warna coklat tua, meluas ke daun muda. Permukaan kulit umbi berbercak gelap tidak beraturan, kering, berkerut dan keras. Pengendalian: pergiliran tanaman. Pencegahan : Natural Glio sebelum/awal tanam

Penyakit karena virus
Virus yang menyerang adalah: (1) Potato Leaf Roll Virus (PLRV) menyebabkan daun menggulung; (2) Potato Virus X (PVX) menyebabkan mosaik laten pada daun; (3) Potato Virus Y (PVY) menyebabkan mosaik atau nekrosis lokal; (4) Potato Virus A (PVA) menyebabkan mosaik lunak; (5) Potato Virus M (PVM) menyebabkan mosaik menggulung; (6) Potato Virus S (PVS) menyebabkan mosaik lemas. Gejala: akibat serangan, tanaman tumbuh kerdil, lurus dan pucat dengan umbi kecil-kecil/tidak menghasilkan sama sekali; daun menguning dan jaringan mati. Penyebaran virus dilakukan oleh peralatan pertanian, kutu daun Aphis spiraecola, A. gossypii dan Myzus persicae, kumbang Epilachna dan Coccinella dan nematoda. Pengendalian: tidak ada pestisida untuk mengendalikan virus, pencegahan dan pengendalian dilakukan dengan menanam bibit bebas virus, membersihkan peralatan, memangkas dan membakar tanaman sakit, mengendalikan vektor dengan Pestona atau BVR dan melakukan pergiliran tanaman.

Catatan : Jika pengendalian hama penyakit dengan menggunakan pestisida alami belum mengatasi dapat dipergunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata AERO 810, dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki. 


E. PANEN

Umur panen pada tanaman kentang berkisar antara 90-180 hari, tergantung varietas tanaman. Secara fisik tanaman kentang sudah dapat dipanen jika daunnya telah berwarna kekuning-kuningan yang bukan disebabkan serangan penyakit; batang tanaman telah berwarna kekuningan (agak mengering) dan kulit umbi akan lekat sekali dengan daging umbi, kulit tidak cepat mengelupas bila digosok dengan jari.

Pengendalian Hama dan Penyakit Kedelai

Pengendalian hama dan penyakit tanaman kedelai sangat diperlukan. Berikut beberapa hama dan penyakit yang sering menyerang tanaman kedelai:

  1. Aphis glycine

Kutu ini dapat dapat menularkan virus SMV (Soyabean Mosaik Virus). Virus ini menyerang pada awal pertumbuhan dan masa pertumbuhan bunga dan polong. Gejala yang diakibatkan oleh kutu ini adalah tanaman menjadi layu, pertumbuhannya terhambat. Pengendalian tanaman kedelai dari kutu ini adalah:

  • Jangan tanam tanaman inang seperti: terung-terungan, kapas-kapasan atau kacang-kacangan
  • Buang bagian tanaman terserang dan bakar,
  • Gunakan musuh alami (predator maupun parasit)
  • Semprot Natural BVR atau PESTONA dilakukan pada permukaan daun bagian bawah.
  1. Kumbang daun tembukur (Phaedonia inclusa)

Kumbang ini bertubuh kecil, hitam bergaris kuning dan bertelur pada permukaan daun. Gejala yang ditimbulkan: larva dan memakan daun, bunga, pucuk, polong muda, bahkan seluruh tanaman. Cara pengendalian dari kumbang ini dengan  PESTONA.

  1. Ulat polong (Ettiela zinchenella)

Ulat polong menimbulkan  lubang kecil pada buah. Sewaktu buah masih hijau, polong bagian luar berubah warna, di dalam polong terdapat ulat gemuk hijau dan kotorannya. Pengendalian dengan cara tanam tepat waktu.

  1. Lalat kacang (Ophiomyia phaseoli)

Lalat ini menyerang tanaman muda yang baru tumbuh. Cara pengendalian : pada saat benih ditanam, tanah diberi POC NASA, kemudian setelah benih ditanam, tanah ditutup dengan jerami . Satu minggu setelah benih menjadi kecambah dilakukan penyemprotan dengan PESTONA. Penyemprotan diulangi pada waktu kedelai berumur 1 bulan.

  1. Ulat grayak (Spodoptera litura)

Ulat ini menimbulkan kerusakan pada daun, ulat hidup bergerombol, memakan daun, dan berpencar mencari rumpun lain. Cara pengendalian dari ulat ini adalah

  • Sanitasi
  • Semprotkan Natural Vitura  pada sore/malam hari (saat ulat menyerang tanaman).
  1. Penyakit Layu Bakteri (Pseudomonas sp.)

Penyakit layu bakteri menimbulkan gejala  adalah tanaman layu mendadak bila kelembaban terlalu tinggi dan jarak tanam rapat. Pengendalian dari penyakit ini dengan pemberian Natural GLIO.

  1. Penyakit layu (Jamur tanah : Sclerotium Rolfsii)

Penyakit ini menyerang tanaman umur 2-3 minggu, saat udara lembab, dan tanaman berjarak tanam pendek. Gejala yaang ditimbulkan adalah daun sedikit demi sedikit layu, menguning. Penularan melalui tanah dan irigasi. Pengendalian : tanam varietas tahan dan tebarkan Natural GLIO di awal.

  1. Anthracnose (Colletotrichum glycine )

Antharacnose menimbulkan gejala daun dan polong bintik-bintik kecil berwarna hitam, daun yang paling rendah rontok, muda yang terserang hama menjadi kosong dan isi polong tua menjadi kerdil. Pengendalian dari penyakit ini adalah :

  • Perhatikan pola pergiliran tanam yang tepat
  • Pencegahan di awal dengan Natural GLIO.
  1. Penyakit karat (Cendawan Phakospora phachyrizi)

Penyakit Karat menimbulkan gejala yaitu daun tampak bercak dan bintik coklat. Pengendalian dari penyakit ini adalah:

  • Menanam kedelai yang tahan terhadap penyakit
  • Semprotkan Natural GLIO + gula pasir

10. Busuk batang (Cendawan Phytium Sp). Busuk batang menimbulkan gejala batang menguning kecoklat-coklatan dan basah, kemudian membusuk dan mati. Pengendaliannya dengan cara  memperbaiki drainase lahan; dan tebarkan Natural GLIO di awal.

Teknik Budidaya Kedelai

A. PENDAHULUAN
\r\n Ketergantungan terhadap kedelai impor sangat memprihatinkan, karena seharusnya kita mampu mencukupinya sendiri. Ini karena produktivitas rendah dan semakin meningkatnya kebutuhan kedelai. PT. Natural Nusantara berusaha membantu dalam peningkatan produksi secara kuantitas , kualitas dan kelestarian lingkungan sehingga kita bisa bersaing di era pasar bebas.

\r\n

B. SYARAT TUMBUH
\r\n Tanaman dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah asal drainase (tata air) dan aerasi (tata udara) tanah cukup baik, curah hujan 100-400 mm/bulan, suhu udara 230C – 300C, kelembaban 60% – 70%, pH tanah 5,8 – 7 dan ketinggian kurang dari 600 m dpl.

\r\n

C. PENGOLAHAN TANAH

\r\n

    \r\n
  1. Tanah dibajak, digaru dan diratakan
  2. \r\n
  3. Sisa-sisa gulma dibenamkan
  4. \r\n
  5. Buat saluran air dengan jarak sekitar 3-4 m
  6. \r\n
  7. Tanah dikeringanginkan tiga minggu baru ditanami
  8. \r\n
  9. Siramkan pupuk POC NASA yang telah dicampur air secara merata di atas bedengan dengan dosis ± 1 botol (500 cc) POC NASA diencerkan dengan air secukupnya untuk setiap 1000 m² (10 botol/ha). Hasil akan lebih bagus jika menggunakan SUPER NASA, cara penggunaannya sebagai berikut:
  10. \r\n

\r\n

    \r\n
  • Alternatif 1 : Satu botol SUPER NASA diencerkan dalam 3 liter air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 50 lt air diberi 200 cc larutan induk tadi untuk menyiram bedengan.
  • \r\n
  • Alternatif 2 : Setiap 1 gembor vol 10 lt diberi 1 peres sendok makan SUPER NASA untuk menyiram 5-10 meter bedengan.
  • \r\n

\r\n


\r\nD. PENANAMAN

\r\n

    \r\n
  • Rendam benih dalam POC NASA dosis 2 cc / liter selama 0,5 jam dan dicampur Legin (Rhizobium ) untuk tanah yang belum pernah ditanami kedelai.
  • \r\n
  • Buat jarak tanam antar tugalan berukuran 30 x 20 cm, 25 x 25 cm atau 20 x 20 cm.
  • \r\n
  • Buat lubang tugal sedalam 5 cm dan masukkan biji 2-3 per lubang.
  • \r\n
  • Tutup benih dengan tanah gembur dan tanpa dipadatkan.
  • \r\n
  • Waktu tanam yang baik akhir musim hujan.
  • \r\n

\r\n

E. PENJARANGAN & PENYULAMAN
\r\n Kedelai mulai tumbuh kira-kira umur 5-6 hari, benih yang tidak tumbuh diganti atau disulam dengan benih baru yang akan lebih baik jika dicampur Legin. Penyulaman sebaiknya sore hari.

\r\n

F. PENYIANGAN
\r\n Penyiangan pertama umur 2-3 minggu, ke-2 pada saat tanaman selesai berbunga (sekitar 6 minggu setelah tanam). Penyiangan ke-2 ini dilakukan bersamaan dengan pemupukan ke-2.

\r\n

G. PEMBUBUNAN
\r\n Pembubunan dilakukan dengan hati-hati dan tidak terlalu dalam agar tidak merusak perakaran tanaman. Luka pada akar akan menjadi tempat penyakit yang berbahaya.

\r\n

H. PEMUPUKAN
\r\n Contoh jenis dan dosis pupuk sebagai berikut :

\r\n\r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n

\r\n
Waktu
\r\n
\r\n
Dosis Pupuk Makro (per ha)
\r\n
\r\n
Urea (kg)
\r\n
\r\n
SP-36 (kg)
\r\n
\r\n
KCl (kg)
\r\n
2 Minggu Setelah Tanam \r\n
50
\r\n
\r\n
40
\r\n
\r\n
20
\r\n
6 Minggu Setelah Tanam \r\n
30
\r\n
\r\n
20
\r\n
\r\n
40
\r\n
Total \r\n
80 kg
\r\n
\r\n
60 kg
\r\n
\r\n
60 kg
\r\n

\r\n

POC NASA diberikan 2 minggu sekali semenjak tanaman berumur 2 minggu, dengan cara disemprotkan (4 – 8 tutup POC NASA/tangki).

\r\n

Kebutuhan total POC NASA untuk pemeliharaan 1-2 botol per 1000 m2 (10 – 20 botol/ha). Akan lebih bagus jika penggunaan POC NASA ditambahkan HORMONIK (3 – 4 tutup POC NASA + 1 tutup HORMONIK/tangki). Pada saat tanaman berbunga tidak dilakukan penyemprotan, karena dapat mengganggu penyerbukan, akan lebih aman jika disiramkan.

\r\n

I. PENGAIRAN DAN PENYIRAMAN
\r\n Kedelai menghendaki kondisi tanah yang lembab tetapi tidak becek. Kondisi seperti ini dibutuhkan sejak benih ditanam hingga pengisian polong. Saat menjelang panen, tanah sebaiknya dalam keadaan kering.

\r\n

\""panduan-cara-budidaya-tanaman-kedelai-teknologi-natural-nusantara-distributor-resmi-pupuk-organik-nasa-pocnasa-hormonik-supernasa-pentana-pestona-power-nutrition-bvr-glio-metilat-plus-npk-urea-greenstar"\"

\r\n

J. PENGELOLAAN HAMA DAN PENYAKIT

\r\n

1. Aphis glycine
\r\n Kutu ini dapat dapat menularkan virus SMV (Soyabean Mosaik Virus). Menyerang pada awal pertumbuhan dan masa pertumbuhan bunga dan polong. Gejala: layu, pertumbuhannya terhambat. Pengendalian: (1) Jangan tanam tanaman inang seperti: terung-terungan, kapas-kapasan atau kacang-kacangan; (2) buang bagian tanaman terserang dan bakar, (3) gunakan musuh alami (predator maupun parasit); (4) semprot Natural BVR atau PESTONA dilakukan pada permukaan daun bagian bawah.

\r\n

2. Kumbang daun tembukur (Phaedonia inclusa)
\r\n Bertubuh kecil, hitam bergaris kuning. Bertelur pada permukaan daun. Gejala: larva dan kumbang memakan daun, bunga, pucuk, polong muda, bahkan seluruh tanaman. Pengendalian: penyemprotan PESTONA.

\r\n

3. Ulat polong (Ettiela zinchenella)
\r\n Gejala: pada buah terdapat lubang kecil. Waktu buah masih hijau, polong bagian luar berubah warna, di dalam polong terdapat ulat gemuk hijau dan kotorannya. Pengendalian : (1) tanam tepat waktu.

\r\n

4. Kepik polong (Riptortis lincearis)
\r\n Gejala: polong bercak-bercak hitam dan menjadi hampa.

\r\n

5. Lalat kacang (Ophiomyia phaseoli)
\r\n Menyerang tanaman muda yang baru tumbuh. Pengendalian : Saat benih ditanam, tanah diberi POC NASA, kemudian setelah benih ditanam, tanah ditutup dengan jerami . Satu minggu setelah benih menjadi kecambah dilakukan penyemprotan dengan PESTONA. Penyemprotan diulangi pada waktu kedelai berumur 1 bulan.

\r\n

6. Kepik hijau (Nezara viridula)
\r\n Pagi hari berada di atas daun, saat matahari bersinar turun ke polong, memakan polong dan bertelur. Umur kepik dari telur hingga dewasa antara 1 sampai 6 bulan. Gejala: polong dan biji mengempis serta kering. Biji bagian dalam atau kulit polong berbintik coklat.

\r\n

7. Ulat grayak (Spodoptera litura)
\r\n Gejala : kerusakan pada daun, ulat hidup bergerombol, memakan daun, dan berpencar mencari rumpun lain. Pengendalian : (1) dengan cara sanitasi; (2) disemprotkan pada sore/malam hari (saat ulat menyerang tanaman) beberapa Natural VITURA.

\r\n

8. Penyakit Layu Bakteri (Pseudomonas sp.)
\r\n Gejala : layu mendadak bila kelembaban terlalu tinggi dan jarak tanam rapat. Pengendalian : Varietas tahan layu, sanitasi kebun, dan pergiliran tanaman.
\r\n Pengendalian : Pemberian Natural GLIO

\r\n

9. Penyakit layu (Jamur tanah : Sclerotium Rolfsii)
\r\n Penyakit ini menyerang tanaman umur 2-3 minggu, saat udara lembab, dan tanaman berjarak tanam pendek. Gejala : daun sedikit demi sedikit layu, menguning. Penularan melalui tanah dan irigasi. Pengendalian; tanam varietas tahan dan tebarkan Natural GLIO di awal.

\r\n

10. Anthracnose (Colletotrichum glycine )
\r\n Gejala: daun dan polong bintik-bintik kecil berwarna hitam, daun yang paling rendah rontok, polong muda yang terserang hama menjadi kosong dan isi polong tua menjadi kerdil. Pengendalian : (1) perhatikan pola pergiliran tanam yang tepat; (2) Pencegahan di awal dengan Natural GLIO.

\r\n

11.Penyakit karat (Cendawan Phakospora phachyrizi)
\r\n Gejala: daun tampak bercak dan bintik coklat. Pengendalian: (1) cara menanam kedelai yang tahan terhadap penyakit; (2) semprotkan Natural GLIO + gula pasir.

\r\n

12. Busuk batang (Cendawan Phytium Sp)
\r\n Gejala : batang menguning kecoklat-coklatan dan basah, kemudian membusuk dan mati. Pengendalian : (1) memperbaiki drainase lahan; (2) Tebarkan Natural GLIO di awal.

\r\n

K. PANEN DAN PASCA PANEN

\r\n

    \r\n
  • Lakukan apabila sebagian besar daun sudah menguning, tetapi bukan karena serangan hama atau penyakit, lalu gugur, buah mulai berubah warna dari hijau menjadi kuning kecoklatan dan retak-retak, atau polong sudah kelihatan tua, batang berwarna kuning agak coklat dan gundul.
  • \r\n
  • Perlu diperhatikan, kedelai sebagai bahan konsumsi dipetik pada usia 75 – 100 hari, sedangkan untuk benih umur 100 – 110 hari, agar kemasakan biji betul-betul sempurna dan merata.
  • \r\n
  • Setelah pemungutan selesai, seluruh hasil panen hendaknya segera dijemur.
  • \r\n
  • Biji yang sudah kering lalu dimasukkan ke dalam karung dan dipasarkan atau disimpan.
  • \r\n

Teknologi PIKAT NASA Tanaman Karet

Dalam upaya peningkatan produksi karet, Intensifikasi merupakan salah satu solusi yang wajib digunakan mengiringi metode Ekstensifikasi karena membutuhkan luas lahan serta tenaga kerja yang lebih besar. PT Natural Nusantara menghadirkan Teknologi PIKAT NASA Karet untuk memberikan solusi praktis dalam proses intensifikasi produksi pada tanaman karet.

Teknologi PIKAT NASA (Pengelolaan Intensif Kesuburan Alami Terpadu NASA) dari PT Natural Nusantara ini mampu memenuhi semua kebutuhan tanaman dan tanah secara lengkap berupa unsur hara makro dan mikro, hormon pertumbuhan, enzim, asam-asam organik dan beberapa jenis mikroorganisme berguna bagi tanaman.

Teknologi PIKAT NASA Karet dapat membantu pembudidayaan tanaman karet secara organik untuk mendapatkan produksi yang stabil sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Teknologi PIKAT NASA telah teruji secara:

  • Multi Komoditi
    Sudah digunakan pada banyak jenis tanaman yang dibudidayakan termasuk tanaman karet
  • Multi Lokasi
    Sudah diaplikasikan pada berbagai kondisi lahan di Indonesia
  • Multi Waktu
    Sudah digunakan sejak tahun 1996

Manfaat Teknologi PIKAT NASA pada Tanaman Karet

  • Mempercepat pertumbuhan tanaman karet
  • Meningkatkan hasil panen getah karet
    – jumlah panen getah lebih tinggi
    – waktu panen getah lebih awal, masa panen puncak lebih lama
    – usia produksi karet lebih lama
  • Melunakkan kulit batang sehingga mudah disadap
  • Mempercepat pemulihan kulit batang setelah disadap
  • Meningkatkan kualitas hasil karet
  • Meningkatkan daya tahan tanaman terhadap penyakit
  • Memperbaiki tanah yang rusak / mengembalikan kesuburan tanah
  • Mengurangi penggunaan pupuk kimia
  • Menguntungkan secara ekonomi. Bisa dipilih sesuai kondisi keuangan
    Alternatif A, B atau C

Biaya produksi dengan prinsip PIKAT NASA dibandingkan sebelumnya:

A. Lebih Rendah ⇒ Hasil Panen Sama dengan Sebelumnya
B. Sama ⇒ Hasil Panen Lebih Tinggi dengan Sebelumnya
C. Lebih Tinggi ⇒ Hasil Panen Naik Optimal

Sebagai contoh: setiap aplikasi pupuk NPK dengan biaya 2 juta per hektar, maka:

Alternatif A: Biaya pupuk NPK 750.000 + Produk NASA 750.000 ⇒ Hasil Panen = sebelumnya
Alternatif B: Biaya pupuk NPK 1 juta + Produk NASA 1 Juta ⇒ Hasil panen naik 40-70 %
Alternatif C: Biaya pupuk NPK 1,5 juta + Produk NASA 1 juta ⇒ Hasil panen naik 75-300 %

Cara Penggunaan Produk NASA pada Tanaman Karet

1. Pembibitan

  • Penyemprotan bibit: 2-3 tutup botol POC NASA /tangki / 1-2 minggu, atau
  • Penyiraman: 3 tutup POC NASA /10 liter air, kemudian disiramkan 1 gelas Aqua untuk setiap bibit 1-2 minggu sekali

2. Tanaman Belum Produksi

  • Pilihan Utama
    1. 250 gram SUPERNASA + 200 liter air jadi larutan induk, kemudian ambil ±10 cc dari larutan induk diencerkan dengan 1 liter air untuk menyiram per pohon; atau
    2. 1 (satu) sendok makan SUPERNASA + 10 liter air disiramkan untuk 5 pohon, Aplikasikan 2-3 bulan sekali
  • Pilihan Standar
    1 tutup botol POC NASA (±12,5 cc) + 1 liter air disiramkan ke setiap pohon dan lakukan 4-6 bulan sekali

3. Tanaman Sudah Produksi

  • Pilihan Utama = 3-6 kg SUPERNASA / hektar / 4-6 bulan
  • Pilihan Standar = 1-2 kg SUPERNASA + 2-5 liter POC NASA / hektar / 4-6 bulan
  • Pilihan Minimal = 5-10 liter POC NASA / hektar / 4-6 bulan

Keterangan

  • Penggunaan SUPERNASA dapat dilakukan dengan dicampur bersama pupuk NPK atau tanah, pasir, abu untuk memudahkan pemberian ke lahan. Dapat juga dengan cara diencerkan terlebih dahulu untuk disiramkan, dengan cara larutkan 250 gram (1 botol SUPERNASA) dalam 200 liter air jadi larutan induk, kemudian ambil ±10 cc larutan induk dan encerkan dengan 1 liter air untuk menyiram setiap pohon
  • Dosis pupuk makro / NPK / Kimia dapat dikurangi 50% dari dosis kebiasaan setempat. Jika tidak dikurangi akan lebih baik
  • POC NASA dan HORMONIK bisa diganti dengan GREENSTAR Pupuk Organik Serbuk dengan dosis 0,5 sachet (10 gr) / tangki semprot atau 10-20 liter air
  • SUPERNASA dapat diganti dengan SUPERNASA GRANULE (Dosis 50 gr/hektar)

Untuk mengatasi serangan layu tanaman karet karena jamur dapat digunakan produk Pestisida biologi atau Agens Hayati GLIO.

Itulah tulisan singkat tentang panduan teknik budidaya tanaman karet dengan teknologi PIKAT NASA Tanaman Karet dari PT Natural Nusantara dengan harapan bisa membantu meningkatkan produksi getah karet dan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.

Paket Pupuk Tanaman Karet

Rincian Harga untuk paket 100 tanaman:

SUPERNASA 250 gram rp42.500 x 6 botol  = rp255.000
HORMON ORGANIK 100cc rp26.000 x 3 btl = rp  78.000
AERO 250cc rp27.500 x 2 botol                      = rp   55.000
                                                                 jumlah = rp388.000
Belum termasuk biaya kirim.
 
Harga lebih murah jika order 5 paket = Rp1.750.000 (SUPERNASA 30 botol, HORMONIK 15 botol, AERO 10 botol. Cukup untuk budidaya 500 tanaman.
 
Prinsip terbaik dan efektif memelihara kebun karet 1 hektar tapi hasilnya sama dengan 3 hektar. Ini lebih baik daripada punya kebun karet berhektar-hektar tapi hasilnya sedikit, rugi biaya pupuk dan operasional. 
 
Resep Mudah Meningkatkan Produksi Getah Tanaman Karet 3 kali lipat, hemat pemakaian pupuk kimia, dan meningkatkan mutu karet dengan kualitas Grade A.
 
Cara meningkatkan produksi getah latex dengan kualitas GRADE A dengan produksi karet naik 300%:
AIR 1 drum 200 Liter + SUPERNASA 250 gram 6 botol (1,5 Kg) + HORMONIK 3 botol (300cc) + AERO 250cc 2 botol (500cc) + NPK 10 Kg + UREA 3,5 Kg + KCL 3,5 Kg.
siram di lingkar batang 2 liter per pohon.
 
pemupukan tanpa air:
1 zak UREA / NPK + SUPERNASA 1 Kg (4 botol), per pohon ditabur 250 gram. interval bisa diatur 2 bulan sekali. 1 hektar (600 pohon) memerlukan SUPERNASA 3 Kg (12 botol SUPERNASA) dan 250 Kg Urea / NPK. cara ini lebih lambat hasilnya karena harus menunggu hujan. Sebab pupuk perlu palarut air dan tanaman pun perlu air untuk menyerap pupuk.
 
Cara yang terbaik dengan hasil yang cepat gunakan pemupukan yang dicampur air.
 
Cara pertama bisa digunakan untuk menyembuhkan mati getah, tempo 15 hari sudah bisa mulai normal getahnya. Produksi getah akan berangsur-angsur meningkat. Getah menetes dari pagi sampai jam 12 siang.
 
Tips menyembuhkan luka bekas sadapan, kulit sadapan menghitam, memberantas jamur, sekaligus menyembuhkan mati kulit: campur jadi satu PESTONA 500cc 1 botol + PENTANA 100cc 1 botol + AERO 5 tutup + HORMONIK 3 tutup + AIR 3 Liter. Oles dengan kuas ke batang sadapan yang rusak secara berkala tiap 3 hari sekali.
 
Tips menyembuhkan penyakit JAP (Jamur Akar Putih):
air 10 Liter + NATURAL GLIO 1 kotak (100 gr) + SUPERNASA 3 sendok makan, per pohon diberi 2 Liter. Siram di pangkal batang. interval 1 minggu sekali. ulangi sampai 3x per 1 minggu. Selama penyembuhan jangan menyemprotkan pestisida / herbisida. Gunakan air sungai atau sumur tanpa kaporit. Jangan menggunakan air ledeng.
 
Spesifikasi Produk:
POP SUPERNASA 
pupuk penggembur, penyubur tanah
Bentuk serbuk padat, Kemasan 250 gr dan 3 Kg
 
 
Keunggulan:
kandungan asam humat & vulvat mampu memperbaiki tanah yang rusak akibat pemakaian pupuk kimia terus menerus, membantu memudahkan melarutkan dan menguraikan pupuk kimia supaya mudah diserap tanaman,mengemburkan & menyuburkan tanah yang keras, mengurangi ketergantungan pupuk kimia 25% - 50%, mempercepat pertumbuhan, pembungaan,
Mengandung Hormon Organik (zat perangsang tumbuh)
 
Kandungan SUPERNASA:
N = 2,67%, P205 = 1,36%, K = 1,55%, Ca = 1,46%, S = 1,43 %, Mg = 0,4%, Cl = 1,27%, Mn = 0,01%, Fe = 0,18%, Cu < 1,19 ppm, Zn = 0,002%, Na = 0,11%, Si = 0,3%, Al = 0,11 %, NaCl = 2,09%, SO4 = 4,31%, C/N ratio = 5,86%, PH = 8, Lemak = 0,07%, Protein = 16,69, Karbohidrat = 0,01%, mengandung asam Humat dan Vulvat.
 
Layanan order cepat hubungi nomor handphone diatas (sms). Paket terjamin aman dan dapat dipercaya. Dikirim dari Gudang PT. NASA (Natural Nusantara). MInimal order kirim 6 botol. Diskon 10% dan gratis biaya kirim jika order senilai 2 juta (khusus pulau Jawa) atau 2,5 Juta (luar pulau Jawa).
 
Lebih jelas, silakan download menggunakan klik kanan dan save pada mouse: Teknis budidaya Karet berikut ini,
 

Teknik Budidaya Kelapa Sawit

Menjalankan usaha agribisnis budidaya kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.), apakah itu orientasi pasarnya lokal maupun global, akan dihadapkan pada tuntutan kualitas produk serta kelestarian lingkungan. Tentunya selain kuantitas produksi. Nah.. PT. Natural Nusantara dengan bidang agrokompleksnya, berusaha berperan dalam upaya meningkatkan produksi kelapa sawit dengan menyajikan Pedoman Teknis Cara Budidaya Kelapa Sawit ini yang selalu mengedepankan aspek Kuantitas, Kualitas dan tetap menjaga Kelestarian lingkungan (Aspek K-3).

Syarat Tumbuh Kelapa Sawit

1. Iklim

  • Lama penyinaran matahari berkisar 5-7 jam/hari.
  • Curah hujan tahunan rata-rata 1.500-4.000 mm.
  • Temperatur optimal pada 24-280 C.
  • Ketinggian tempat yang ideal diantara 1-500 mdpl.
  • Kecepatan angin rata-rata 5-6 km/jam untuk membantu proses penyerbukan.

2. Media Tanam

  • Tanah yang baik yang mengandung banyak lempung, mempunyai aerasi yang baik dan juga subur.
  • Memiliki sistem drainase yang baik, permukaan air tanahnya cukup dalam, solum juga cukup dalam (80 cm), pH 4-6, dan tanahnya pun tidak berbatu.
  • Tanah Latosol, Aluvial dan Ultisol, tanah gambut, dataran pantai dan muara sungai juga dapat dijadikan lahan perkebunan kelapa sawit.

Teknik dan Cara Budidaya Kelapa Sawit

1. Pembibitan Kelapa Sawit

1.1. Penyemaian
Kecambah dimasukkan polibag 12×23 atau 15×23 cm berisi 1,5-2,0 kg tanah lapisan atas yang telah diayak. Kecambah ditanam sedalam 2 cm. Tanah di polibag harus selalu lembab. Simpan polibag di bedengan dengan diameter 120 cm. Setelah berumur 3-4 bulan dan berdaun 4-5 helai bibit dipindahtanamkan.
Bibit dari dederan dipindahkan ke dalam polibag 40×50 cm setebal 0,11 mm yang berisi 15-30 kg tanah lapisan atas yang diayak. Sebelum bibit ditanam, siram tanah dengan POC NASA 5 ml atau 0,5 tutup per liter air. Polibag diatur dalam posisi segitiga sama sisi dengan jarak 90×90 cm.

1.2. Pemeliharaan Pembibitan
Penyiraman dilakukan dua kali sehari. Penyiangan 2-3 kali sebulan atau disesuaikan dengan pertumbuhan gulma. Bibit tidak normal, berpenyakit dan mempunyai kelainan genetis harus dibuang. Seleksi dilakukan pada umur 4 dan 9 bulan.
Pemupukan pada saat pembibitan sebagai berikut :

natural-pupuk-makro-nasa-mitra-nasaCatatan : Akan Lebih baik pembibitan diselingi/ditambah SUPERNASA 1-3 kali dengan dosis 1 botol untuk + 400 bibit. 1 botol SUPERNASA diencerkan dalam 4 liter (4000 ml) air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 1 liter air diberi 10 ml larutan induk tadi untuk penyiraman

2. Teknik Penanaman Kelapa Sawit

2.1. Penentuan Pola Tanaman
Pola tanam dapat monokultur ataupun tumpangsari. Tanaman penutup tanah (legume cover crop LCC) pada areal tanaman kelapa sawit sangat penting karena dapat memperbaiki sifat-sifat fisika, kimia dan biologi tanah, mencegah erosi, mempertahankan kelembaban tanah dan menekan pertumbuhan tanaman pengganggu (gulma). Penanaman tanaman kacang-kacangan sebaiknya dilaksanakan segera setelah persiapan lahan selesai.

2.2. Pembuatan Lubang Tanam
Lubang tanam dibuat beberapa hari sebelum tanam dengan ukuran 50×40 cm sedalam 40 cm. Sisa galian tanah atas (20 cm) dipisahkan dari tanah bawah. Jarak 9x9x9 m. Areal berbukit, dibuat teras melingkari bukit dan lubang berjarak 1,5 m dari sisi lereng.

2.3. Cara Penanaman
Penanaman pada awal musim hujan, setelah hujan turun dengan teratur. Sehari sebelum tanam, siram bibit pada polibag. Lepaskan plastik polybag hati-hati dan masukkan bibit ke dalam lubang. Taburkan Natural GLIO yang sudah dikembangbiakkan dalam pupuk kandang selama + 1 minggu di sekitar perakaran tanaman. Segera ditimbun dengan galian tanah atas. Siramkan POC NASA secara merata dengan dosis ± 5-10 ml/ liter air setiap pohon atau semprot (dosis 3-4 tutup/tangki). Hasil akan lebih bagus jika menggunakan SUPERNASA. Adapun cara penggunaan SUPERNASA adalah sebagai berikut: 1 botol SUPERNASA diencerkan dalam 2 liter (2000 ml) air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 1 liter air diberi 10 ml larutan induk tadi untuk penyiraman setiap pohon.

3. Pemeliharaan Tanaman Kelapa Sawit

3.1. Penyulaman dan Penjarangan
Tanaman mati disulam dengan bibit berumur 10-14 bulan. Populasi 1 hektar + 135-145 pohon agar tidak ada persaingan sinar matahari.

3.2. Penyiangan
Tanah di sekitar pohon harus bersih dari gulma.

3.3. Pemupukan
Anjuran pemupukan sebagai berikut :

pupuk-makro-nasa-mitra-nasa

NB. : Pemberian pupuk pertama sebaiknya pada awal musim hujan (September – Oktober) dan kedua di akhir musim hujan (Maret- April).

POC NASA

a. Dosis POC NASA mulai awal tanam :

dosis-pemakaian-poc-nasa-mitra-nasa

b. Dosis POC NASA pada tanaman yang sudah produksi tetapi tidak dari awal memakai POC NASA

Tahap 1 : Aplikasikan 3 – 4 kali berturut-turut dengan interval 1-2 bln. Dosis 3-4 tutup/ pohon
Tahap 2 : Aplikasikan setiap 3-4 bulan sekali. Dosis 3-4 tutup/ pohon
Catatan: Akan Lebih baik pemberian diselingi/ditambah SUPERNASA 1-2 kali/tahun dengan dosis 1 botol untuk + 200 tanaman. Cara lihat Teknik Penanaman (Point 3.2.3.)

3.4. Pemangkasan Daun

Terdapat tiga jenis pemangkasan yaitu:
a. Pemangkasan pasir
Membuang daun kering, buah pertama atau buah busuk waktu tanaman berumur 16-20 bulan.
b. Pemangkasan produksi
Memotong daun yang tumbuhnya saling menumpuk (songgo dua) untuk persiapan panen umur 20-28 bulan.
c. Pemangkasan pemeliharaan
Membuang daun-daun songgo dua secara rutin sehingga pada pokok tanaman hanya terdapat sejumlah 28-54 helai.

3.5. Kastrasi Bunga
Memotong bunga-bunga jantan dan betina yang tumbuh pada waktu tanaman berumur 12-20 bulan.

3.6. Penyerbukan Buatan
Untuk mengoptimalkan jumlah tandan yang berbuah, dibantu penyerbukan buatan oleh manusia atau serangga.

a. Penyerbukan oleh manusia
Dilakukan saat tanaman berumur 2-7 minggu pada bunga betina yang sedang represif (bunga betina siap untuk diserbuki oleh serbuk sari jantan). Ciri bunga represif adalah kepala putik terbuka, warna kepala putik kemerah-merahan dan berlendir.

Cara penyerbukan:

  1. Bak seludang bunga.
  2. Campurkan serbuk sari dengan talk murni ( 1:2 ). Serbuk sari diambil dari pohon yang baik dan biasanya sudah dipersiapkan di laboratorium, semprotkan serbuk sari pada kepala putik dengan menggunakan baby duster/puffer.

b. Penyerbukan oleh Serangga Penyerbuk Kelapa Sawit
Serangga penyerbuk Elaeidobius camerunicus tertarik pada bau bunga jantan. Serangga dilepas saat bunga betina sedang represif. Keunggulan cara ini adalah tandan buah lebih besar, bentuk buah lebih sempurna, produksi minyak lebih besar 15% dan produksi inti (minyak inti) meningkat sampai 30%.

4. Hama dan Penyakit Kelapa Sawit

4.1. Hama

a. Hama Tungau
Penyebab: tungau merah (Oligonychus). Bagian diserang adalah daun. Gejala: daun menjadi mengkilap dan berwarna bronz. Pengendalian: Semprot Pestona atau Natural BVR.

b. Ulat Setora
Penyebab: Setora nitens. Bagian yang diserang adalah daun. Gejala: daun dimakan sehingga tersisa lidinya saja. Pengendalian: Penyemprotan dengan Pestona.

4.2. Penyakit

a. Root Blast
Penyebab: Rhizoctonia lamellifera dan Phythium Sp. Bagian diserang akar. Gejala: bibit di persemaian mati mendadak, tanaman dewasa layu dan mati, terjadi pembusukan akar. Pengendalian: pembuatan persemaian yang baik, pemberian air irigasi di musim kemarau, penggunaan bibit berumur lebih dari 11 bulan. Pencegahan dengan pengunaan Natural GLIO.

b. Garis Kuning
Penyebab: Fusarium oxysporum. Bagian diserang daun. Gejala: bulatan oval berwarna kuning pucat mengelilingi warna coklat pada daun, daun mengering. Pengendalian: inokulasi penyakit pada bibit dan tanaman muda. Pencegahan dengan pengunaan Natural GLIO semenjak awal.

c. Dry Basal Rot
Penyebab: Ceratocyctis paradoxa. Bagian diserang batang. Gejala: pelepah mudah patah, daun membusuk dan kering; daun muda mati dan kering. Pengendalian: adalah dengan menanam bibit yang telah diinokulasi penyakit.
Catatan : Jika pengendalian hama penyakit dengan menggunakan pestisida alami belum mengatasi dapat dipergunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata AERO 810, dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki. Penyemprotan herbisida (untuk gulma) agar lebih efektif dan efisien dapat di campur Perekat Perata AERO 810, dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki .

5. Panen

Mulai berbuah setelah 2,5 tahun dan masak 5,5 bulan setelah penyerbukan. Dapat dipanen jika tanaman telah berumur 31 bulan, sedikitnya 60% buah telah matang panen, dari 5 pohon terdapat 1 tandan buah matang panen. Ciri tandan matang panen adalah sedikitnya ada 5 buah yang lepas/jatuh dari tandan yang beratnya kurang dari 10 kg atau sedikitnya ada 10 buah yang lepas dari tandan yang beratnya 10 kg atau lebih.

Itulah 5 faktor penting dalam Teknik dan Cara Budidaya Kelapa Sawit yang perlu Anda ketahui untuk meningkatkan produksi dan kualiatas hasil panen.

Paket Pupuk Kelapa Sawit

Rincian Harga (untuk paket 1/2 hektar sawit:):

pupuk khusus buah POWER NUTRITION 250 gram rp55.000 x 6 botol     = rp 330.000
pupuk penyubur tanah SUPERNASA 250 gram rp42.500 x 6 botol             = rp 255.000
                                                                                                      jumlah 1 paket = rp 585.000
belum termasuk biaya kirim.
Harga lebih murah jika order 2 paket = Rp950.000 (1 box POWER NUTRITION 3 Kg dan 1 box SUPERNASA 3 Kg, cukup untuk 1 hektar). belum termasuk biaya kirim.
 

Meningkatkan buah Sawit dengan teknologi PIKAT NASA

Budidaya sawit dengan teknologi organik Natural Nusantara (NASA) menggunakan metode PIKAT (Pengelolaan Intensif Kesuburan Alami Terpadu).

Prinsip – prinsip aplikasi:

  1. Memberikan unsur yang seimbang antara mikro (pupuk organik) dan makro (pupuk kimia), enzim, hormon (zat perangsang bunga, buah, batang, daun) dan asam amino.
  2. Meningkatkan nilai Kapasitas Tukar Kation ( KTK ) pada tanah dan memperbaiki keseimbangan pori mikro dan makro tanah.
  3. Memberikan lingkungan yang sesuai untuk pertumbuhan mikroorganisme yang berguna untuk tanaman.
  4. Dari pengamatan dan penelitian sejak tahun 2004, ternyata metode itu memberikan perubahan yang sangat mencolok. Secara ekonomis biaya pupuk kimia bisa ditekan dan hasilnya tetap sama, kemudian pemupukan yang sama dan hasilnya lebih meningkat, sampai pada biaya pemupukan kadar yang lebih tinggi menghasilkan peningkatan yang drastis.


Pupuk organik yang digunakan: SUPERNASA (penyubur tanah), POWER NUTRITION (perangsang buah), POC NASA (nutrisi organik), HORMONIK (Hormon organik, zat perangsang tumbuh bunga, buah, batang, daun).

Mengapa hasil produksi sawit terus menurun? Karena penggunaan pupuk kimia terus menerus mengakibatkan tanah semakin keras, tanah rusak, akar sulit bernafas dan kesuburan tanah semakin berkurang, sehingga tanaman tidak bisa menghasilkan produksi buah yang maksimal. Untuk memperbaharui, cobalah cara berikut ini.

AIR 1 drum 200 Liter + SUPERNASA 1,5 Kg + POWER NUTRITION 1,5 Kg + AERO 500cc, siram ke akar di piringan lingkar batang 3 Liter per tanaman. interval 3 - 4 bulan sekali. cukup untuk 65 tanaman.
Kemudian dosis pupuk kimia yang ditaburkan per tanaman: KCL 300 gram + UREA 300 gram + TSP 300 gram + Kapur Dolomit 300 gram, interval ditabur tiap 6 bulan sekali.

cara lain:
AIR 1 drum 200 Liter + POC NASA 500cc 2 botol + HORMONIK 100cc 2 botol + SUPERNASA 250 gram 2 botol + POWER NUTRITION 250 gram 2 botol + AERO 250cc 2 botol.siram ke akar di piringan lingkar batang 3 Liter per tanaman. interval 3 - 4 bulan sekali. cukup untuk 65 tanaman.Dosis pupuk kimia sama seperti tadi.

Cara terbaik dengan hasil lebih memuaskan gunakan pemupukan menggunakan air, karena pupuk perlu air sebagai pelarut dan tanamaman pun perlu air untuk menyerap pupuk dengan mudah. kalau pemupukan tanpa air hasilnya lebih lambat. Disamping itu karena lambat diserap, unsur-unsur penting sempat terbuang menguap.

Manfaat pupuk organik NASA:
Bobot janjang meningkat rata-rata lebih dari 35 Kg, Kualitas daging buah lebih tebal, Buah madu muncul terus menerus, warna lebih mengkilap, rendemen meningkat meski di musim trek.
daun lebih tampak hijau segar, pelepah lebih lunak sehingga mudah dan cepat dipanen, kesuburan tanah meningkat, tanah lebih gembur dan banyak cacing tanahnya.

Layanan order kirim hubungi no HPdiatas. Paket terjamin aman dan dapat dipercaya. Dikirim dari Gudang PT. NASA (PT. Natural Nusantara). Minimal order 6 botol (kemasan kecil). Belum termasuk biaya kirim. Diskon 10% jika order senilai 2 juta (khusus pulau Jawa) atau 2,5 juta (luar pulau Jawa).

Lebih jelas, silakan download menggunakan klik kanan dan save pada mouse: Teknis budidaya Sawit berikut ini,

Budidaya Tanaman Kacang Tanah

Kacang Tanah adalah satu jenis tanaman yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan maupun diolah menjadi berbagai makanan yang bernilai jual tinggi. Di indonesia sendiri permintaan kacang tanah masih sangat tinggi, hal ini adalah peluang yang menjanjikan untuk anda yang ingin Budidaya kacang Tanah.

PT. Natural Nusantara memberikan panduan teknik budidaya tanaman kacang tanah dan penggunaan Produk Nasa untuk meningkatkan produksi secara kuantitas dan kualitas dengan tetap memelihara kelestairan lingkungan ( Aspek K-3 )

Faktor Tumbuh Budidaya Tanaman Kacang Tanah

Iklim

  • Curah hujan antara 800-1.300 mm/tahun. Hujan yang terlalu keras akan mengakibatkan bunga sulit terserbuki oleh serangga dan akan meningkatkan kelembaban di sekitar pertanaman kacang tanah.
  • Suhu udara sekitar 28-320C. Bila suhunya di bawah 100C, pertumbuhan tanaman akan terhambat, bahkan kerdil.
  • Kelembaban udara berkisar 65-75 %.
  • Penyinaran matahari penuh dibutuhkan, terutama kesuburan daun dan perkembangan besarnya kacang.

Media Tanam

  • Jenis tanah yang sesuai adalah tanah gembur / bertekstur ringan dan subur.
  • pH antara 6,0-6,5.
  • Kekurangan air akan menyebabkan tanaman kurus, kerdil, layu dan akhirnya mati.
  • Drainase dan aerasi baik, lahan tidak terlalu becek dan kering baik bagi pertumbuhan kacang tanah.

Ketinggian Tempat
Ketinggian penanaman optimum 50 – 500 m dpl, tetapi masih dapat tumbuh di bawah ketinggian 1.500 m dpl.

PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA

A.Pembibitan

Persyaratan Benih

  • Berasal dari tanaman yang baru dan varietas unggul.
  • Daya tumbuh yang tinggi (lebih dari 90 %) dan sehat.
  • Kulit benih mengkilap, tidak keriput dan cacat.
  • Murni atau tidak tercampur dengan varietas lain.
  • Kadar air benih berkisar 9-12 %.

Penyiapan Benih

Benih sebaiknya disimpan di tempat kering yang konstan dan tertutup rapat. Untuk menjamin kualitas benih, lebih baik membeli dari Balai Benih atau Penangkar Benih yang telah ditunjuk oleh Balai Sertifikasi Benih.

B. Pengolahan Media Tanam

Persiapan dan Pembukaan lahan

Pembukaan lahan dengan pembajakan dan pencangkulan untuk pembersihan lahan dari segala macam gulma (tumbuhan pengganggu) dan akar-akar pertanaman sebelumnya, serta untuk memudahkan perakaran tanaman berkembang dan menghilangkan tumbuhan inang bagi hama dan penyakit.

Pembentukan Bedengan

Buat bedengan ukuran lebar 80 cm, panjang menyesuaikan, ketebalan bedengan 20-30 cm. Diantara bedengan dibuatkan parit.

Pengapuran

Untuk menaikkan pH tanah, terutama pada lahan yang bersifat sangat masam dilakukan pengapuran dengan dosis + 1 – 2,5 ton/ha selambat-lambatnya 1 bulan sebelum tanam.

Pemberian Natural GLIO

Untuk mencegah terjadinya serangan jamur berikan Natural GLIO. Pengembangbiakan Natural GLIO dengan cara: 1-2 sachet Natural GLIO dicampur dengan 50-100 kg pupuk kandang untuk lahan 1000 m2. Selanjutnya didiamkan di tempat yang terlindung dari sinar matahari + 1 minggu dengan selalu menjaga kelembabannya dan sesekali diaduk (dibalik) . Pemberian Natural GLIO pada sore hari.

Pemberian Pupuk Makro dan SUPER NASA

Jenis dan dosis pupuk setiap hektar adalah:

  • Pupuk kandang 2 – 4 ton/ha, diberikan pada permukaan bedengan kurang lebih seminggu sebelum tanam, dicampur pada tanah bedengan atau diberikan pada lubang tanam.
  • Pupuk anorganik : SP-36 (100 kg/ha), ZA (100 kg/ha) dan KCl (50 kg/ha) atau sesuai rekomendasi setempat.
  • Siramkan pupuk POC NASA yang telah dicampur air secara merata di atas bedengan dengan dosis ± 1-2 botol (500-1000 cc) diencerkan dengan air secukupnya untuk setiap 1000 m2 (10-20 botol/ha). Hasil akan lebih bagus jika menggunakan SUPER NASA.

Adapun cara penggunaan SUPER NASA sbb :

  • alternatif 1 : Satu botol SUPER NASA diencerkan dalam 3 liter air dijadikan larutan induk. Setiap 50 lt air diberi 200 cc larutan induk tadi untuk menyiram bedengan.
  • alternatif 2 : Setiap 1 gembor vol 10 lt diberi 1 peres sendok makan Super Nasa untuk menyiram + 10 meter bedengan.

Catatan :

Semua dosis pupuk makro diberikan saat tanam. Pupuk diberikan di kanan dan kiri lubang tugal sedalam 3 cm.

Teknik Penanaman

Penentuan Pola Tanam

Pola tanam memperhatikan musim dan curah hujan. Pada tanah yang subur, benih kacang tanah ditanam dalam larikan dengan jarak tanam 40 x 15 cm, 30 x 20 cm, atau 20 x 20 cm.

Pembuatan Lubang Tanam

Lubang tanam dibuat sedalam 3 cm menggunakan tugal dengan jarak seperti yang telah ditentukan di atas.

Perendaman Benih dengan POC NASA

Pilih benih yang baik dan agar benih dapat berkecambah dengan cepat dan serempak, benih direndam dalam larutan POC NASA (1-2 cc/liter air) selama + 0,5 1 jam.

Cara Penanaman

Masukan benih 1 atau 2 butir ke dalam lubang tanam dengan tanah tipis. Waktu tanam yang paling baik dilahan kering pada awal musim hujan, di lahan sawah dapat dilakukan pada bulan April-Juni (palawija I) atau bulan Juli-September (palawija II).

Pemeliharaan Tanaman

Penyulaman

Sulam benih yang tidak tumbuh atau mati, untuk penyulaman lebih cepat lebih baik (setelah yang lain kelihatan tumbuh ± 3-7 hari setelah tanam).

Penyiangan dan Pembumbunan

Penyiangan dilakukan 2 kali umur 1 dan 6 minggu dengan hati-hati agar tidak merusak bunga dan polong.
Pembumbunan dilakukan bersamaan saat penyiangan, bertujuan untuk menutup bagian perakaran.

Pemberian POC NASA dan HORMONIK

Penyemprotan POC NASA dilakukan 2 minggu sekali semenjak berumur 1-2 minggu (4-5 tutup POC NASA/tangki). Kebutuhan total POC NASA untuk pemeliharaan 1-2 botol per 1000 m2 (10-20 botol/ha). Akan lebih bagus jika penggunaan POC NASA ditambahkan HORMONIK (3-4 tutup POC NASA + 1 tutup HORMONIK/tangki). Pada saat tanaman berbunga tidak dilakukan penyemprotan, karena dapat mengganggu penyerbukan.

Pengairan dan Penyiraman

Pengairan dilakukan agar tanah tetap lembab. Untuk menjaga kelembaban pada musim kemarau dapat diberikan mulsa (jerami dan lain-lain). Saat berbunga tidak dilakukan penyiraman, karena dapat mengganggu penyerbukan.

Pemeliharaan Lain

Hal-hal lain yang sangat menunjang faktor pemeliharaan bisa dilakukan, misalnya pemangkasan, perambatan, pemeliharaan tunas dan bunga serta sanitasi lingkungan lahan (dijaga agar menunjang kesehatan tanaman).

Hama dan Penyakit Budidaya kacang Tanah

Hama

  • Hama Uret  Gejala : memakan akar, batang bagian bawah dan polong. Akhirnya tanaman layu dan mati. Pengendalian: olah tanah dengan baik, penggunaan pupuk kandang yang sudah matang, menanam serempak, penyiangan intensif, Penggunaan Pestona dengan cara disiramkan ke tanah, jika tanaman terlanjur mati segera dicabut dan uret dimusnahkan.
  • Ulat Penggulung Daun Gejala: daun terlipat menguning, akhirnya mengering. Pengendalian: penyemprotan menggunakan Pestona.
  • Ulat Grayak (Spodoptera litura) Gejala: ulat memakan epidermis daun dan tulang secara berkelompok. Pengendalian: (1) bersihkan gulma, menanam serentak, pergiliran tanaman; (2) penyemprotan menggunakan Natural Vitura.
  • Ulat Jengkal (Plusia sp) Gejala: menyerang daun kacang tanah. Pengendalian: penyemprotan menggunakan Pestona.
  • Kumbang Daun Gejala: daun tampak berlubang, daun tinggal tulang, juga makan pucuk bunga. Pengendalian: (1) penanaman serentak; (2) penyemprotan menggunakan Pestona.

Penyakit

  • Penyakit layu atau “Omo Wedang”
    Penyebab: bakteri Xanthomonas solanacearum (E.F.S.). Gejala: daun terkulai seperti disiram air panas, akhirnya mati. Bila dipotong tampak noda coklat pada bagian pembuluh kayu dan bila dipijit keluar lendir kekuningan. Akar tanaman membusuk. Pengendalian: Pergiliran tanaman, gunakan varietas yang tahan. Penting melakukan pencegahan menggunakan Natural GLIO.
  • Penyakit sapu setan
    Penyebab: Mycoplasma (sejenis virus). Diduga ditularkan serangga sejenis Aphis. Gejala: bunga berwarna hijau tua seperti daun-daun kecil, ruas-ruas batang dan cabang menjadi pendek, daun-daun kecil rimbun. Pengendalian: tanaman dicabut, dibuang dan dimusnahkan, semua tanaman inang dibersihkan (sanitasi lingkungan), menanam tanaman yang tahan, menanggulangi vektornya menggunakan Pestona atau Natural BVR.
  • Penyakit Bercak Daun
    Penyebab : Jamur Cercospora personata dan Cercospora arachidicola. Gejala: timbul bercak-bercak berukuran 1-5 mm, berwarna coklat dan hitam pada daun dan batang. Pengendalian: dengan menggunakan Natural GLIO di awal tanam sebagai tindakan pencegahan.
  • Penyakit Gapong
    Penyebab: diduga Nematoda. Gejala: Polong kosong, juga bisa busuk. Pengendalian: tanahnya didangir dan dicari nematodanya.
  • Penyakit Sclerotium
    Penyebab: cendawan Sclerotium rolfsii. Gejala: tanaman layu. Pengendalian: gunakan varietas yang resisten, air jangan sampai menggenang, membakar tanaman yang terserang cendawan. Pencegahan: gunakan Natural GLIO pada awal tanam
  • Penyakit Karat
    Penyebab: cendawan Puccinia arachidis Speg. Gejala: pada daun terdapat bercak-bercak coklat muda sampai coklat (warna karat). Daun gugur sebelum waktunya. Pengendalian: gunakan varietas yang resisten, tanaman yang terserang dicabut dan dibakar. Pencegahan: gunakan Natural GLIO pada awal tanam.Catatan : Jika pengendalian hama penyakit dengan menggunakan pestisida alami belum mengatasi dapat dipergunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata AERO 810, dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki.

P A N E N

Penentuan saat panen yang tepat harus disesuaikan dengan tujuan penggunaan produk Kacang Tanah. Pedoman umum yang digunakan sebagai kriteria penentuan saat panen Kacang Tanah adalah sebagai berikut :

  • Sebagian besar daun menguning dan gugur ( rontok ).
  • Tanaman berumur 85 -110 hari tergantung,Varietasnya. Sebagian besar polongnya ( 80 % ) telah tua.
  • Kulit polong cukup keras dan berwarna cokelat kehitam-hitaman.
  • Kulit biji tipis dan mengkilap.
  • Rongga polong telah berisi penuh dengan biji.

Panen dilakukan dengan mencabut batang tanaman secara hati-hati agar polongnya tidak tertinggal dalam tanah.

PASCA PANEN

Setelah dipanen brangkasan Kacang Tanah dipotong lebih kurang 10 cm kemudian dibersihkan.

Pemipilan

Pipil polong Kacang Tanah dari batangnya dengan tangan.

Pengeringan

Tebarkan polong Kacang Tanah di atas anyaman bambu atau tabir sambil dijemur dibawah terik matahari sampai kering (Kadar air 9% – 12%).

Penyimpanan.

Penyimpanan dalam bentuk polong kering
Masukkan polong kering kedalam karung goni atau kaleng tertutup rapat, lalu simpan digudang penyimpanan yang tempatnya kering.

Penyimpanan dalam bentuk biji kering

Kupas polong kacang tanah kering dengan tangan atau alat pengupas kacang tanah. Jemur biji kacang tanah hingga berkadar air 9% lalu masukkan ke dalam wadah tertutup untuk disimpan atau dijual.

Teknik Budidaya Kacang Hijau

Kacang hijau merupakan tanaman yang tumbuh didaerah tropis. Suhu yang dibutuhkan untuk budidaya kacang hijau ini suhu yang panas. Pada musim hujan, pertumbuhan vegetatif sangat cepat sehingga mudah rebah.Kacang hijau menyukai tanah gembur dengan saluran pembuangan air yang baik. Tanah sawah bekas padi bisa digunakan untuk lahan penanaman kacang hijau.Pengolahan kering dilakukan dengan cara mencangkul atau dibajak supaya dapat diratakan. Dan setiap 5-6 m dibuat saluran pengairan. Pada lahan kering, kacang hijau ditanam pada akhir musim hujan.

Lubang Tanam
  • Pembuatan lubang tanam dilakukan dengan cara menggunakan alat tugal bermata tiga. Fungsi dari tugal bermata tiga yaitu lubang pertama untuk menanam bibit kacang hijau, dan lubang yang kedua dan ketiga untuk lubang pupuk.
  • Lubang tanaman memiliki kedalaman 4 cm dan lubang pupuk sedalam 7-10 cm. jarak antara lubang tanam dan lubang pupuk 7-10 cm.
Cara Penanaman
  • Sebelum bibit di tanam rendam terlebih dahulu dengan air yang telah di campurkan dengan POC NASA dan rendam selama 3-4 jam.
  • Setelah 3-4 jam lalu bibit kacang hijau di tiriskan dan siap untuk di masukkan ke lubang tanam.
  • Setelah tanah sudah dilubangi, kemudian masukan benih pada lubang tanam lalu tutup tipis dengan tanah.
  • Untuk jarak  tanam yang umum dipakai yaitu panjang 20-20 cm dan lebar 10-20 cm. jika ditanam pada musim penghujan biasanya jaraknya 40 x 15 cm. sedang jika ditanam pada musim kemarau 25 x 25 cm atau 30 x 20 cm.
Cara Pemeliharaan Tanaman
Pengairan
  • Pengairan pada kacang hijau diperlukan terutama pada lahan sawah irigasi, terutama pada saat tanaman mengalami masa pertumbuhan vegetatif.
  • Jika ditanam pada sawah tadah tidak perlu diberi air. Sebab tanah masih lembap bila ditanam pada saat masih hujan. Kacang hijau pada masa generatif sedikit memerlukan air.
Penyulaman dan Penyiangan
  • Penyulaman dapat dilakukan setelah tanaman berumur 17 hari setelah penanaman dilakukan. Penyulaman dilakukan dengan cara menyediakan tanaman cadangan yang ditanam di luar area tanaman. Penyulaman dilakukan jika 5% lubang tanaman tidak ditumbuhi tanaman sempurna.
  • Penyiangan biasanya dilakukan dua kali. Pertama ketika tanaman sudah berumur 2 minggu dan kedua pada waktu berumur satu bulan. Penyiangan dilakukan untuk membersihkan tanaman pengganggu atau gulma.
Pemupukan
Pemupukan dilakukan dua kali :
  • Pertama diberikan pada saat tanam.
  • Kedua diberikan menjelang tanaman berbunga atau pada saat tanaman umur satu bulan.
  • Adapun Dosis pupuk yang diberikan adalah untuk Pupuk Nasanya yaitu super nasa 3 kg /Ha. dan untuk pupuk kimianya yaitu Urea/ZA 50-100 kg/ha TSP 100 kg/ha dan KCL 50-75 kg/ha.
  • Cara pemupukan,setelah pupuk nasa dan pupuk kimia di aduk menjadi satu lalu  pupuk dimasukan ke lubang kemudian ditutup dengan tanah jarak lubang pupuk 5-6 cm. kemudian lubang kedua yang jaraknya 10 cm kemudian tutup dengan tanah. Pupuk jangan sampai kontak langsung dengan benih, karena perkecambahan akan terhambat.
Pengendalian Hama dan Penyakit
Jenis-jenis Hama :
Lalat kacang :
  • ciri-cirinya tubuh kecil berukuran 1,5 mm, warna hitam mengkilap, siang hari bersembunyi di dalam rumput, dan kepompongnya atau pupa berwarna coklat.
  • Dampak pada tanaman, terdapat bercak-bercak pada daun pertama, polong yang diserang gugur, daun mulai layu dan kekuning-kuningan, tanaman akan mati saat berumur 3-4 minggu.
  • Pengendaliannya :
  1. Penanaman secara  serempak dan tanam bergilir.
  2. Penggunakan Produk Nasa yang berupa Natural Glio yang telah di fermentasikan dengan pupuk kandang dari sebelum tanam.
  3. Olah tanah yang bagus dengan memakai Pupuk Organik NASA yang berupa super nasa  di campurkan pupuk kimia dasar yang biasa di pakai. pupuk kimia dasar bisa di kurangi 30 % dari anjuran dinas pertanian setempat.
  4. Penyemprotan Pestisida organik Nasa yang berupa Glio + Pestona + pentana + aero-810 dari tumbuh daun 4-5 sampai panen.Dengan interval 7 – 10 hari sekali.
Ulat Jengkal :
  • Ciri-cirinya : tubuhnya berwarna hijau, ukurannya 2-3 cm, dan jalannya menyungkal.
  • Dampak pada tanaman, menyerang tanaman yang sudah tua, dan menyerang daun hingga tulang daun.
  • Pengendaliannya :
  1. Musnahkan telur dan larvanya.
  2. Penanaman secara  serempak dan tanam bergilir.
  3. Penyemprotan Produk nasa yang berupa Vitura / Virexi + Aero-810  dengan interval 5-7 hari sekali.
Penggerek Polong :
  • Ciri-cirinya, larva berwarna merah kebiruan pada waktu kecil, dan setelah besar berwarna hijau, dan bentuk larva gemuk licin.
  • Dampak pada tanaman, membuat lubang pada polong, memakan biji, gejala bercak hitam, adanya lubang bulat pada polong, dan biji pada polong habis dimakan.
  • Pengendaliannya :
  1. Penanaman secara  serempak dan tanam bergilir.
  2. Penyemprotan Pestisida organik Nasa yang berupa Glio + Pestona + pentana + aero-810 dari tumbuh daun 4-5 sampai panen.Dengan interval 7 – 10 hari sekali.
Ulat penggulung daun :
  • Ciri-cirinya, ulat berwarna hijau terang, dan kupu-kupu kecil berwarna coklat muda.
  • Dampak pada tanaman, daun menggulung ke dalam/keriting karenasel-sel bagian atasnya mengerut dan menurunkan hasil, karena proses fotosintesis terganggu.
  • Pengendaliannya :
  1. Membuang daun yang menggulung, mematikan ulatnya.
  2. Penyemprotan Produk nasa yang berupa Vitura / Virexi + Aero-810  dengan interval 5-7 hari sekali.
Jenis-jenis Penyakit
Bercak daun.
  • Pengendaliannya : Penyemprotan Pestisida organik Nasa yang berupa Glio + Pestona + pentana + aero-810 dari tumbuh daun 4-5 sampai panen.Dengan interval 7 – 10 hari sekali.
Karat daun :
  • Pengendaliannya :
  1. menaman varietas tahan penyakit.
  2. Penyemprotan Pestisida organik Nasa yang berupa Glio + Pestona + pentana + aero-810 dari tumbuh daun 4-5 sampai panen.Dengan interval 7 – 10 hari sekali.
Kudis
  • Pengendaliannya :
  1. Penanam varietas tahan penyakit.
  2. Tanaman dicabut dan dibakar.
  3. Penyemprotan Pestisida organik Nasa yang berupa Glio + Pestona + pentana + aero-810 dari tumbuh daun 4-5 sampai panen.Dengan interval 7 – 10 hari sekali.
Embun tepung
  • Pengendaliannya
  1. Dengan menanam varietas yang tahan penyakit.
  2. Penyemprotan Pestisida organik Nasa yang berupa Glio + Pestona + pentana + aero-810 dari tumbuh daun 4-5 sampai panen.Dengan interval 7 – 10 hari sekali.
Panen dan Pascapanen
  • Umur kacang hijau umunya 58-85 hari, pemungutan panen dapat dilakukan ketika sebagian besar polong telah kering dan mudah pecah, panen dilakukan dengan dipetik dan dilakukan pada pagi hari.
  • Polong yang sudah dipetik kemudian dijemur setelah kuning masukan kedalam karung dan dipukul-pukul agar biji terlepas dari polong, dan setelahn itu lakukan penapian untuk memisahkan biji-biji yang rusak.
  • Biji yang sudah bersih kemudian dijemur lagi sampai 2-3 hari.

Teknik Budidaya Kacang Panjang

A. SYARAT PERTUMBUHAN
Tanaman tumbuh baik pada tanah Latosol / lempung berpasir, subur, gembur, banyak mengandung bahan organik dan drainasenya baik, pH sekitar 5,5-6,5. Suhu antara 20-30 derajat Celcius, iklimnya kering, curah hujan antara 600-1.500 mm/tahun dan ketinggian optimum kurang dari 800 m dpl.

B. PEMBIBITAN

  • Benih kacang panjang yang baik dan bermutu adalah sebagai berikut: penampilan bernas/kusam, daya kecambah tinggi di atas 85%, tidak rusak/cacat, tidak mengandung wabah hama dan penyakit. Keperluan benih untuk 1 hektar antara 15-20 kg.
  • Benih tidak usah disemaikan secara khusus, tetapi benih langsung tanam pada lubang tanam yang sudah disiapkan.

C. PENGOLAHAN MEDIA TANAM

  1. Bersihkan lahan dari rumput-rumput liar, dicangkul/dibajak hingga tanah menjadi gembur.
  2. Buatlah bedengan dengan ukuran lebar 60-80 cm, jarak antara bedengan 30 cm, tinggi 30 cm, panjang tergantung lahan. Untuk sistem guludan lebar dasar 30-40 cm dan lebar atas 30-50 cm, tinggi 30 cm dan jarak antara guludan 30-40 cm
  3. Lakukan pengapuran jika pH tanah lebih rendah dari 5,5 dengan dolomit sebanyak 1-2 ton/ha dan campurkan secara merata dengan tanah pada kedalaman 30 cm
  4. Siramkan pupuk POC NASA yang telah dicampur air secara merata di atas bedengan dengan dosis ± 1 botol (500 cc) POC NASA diencerkan dengan air secukupnya untuk setiap 1000 m2(10 botol/ha). Hasil akan lebih bagus jika menggunakan SUPERNASA, cara penggunaannya sebagai berikut:
  • alternatif 1 : Satu botol Super Nasa diencerkan dalam 3 liter air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 50 lt air diberi 200 cc larutan induk tadi untuk menyiram bedengan.
  • alternatif 2 : setiap 1 gembor vol 10 lt diberi 1 peres sendok makan Super Nasa untuk menyiram 10 meter bedengan.

D. TEKNIK PENANAMAN

  • Jarak lubang tanam untuk tipe merambat adalah 20 x 50 cm, 40 x 60 cm, 30 x 40 cm. Dan jarak tanam tipe tegak adalah 20 x 40 cm dan 30 x 60 cm.
  • Waktu tanam yang baik adalah awal musim kemarau/awal musim penghujan, tetapi dapat saja sepanjang musim asal air tanahnya memadai
  • Benih direndam POC NASA dosis 2 tutup/liter selama 0,5 jam lalu tiriskan
  • Benih dimasukkan ke dalam lubang tanam sebanyak 2 biji, tutup dengan tanah tipis/dengan abu dapur.

E. PENYULAMAN
Benih kacang panjang akan tumbuh 3-5 hari setelah tanam. Benih yang tidak tumbuh segera disulam.

F. PENYIANGAN
Penyiangan dilakukan pada waktu tanaman berumur 2-3 minggu setelah tanam, tergantung pertumbuhan rumput di kebun. Penyiangan dengan cara mencabut rumput liar/membersihkan dengan alat kored.

G. PEMANGKASAN / PEREMPELAN
Kacang panjang yang terlalu rimbun perlu diadakan pemangkasan daun maupun ujung batang. Tanaman yang terlalu rimbun dapat menghambat pertumbuhan bunga.

H. PEMUPUKAN
Dosis pupuk makro sebagai berikut:

Waktu
Dosis Pupuk Makro (per ha)
Urea (kg) SP-36 (kg) KCl (kg)
Dasar
50
75
25
Umur 45 hari
50
25
75
TOTAL
100
100
100

Catatan : Atau sesuai rekomendasi setempat. Pupuk diberikan di dalam lubang pupuk yang terletak di kiri-kanan lubang tanam. Jumlah pupuk yang diberikan untuk satu tanaman tergantung dari jarak tanam

POC NASA diberikan 1-2 minggu sekali semenjak tanaman berumur 2 minggu, dengan cara disemprotkan (4-8 tutup POC NASA/tangki). Kebutuhan total POC NASA untuk pemeliharaan 1-2 botol per 1000 M2 (10-20 botol/ha). Akan lebih bagus jika penggunaan POC NASA ditambahkan HORMONIK (3-4 tutup POC NASA + 1 tutup Hormonik/tangki). Pada saat tanaman berbunga tidak dilakukan penyemprotan, karena dapat mengganggu penyerbukan (dapat disiramkan dengan dosis + 2 tutup/10 liter air ).

I. PENGAIRAN
Pada fase awal pertumbuhan benih hingga tanaman muda, penyiraman dilakukan rutin tiap hari. Pengairan berikutnya tergantung musim. 

J. PENGELOLAAN HAMA DAN PENYAKIT

a. Lalat kacang (Ophiomya phaseoli Tryon)
Gejala: terdapat bintik-bintik putih sekitar tulang daun, pertumbuhan tanaman yang terserang terhambat dan daun berwarna kekuningan, pangkal batang terjadi perakaran sekunder dan membengkak. Pengendalian: dengan cara pergiliran tanaman yang bukan dari famili kacang-kacangan dan penyemprotan dengan PESTONA.

b. Kutu daun (Aphis cracivora Koch)
Gejala: pertumbuhan terlambat karena hama mengisap cairan sel tanaman dan penurunan hasil panen. Kutu bergerombol di pucuk tanaman dan berperan sebagai vektor virus. Pengendalian: dengan rotasi tanaman dengan tanaman bukan famili kacang-kacangan dan penyemprotan Natural BVR

c. Ulat grayak (Spodoptera litura F.)
Gejala: daun berlubang dengan ukuran tidak pasti, serangan berat di musim kemarau, juga menyerang polong. Pengendalian: dengan kultur teknis, rotasi tanaman, penanaman serempak, Semprot Natural VITURA.

d. Penggerek biji (Callosobruchus maculatus L)
Gejala: biji dirusak berlubang-lubang, hancur sampai 90%. Pengendalian: dengan membersihkan dan memusnahkan sisa-sisa tanaman tempat persembunyian hama. Benih kacang panjang diberi perlakuan minyak jagung 10 cc/kg biji.

e. Ulat bunga ( Maruca testualis)
Gejala: larva menyerang bunga yang sedang membuka, kemudian memakan polong. Pengendalian: dengan rotasi tanaman dan menjaga kebersihan kebun dari sisa-sisa tanaman. Disemprot dengan PESTONA.

f. Penyakit Antraknose ( jamur Colletotricum lindemuthianum )
Gejala serangan dapat diamati pada bibit yang baru berkecamabah, semacam kanker berwarna coklat pada bagian batang dan keping biji. Pengendalian: dengan rotasi tanaman, perlakuan benih sebelum ditanam dengan Natural GLIO dan POC NASA dan membuang rumput-rumput dari sekitar tanaman.

g. Penyakit mozaik ( virus Cowpea Aphid Borne Virus/CAMV).
Gejala: pada daun-daun muda terdapat gambaran mosaik yang warnanya tidak beraturan. Penyakit ditularkan oleh vektor kutu daun. Pengendalian: gunakan benih sehat dan bebas virus, semprot vector kutu daun dan tanaman yang terserang dicabut dan dibakar.

h. Penyakit sapu ( virus Cowpea Witches-broom Virus/Cowpea Stunt Virus.)
Gejala: pertumbuhan tanaman terhambat, ruas-ruas (buku-buku) batang sangat pendek, tunas ketiak memendek dan membentuk “sapu”. Penyakit ditularkan kutu daun. Pengendalian: sama dengan pengendalian penyakit mosaik.

i. Layu bakteri ( Pseudomonas solanacearum )
Gejala: tanaman mendadak layu dan serangan berat menyeabkan tanaman mati. Pengendalian: dengan rotasi tanaman, perbaikan drainase dan mencabut tanaman yang mati dan gunakan Natural GLIO pada awal tanam.

"panduan-cara-budidaya-kacang-panjang-natural-nusantara-pupuk-organik-cair-nasa-supernasa-hormonik-granule-distributor-resmi-nasa-pestona-pestisida-alami-pentana-glio-bvr-npk"

K. PANEN DAN PASCA PENEN

  • Ciri-ciri polong siap dipanen adalah ukuran polong telah maksimal, mudah dipatahkan dan biji-bijinya di dalam polong tidak menonjol
  • Waktu panen yang paling baik pada pagi/sore hari. Umur tanaman siap panen 3,5-4 bulan
  • Cara panen pada tanaman kacang panjang tipe merambat dengan memotong tangkai buah dengan pisau tajam.
  • Selepas panen, polong kacang panjang dikumpulkan di tempat penampungan, lalu disortasi
  • Polong kacang panjang diikat dengan bobot maksimal 1 kg dan siap dipasarkan.

Paket Pupuk Jeruk

Pupuk Tanaman Jeruk Poc NASA, Hormonik, Power Nutrition - Diangkat dari hamparan tanaman jeruk di daerah Purworejo Jawa Tengah milik Bp. Subandrio yang menyejukkan mata bagi siapa saja yang melihatnya. Pasalnya tanaman buah jeruk yang besar-besar, tampak segar dan rasa senang untuk memetiknya. Inilah lahan Bp. Subandrio yang telah menggunakan pupuk dan produk-produk NASA. Saat team NASA berkunjung dan menyambanginya, beliau tersenyum bahagia dan menyambut dengan gembira.

Luas lahan yang beliau tanami jeruk adalah sekitar 2000 m2 / 125 ubin dengan jumlah tanaman 350 batang dan umur tanaman jeruk tersebut hingga saat itu kira-kira 3 tahun. Ia menjelaskan pengalamannya menggunakan produk-produk NASA yang diaplikasikannya pada tanaman jeruk milik beliau tersebut yang diantaranya : POC NASA, Hormonik, SuperNASA, Power Nutrition dan Pestona.

Adapun cara aplikasi dari produk-produk NASA untuk luas lahan diatas tersebut adalah :

    SUPERNASA (4 sendok makan)
    Produk NASA tersebut memiliki kandungan Humat dan Fulfat yang berangsur-angsur akan memperbaiki konsistensi (kegemburan) tanah yang keras, membantu perkembangan microorganisme tanah yang bermanfaat bagi tanaman seperti; cacing, microba alami setempat dan lain-lain.
    Power Nutrition (4 sendok makan)
    Merupakan nutrisi khusus yang di formulasikan untuk mempercepat pertumbuhan bunga dan buah pada tanaman buah. Seperti: (mangga, jeruk, rambutan, durian, apel, blimbing, anggur dll). Power Nutrition dibuat dari bahan alami (organik) pilihan yang terjamin ketersediaannya dan diproses dengan mekanisme teknologi gradasi dan degradasi unsur melewati proses piruvatisasi tingkat 3 sehingga langsung dapat dimanfaatkan jaringan tanaman.
    Pupuk NPK (1 kg)

    Ketiga produk dan pupuk tersebut di campur dan dilarutkan dalam 1 ember air kemudian campuran tersebut di aplikasikan dengan cara menyiramkan dengan dosis : 2 Gelas per pohon dengan interval waktu 6 bulan sekali. Perlakuan ini beliau lakukan baru sekali.

    Sedangkan untuk penggunaan berikutnya:
    POC NASA (4 tutup botol)
    Pupuk Organik Cair atau POC NASA merupakan bahan organik murni berbentuk cair dari limbah ternak dan unggas, limbah alam dan tanaman, beberapa jenis tanaman tertentu serta bumbu-bumbu / zat-zat alami tertentu yang di proses secara alamiah dengan konsep "Zero Emision Concept".
    Hormonik (1 tutup botol)
    Manfaat HORMONIK secara umum mempercepat pertumbuhan tanaman, akar, memperbanyak dan memperbesar umbi, mengurangi kerontakan bunga, dan buah serta memperbanyaak dan memperbesar buah.
    Pestona (2 tutup botol)
    Adalah pengendali hama alami dan meningkatkan daya tahan tanaman terhadap serangan hama dan penyakit, yang bahan dasarnya berasal dari limbah alam, sari pati tumbuhan dan bumbu-bumbu alami yang mengandung bahan aktif sebagai pengendali hama dan penyakit alami.

    Ketiga produk tersebut di larutkan kedalam tangki 15 liter air lalu kemudian disemprotkan secara merata setiap 1 (satu) minggu sekali.

Demikian penuturan beliau mengenai cara aplikasi produk-produk NASA, dan tambahnya "banyak sekali manfaat yang didapat dari penggunaan pupuk NASA tersebut , tanaman jauh lebih baik dari sebelumnya apalagi jika dibandingkan dengan tanaman jeruk milik tetangga yang tidak menggunakan produk NASA. Setelah menggunakan produk tersebut (PUPUK NASA) daun menjadi lebih baik dan besar, dalam jangka satu bulan saja bunga sudah mulai keluar dan juga bunga tidak mudah rontok yang artinya jadi semua. Keuntungan lain yang beliau sebutkan dengan girang adalah mengenai buahnya, buah jeruknya banyak dan merata serta lebih manis rasanya. Sedang tanaman yang tidak menggunakan Pupuk Produk NASA, buahnya lebih jarang dan kecil-kecil serta daun kuning dan buah mudah rontok, pertumbuhan tanamannya pun kurang subur.

Perkiraan Hasil Panen
Setelah menggunakan produk NASA tersebut diatas, perkiraan hasil panen (pemetikan) nanti sekitar 3,5 Ton, padahal biasanya hanya mendapatkan 2-2,5 Ton yang artiya terjadi peningkatan penghasilan dengan selisih tambahan 1 Ton. Jika dikalkulasikan dengan harga jeruk saat itu Rp.4000,-/kg maka secara perhitungan ada tambahan penghasilan senilai 1 ton x Rp.4000 = Rp.4.000.000,- Sungguh luar biasaaa..!

Selain itu juga mengenai penggunaan pupuk makro NPK setelah menggunakan produk NASA menjadi lebih irit dengan adanya pengurangan 50-70%. Dulu biasanya menggunakan pupuk NPK 2 kwintal, jika harga NPK adalah Rp.525,-/kg maka ada penghematan 100 kg yang jika di niminalkan adalah Rp 525.000,-, sedangkan pembelian produk NASA hanya sekitar Rp.200.000,- saja

Dengan menggunakan pupuk produk NASA selain hasil yang meningkat juga tingkat kelestarian lingkungan terjaga, tanah tidak mudah rusak karena unsur hara tanah terjaga secara berkelanjutan seta produk NASA adalah produk yang sangat ramah lingkungan tidak menimbulkan limbah dan efek negatif terhadap lingkungan. Aman bagi menusia juga hewan-hewan peliharaan / ternak lainnya.
Produk PT Natural Nusantara (NASA) merupakan produk berbahan dasar alam dengan memperhatikan aspek K3 (Kualitas, Kuantitas dan Kelestarian). NASA jauh sebelumnya telah melakukan ujicoba dengan melakukan perbaikan secara terus menerus sehingga menghasilkan produk-produk yang berkualitas.

Teknik Budidaya Jeruk

A. PENDAHULUAN
Prospek agribisnis jeruk di Indonesia cukup bagus karena potensi lahan produksi yang luas. Melalui program peningkatan kualitas sumberdaya petani jeruk serta didukung dengan hasil inovasi teknologi pemupukan dan hormon alami, pengelolaan hama dan penyakit terpadu, serta sistem budidaya lainnya yang semuanya didasarkan pada semangat ramah lingkungan akan meningkatkan Kuantitas dan Kualitas produksi jeruk dengan tetap menjaga Kelestarian lingkungan.

B. SYARAT PERTUMBUHAN
Perlu 6-9 bulan basah (musim hujan), curah hujan 1000-2000 mm/th merata sepanjang tahun, perlu air yang cukup terutama di bulan Juli-Agustus. Temperatur optimal antara 25-30 °C dan kelembaban optimum sekitar 70-80%. Kecepatan angin lebih dari 40-48% akan merontokkan bunga dan buah. Ketinggian optimum antara 1-1200 m dpl. Jeruk tidak menyukai tempat yang terlindung dari sinar matahari. Jenis tanah Andosol dan Latosol sangat cocok, derajat keasaman tanah (pH tanah) adalah 5,5-6,5 . Air tanah optimal pada kedalaman 150-200 cm di bawah permukaan tanah. Pada musim kemarau 150 cm dan pada musim hujan 50 cm. Tanaman jeruk menyukai air yang mengandung garam sekitar 10%.

C. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA
1. Pembibitan
1.1. Cara generatif
Biji diambil dari buah dengan memeras buah yang telah dipotong. Biji dikeringanginkan di tempat yang tidak disinari selama 2-3 hari hingga lendirnya hilang. Tanah persemaian diolah sedalam 30-40 cm dan dibuat petakan berukuran 1,15-1,20 m membujur dari utara ke selatan. Jarak petakan 0,5-1m. Sebelum ditanami, tambahkan pupuk kandang 1 kg/m2. Biji ditanam dalam alur dengan jarak tanam 1-1,5 x 2 cm dan langsung disiram larutan POC NASA + 1-2 cc/lt air. Persemaian diberi atap. Bibit dipindahtanam ke dalam polibag 15 x 35 cm setelah tingginya 20 cm pada umur 3-5 bulan. Media tumbuh dalam polibag adalah campuran pupuk kandang dan sekam (2:1) atau pupuk kandang, sekam, pasir (1:1:1) atau cukup dengan menggunakan tanah biasa disiram POC NASA (3-4 tutup) + HORMONIK (1 tutup) per 10-15 liter air.

1.2. Cara Vegetatif
Metode dengan cara penyambungan tunas pucuk dan penempelan mata tempel. Untuk kedua cara ini perlu dipersiapkan batang bawah (understam/rootstock) yang dipilih dari jenis jeruk dengan perakaran kuat dan luas, daya adaptasi lingkungan tinggi, tahan kekeringan, tahan/toleran terhadap penyakit virus, busuk akar dan nematoda. Varietas batang bawah yang biasa digunakan adalah Japanese citroen, Rough lemon, Cleopatra, Troyer Citrange dan Carizzo citrange. Setelah penyambungan tunas pucuk atau penempelan mata tempel, segera disemprot menggunakan POC NASA (3-4 tutup/tangki ) + HORMONIK (1 tutup/tangki ).

2. Pengolahan Media Tanam
Lahan yang akan ditanami dibersihkan dari tanaman lain atau sisa-sisa tanaman. Jarak tanam bervariasi untuk setiap jenis jeruk dapat dilihat pada data berikut ini: (a) Keprok dan Siem jarak tanam 5 x 5 m; (b) Manis : jarak tanam 7 x 7 m; (c) Sitrun (Citroen) : jarak tanam 6 x 7 m; (d) Nipis : jarak tanam 4 x 4 m; (e) Grape fruit : jarak tanam 8 x 8 m; (f) Besar : jarak tanam (10-12) x (10-12) m.

Lubang tanam dibuat 2 minggu sebelum tanam. Tanah bagian dalam dipisahkan dengan tanah dari lapisan atas. Tanah berasal dari lapisan atas dicampur dengan 1-2 kg pupuk kandang dan Natural GLIO yang sudah dikembangbiakkan.

Pengembangbiakan Natural GLIO : 1-2 kemasan Natural GLIO dicampur 50-100 kg pupuk kandang untuk lahan 1000 m2. Selanjutnya didiamkan di tempat yang terlindung dari sinar matahari + 1 minggu dengan selalu menjaga kelembabannya dan sesekali diaduk (dibalik).

3. Teknik Penanaman
Bibit jeruk dapat ditanam pada musim hujan atau musim kemarau jika tersedia air untuk menyirami, tetapi sebaiknya ditanam diawal musim hujan. Sebelum ditanam, perlu dilakukan: (a) Pengurangan daun dan cabang yang berlebihan; (b) Pengurangan akar; (c) Pengaturan posisi akar agar jangan ada yang terlipat.

Setelah bibit ditanam, siramkan pupuk POC NASA yang telah dicampur air secara merata dengan dosis ± 1 tutup POC NASA per liter air setiap pohon. Hasil akan lebih bagus jika menggunakan SUPER NASA. Adapun cara penggunaan SUPER NASA adalah sebagai berikut: 1 (satu) botol SUPER NASA diencerkan dalam 2 liter (2000 ml) air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 1 liter air diberi 10 ml larutan induk tadi disiramkan setiap pohon.

Beri mulsa jerami, daun kelapa atau daun-daun yang bebas penyakit di sekitar bibit. Letakkan mulsa sedemikian rupa agar tidak menyentuh batang untuk menghindari kebusukan batang. Sebelum tanaman berproduksi dan tajuknya saling menaungi, dapat ditanam tanaman sela baik kacang-kacangan/sayuran. Setelah tajuk saling menutupi, tanaman sela diganti oleh rumput/tanaman legum penutup tanah yang sekaligus berfungsi sebagai penambah nitrogen bagi tanaman jeruk.

D. PEMELIHARAAN TANAMAN
1. Penyulaman
Dilakukan pada tanaman yang tidak tumbuh.

2. Penyiangan
Gulma dibersihkan sesuai dengan frekuensi pertumbuhannya, pada saat pemupukan juga dilakukan penyiangan.

3. Pembubunan
Jika ditanam di tanah berlereng, perlu diperhatikan apakah ada tanah di sekitar perakaran yang tererosi. Penambahan tanah perlu dilakukan jika pangkal akar sudah mulai terlihat.

4. Pemangkasan
Pemangkasan bertujuan untuk membentuk tajuk pohon dan menghilangkan cabang yang sakit, kering dan tidak produktif. Dari tunas-tunas awal yang tumbuh biarkan 3-4 tunas pada jarak seragam yang kelak akan membentuk tajuk pohon. Pada pertumbuhan selanjutnya, setiap cabang memiliki 3-4 ranting atau kelipatannya. Bekas luka pangkasan ditutup dengan fungisida atau lilin untuk mencegah penyakit. Sebaiknya celupkan dulu gunting pangkas ke dalam alkohol. Ranting yang sakit dibakar atau dikubur dalam tanah.

5. Pemupukan Susulan

Umur
(tahun)
Dosis Pupuk Makro (gr/pohon)
Urea
TSP
KCl
1
80
170
170
2
160
325
250
3
250
500
325
4
325
170
425
5
400
210
500
6
500
250
600
7
600
300
700
8
700
325
780
9
780
390
850
10
850
425
900
> 10
Sebaiknya dilakukan analisis tanah
Dosis POC NASA mulai awal tanam :
0-3
2-3 tutup/diencerkan secukupnya dan siramkan sekitar pangkal batang setiap 4-5 bulan sekali (sesekali bisa disemprot ke daun)
> 3
3-4 tutup/diencerkan secukupnya dan siramkan sekitar pangkal batang setiap 3-4 bulan sekali (sesekali bisa disemprot ke daun)



Catatan: Akan Lebih baik pemberian diselingi/ditambah SUPERNASA 1-2 kali/tahun dosis 1 botol untuk + 200 pohon. Cara lihat pada Teknik Penanaman (Point 3.1.2.2.)

6. Penggunaan Hormonik
Hormonik dapat diberikan terutama setelah tanaman berumur 2 tahun, atau diberikan sejak awal lebih bagus. Caranya melalui penyiraman atau penyemprotan bersama dengan POC NASA (3-5 tutup POC NASA ditambah 1 tutup Hormonik).

7.Pengairan dan Penyiraman
Penyiraman jangan berlebih. Tanaman diairi sedikitnya satu kali dalam seminggu pada musim kemarau. Jika air kurang tersedia, tanah di sekitar tanaman digemburkan dan ditutup mulsa.

8. Penjarangan Buah
Pada saat pohon jeruk berbuah lebat, perlu dilakukan penjarangan supaya pohon mampu mendukung pertumbuhan, bobot buah serta kualitas buah. Buah yang dibuang meliputi buah sakit, tidak terkena sinar matahari (di dalam kerimbunan daun) dan kelebihan buah di dalam satu tangkai. Hilangkan buah di ujung kelompok buah dalam satu tangkai utama dan sisakan hanya 2-3 buah.

"panduan-cara-budidaya-tanaman-buah-jeruk-pupuk-organik-natural-nusantara-distributor-resmi-pupuk-organik-nasa-poc-nasa-hormonik-supernasa-power-nutrition-pestona-pentana-bvr-glio-alami"V. HAMA DAN PENYAKIT
1. Hama
a. Kutu loncat (Diaphorina citri.)
Bagian diserang : tangkai, kuncup daun, tunas, daun muda. Gejala: tunas keriting, tanaman mati. Pengendalian: menggunakan PESTONA atau Natural BVR. Penyemprotan dilakukan menjelang dan saat bertunas, buang bagian yang terserang.

b. Kutu daun (Toxoptera citridus aurantii, Aphis gossypii.)
Bagian diserang : tunas muda dan bunga. Gejala: daun menggulung dan membekas sampai daun dewasa. Pengendalian: menggunakan PESTONA atau Natural BVR.

c. Ulat peliang daun (Phyllocnistis citrella.)
Bagian diserang : daun muda. Gejala: alur melingkar transparan atau keperakan, tunas/daun muda mengkerut, menggulung, rontok. Pengendalian: semprotkan dengan PESTONA. Kemudian daun dipetik dan dibenamkan dalam tanah.

d. Tungau (Tenuipalsus sp. , Eriophyes sheldoni Tetranychus sp)
Bagian diserang : tangkai, daun dan buah. Gejala: bercak keperak-perakan atau coklat pada buah dan bercak kuning atau coklat pada daun. Pengendalian: semprotkan PESTONA atau Natural BVR.

e. Penggerek buah (Citripestis sagittiferella.)
Bagian diserang : buah. Gejala: lubang gerekan buah keluar getah. Pengendalian: memetik buah yang terinfeksi, disemprot PESTONA pada buah berumur 2-5 minggu.

f. Kutu penghisap daun (Helopeltis antonii.)
Bagian diserang : tunas, daun muda dan pentil. Gejala: bercak coklat kehitaman dengan pusat berwarna lebih terang pada tunas dan buah muda, bercak disertai keluarnya cairan buah yang menjadi nekrosis. Pengendalian: semprotkan PESTONA.

g. Thrips (Scirtotfrips citri.)
Bagian diserang : tangkai dan daun muda. Gejala: helai daun menebal, tepi daun menggulung ke atas, daun di ujung tunas menjadi hitam, kering dan gugur, bekas luka berwarna coklat keabu-abuan kadang disertai nekrotis. Pengendalian: menjaga agar tajuk tanaman tidak terlalu rapat dan sinar matahari masuk ke bagian tajuk, hindari memakai mulsa jerami. Kemudian gunakan PESTONA atau Natural BVR.

h. Kutu dompolon (Planococcus citri.)
Bagian diserang : tangkai buah. Gejala: berkas berwarna kuning, mengering dan buah gugur. Pengendalian: gunakan PESTONA. atau Natural BVR. Cegah datangnya semut sebagai vektor kutu.

i. Lalat buah (Dacus sp.)
Bagian diserang : buah yang hampir masak. Gejala: lubang kecil di bagian tengah, buah gugur, belatung kecil di bagian dalam buah. Pengendalian: gunakan Perangkap lalat Buah.

2. Penyakit
a. CVPD
Penyebab: Bacterium like organism dengan vektor kutu loncat Diaphorina citri. Bagian yang diserang: silinder pusat (phloem) batang. Gejala: daun sempit, kecil, lancip, buah kecil, asam, biji rusak dan pangkal buah oranye. Pengendalian: gunakan bibit tanaman bebas CVPD. Lokasi kebun minimal 5 km dari kebun jeruk yang terserang CVPD. Gunakan Pestona atau Natural BVR untuk mengendalikan vektor.

b. Blendok
Penyebab: jamur Diplodia natalensis. Bagian diserang : batang atau cabang. Gejala: kulit ketiak cabang menghasilkan gom yang menarik perhatian kumbang, warna kayu jadi keabu-abuan, kulit kering dan mengelupas. Pengendalian: pemotongan cabang terinfeksi. Bekas potongan diolesi POC NASA + Hormonik + Natural GLIO. POC NASA dan Hormonik bukan berfungsi mengendalikan Blendok, namun dapat meningkatkan daya tahan terhadap serangan penyakit.

c. Embun tepung
Penyebab: jamur Oidium tingitanium. Bagian diserang : daun dan tangkai muda. Gejala: tepung berwarna putih di daun dan tangkai muda. Pengendalian: gunakan Natural GLIO pada awal tanam.

d. Kudis
Penyebab: jamur Sphaceloma fawcetti. Bagian diserang : daun, tangkai atau buah. Gejala: bercak kecil jernih yang berubah menjadi gabus berwarna kuning atau oranye. Pengendalian: pemangkasan teratur, gunakan Natural GLIO pada awal tanam.

e. Busuk buah
Penyebab: Penicillium spp. Phytophtora citriphora, Botryodiplodia theobromae. Bagian diserang : buah. Gejala: terdapat tepung-tepung padat berwarna hijau kebiruan pada permukaan kulit. Pengendalian: hindari kerusakan mekanis, gunakan Natural GLIO awal tanam.

f. Busuk akar dan pangkal batang
Penyebab: jamur Phyrophthora nicotianae. Bagian diserang : akar, pangkal batang serta daun di bagian ujung. Gejala: tunas tidak segar, tanaman kering. Pengendalian: pengolahan dan pengairan yang baik, sterilisasi tanah pada waktu penanaman, buat tinggi tempelan minimum 20 cm dari permukaan tanah. gunakan Natural GLIO pada awal tanam.

g. Buah gugur prematur
Penyebab: jamur Fusarium sp. Colletotrichum sp. Alternaria sp. Bagian yang diserang: buah dan bunga. Gejala: dua-empat minggu sebelum panen buah gugur. Pengendalian: gunakan Natural GLIO pada awal tanam.

h. Jamur upas
Penyebab: Upasia salmonicolor. Bagian diserang : batang. Gejala: retakan melintang pada batang dan keluarnya gom, batang kering dan sulit dikelupas. Pengendalian: kulit yang terinfeksi dikelupas dan diolesi fungisida yang mengandung tembaga atau belerang, kemudian potong cabang yang terinfeksi.

Catatan : Jika pengendalian hama penyakit dengan menggunakan pestisida alami belum mengatasi dapat dipergunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata AERO 810, dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki.

E. PANEN
Buah jeruk dipanen saat masak optimal berumur + 28-36 minggu, tergantung jenis/varietasnya. Buah dipetik dengan menggunakan gunting pangkas.
Saat ini PT. Natural Nusantara telah mengeluarkan 2 produk unggulan baru sebagai penyempurnaan produk sebelumnya, yaitu Pupuk Organik Serbuk Genrestar dan Supernasa Granule Modern.
 
Pupuk Organik Serbuk Greenstar dikemas dengan sangat praktis dan ekonomis. Serta dalam produk Greenstar tersebut sudah terkandung unsur yang ada pada produk POC NASA dan HORMONIK. Dan pupuk organik Supernasa Granule Modern juga dikemas dalam bentuk granule yang mantap sehingga lebih praktis dalam aplikasinya serta harganya lebih ekonomis.

Teknik Budidaya Jarak

Di Indonesia, Tanaman Jarak dapat tumbuh dengan baik karena memiliki tanah dan iklim yang mendukung, sehingga bisa tumbuh merata sebagai gulma. Namun karena tanaman ini mempunyai hasil yang bisa diolah menjadi produk bernilai ekonomis, maka sekarang ini mulai banyak petani yang melirik untuk menggeluti budidaya tanaman Jarak.

PT. Natural Nusantara mencoba memberikan bantuan teknis budidaya tanaman Jarak ini sehingga mampu berproduksi sesuai dengan harapan yang diinginkan tanpa meninggalkan standar kuantitas, kualitas, dan kelestarian lingkungan (Aspek K-3).

Teknis Budidaya Tanaman Jarak

Syarat Tumbuh

Syarat tumbuh tanaman jarak membutuhkan air 350-500 ml air sepanjang pertumbuhannya. Disamping faktor air, tanaman ini membutuhkan syarat temperatur 20º-30 ºC sepanjang hidupnya, serta ketinggian tempat yang optimal adalah 0-800 mdpl. Keluarnya biji akan sangat berkurang atau minim jika suhu mencapai 40 ºC atau lebih.

Persiapan Lahan

Pemilihan lahan yang akan digunakan untuk budidaya tanaman jarak ini biasanya memilih tanah yang kurang produktif ataupun kurang pengairan, dan ini biasanya di daerah marginal / kritis, karena tanaman jarak ini tidaklah terlalu membutuhkan syarat-syarat khusus, seperti halnya tanaman perdu lainnya. Pengolahan tanah yang standar adalah pembuatan lubang tanam dengan ukuran 30 cm x 30cm x 30cm dan jarak tanam antar barisan 2-4 meter dan jarak dalam barisan 1-2 meter tergantung varietas yang dipilih. Persiapan tanah yang bisa juga dilakukan adalah membersihkan dari gangguan gulma, terutama akar-akar ilalang yang menghasilkan alelopati / senyawa penghambat tumbuh tanaman lain.

Pembibitan Jarak

Biji jarak dapat ditanam 2-3 butir biji perlubang langsung di lahan kemudian pilih tanaman yang terbaik pertumbuhannya untuk dibudidayakan. Pemeliharaan tanaman muda dilakukan dengan menyemprot dengan POC NASA dosis 2-3 tutup per tangki seminggu sekali pada pagi hari.

Macam-macam Jenis Tanaman Jarak

Ada banyak sekali jenis jarak yang dapat tumbuh di tanah air kita antara lain :

  1. Jarak Kepyar/Jepang ( Ricinus communis).
    Jenis ini laku di pasaran dunia yang dikenal dengan nama castor oil plant. Jenis ini berbuah sekali dalam setahun (semusim), dengan ciri buah muda berwarna hijau dan berubah coklat setelah tua. Buahnya berduri lemah seperti rambutan. Bijinya mengandung Glycoprotein yang bersifat racun dan orang sering menyebutnya Ricin.
  2. Jarak Pagar/Cina (Jatropha curcas )
    Jenis ini berbuah terus menerus (tahunan). Jenis jarak ini yang dianjurkan ditanam, yaitu:
  • Asembagus 22 : kandungan minyak 55-57%
  • Asembagus 60 : kandungan minyak 48-52%
  • Asembagus 81 : kandungan minyak 51-54%

Komposisi biji jarak terdiri dari 20% kulit dan 80% biji (daging), mengandung 40-60% minyak. Kandungan minyak mentahnya 32-48% dan sisanya adalah ampas.

Pemeliharaan Tanaman Jarak

Yang penting diperhatikan adalah tanaman ini mempunyai sifat kurang suka air sehingga kelebihan air (terendam) justru akan merugikan pertumbuhan tanaman, namun jika panas terik berlangsung hingga 3-4 bulan penyiraman perlu sesekali dilakukan untuk menghindari kematian akibat kekeringan.
Lakukan penyiangan gulma jika tanaman mulai terganggu baik pertumbuhan bagian atas dalam persaingan terhadap cahaya maupun perakaran yaitu penyerapan hara.

Pemupukan

Untuk pertumbuhan yang baik berikan pupuk dasar yaitu pupuk kandang di samping pupuk anorganik pada saat tanam.

Jenis Pupuk Dosis (kg/ha) Waktu Pemupukan
Urea 50 Saat tanam
SP-36 75